0


Tanpa Modal dapat dolar..
Kalian Cukup Register di Link ini kalian Dapat $ 25 USD ,

CUKUP DAFTAR SAJA BISA DAPAT UANG !!!
Langkah2 nya :
1) Buka/klik link ini : http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=66455

2) Pilih: REGISTER NOW
Isi data-data tersebut.
Name : ( nama sesuai KTP )
Password : ( bebas )
Email : ( email yang aktif )
Addres : ( alamat sesuai ktp )
Cheque pay to ( user name ) ; ( Nama sesuai KTP )

Anda akan mendapatkan $25 setelah REGISTER dan LOGIN.
Lalu catat refcode pribadi anda.. lalu Share ke teman-teman link anda sebanyak mungkin , ketika ada teman anda yang register, lsg dapat
$10 usd/ org , uang anda bisa di ambil di WESTERN UNION dicabang manapun, (stlh terkumpul minimal $300..Serius!!!) coba aja tidak ada salahnya krn kita tidak keluar uang/modal sama sekali

Tunggu Apa Lagi..? Yg nggak ikutan rugi loh , cm registrasi ± 10 menit dapat income tanpa modal.

Serius ini,coba aja ya. Ini cm promote link trus kita dpt komisi. Dicoba aja, Ga ada salah nya coba..Gratis ini kok!!!
ISENG ISENG BERHADIAH !!!Manfaatin paketan BB/internet, ga ada salahnya kan klo menguntungkan buat kita sendiri!!!

Selamat mencoba .. $$

Dikirim pada 29 November 2013 di Bisnis Online
16 Mei


Bismillahirrahmanirrahim…

Wanita yang mampu membalut LUKA HATINYA dengan KESABARAN.

Wanita yang mampu meredam AMARAH dengan ISTIGHFAR.
Wanita yang mampu menghapus DENDAM dengan MEMBERI MAAF.

Wanita yang mampu BERTERIMAKASIH atas segala nikmat Allah dengan BERSYUKUR.

Wanita yang mampu menerima KETETAPAN Allah dengan DOA DAN TAWAKKAL.

Kerana baginya..
Apapun yang hadir dalam kehidupan tiada yang sia-sia.
Allah telah mempunyai rencana baginya.
Dan Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba_Nya.

Ya Allah..
Jadikan wanita yang membaca catatan ini jadi wanita yang HEBAT.
Menjadi wanita yang selalu TAAT.
Menjauhi perbuatan MAKSIAT.
Dan tidak gemar melanggar SYARIAT.

Aamin Allahumma Aamiin.

(SEHB)

Dikirim pada 16 Mei 2013 di kebersihan jiwa


Bagi Anda yang butuh tiket pesawat dan malas ke travel, silahkan hubungi kami di no 082336171070. Atau ikut bisnis online tiket pesawat hanya dengan modal 15.000. Untuk lebih lengkapnya... silahkan klik link dibawah
www.orbitiket.com

Peluang bisnis dahsyat untuk Anda yang ingin mendapatkan uang meskipun di rumah. Gak perlu susah-susah untuk keluar mencari uang. Di rumah pun anda bisa menghasilkan uang. Hanya dengan bermodal 100.000 Anda bisa menghasilkan jutaan rupiah dengan software penghasil uang. Yuk... Buktikan sendiri silahkan kunjungi web di bawah ini
http://www.bonuskaya.com

Atau Anda Ingin ikut bisnis online terbaik...
silahkan klik di sini



Dikirim pada 16 Mei 2013 di Bisnis Online


Aku TIDAK SEMPURNA,kamu juga tidak sempurna..

KETIDAKSEMPURNAANMU menjadi pelengkap KETIDAKSEMPURNAANKU.

Itulah kekurangan diriku..

Biarlah ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala yang Maha Sempurna yang BERHAK menilai diri kita..

Kadangkala yang terindah bukanlah yang terbaik,yang sempurna tidak selalu menjanjikan kebahagiaan..

Tapi jika kita menerima kekurangan menjadi KELEBIHAN,itulah KESEMPURNAAN yang sebenarnya..

Dari Abu Hurairah Radhiallahu `Anhu,Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wasallam bersabda:

ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﺍﻥ ﻧﻈﺮﺕ ﺍﻟﻴﻬﺎ ﺳﺮﺗﻚ, ﻭﺍﻥ ﺍﻣﺮﺗﻬﺎ ﺍﻃﺎﻋﺘﻚ, ﻭﺍﻥ ﻏﺒﺖ ﻋﻨﻬﺎ ﺧﻔﻈﺘﻚ ﻓﻰ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﻧﻔﺴﻬﺎ

"Sebaik-baik wanita ialah wanita yang apa bila di pandang menggembirakan hatimu,apa bila di perintah ia taat kepadamu,dan apa bila di tinggal pergi ia mampu menjaga kehormatan dirinya,keluarganya dan mampu menjaga harta bendamu"[Al-hadits fil kitab Durotun Nashihin].

Sumber : Facebook SEHB

Dikirim pada 26 Maret 2013 di kebersihan jiwa


Calon suamiku…
Sengaja kusimpan rapi rindu ini,
Hanya kutorehkan dalam bait-bait tinta untukmu,
Yang saat ini belum bisa kuhaturkan padamu,Hingga saatnya nanti tiba,
Ketika sebuah ikatan suci mengikat jiwa dan raga kita,
Dalam sebentuk ketaatan dan cinta,Upayaku menjadi sebaik-baik perhiasan dunia..

Calon suamiku..
Hari bahagia itu masih beberapa bulan lagi,Tapi aku sudah merinduimu,
Engkau yang belum pernah hadir dalam episode kehidupanku,
Engkau yang sama sekali tak kukenal sebelumnya,
Pertemuan kita sekali saja..Saat kau melihatku dan aku melihatmu
Sebuah proses syar’i yang diajarkan oleh Rosul kita yang mulia
Itu sudah cukup bagiku ,Untuk mantap dalam memilihmu..

Calon suamiku..
Bukannya aku ingin membanggakan diri,
Aku memilihmu bukan karena hartamu.
Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih kaya darimu,
Aku mantapkan hatiku bukan karena parasmu.
Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih tampan darimu,
Aku putuskan dirimu tuk jadi IMAMku bukan kerana nasab dan kedudukanmu.Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih bangsawan dan berpangkat darimu.

Tapi aku tak mau hanya harta, paras, dan nasab atau kedudukan mereka..
Aku tak mau menyia-nyiakan sisa hidupku untuk mereka..Yang kurang agama dan akhlaqnya..Tapi aku ingin jadi orang yg beruntung seperti sabda Nabi kita..

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara iaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)

Untukmu calon suamiku...
Ku memilihmu karena telah sampai berita kepadaku ,
Bahwa kau memiliki pemahaman aqidah yg lurus.
Kau mengusahakan sholat lima waktumu di masjid selalu,
Kau senantiasa mengamalkan sunnah-sunnah Rosul-Mu.
Kau upayakan dirimu tak ketinggalan hadir di majelis ilmu,

Serta alasanmu menikahiku adalah untuk menjaga kehormatanmu.
Telah pula sampai berita dari teman-temanmu,
Bahwa dirimu adalah sesosok yang baik dalam berperilaku.
Bahkan orangtua dan saudaramu memujimu..

Rasulullah Shalallohu’alayhiwasallam bersabda, "Bila datang kepada kalian orang yang kalian senangi akhlak dan agamanya, maka nikahkanlah dia. Bila kalian tidak melakukannya, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di bumi." (Shahih at-Tirmidzi 3/305).

Calon suamiku..
Bukannya diri ini mencari kesempurnaan
Karena kutahu sebagaimana ada dalam diriku, pun pasti ada cela dalam dirimu
Tapi kuyakin segala kelebihanmu kan menutupi kekuranganmu
Aqidah, amal sholih, dan akhlaqul karimah yang engkau miliki
Menjadi alasan bagiku menerimamu mendampingi hidupku
Menguatkanku untuk selalu berbakti pada Alloh lalu padamu
Memimpin sekaligus mendidikku dan jundi-jundi kecil kita
Menjadi pribadi sholeh sholehah..
Membangun rumah tangga beraroma surga,,
Berlandaskan tauhid, Bermanhaj ahlus sunnah dengan pemahaman shohabah,

Calon suamiku....
Hari-hariku merayap lambat
Ketika ku hanya bisa berusaha sabar menantimu
Mengikrarkan akad yang kan menjadikanku halal bagimu
Tak ingin menodai proses yang selama ini diperjuangkan benar-benar syar’i.

Karena itu..
Terima kasih kau telah menjaga proses ini jauh dari fitnah
Memperhatikan adab-adabnya,Bertaqwa dari segala godaan halus syaithon yang menipu daya..

Calon suamiku..
Jika kau juga merinduiku, Maka bersabarlah,
Tetaplah mengokohkan aqidah, Tegarlah dalam menegakkan sunnah,Istiqomah dalam berakhlaqul karimah,Bersemangatlah dalam mencari maisyah,

Karena ku disini menantimu, Dengan segenap rindu dan kesabaranku…
Dengan do’a yang kulantun di hembus angin…Agar ALLAH senantiasa menjagamu..Memudahkan urusanmu..Menjadi bermanfaat bagi kaum muslimin, tak hanya bagiku..

Sumber ; SEHB

Dikirim pada 12 Maret 2013 di kebersihan jiwa


Bismillahirrahmanirrahim ,,,

Aku hanyalah wanita biasa.
Aku bukanlah wanita berwajah cantik mempesona.
Aku juga bukanlah wanita yang punya segalanya.

Aku hanya ingin pasangan sederhana.
Aku tidak ingin menilai setampan apa rupanya.
Aku tidak ingin menilai sebanyak apa hartanya.
Aku tidak ingin menilai setinggi apa tahtanya.

Pasangan yang suka beramal sholeh.
Pasangan yang mengharapkan ridha_Nya.
Pasangan yang akan membawa keberkahan_Nya.
Aku berharap kelak pada suatu waktu.
Aku dipertemukan dengan pasangan pilihan_Nya.

Seorang lelaki yang hatinya terpaut kepada_Nya.
Seorang lelaki yang mengikuti sunnah Rasul_Nya.
Seorang lelaki yang berpedoman pada Kitab_Nya.
Seorang lelaki yang mau menerima kekuranganku.

Yang akan mampu membimbing hidupku.
Yang akan mampu mengisi hari-hariku.
Yang akan menahkodai bahtera rumah tanggaku.
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan-ku.

Aku ingin menyayanginya dengan sederhana.
Aku harap dia menyayangiku secara sederhana pula.
Sesederhana aku dalam mencintainya.
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersama_Nya.
Menyemai kerinduan akan wajah_Nya.
Sebelum aku dipertemukan dengannya.

Kelak akan kubangun Istana Indah.
Walau hanya pondok kecil dari bambu.
Kan kupagari ketulusan cinta dan kasih sayang.
Kan kujadikan pondokku sebagai Surga bagi Suami dan anakku.

Hanya satu cita-citaku.
Yaitu ingin menjadi seorang Isteri Sholehah.

Sumber : Facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 12 Maret 2013 di kebersihan jiwa


Jika berharap uang, ternyata yang datang hutang...
Jika meminta kemudahan,yang hadir justru kesulitan...
Jika memohon kesehatan,yang menghampiri penyakit...

Jangan kau tanya mengapa ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala tak kabulkan do`a...

Jangan kau paksa kapan ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala ijabahkan do`a...

Jangan kau heran mengapa ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala abaikan do`a...

Tapi tanyakan seperti apa tubuhmu bicara...
Tanyakan kehalalan asupan yang kau telan...
Tanyakan seperti apa hatimu berkata...

Apa Subuhmu menjelang Dhuha?
Apa Dhuhurmu sisa waktu bisnis yang kau punya?
Apa Ashar-Maghribmu terlalu dekat waktunya?
Apa Isyamu terlewat karena lelah yang ada?
Apa Tahajudmu terlepas karena terlelap tidur?
Apa Al-Qur`anmu tergeletak karena tak pernah di baca?
Apa hartamu tersimpan tak terbagi?

Jangan salahkan ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala...
Jika kau kira bisa bebas berbuat dosa.Lantas luruh dengan berhaji dan rutin melaksanakan umroh tiap tahun adanya.

Jangn salahkan ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala...Jika ayat suci yang kau pilih beberapa :
- Surat Yusuf agar mendapatkan putra ganteng nan sholeh...
- Surat Maryam agar memperoleh putri nan cantik sholehah...
- Surat Ar-Rahman agar berlimpah rezeki...
- Surat Yasiin untuk ” meratapi ” mayat...
- Surat Al-Kahfi yang khususn di” rapal ”pada malam jum`at....

Dan jangan salahkan ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala...Jika ayat-ayat-Nya tak pernah di baca ataupun di amalkan dalam kehidupan nyata.Jika titah ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala hanya menjadi beban.Jika urusan ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala di hitung berdasarkan untung rugi.

Jangn berharap kecintaan-Nya akan datang...
Jangan berharap do`a akan di kabulkan...

Ya ALLAH...Jagalah kami dari hal-hal yang demikian...Satukan kami dalam ikatan cinta untuk saling mengingatkan,akan keberadaan dan kewajiban kami sebagai hamba-Mu...

Semoga bermanfaat untuk muhasabah diri.Kelak menjadi khusnul` khotimah di akhir hayat.....Aamiin Yaa Rabbal` aalamiim..

Sumber :Facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 12 Maret 2013 di muhasabah
12 Mar


Talyah Online Shop
Toko Online yang menjual berbagai macam barang, seperti Jilbab, Busana Muslim, Acessoris, Buku Bantal , dan lain-lain.

Alamat : Jl. Tolambu, Kota Palu (Sulteng)

HP : 082336171070
email : talyahonlineshop2010@gmail.com
onlineshoptalyah@yahoo.com

Blog : www.onlineshoptalyah.blogspot.com

Dikirim pada 12 Maret 2013 di Toko Online


Kami melayani bimbingan dan konsultasi penyusunan skripsi dan lain-lain, serta pengolahan data kualitatif dan kuantitatif :

Adapun jenis bimbingan dan konsultasi yang kami tawarkan adalah :
1. Proposal Skripsi
2. Skripsi
3. Laporan Akhir (D3)
4. Perangkat Pembelajaran (RPP, Program Semester, Program Tahunan
5. Proposal Usaha/Business Plan

Untuk informasi lebih lanjut, Hub kami :


Kantor Pusat

Jl. Tolambu, Kota Palu, Prov. Sulawesi Tengah

Email : talyahnurulilmi@gmail.com

YM : talyahnurulilmi@yahoo.com

HP : 081342902813

blog : www.talyahnurulilmi.blogspot.com

Dikirim pada 12 Maret 2013 di Bimbingan dan Konsultasi


Hidup ini adalah sebuah misteri yang tidak kunjung habis "digali maknanya" dan ke mana arahnya. Ribuan tahun sudah kehidupan ini terjadi di bumi ini, dan ada jutaan orang telah tinggal di dalamnya Di antara sekian juta manusia yang mendiami bumi ini, ada banyak "makna dan arah" yang telah diwariskan dan ditulis agar dapat dipergunakan oleh generasi berikutnya.

Hidup adalah Belajar..., Belajar..., dan terus Belajar....

Belajar untuk memaknai HIDUP.....

Belajar BERSYUKUR meski Kekurangan....

Belajar IKHLAS meskipun Hati Tak Rela....

Belajar TAAT meskipun Berat....

Belajar MEMAHAMI meskipun Tak Sehati....

Belajar BERSABAR meskipun Terasa Terbebani....

Belajar Menjadi Manusia yang LEBIH BAIK, OPTIMIS menjalani hidup dan selalu TAWAKKAL Kepada ALLAH YANG MAHA MENGUASAI HIDUP....

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS?
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR?
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR?

Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang taat pada ALLAH, bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang tekun berdo`a, bukan berarti tidak ada masa sulit
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetaplah semangat…., tetaplah sabar…., dan tetaplah tersenyum…..
Karena kamu sedang menimbah ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN...

Sebuah Universitas yang mengajarakan tentang HIDUP...

Hidup yang penuh SUKA dan DUKA.....

ALLAH menaruhmu di “tempatmu” saat ini, bukan karena “KEBETULAN” dan ALLAH tau sampai dimana Kamu mampu menghadapi Ujian yang DIA berikan....
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

Yakinlah.... Semua akan Indah pada Waktunya....


Sumber : Berbagai Macam Sumber

Dikirim pada 28 Februari 2013 di muhasabah




Berikut ini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri, untuk ibu rumah tangga dan ibunya anak-anak yang ingin menjadikan rumahnya sebagai pondok yang tenang dan tempat nan aman yang dipenuhi cinta dan kasih sayang, ketenangan dan kelembutan.

Wahai wanita mukminah!

Sepuluh wasiat ini aku persembahkan untukmu, yang dengannya engkau membuat ridha Tuhanmu, engau dapat membahagiakan suamimu dan engkau dapat menjaga tahtamu.

Wasiat Pertama:: Bertakwa kepada Allah dan menjauhi maksiat

Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah!!

Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncangkan kerajaan. Maka janganlah engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah dan jangan engkau seperti Fulanah yang telah bermaksiat kepada Allah… Maka ia berkata dengan menyesal penuh tangis setelah dicerai oleh sang suami:

“Ketaatan menyatukan kami dan maksiat menceraikan kami…”

Wahai hamba Allah…

Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu dan menjaga untukmu suamimu dan rumahmu. Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan mencerai-beraikan keutuhannya.

Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya, ia berkata

“Aku mohon ampun kepada Allah… itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku)…”

Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:

- Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya (tanpa alasan yang haq -abu zuhriy) atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar (seperti tidak melaksanakan rukun dan syaratnya, atau melaksanakannya tidak sesuai petunjuk dan tuntunan Råsulullåh shållallåhu ‘alayhi wa sallam -abu zuhriy).

- Duduk di majlis ghibah dan namimah, berbuat riya’ dan sum’ah.

- Menjelekkan dan mengejek orang lain.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain(karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan).”

(Al Hujuraat: 11)

- Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَحَبُّ الْبِلادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهُمْ وَأَبْغَضَ الْبِلادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهُمْ

“Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.”1

- Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pembantu dan pendidik-pendidik yang kafir.

- Meniru wanita-wanita kafir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.”2

- Menyaksikan film-film porno dan mendengarkan nyanyian.
- Membaca majalah-majalah lawakan/humor.
- Membiarkan sopir dan pembantu masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan mendesak.
- Membiarkan suami dalam kemaksiatannya 3
- Bersahabat dengan wanita-wantia fajir dan fasik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ

“Seseorang itu menurut agama temannya.”4

- Tabarruj (pamer kecantikan)

Wasiat kedua: Berupaya mengenal dan memahami suami

Hendaknya seorang istri berupaya memahami suaminya. Ia tahu apa yang disukai suami maka ia berusaha memenuhinya. Dan ia tahu apa yang dibenci suami maka ia berupaya untuk menjauhinya, dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al Khaliq (Allah Ta`ala). Berikut ini dengarkanlah kisah seorang istri yang bijaksana yang berupaya memahami suaminya.

Berkata sang suami kepada temannya:

“Selama dua puluh tahun hidup bersama belum pernah aku melihat dari istriku perkara yang dapat membuatku marah.”

Maka berkata temannya dengan heran:

“Bagaimana hal itu bisa terjadi?!”

Berkata sang suami:

“Pada malam pertama aku masuk menemui istriku, aku mendekat padanya dan aku hendak menggapainya dengan tanganku, maka ia berkata:

‘Jangan tergesa-gesa wahai Abu Umayyah.’

Lalu ia berkata:

‘Segala puji bagi Allah dan shalawat atas Rasulullah… Aku adalah wanita asing, aku tidak tahu tentang akhlakmu, maka terangkanlah kepadaku apa yang engkau sukai niscaya aku akan melakukannya dan apa yang engkau tidak sukai niscaya aku akan meninggalkannya.’

Kemudian ia berkata:

‘Aku ucapkan perkataaan ini dan aku mohon ampun kepada Allah untuk diriku dan dirimu.’”

Berkata sang suami kepada temannya:

“Demi Allah, ia mengharuskan aku untuk berkhutbah pada kesempatan tersebut.

Maka aku katakan:

‘Segala puji bagi Allah dan aku mengucapkan shalawat dan salam atas Nabi dan keluarganya. Sungguh engkau telah mengucapkan suatu kalimat yang bila engkau tetap berpegang padanya, maka itu adalah kebahagiaan untukmu dan jika engkau tinggalkan (tidak melaksanakannya) jadilah itu sebagai bukti untuk menyalahkanmu.

Aku menyukai ini dan itu, dan aku benci ini dan itu. Apa yang engkau lihat dari kebaikan maka sebarkanlah dan apa yang engkau lihat dari kejelekkan tutupilah.’

Istri(ku) berkata:

‘Apakah engkau suka bila aku mengunjungi keluargaku?’

Aku menjawab:

‘Aku tidak suka kerabat istriku bosan terhadapku’ (yakni si suami tidak menginginkan istrinya sering berkunjung).

Ia berkata lagi:

‘Siapa di antara tetanggamu yang engkau suka untuk masuk ke rumahmu maka aku akan izinkan ia masuk? Dan siapa yang engkau tidak sukai maka akupun tidak menyukainya?’

Aku katakan:

‘Bani Fulan adalah kaum yang shaleh dan Bani Fulan adalah kaum yang jelek.’”

Berkata sang suami kepada temannya:

“Lalu aku melewati malam yang paling indah bersamanya. Dan aku hidup bersamanya selama setahun dalam keadaan tidak pernah aku melihat kecuali apa yang aku sukai. Suatu ketika di permulaan tahun, tatkala aku pulang dari tempat kerjaku, aku dapatkan ibu mertuaku ada di rumahku.
Lalu ibu mertuaku berkata kepadaku:

‘Bagaimana pendapatmu tentang istrimu?’”

Aku jawab:

“Ia sebaik-baik istri.”

Ibu mertuaku berkata:

Wahai Abu Umayyah.. Demi Allah, tidak ada yang dimiliki para suami di rumah-rumah mereka yang lebih jelek daripada istri penentang (lancang). Maka didiklah dan perbaikilah akhlaknya sesuai dengan kehendakmu.

Berkata sang suami:

“Maka ia tinggal bersamaku selama dua puluh tahun, belum pernah aku mengingkari perbuatannya sedikitpun kecuali sekali, itupun karena aku berbuat dhalim padanya.”5

Alangkah bahagia kehidupannya…!

Demi Allah, aku tidak tahu apakah kekagumanku tertuju pada istri tersebut dan kecerdasan yang dimilikinya?

Ataukah tertuju pada sang ibu dan pendidikan yang diberikan untuk putrinya?

Ataukah terhadap sang suami dan hikmah yang dimilikinya?

Itu adalah keutamaan Allah yang diberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki.

Wasiat ketiga: Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik

Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَوْ كُنْتُ آمِرَا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” 6

Hak suami yang pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya.

Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِثْنَانِ لا تُجَاوِزُ صَلاتُهُمَا رُؤُوْسُهُمَا: عَبْدٌ آبَق مِنْ مَوَالِيْهِ حَتَّى يَرْجِعَ وَامْرَأَةٌ عَصَتْ زَوْجَهَا حَتَّى تَرْجِعَ

Dua golongan yang shalatnya tidak akan melewati kepalanya, yaitu budak yang lari dari tuannya hingga ia kembali dan istri yang durhaka kepada suaminya hingga ia kembali.”7

Karena itulah Aisyah Ummul Mukminin berkata dalam memberi nasehat kepada para wanita:

“Wahai sekalian wanita, seandainya kalian mengetahui hak suami-suami kalian atas diri kalian niscaya akan ada seorang wanita di antara kalian yang mengusap debu dari kedua kaki suaminya dengan pipinya.”8

Engkau termasuk sebaik-baik wanita!!

Dengan ketaatanmu kepada suamimu dan baiknya pergaulanmu terhadapnya, engkau akan menjadi sebaik-baik wanita, dengan izin Allah. Pernah ada yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Wanita bagaimanakah yang terbaik?”

Beliau menjawab:

اَلَّتِى تَسِرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلا تُخَالِفُهُ فِيْ نَفْسِهَا وَلا مَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

“Yang menyenangkan suami ketika dipandang, taat kepada suami jika diperintah dan ia tidak menyalahi pada dirinya dan hartanya dengan yang tidak disukai suaminya.” (Isnadnya hasan)

Ketahuilah, engkau termasuk penduduk surga dengan izin Allah, jika engkau bertakwa kepada Allah dan taat kepada suamimu, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

اَلْمَرْأَةُ إِذَا صَلَّتْ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَأَحْصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، فَلْتَدْخُلُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

“Bila seorang wanita shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.” 9

Wasiat keempat: Bersikap qana’ah (merasa cukup)

Kami menginginkan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan (suami) untuknya baik itu sedikit ataupun banyak. Maka janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu.

Dalam riwayat disebutkan

“Wanita yang paling besar barakahnya.”

Wahai siapa gerangan wanita itu?!

Apakah dia yang menghambur-hamburkan harta menuruti selera syahwatnya dan mengenyangkan keinginannya?

Ataukah dia yang biasa mengenakan pakaian termahal walau suaminya harus berhutang kepada teman-temannya untuk membayar harganya?!

Sekali-kali tidak… demi Allah, namun (mereka adalah):

أَعْظَمُ النِّسَاءِ بَرَكَةٌ، أَيْسَرُّهُنَّ مُؤْنَةً

“Wanita yang paling besar barakahnya adalah yang paling ringan maharnya.” (Hadits Dhåif Riwayat Hakim)10

Renungkanlah wahai suadariku muslimah adabnya wanita salaf radliallahu ‘anhunna… Salah seorang dari mereka bila suaminya hendak keluar rumah ia mewasiatkan satu wasiat padanya. Apa wasiatnya? Ia berkata kepada sang suami:

“Hati-hatilah engkau wahai suamiku dari penghasilan yang haram, karena kami bisa bersabar dari rasa lapar namun kami tidak bisa sabar dari api neraka…”

Adapun sebagian wanita kita pada hari ini apa yang mereka wasiatkan kepada suaminya jika hendak keluar rumah?! Tak perlu pertanyaan ini dijawab karena aku yakin engkau lebih tahu jawabannya dari pada diriku.

Wasiat kelima: Baik dalam mengatur urusan rumah

Seperti mendidik anak-anak dan tidak menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan menyiapkan makan pada waktunya. Termasuk pengaturan yang baik adalah istri membelanjakan harta suaminya pada tempatnya (dengan baik), maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.

Renungkanlah semoga Allah menjagamu, kisah seorang wanita, istri seorang tukang kayu… Ia bercerita:

“Jika suamiku keluar mencari kayu (mengumpulkan kayu dari gunung) aku ikut merasakan kesulitan yang ia temui dalam mencari rezki, dan aku turut merasakan hausnya yang sangat di gunung hingga hampir-hampir tenggorokanku terbakar.

Maka aku persiapkan untuknya air yang dingin hingga ia dapat meminumnya jika ia datang. Aku menata dan merapikan barang-barangku (perabot rumah tangga) dan aku persiapkan hidangan makan untuknya. Kemudian aku berdiri menantinya dengan mengenakan pakaianku yang paling bagus.

Ketika ia masuk ke dalam rumah, aku menyambutnya sebagaimana pengantin menyambut kekasihnya yang dicintai, dalam keadaan aku pasrahkan diriku padanya… Jika ia ingin beristirahat maka aku membantunya dan jika ia menginginkan diriku aku pun berada di antara kedua tangannya seperti anak perempuan kecil yang dimainkan oleh ayahnya.”

Wasiat keenam: Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya

Khususnya dengan ibu suami sebagai orang yang paling dekat dengannya. Wajib bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut, menunjukkan rasa hormat, bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada Allah semampumu.

Berapa banyak rumah tangga yang masuk padanya pertikaian dan perselisihan disebabkan buruknya sikap istri terhadap ibu suaminya dan tidak adanya perhatian akan haknya!!?

Ingatlah wahai hamba Allah, sesungguhnya yang bergadang dan memelihara pria yang sekarang menjadi suamimu adalah ibu ini, maka jagalah dia atas kesungguhannya dan hargailah apa yang telah dilakukannya. Semoga Allah menjaga dan memeliharamu. Maka adakah balasan bagi kebaikan selain kebaikan?!

Wasiat ketujuh: Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya.

Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu maka sertailah dia dalam duka cita dan kesedihannya. Aku ingin mengingatkan engkau dengan seorang wanita yang terus hidup dalam hati suaminya sampaipun ia telah meninggal dunia. Tahun-tahun yang terus berganti tidak dapat mengikis kecintaan sang suami padanya dan panjangnya masa tidak dapat menghapus kenangan bersamanya di hati suami.

Bahkan ia terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi. Sang suami terus mencintainya dengan kecintaan yang mendatangkan rasa cemburu dari istri yang lain, yang dinikahi sepeninggalnya.

Suatu hari istri yang lain itu (yakni Aisyah radliallahu ‘anha) berkata:

مَا غِرْتُ عَلَى امْرَأَةٍ لِلنَّبِيِّ؟ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيْجَةَ هَلَكَتْ قَبْلَ أَنْ يَتَزَوَّجَنِي، لَمَّا كُنْتُ أَسْمَعُهُ يَذْكُرُهَا

“Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti cemburuku pada Khadijah, padahal ia meninggal sebelum beliau menikahiku, mana kala aku mendengar beliau selalu menyebutnya.”11

Dalam riwayat lain:

مَا غِرْتُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيْجَةَ وَمَا رَأَيْتُهَا وَلَكِنْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ ذِكْرَهَا

“Aku tidak pernah cemburu kepada seorangpun dari istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti cemburuku pada Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya, akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam banyak menyebutnya.” 12

Suatu kali Aisyah berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam setelah beliau menyebut Khadijah:

كَأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ فِي الدُّنْيَا امْرَأَةٌ إِلا خَدِيْجَةُ فَيَقُولُ لَهَا إِنَّهَا كَانَتْ وَكَانَتْ

“Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita selain Khadijah?!” Maka beliau berkata kepada Aisyah: ‘Khadijah itu begini dan begini.’”13

Dalam riwayat Ahmad pada Musnadnya disebutkan bahwa yang dimaksud dengan “begini dan begini” (dalam hadits diatas) adalah sabda beliau:

آمَنَتْبِي حِيْنَ كَفَرَ النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِي إِذْكَذَّبَنِي النَّاسُ رَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْحَرَمَنِي النَّاسُ وَرَزَقَنِي اللهُ مِنْهَا الوَلَد

“Ia beriman kepadaku ketika semua orang kufur, ia membenarkan aku ketika semua orang mendustakanku, ia melapangkan aku dengan hartanya ketika semua orang meng-haramkan (menghalangi) aku dan Allah memberiku rezki berupa anak darinya.”14

Dialah Khadijah yang seorangpun tak akan lupa bagaimana ia mengokohkan hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberi dorongan kepada beliau. Dan ia menyerahkan semua yang dimilikinya di bawah pengaturan beliau dalam rangka menyampaikan agama Allah kepada seluruh alam

Seorangpun tidak akan lupa perkataannya yang masyhur yang menjadikan Nabi merasakan tenang setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali yang pertama:

وَاللهُ لا يُخْزِيْكَ اللهُ أَبَدًا إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُوْمَ وَتُعِيْنُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ

“Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sungguh engkau menyambung silaturahmi, menanggung orang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.”15

Jadilah engkau wahai saudari muslimah seperi Khadijah, semoga Allah meridhainya dan meridlai kita semua.

Wasiat kedelapan: Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaanya.

Siapa yang tidak tahu berterimakasih kepada manusia, ia tidak akan dapat bersyukur kepada Allah. Maka janganlah meniru wanita yang jika suaminya berbuat kebaikan padanya sepanjang masa (tahun), kemudian ia melihat sedikit kesalahan dari suaminya, ia berkata:

“Aku sama sekali tidak melihat kebaikan darimu…”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ اَهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ يَا رَسُولَ اللهِ وَلَمْ ذَلِكَ قَالَ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ

“Wahai sekalian wanita bersedekahlah karena aku melihat mayoritas penduduk nereka adalah kalian.” Maka mereka (para wanita) berkata: “Ya Rasulullah kepada demikian?” Beliau menjawab: “Karena kalian banyak melaknat dan mengkufuri kebaikan suami.”16

Mengkufuri kebikan suami adalah menentang keutamaan suami dan tidak menunaikan haknya.

Wahai istri yang mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat engkau tunjukkan dengan senyuman manis di wajahmu yang menimbulkan kesan di hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang dapat menyegarkan kembali cintamu dalam hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan kekurangannya dalam menunaikan hakmu. Namun di mana bandingan kesalahan itu dengan lautan keutamaan dan kebaikannya padamu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يَنْظُرُ اللهَ إِلَى امْرَأَةٍ لا تَشْكُرُ زَوْجَهَا وَهِيَ لا تَسْتَغْنِيَ عَنْهُ

“Allah tidak akan melihat kepada istri yang tidak tahu bersyukur kepada suaminya dan ia tidak merasa cukup darinya.”17>

Wasiat kesembilan: Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya).

Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta paling tahu kekhususannya (yang paling pribadi dari diri suami). Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk dilakukan oleh siapa pun maka dari sisi istri lebih besar dan lebih jelek lagi.

Sesungguhnya majelis sebagian wanita tidak luput dari membuka dan menyebarkan aib-aib suami atau sebagian rahasianya. Ini merupakan bahaya besar dan dosa yang besar. Karena itulah ketika salah seorang istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebarkan satu rahasia beliau, datang hukuman keras, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersumpah untuk tidak mendekati isti tersebut selama satu bulan penuh.

Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat-Nya berkenaan dengan peristiwa tersebut. Allåh berfirman:

وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ

“Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari isteri-isterinya suatu peristiwa. Maka tatkala si istri menceritakan peristiwa itu (kepada yang lain), dan Allah memberitahukan hal itu kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepada beliau) dan menyembunyikan sebagian yang lain.”(At Tahriim: 3)

Suatu ketika Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam mengunjungi putranya Ismail, namun beliau tidak mejumpainya. Maka beliau tanyakan kepada istri putranya, wanita itu menjawab:

“Dia keluar mencari nafkah untuk kami.”

Kemudian Ibrahim bertanya lagi tentang kehidupan dan keadaan mereka. Wanita itu menjawab dengan mengeluh kepada Ibrahim:

“Kami adalah manusia, kami dalam kesempitan dan kesulitan.”

Ibrahim ‘Alaihis Salam berkata:

“Jika datang suamimu, sampaikanlah salamku padanya dan katakanlah kepadanya agar ia mengganti ambang pintunya.”

Maka ketika Ismail datang, istrinya menceitakan apa yang terjadi. Mendengar hal itu, Ismail berkata:

“Itu ayahku, dan ia memerintahkan aku untuk menceraikanmu. Kembalilah kepada keluargamu.”

Maka Ismail menceraikan istrinya.

(Riwayat Bukhari)

Ibrahim ‘Alaihis Salam memandang bahwa wanita yang membuka rahasia suaminya dan mengeluhkan suaminya dengan kesialan, tidak pantas untuk menjadi istri Nabi maka beliau memerintahkan putranya untuk menceraikan istrinya.

Oleh karena itu, wahai saudariku muslimah, simpanlah rahasia-rahasia suamimu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakkan kecuali karena maslahat yang syar’i seperti mengadukan perbuatan dhalim kepada Hakim atau Mufti (ahli fatwa) atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.

Sebagimana yang dilakukan Hindun radliallahu ‘anha di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hindun berkata:

“Abu Sufyan adalah pria yang kikir, ia tidak memberiku apa yang mencukupiku dan anak-anakku. Apakah boleh aku mengambil dari hartanya tanpa izinnya?!”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan cara yang ma`ruf.”

Cukup bagimu wahai saudariku muslimah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ مِنْ شَرِ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ أَحَدُهُمَا سِرُّ صَاحِبَهُ

“Sesungguhnya termasuk sejelek-jelek kedudukan manusia pada hari kiamat di sisi Allah adalah pria yang bersetubuh dengan istrinya dan istri yang bersetubuh dengan suaminya, kemudian salah seorang dari keduanya menyebarkan rahasia pasangannya.”18

Wasiat terakhir: Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan-kesalahan.

- Termasuk kesalahan adalah: Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan sebagian wanita yang dikenalnya kepada suaminya, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang yang demikian itu dengan sabdanya:

لا تُبَاشِرُ مَرْأَةُ الْمَرْأَةَ فَتَنْعَتَهَا لِزَوْجِهَا كَأَنَّهُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا

“Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu ia mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihatnya.”19

Tahukah engkau mengapa hal itu dilarang?!

Termasuk kesalahan adalah apa yang dilakukan sebagian besar istri ketika suaminya baru kembali dari bekerja. Belum lagi si suami duduk dengan enak, ia sudah mengingatkannya tentang kebutuhan rumah, tagihan, tunggakan-tunggakan dan uang jajan anak-anak. Dan biasanya suami tidak menolak pembicaraan seperti ini, akan tetapi seharusnyalah seorang istri memilih waktu yang tepat untuk menyampaikannya.

Termasuk kesalahan adalah memakai pakaian yang paling bagus dan berhias dengan hiasan yang paling bagus ketika keluar rumah. Adapun di hadapan suami, tidak ada kecantikan dan tidak ada perhiasan.

Dan masih banyak lagi kesalahan lain yang menjadi batu sandungan (penghalang) bagi suami untuk menikmati kesenangan dengan istrinya. Istri yang cerdas adalah yang menjauhi semua kesalahan itu.

Oleh: Mazin bin Abdul Karim Al Farih, dengan judul asli: Sepuluh Wasiat Untuk Istri Yang Mendambakan “Keluarga Bahagia Tanpa Problema” , dinukil dari: as-Sunnah Qatar

sumber :http://abuzuhriy.com/sepuluh-wasiat-untuk-menjadi-istri-idaman-suami/

Dikirim pada 12 Agustus 2012 di muhasabah




Bismillahirrahmaanirahiim...

Ukhti . . . ~
Kecantikan itu adalah Ujian.
Sayang sekali , kenapa banyak wanita
Cantik yang Mengumbar Auratnya...??
Apa yang mereka Ingin Banggakan
dari Kecantikannya..

Andai saja Mereka Menyadari bahwa
Wajah Cantiknya itu Tak Abadi , akan
Menua dan Keriput...

Ingatlah, kita ini akan Mati dan yang Allah
Lihat bukanlah Kecantikanmu, melainkan
Hati dan Amal Perbuatanmu..

Duhai Ukhti ,
Satu Kecantikan yang dilihat dengan Penuh Syahwat, akan Menimbulkan Satu Dosa untukmu...
Apakah Kau tak pernah menyadari itu. . . ??
Dan Apakah kau Tak pernah Menghitung Dosa yang semakin Menumpuk..
Aku yakin Kau pasti tak pernah menghitungnya..

Sudah berapa banyak orang yang
Memandangmu dengan Syahwatnya. . .
Mungkin, karena kau lebih Senang
di Puja dan di Puji bak Bidadari yang
Turun dari kayangan..

Apakah engkau Lupa Duhai Ukhti,
Kecantikan itu adalah Milik_Nya, suatu
saat nanti akan di ambil_Nya kembali...
Dan engkau pun akan di pertanyakan untuk Apa kecantikanmu di pergunakan...?!

Seandainya engkau menutup Auratmu dan Menjaga Kecantikanmu hanya untuk Orang yang Halal kelak, itu lebih Berarti dan Berharga untuk dirimu..

Namun Aku Heran, walaupun Kau sudah Menutupi Auratmu, mengapa masih saja Kau bangga dengan Kecantikanmu ??

Kau Pasang photo-photo yang Mengiurkan,
Berbusana Muslim tetapi tidak mengetahui Hakikat Malu kepada Allah...

Aku akui kau memang Bidadari Dunia,
Tapi kau belum tentu menjadi Bidadari Akhirat..
Jika Akhlaq dan Hatimu tidak Mencerminkan Kecantikanmu. . .

Dan Terkadang pun aku menjadi Heran
di Buatmu, engkau begitu Cantik, tapi
mengapakau tidak mampu menjaga Lisanmu. . . ?!

Apakah Kau tak pernah Menyadari, bahwa banyak Penghuni Neraka di sebabkan oleh Lisan yang tak Terjaga...

Duhai Ukhti, ketahuilah lebih dari setengah Penghuni neraka adalah
Kaum Hawa. . .

Mengapa ??

Karena Mereka tak Mampu menjaga
Aurat dan Lisannya. . .

Aku Tahu, tak mudah menjadi pribadi yang Baik di mata Allah, tapi setidaknya engkau mau mencoba dan berusaha merubah apa yang buruk menjadi suatu kebaikan untukmu...

Aku Tahu, kau memang Lemah, tetapi kau tak pernah menyadari bahwa kau Lebih kuat dari apapun, Seandainya di hatimu ada Secuil Keimanan dan Rasa Malu Kepada_Nya. . .

Duhai Ukhti, Malu itu adalah Perhiasanmu,
Dan itu yang Membuatmu Cantik, bukan Parasmu dan Tubuhmu yang Elok...

Dan Pakaian Terindah Untukmu adalah Taqwa, bukan baju yang Glamour atau Seksi dan sebagainya...

Duhai Ukhti, Belajarlah dari Alam, Belajarlah dari Kehidupan..Karna Tidak semuanya akan selalu
Indah di pandang mata. . .

Karna Allah mampu merubahnya hanya dengan mengatakan : " Kun faa yaa Kun".

Belajarlah Ilmu agama untuk bekal Hidupmu di Dunia dan Akhirat..

Jadilah Wanita yang Sholehah untuk Pribadi dan Keluargamu...

Karna tiap Jiwa akan mempertanggung jawabkan amalannya masing-masing. . .

Jadilah Wanita yang
Seindah Bunga Akhir Zaman,
Secantik Permata Berlian,
Seanggun Bidadari Syurga. . .Aamiin.

Salam Ramadhan..

Sumber : Facebook Sajadah Cinta dalam Alunan Tasbih Mahabbah Rindu

Dikirim pada 28 Juli 2012 di muhasabah




Cinta dalam diamku..
Haruskah kau tahu jika aku mencintaimu?
KU RASA TIDAK..
Kerana cinta itu tak bisa terungkap agar bisa terlihat,,
Ianya hanya bisa dirasa dalam hati.
Bukan aku tak berani mengurai..
Tapi aku takut salah dalam menempatkannya.
Karena apa yang menurutku baik,
Belum tentu baik menurut_Nya.
Aku ingin yang terbaik untuk Robbku.

Sebenarnya,,
Acuhku bukan berarti mengabaikanmu,
Diamku bukan berarti tak mengingatmu,
Kerana aku pun insan biasa.
Ada perasaan...
Ada keinginan..
Ada harapan..
Namun aku merasa diri belum pantas untuk itu,,
Biar rasa ini tercipta..
Kusimpan disudut hati...
Hanya ALLAH saja yang tahu.

Ku terbangkan sayap angan ke angkasa,
Agar nafsu tak menyeretku inginkan cinta,
Akan kucari namamu disepertiga malamku.
Aku harap kaulah yang tertulis di Lauh Mahfudz untukku..

Jikapun bukan...
Aku percaya takdir_Nya adalah yang Terbaik.


sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 25 Juli 2012 di kebersihan jiwa




Mungkin diriku bukanlah matahari yang
setiap siang menerangi bumi
tapi aku akan mencoba menjadi cahaya
ketika hatimu telah kelam

Mungkin diriku bukanlah bumi yang luas
yang memudahkanmu untuk bergerak tapi
aku akan berusaha menjadi ruang kosong
tempat untuk mencurahkan segala rasamu

Mungkin aku bukanlah angin yang mampu
menyejukkanmu ketika dirimu merasa panas
tapi aku akan berusaha menjadi kipas
penyejuk yang dapat engkau gunakan setiap
saat engkau butuhkan

Mungin aku bukanlah paranormal yang
dapat membaca pikiranmu tapi aku akan
berusaha menjadi buku yang siap
menampung curahan segala suka dan
dukamu

Mungkin aku bukanlah hujan yang dapat
menyirami semesta Alam tapi aku berusaha
menjadi embun yang menyegarkan jiwamu

Duhai engakau yang masih rahasia aku akan
tetap berusaha membahagiakanmu dengan
segala kemampuanku bahagiamu adalah
senyumku
dukamu adalah perihku


Untukmu Calon Jodohku Yang Tertulis Di
Lauhul Mahfuzd


sumber:facebook.Sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu



Dikirim pada 23 Juli 2012 di kebersihan jiwa




Ya Rahman
hamba menantikannya jodoh yang tertulis
untuk hamba

hanya dia insan yang hamba damba untuk
melekapi Dien hamba

Ya Rahiim
hamba merindukannya jodoh hamba yang
Engkau cipta untuk pasangan hamba

hannya dia insan yang kami nanti untuk
dapat meneruskan generasi

Ya Allah
ijinlah hamba bertemu dengan jodoh hamba
yang telah Engkau Takdirkan sebelum hamba
lahir dunia

Hanyya dia sosok yang hamba tunggu untuk
menemani diDunia dan Akhirat

Ya Allah
Ijinkanlah hamba menggelar sajadah
bersamanya sebelum Malaikat pencabut
nyawa tlah datang untuk menjemput hamba
Sungguh hati ini hampa tanpa kehadiran
sang jodoh pelengkap jiwa

^_^


sumber:facebook.izinkan aku menggelar sajadah bersamanya II

Dikirim pada 19 Juli 2012 di kebersihan jiwa




Rasulullah saw. bersabda, “Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar.” (Abu Daud).

Dengki (hasad), kata Imam Al-Ghazali, adalah membenci kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain dan ingin agar orang tersebut kehilangan kenikmatan itu. Dengki dapat merayapi hati orang yang merasa kalah wibawa, kalah popularitas, kalah pengaruh, atau kalah pengikut. Yang didengki tentulah pihak yang dianggapnya lebih dalam hal wibawa, polularitas, pengaruh, dan jumlah pengikut. Tidak mungkin seseorang merasa iri kepada orang yang dianggapnya lebih “kecil” atau lebih lemah. Sebuah pepatah Arab mengatakan, “Kullu dzi ni’matin mahsuudun.” (Setiap yang mendapat kenikmatan pasti didengki).

Hadits itu menegaskan kepada kita bahwa dengki itu merugikan. Yang dirugikan bukanlah orang yang didengki, melainkan si pendengki itu sendiri. Di antara makna memakan kebaikan, seperti yang disebutkan dalam hadits di atas, dijelaskan dalam kitab ‘Aunul Ma’bud, “Memusnahkan dan menghilangkan (nilai) ketaatan pendengki sebagaimana api membakar kayu bakar. Sebab kedengkian akan mengantarkan pengidapnya menggunjing orang yang didengki dan perbuatan buruk lainnya. Maka berpindahlah kebaikan si pendengki itu pada kehormatan orang yang didengki. Maka bertambahlah pada orang yang didengki kenikmatan demi kenikmatan sedangkan si pendengki bertambah kerugian demi kerugian. Sebagaimana yang Allah firmankan, “Ia merugi dunia dan akhirat.” (‘Aunul Ma’bud juz 13:168)

Hilangnya pahala itu hanyalah salah satu bentuk kerugian pendengki. Masih banyak kebaikan-kebaikan atau peluang-peluang kebaikan yang akan hilang dari pendengki, antara lain:

Pertama, mengalami kekalahan dalam perjuangan. Orang yang dengki perilakunya sering tidak terkendali. Dia bisa terjebak dalam tindakan merusak nama baik, mendiskreditkan, dan menghinakan orang yang didengkinya. Dengan cara itu ia membayangkan akan merusak citra, kredibilitas, dan daya tarik orang yang didengkinya. Dan sebaliknya, mengangkat citra, nama baik dan kredibilitas pihaknya. Namun kehendak Allah tidaklah demikian. Rasulullah saw. bersabda:

Dari Jabir dan Abu Ayyub Al-Anshari, mereka mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada seorang pun yang menghinakan seorang muslim di satu tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan menghinakan orang (yang menghina) itu di tempat yang ia inginkan pertolongan-Nya. Dan tidak seorang pun yang membela seorang muslim di tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan membela orang (yang membela) itu di tempat yang ia menginginkan pembelaan-Nya.” (Ahmad, Abu Dawud, Ath-Thabrani)

Kedua, meruntuhkan kredibilitas. Ketika seseorang melampiaskan kebencian dan kedengkian dengan melakukan propaganda busuk, hasutan, dan demarketing kepada pihak lain, jangan berangan bahwa semua orang akan terpengaruh olehnya. Yang terpengaruh hanyalah orang-orang yang tidak membuka mata terhadap realitas, tidak dapat berpikir objektif, atau memang sudah “satu frekuensi” dengan si pendengki. Akan tetapi banyak pula yang mencoba melakukan tabayyun, cari informasi pembanding, dan berusaha berpikir objektif. Nah, semakin hebat gempuran kedengkian dan kebencian itu, bagi orang yang berpikir objektif justru akan semakin tahu kebusukan hati si pendengki. Orang yang memiliki hati nurani ternyata tidak senang dengan fitnah, isu murahan, atau intrik-intrik pecundang. Di mata mereka orang-orang yang bermental kerdil itu tidaklah simpatik dan tidak mengundang keberpihakan.

Orang yang banyak melakukan provokasi dan hanya bisa menjelek-jelekkan pihak lain juga akan terlihat di mata orang banyak sebagai orang yang tidak punya program dalam hidupnya. Dia tampil sebagai orang yang tidak dapat menampilkan sesuatu yang positif untuk “dijual”. Maka jalan pintasnya adalah mengorek-ngorek apa yang ia anggap sebagai kesalahan. Bahkan sesuatu yang baik di mata pendengki bisa disulap menjadi keburukan. Nah, mana ada orang yang sehat akalnya suka cara-cara seperti itu?

Ketiga, mencukur gundul agama. Rasulullah saw. bersabda, “Menjalar kepada kalian penyakit umat-umat (terdahulu): kedengkian dan kebencian. Itulah penyakit yang akan mencukur gundul. Aku tidak mengatakan bahwa penyakit itu mencukur rambut, melainkan mencukur agama.” (At-Tirmidzi)

Islam adalah rahmat bagi sekalian alam. Akan tetapi Islam yang dibawa oleh orang yang di dadanya memendam kedengkian tidak akan dapat dirasakan rahmatnya oleh orang lain. Bahkan pendengki itu tidak mampu untuk sekadar menyungging senyum, mengucapkan kata ‘selamat’, atau melambaikan tangan bagi saudaranya yang mendapat sukses, baik dalam urusan dunia maupun terkait dengan sukses dalam perjuangan. Apatah lagi untuk membantu dan mendukung saudaranya yang mendapat sukses itu. Dengan demikian Islam yang dibawanya tidak produktif dengan kebaikan alias gundul.

Keempat, menyerupai orang munafik. Perilaku dan sikap pendengki mirip perilaku orang-orang munafik. Di antara perilaku orang munafik adalah selalu mencerca dan mencaci apa yang dilakukan oran lain terutama yang didengkinya. Jangankan yang tampak buruk, yang nyata-nyata baik pun akan dikecam dan dianggap buruk. Allah swt. menggambarkan perilaku itu sebagai perilaku orang munafik. Abi Mas’ud Al-Anshari –semoga Allah meridhainya– mengatakan, saat turun ayat tentang infaq para sahabat mulai memberikan infaq. Ketika ada orang muslim yang memberi infaq dalam jumlah besar, orang-orang munafik mengatakan bahwa dia riya. Dan ketika ada orang muslim yang berinfak dalam jumlah kecil, mereka mengatakan bahwa Allah tidak butuh dengan infak yang kecil itu. Maka turunlah ayat 79 At-Taubah. (Bukhari dan Muslim)

Benarlah ungkapan seorang ulama salaf: “Al-hasuudu laa yasuud (pendengki tidak akan pernah sukses).” (Kasyful-Khafa 1:430).

Kelima, tidak mampu memperbaiki diri sendiri. Orang yang dengki, manakala mengalami kekalahan dan kegagalan dalam perjuangan cenderung mencari-cari kambing hitam. Ia menuduh pihak luar sebagai biang kegagalan dan bukannya melakukan muhasabah (introspeksi). Semakin larut dalam mencari-cari kesalahan pihak lain akan semakin habis waktunya dan semakin terkuras potensinya hingga tak mampu memperbaiki diri. Dan tentu saja sikap ini hanya akan menambah keterpurukan dan sama sekali tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun untuk mewujudkan kemenangan yang didambakannya.

Keenam, membuat gelap mata dan tidak dapat melihat kebenaran. Dengki membuat pengidapnya tidak dapat melihat kelemahan dan kekurangan diri sendiri; dan tidak dapat melihat kelebihan pada pihak lain. Akibatnya, jalan kebenaran yang terang benderang menjadi kelam tertutup mega kedengkian. Apa pun yang dikatakan, apa pun yang dilakukan, dan apa pun yang datang dari orang yang dibenci dan didengkinya adalah salah dan tidak baik. Akhirnya, dia tidak dapat melaksanakan perintah Allah swt. sebagaimana yang disebutkan dalam ayat, “Orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang- orang yang mempunyai akal.” (Az-Zumar:18)

Ketujuh, membebani diri sendiri. Orang yang membiarkan dirinya dikuasai oleh iri dengki hidupnya menanggung beban berat yang tidak seharusnya ada. Bayangkan, setiap melihat orang lain yang didengkinya dengan segala kesuksesannya, mukanya akan menjadi tertekuk, lidahnya mengeluarkan sumpah serapah, bibirnya berat untuk tersenyum, dan yang lebih bahaya hatinya semakin penuh dengan dengki, marah, benci, curiga, kesal, kecewa, resah, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Enakkah kehidupan yang penuh dengan perasaan itu? Tentu saja menyesakkan. Dalam bahasa Al-Qur’an, bumi yang luas ini dirasakan sumpek. Seperti layaknya penyakit, ketika dipelihara akan mendatangkan penyakit lainnya. Demikian pula penyakit hati yang bernama iri dengki. Bila dia tidak dihilangkan akan mengundang penyakit-penyakit lainnya. Maha Benar Allah yang telah berfirman, “Di dalam hati mereka ada penyakit maka Allah tambahkan kepada mereka penyakit (lainnya).” (Al-Baqarah: 10)

Betapa sulitnya kita menghimpun kebaikan dan meraih kemenangan. Maka janganlah diperparah dan dipersulit dengan membiarkan dengki menguasai hati kita. Mari berlomba dalam kebaikan. Allahu a’lam.

Sumber : http://www.dakwatuna.com/2007/dengki-penghancur-kebaikan/D

Dikirim pada 18 Juli 2012 di muhasabah




Pesonamu bagaikan cahaya..Memberi aroma penyemangat bagi hati yang lelah di gerus dunia..Memberi aliran senyuman bagi penyejuk dahaga..Memberi semangkuk do’a agar raga tetap berdiri dengan teguh karenaNya..

Duhai muslimah..kau elok dengan balutan hijabmu..kau manis dengan rangkaian kerja nyatamu..kau mempesona dengan siraman tilawahmu..kau memang makhluk-Nya yang mampu membuat bidadari cemburu…

Duhai muslimah..Tetaplah jaga amalmu hanya karenaN-ya..Amal yang engkau beri sebagai bentuk syukur dan sabarmu pada-Nya..

Syukur atas nikmat dari-Nya..Dan sabar dalam melalui segala ujian dari-Nya…

Duhai muslimah..teruslah berkarya dengan apa yang kau punya..hingga tiba masa yang telah ditetapkan-Nya..dan engkau pun bahagia menerima segala ketentuan-Nya..dan semoga itu semua jadi saksi di hadapan-Nya..karena Engkaulah Muslimah pejuang cinta di jalan-Nya..


Sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 17 Juli 2012 di kebersihan jiwa





Cantiknya seorang wanita itu sebagai GADIS..
Bukan karena merah kilauan lipstik..
Pada bibir memekar senyuman kosmetik..
Tetapi pada kepribadian terpelihara..
Kelembutan kesopanan menghiasi jiwa..

Cantiknya seorang wanita itu sebagai REMAJA..
Tidak pada kulitnya mulus menggebu ..
Untuk menggoda pandangan nafsu mata..
Tetapi pada kehidupan terjaga..
Dari menjadi mangsa dunia..

Cantiknya seorang wanita itu sebagai HAWA..
Tidak karena bijak meruntuhkan iman kaum Adam..Sehingga turunkan insan ke dunia..
Tetapi menjdi pembakar semangat pejuang agama..Menjadi penunjang perjuangan syuhada..

Cantiknya seorang wanita itu sebagai ANAK..
Tidak menjerat diri pada lembah kedurhakaan..
Mengalir mutiara di kelopak mata..
Tetapi menjadi penyelamat ibu bapak..
Pada hari kebangkitan bermula..

Cantiknya seorang wanita itu sebagai ISTERI..
Bukan hanya dalam rumah tangga..
Tetapi sentiasa bersama..
Menempuh badai disisi suami tercinta..

Cantiknya seorang wanita itu sebagai MENANTU..
Bukan karena kemewahan dimata..
Tetapi menjadi penghibur hati permata kehidupan..

Cantiknya seorang wanita itu sebagai IBU..
Bukan terletak pada kebangkitan anak..
Tetapi dibawah lembayung kejayaan..
Membuai anak dikala suami menjalin impian..

Cantiknya seorang wanita itu sebagai MERTUA..
Tidak karena berjaya menjadi permaisuri Istana..
Tetapi jalinan kasih sayang..
Tulus hati membagi kasih setara pada semua..

Cantiknya seorang wanita itu sebagai NENEK..
Bukan memberi harta dunia..
Sehingga generasi lupa..
Tetapi menjadi pada pembimbing..
Menjaring teladan para anbiya pada anak bangsa..

Cantiknya seorang wanita itu sebagai WARGANEGARA..
Bukan karena menyandang puncak dunia..
Tetapi bijak menangkis rintangan..Peka membela nasib dan harkat negara..
Menjadi tulang belakang keteguhan semua..

Cantiknya wanita itu sebagai INTELEKTUALIS..
Bukan karena menjadi sebutan..
Sehingga menjulang keegoan..
Tetapi dalam mencari ilmu..
Menyala obor mewangi setinggi profesi..

Cantiknya wanita itu sebagai MUSLIMAH..
Bukan karena keindahan paras rupa..
Sehingga menjadi fitnah..
Tetapi berpegang Akidah Solehah..
Dibalik tirai jiwa..
Menggenggam rindu kekasih pasrah di atas sajadah..Mengharap keridhaan kehidupan dunia akhirat..


sumber:facebook,sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 17 Juli 2012 di kebersihan jiwa
16 Jul




Ya Rabb..Peluklah hati ini di saat ku mulai merasa gelisah dalam penantian penuh kesabaran ini,terkadang Hatiku merasa rindu pada dia insan yang ku cintai dalam diamku…

Ya Rabb..Biarlah ku simpul dalam setiap do’a-do`a dalam Istikharahku kepada-MU Rasa ini,agar kelak Engkau Satukan hatinya dan hatiku yang kan bertaut bertahta dan bersemi indah karna Ridho-MU….

Ya Rabb…Tuntunlah Hati hamba agar hanya mau menerima CINTA seorang Insan yang benar-benar Pilihan-MU bukan Semata-mata Pilihan Nafsuku.

Ya Rabb..,Bila dia memang baik untuk kami,agama kami,masa depan dunia dan akhirat kami,bisa membimbing dan membawa kami lebih dekat pada-Mu,Maka dekatkanlah diri dengannya & satukanlah kami dalam pernikahan yang sakinah,mawaddah,warrahmah.. Tapi kalau bukan dia yang terbaik,Maka jangan biarkan kekaguman kami menjadi suka apalagi cinta,Jadikanlah kekaguman kami seperti orang lain kagum padanya,,Engkaulah Maha membolak-balikkan hati Maka kami titipkan rasa ini,kami serahkan semuanya pada-Mu,karna semua ini adalah milik-Mu..Aamiin ya Rabb……

sumber:sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 16 Juli 2012 di do’a dan zikir
15 Jul




Dirimu adalah...Sebuah sketsa wajah yang belum tergambar...
Sebuah nama yang urutan abjadnya belum terangkai...
Sebuah misteri yang masih berada dalam genggaman kuasa-Nya..

Menanti hadirnya dirimu membuatku banyak belajar...

Belajar tentang kesendirian...Bahwa kesendirian bukanlah sesuatu yang memalukan...Karena kesendirian membuatku lebih terjaga...
Karena kesendirian membuatku semakin mengenal dan mencintai-Nya...

Belajar tentang kebersamaan...Bahwa kebersamaan yang kini ku rasakan pasti akan berlalu suatu saat nanti...Karena kebersamaanku dengan orang tuaku,teman-temanku dan orang-orang yang ku cintai juga bagian dari siklus kehidupan yang akan berakhir pada waktunya...

Belajar tentang cinta...Bahwa cinta-Nya adalah cinta yang teragung...Karena cinta-Nya aku masih berada disini sampai detik ini...Karena cinta-Nya pula kelak kita akan dipertemukan... Insya Allah

Belajar tentang kesabaran...Sabar itu seperti menanti lumpur mengendap hingga menghasilkan air yang jernih...Laksana tanah yang merindukan sejuknya tetesan hujan dari langit-Nya...Detik demi detik berlalu,hadirnya dirimu adalah kepastian-Nya yang selalu ku yakini,meski aku tak pernah tau kapan saat indah itu akan tiba...

Saat ini biarkan aku dan dirimu tetap berada dalam penjagaan-Nya untuk terus memperbaiki diri dan saling memantaskan diri satu sama lain...Hingga kelak pena rencana-Nya bergerak mempertemukan dan mempersatukan kita dalam ikatan halal bertabur keberkahan dari-Nya..


sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 15 Juli 2012 di kebersihan jiwa




Semoga cinta ini adalah cinta misi bukan cinta nafsu..Sehingga bisa membuatku lebih ikhlas dan bersabar dlm setiap prosesnya dlm setiap penantiannya..

Ya Allah, Maha Pemilik Cinta..
Aku titipkan satu cinta itu padamu,jangan Kau hadirkan dulu saat ini,jadikanlah itu sangat indah suatu saat nanti.. ketika waktunya telah tiba.. Waktu yang paling tepat dengan seseorang yang tepat yang telah Kau persiapkan sejak dulu..

Titip satu cinta itu Ya Allah ..
Cinta yang akan membuatku semakin dekat dengan_Mu, cinta yang membuat Ia pun semakin dekat dengan_Mu.. Cinta yang membuat kami semakin mensyukuri betapa Luas nikmat dan karunia_Mu, dan membuat kami saling membimbing untuk mencapai ke-Ridho’an_Mu..

Titip satu cintaku Ya Mushawwir,,
cinta yang bisa menghasilkan sebuah keluarga yang sakinah, cinta yang bisa menciptakan sebuah rumah yang hangat yang akan menjadi tempat bangkitnya peradaban agama_Mu..

Titip satu cinta itu Ya Malik ..
Cinta yang darinya aku lahirkan para mujahid dan mujahidah yang tangguh.. yang senantiasa siap membela agama_Mu di garda terdepan.. Ksatria yang tidak pernah takut malawan musuh-musuh_Mu dan musuh-musuh Rasul_Mu..

Titip satu cinta itu Ya Rabb..
Jagalah kami, bimbing langkah kami,, sehingga kami bisa sama-sama terjaga dan akhirnya sama-sama mendapatkan yg terjaga pula..

Titip satu cinta itu Ya Rahman..
cinta yang dengannya aku bisa banyak belajar, dan ia pun bisa banyak belajar, sehingga kami bisa saling mengisi dan semakin berkembang karena cinta itu..

Titip satu cinta itu Ya Waliyy,,
Bimbing langkahnya, mudahkan urusannya, luaskan rizkinya, dan jaga dia untuk tetap berada di jalan-Mu, mudahkanlah jalannya dalam menemukan aku disini..

Titip cinta itu Ya Karim,,
Jadikan hidupnya senantiasa bermanfaat, dan jangan lengahkan ia dgn fananya kehidupan dunia.. Semoga saat ini pun ia sedang berjuang di sana,senantiasa berjuang untuk menggapai Syurga_Mu.. Jadikan ia orang yang bersungguh-sungguh untuk kehidupan dunia dan lebih bersungguh-sungguh untuk kehidupan akhiratnya..

Titip satu cinta itu Ya Ghaffaar,,
Jadikan ia orang yang selalu mempelajari agama_Mu, orang yang selalu menyeru kepada agama_Mu.. jadikan ia Murrobi yang terbaik untukku dan anak-anakku kelak, jadikan ia murobbi terbaik untuk keluarga dan masyarakat..

Titip cinta itu Ya Hafizh,,
Jaga aku dan jaga ia sampai waktu yang Kau tetapkan tiba, dan jadikanlah kami hamba-hamba_Mu yang senantiasa bersabar dan bersyukur..

Titip cinta itu Ya Rabb..Aamiin.

Sumber:facebook.Ya Allah Ijinkan Hamba menggelar sajadah bersamanya

Dikirim pada 14 Juli 2012 di kebersihan jiwa




Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang memakai pakaian mahal,Akan tetapi ia yang selalu menutupi serta membaluti auratnya di setiap waktu.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang memiliki bibir sensual nan indah,Akan tetapi ia yang tak lupa membasahi bibirnya untuk berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla di setiap kesempatan.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang suka berdandan setiap harinya,Akan tetapi ia yang senantiasa membasahi wajahnya dengan tetesan air wudhu`.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang pandai merangkai kata-kata indah.Akan tetapi ia yang bisa menjaga kesantunan dalam setiap bertutur kata.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang memiliki tubuh yang indah dan menarik,Akan tetapi ia yang senantiasa menghijab aurat tubuhnya dengan pakaian akhlak yang santun serta mulia.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang tampak cantik di depan mata saat dipandang,Akan tetapi ia terletak pada hati yang paling dalam.Karena kesucian hatinya senantiasa memancarkan aura yang bercahaya.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu, terlahir dari hati yang bersih nan suci.Yang tak lupa memuji Asma Allah Azza Wa Jalla yang tergambar dalam setiap untaian kata dari lisannya.

Dan Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,senantiasa menjaga kefitrahan serta kehormatan diri dengan sebaik-baiknya.

Tak terbatas bersama siapapun ia bergaul dan dimanapun ia bergaul,Ia selalu pandai membawa diri.Dan pandai menempatkan diri.

sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 14 Juli 2012 di kebersihan jiwa




Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa,Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri kamu.Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah Azza Wa Jalla untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kamu.

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,Tersenyum dan Bersyukurlah pada Rabb bahwa kamu masih hidup......“Semoga sisa usia ini berkah...

Sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 12 Juli 2012 di muhasabah




1. Jika kita memelihara kebencian dan dendam, maka seluruh waktu dan pikiran yang kita miliki akan habis dan kita tidak akan pernah menjadi orang yang produktif.

2. Kekurangan orang lain adalah ladang pahala bagi kita untuk memaafkannya, mendoakannya, memperbaikinya dan menjaga aibnya.

3. Bukan gelar atau jabatan yang menjadi orang menjadi mulia. Jika kualitas pribadi buruk, semua itu hanyalah topeng tanpa wajah.

4. Ciri seorang pemimpin yang baik akan nampak dari kematangan pribadi, buah karya, serta integrasi antara kita dengan perbuatannya.

5. Jika kita belum bisa membagikan harta, kalau kita tidak bisa membagikan kekayaan, maka bagikanlah contoh kebaikan.

6. Jangan pernah menyuruh orang lain sebelum menyuruh diri sendiri, jangan pernah melarang orang lain sebelum melarang diri sendiri.

7. Pastikan kita sudah bersedekah hari ini, baik dengan materi, dengan ilmu, tenaga, atau minimal dengan seyuman yang tulus.

8. Para pembohong akan dipenjara oleh kebohongannya sendiri, orang yang jujur akan menikmati kemerdekaan dalam hidupnya.

9. Bila memiliki banyak harta, kita akan menjaga harta. Namun jika kita memiliki banyak ilmu, maka ilmulah yang akan menjaga kita.

10. Kalau hati kita bersih, tak ada waktu untuk berpikir licik, curang atau dengki sekalipun.

11. Bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas merupakan bagian dari otak, sedangkan bekerja ikhlas ialah bagian dari hati.

12. Jadikanlah setiap kritik bahkan penghinaan yang kita terima sebagai jalan untuk memperbaiki diri.

13. Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan menjemput kita, tapi kita tahu persis seberapa banyak bekal yang kita miliki untuk menghadapinya.

Sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku





Dikirim pada 10 Juli 2012 di muhasabah




*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.

Satu ketika kau bertanya..
Sudikah kau menjadi Makmum disetiap solatku agar solatku lebih bermakna dan terjaga hendaknya..

Sudikah kau menjadi Penjaga diri dan maruahku agar hidupku lebih tenang dan bahagia..

Sudikah kau menjadi Pendidik hati dan jiwaku agar rohaniku terisi hikmahNya
dan akhlakku terjaga hendaknya..

Sudikah kau menjadi Pemerhati setiap gerak dan langkahku agar aku tahu mana salah dan buruk lakuku...

Sudikah kau menjadi Peneman di kala suka dan dukaku agar satu hari, jika ujian itu dtg air mataku ada yg menghapuskan..

Sudikah kau menjadi Pembela diriku dan agamaku agar aku terus berada di atas jln yg benar..

Sudikah kau menjadi Penggerak semangatku..agar bila aku kelesuan ,kau mampu memberi bantuan walau hanya sekadar senyuman..

Sudikah kau menjadi Sahabat buat diriku..mendengar luahan hatiku agar aku boleh berbicara apa sahaja denganmu tanpa rasa ragu..

Sudikah kau menjadi Penghibur tika ku kesunyian agar aku boleh ketawa riang..

Satu ketika aku menjawab…

“Ya, Aku sudi..

Kerana kau pilihanku kerana ILLAHI dan Kau juga memilihku kerana petunjuk RABBI

Tetapi, Izinkan aku bertanya kepadamu..

Sudikah kau terus menjadi IMAM di setiap SOLATKU..? jika aku sudah tidak seperti dulu? Menjadi Penjaga, Pendidik, Pemerhati, Peneman, Pembela, Penggerak, Sahabat dan Penghiburku.??

Jika suatu ketika nanti aku sudah tidak mampu lagi menjadi Makmum di setiap solatmu…Jika aku sudah tidak mampu lagi..

♥ menjagamu,
♥ menemanimu
♥ memerhatikanmu,
♥ mendidikmu
♥ membelamu,
♥ menggerakkanmu
♥ menjadi sahabatmu dan
♥ menghiburkanmu

Sudikah kamu wahai …………………? Aku percaya...kau masih sudi....

“Kerana Aku pilihanmu kerana ILLAHI dan Aku juga telah memilihmu kerana petunjuk RABBI..”

Keluarga bahagia impian bersama..


Sumber: facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 10 Juli 2012 di kebersihan jiwa




Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama...
maka...
sejauh apapun mereka...
sebanyak apapun rintangan yang menghalangi...
sebesar apapun beda diantara mereka...
sekuat apapun usaha mereka untuk menghindarkannya...
meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya...
meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya bahkan tidak pernah saling bertegur sapa...

PASTI tetap saja mereka akan bersatu....
Seakan ada magnet yang menarik mereka...
akan ada hal yang datang untuk menyatukan mereka berdua akan ada suatu kejadian yang membuat mereka saling mendekat dan akhirnya bersatu...

Namun...
Apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh...
maka...
Sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat...
Sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya...
Sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua...
Sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya...

PASTI akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh ,ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok, ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik ,ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu...bahkan kalau mereka diikat sekalipun pasti akan terlerai ikatan itu..

Namun...yang perlu kita ingat adalah...
Yakinlah dengan segala Ketentuan yg diberikan oleh Allah ,apa yg telah digariskan,yg telah ditulis oleh Allah dalam Kitab_Nya..
Adalah yg TERBAIK untuk kita kerana Dia lah yang Maha Tahu apa yang TERBAIK buat kita...sementara kita hanya mengetahui sedikit dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita...

Maka itu,
Jika kita tidak mendapatkan suatu hal yang kita inginkan...
itu bukan berarti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkannya....namun justru bererti kita pantas mendapatkan yang lebih baik lagi...
meskipun saat ini...mata manusia kita tidak memahaminya...
meskipun saat itu...perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata...meskipun saat itu...otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk....

Tidak...jangan terburu-buru mengatakan bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk....bahwa engkau tidak pantas....karena kelak...engkau akan menyadarinya...bahwa apa yang telah hilang darimu....bahwa apa yang tidak engkau dapatkan....bukanlah yang terbaik untukmu...bukanlah yang pantas untukmu...bukanlah sesuatu yang baik untukmu....

Perbanyakkanlah bekalmu dan doamu...
Yakinlah.. Allah akan memilihkan yang Terbaik buatmu dan menggantikan kehilangan itu dengan yang lebih baik lagi banding yg hilang menurut pilihan_Nya....
Aamiin.........


sumber : facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 27 Juni 2012 di muhasabah
22 Mei




Wahai diri,

Tundukkanlah hatimu selalu dihadapan-Nya, pasrahkan jiwamu selalu kepada-Nya, lihatlah dirimu yang lemah lagi hina itu, pandanglah jasadmu yang rapuh itu, lihatlah apa yang telah engkau usahakan untuk-Nya, dan renungkanlah olehmu untuk apa umurmu engkau habiskan selama ini..

Teruslah engkau bermuhasabah diri dan jangan pernah melewatkannya.

Cobalah ambil cermin olehmu untuk melihat gambaran dirimu dan lihatlah dirimu yang berdiri disana.

Pandanglah dengan seksama semua bagian tubuhmu yang lemah dan fana itu.

Pandanglah ia dengan penuh kerendahan dirimu di hadapan-Nya.

Wahai diri,

Pandanglah kepalamu.
Apakah ia senantiasa engkau tundukkan dan sujudkan dengan penuh harap, takut dan penuh kehinaan di hadapan Rabb-mu, atau apakah ia masih tetap menengadah penuh keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan kepada Rabbmu juga hamba-hamba-Nya, sehingga engkau pun semakin melampaui batas

Pandanglah matamu.
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk menatap keindahan, kekuasaan serta keagungan-Nya melalui Ayat-ayat-Nya juga ciptaan-Nya, atau apakah engkau gunakan matamu untuk memandang perkara yang dilarang-Nya juga berbagai bentuk kemaksiatan yang tampak dihadapanmu, sehingga membutakan matamu dari Kalamullah.

Pandanglah telingamu.
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk mendengarkan firman-firman-Nya, mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an, tausiyyah dan seruan kebaikan lainnya, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk mendengarkan suara-suara yang tiada berguna bagimu, sehingga iapun mengeraskan hati dan pikiranmu.

Pandanglah hidungmu.
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk mencium bumi Allah atau hamparan sajadah sebagai alas untuk shalat dan sujudmu, mencium orang tuamu, istrimu, suamimu dan anak-anak tercintamu serta mencium kepala anak-anak kaum papa yang kehilangan cinta dan kasih sayang kedua orang tuanya, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk bermaksiat kepada-Nya, sehingga engkau pun tak akan mendaptkan harumnya bau surga.

Pandanglah mulutmu.
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk menyampaikan Ayat-ayat-Nya, menyebarkan ilmu-Nya, mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat yang bermanfaat dan menjaga diri dari keburukan lisannya, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk mengatakan kata-kata yang tiada berguna, mencaci, memaki, ghibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta, sehingga Allah benci dan murka terhadap dirimu.

Pandanglah tanganmu.
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk bersedekah, menolong orang yang kesusahan, membantu sesama yang kena musibah, menciptakan karya-karya yang berguna untuk umat, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk mendzalimi orang lain, mencuri yang bukan menjadi hakmu, menganiaya saudaramu yang tak berdaya, sehingga engkau pun akan menjadi binasa karena tanganmu sendiri.

Pandanglah kakimu.
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk melangkah ke tempat-tempat yang diridhai-Nya, tempat ibadah, tempat menuntut ilmu pengetahuan, tempat-tempat pengajian yang benar lagi lurus, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk membawa dirimu ke lembah kemaksiatan, melangkahkan kakimu ke tempat yang dilarang-Nya, dan melangkahkan kakimu untuk melakukan kejahatan dan keresahan umat, sehingga engkau pun mendapatkan adzab dari-Nya.

Pandanglah dadamu.
Apakah di dalam dadamu tersimpan kelapangan dan kelembutan hati, keikhlasan dan kesabaran, rasa syukur dan tawadhu, juga keimanan dan ketauhidan yang benar, atau apakah engkau masih menyimpan dan membiarkan penyakit hatimu tumbuh subur, membiarkan hatimu gelap gulita, menggadaikan jiwamu untuk urusan dunia, mengotorinya dengan dosa dan permusuhan, sehingga hidupmu merasa hampa dan jiwamu menjadi teman syaitan laknatullah.

Mudah-mudahan tulisan pengingat ini selalu akan menjadi penggugah dan penyemangat Ûñtûk diriku dan juga saudaraku semuanya agar senantiasa mengkaji diri, bermuhassabah diri dan berusaha menjadi seorang hamba Allah yang senantiasa memperbaiki diri.

Ya Allah, Tunjukilah kami kejalan yang lurus.

Aamiin Allahumma Ya Allah Ya Rabbal `Alamin.


Sumber : Facebook. sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 22 Mei 2012 di muhasabah
20 Mei

Dikirim pada 20 Mei 2012 di muhasabah




Ya Rabb…
aku titipkan dia kepada Mu,
dia, bagian dari tulang rusukku yang hilang…
dia, separuh jiwaku..
yang nama dan keberadaanya masih Kau rahasiakan dariku..

Ya Allah…
jika dia membutuhkan ku..
Izinkan aku melakukan sesuatu untuknya…
jika hatinya tumpul…
berilah cahaya Mu ke dalam nuraninya..
Tegarkan dia ,
Jika dia dirundung duka hiburkan dia,
Jika hatinya tergores dan butuh teman bicara,
Temani dia Ya Allah..

Ya Rabb…
Jika dia merindukan aku,bisikkan padanya..
bahwa aku juga merasakan hal yang sama.
Jika dia menantikan pertemuan denganku
katakan padanya,bahwa aku juga menantikan saat itu tiba..

Ya Allah…
Jagailah dan lindungi dia untukku,,
hingga pada suatu saat nanti atas izin Mu
kami bisa dipertemukan…

Aamiin Ya Rabb..


sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 19 Mei 2012 di do’a dan zikir




Hari ini ku mati,
Perlahan...
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan...
Semua pergi meninggalkanku...

Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yg tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat...

Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa² lagi bagi mereka...

Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih...

Tetapi aku tetap sendiri,
Disini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar² harus sendiri...

Ya ALLAH ,,
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU,
Untuk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pada mereka...

Yg selama ini telah merasakan zalimku,
Yg selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku...

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan,Yg bahkan kumakan,
Yaa ALLAH Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada ayah & ibu tercinta...

Teringat kata² kasar & keras yg menyakitkn hati mereka,Maafkan aku ayah & ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,

Beri juga ya ALLAH aku waktu untuk berkumpul dgn keluargaku,Menyenangkan saudara²ku..
Untuk sungguh² beramal soleh.

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yg pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali...

Mengapa kusia²kan waktu hidup yg hanya sekali itu...?Andai aku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini,
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri...
Untuk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan di Padang Masyar...

Ya RABB sampaikan salamku untuk sahabatku yang selalu mengingatkanku akan hari terakhirku didunia


sumber: facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 18 Mei 2012 di muhasabah



Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu `alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi`adadi Kulli Ma`lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).” (an-Naazi’aat: 37-39)

Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
Disaat kamu mulai tidak mencintainya…ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
Disaat kamu mulai bosan dengannya…ingatlah selalu saat terindah bersamanya
Disaat kamu ingin menduakannya…bayangkan jika dia selalu setia
Saat kamu ingin membohonginya…ingatlah disaat dia jujur padamu
Maka kamu akan merasakan erti dia untukmu
Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyedari semua erti dirinya untukmu
Yang indah hanya sementara
Yang abadi adalah kenangan
Yang ikhlas hanya dari hati
Yang tulus hanya dari sanubari
Tidak mudah mencari yang hilang
Tidak mudah mengejar impian
Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada
Karena walaupun tergenggam boleh terlepas juga.

Ingatlah pada pepatah,
“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”

Belajar menerima apa adanya dan berfikir positif….
Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu hebat manapun,
Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun…
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak boleh dibawa pergi
Sehelai benang pun tak boleh dimiliki
Apalagi yang mahu direbutkan
Apalagi yang mahu dibanggakan
Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
Jangan terlalu mementingkan diri
Jangan hanya mahu menang sendiri
Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
Belajarlah tiada hari tanpa kasih
Selalu berlapang dada dan mengalah...Hidup ceria, bebas leluasa…
Tak ada yang tak boleh di ikhlaskan….
Tak ada sakit hati yang tak boleh dimaafkan .
Tak ada dendam yang tak boleh terhapus…

sumber : facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 16 Mei 2012 di muhasabah




Akhina Wa Ukhtina Rahimakumullah yg di Rahmati Allah Azza Wa Jalla.Teruntuk insan yang hatinya sedang terluka,sapu air matamu yang mengalir deras.Redam bara emosi yang bergejolak memanas.kau tercipta bukan untuk menangisi zaman.Ataupun menyesali duka lara.Usah tenggelam dalam kubangan nestapa,jika cintamu mengalami kegagalan,jika ta’arufmu kandas di jalan.Tersenyumlah...

Awan hitam selalu menyimpan pelangi,begitupun Sang Penggenggam nyawa.Dia selalu punya rahasia dan bijaksana untuk membuat dewasa makhluk-Nya.Cinta suci sedang menunggumu,tetapi engkau harus sabar menantikan.Cinta itu akan menjemputmu di masa yang telah DIA rencanakan.

Teruntuk yang hatinya sedang terluka,jangan berikan celah pada syaitan yang membuat semangatmu terlemahkan.Perihnya duka bukanlah isyarat runtuhnya langit ataupun robeknya kulit bumi. Allah Azza Wa Jalla menempa pribadi tangguhmu dalam butiran air matamu,dalam jeritan derita batinmu dan dalam rintihan sesaknya nafasmu.

Teruntuk yang hatinya sedang terluka,Pasang surut laut adalah kepastian,tawa dan tangis adalah kewajaran.Takdir-Nya menjadikan makhluk berpasangan.Sebuah ketetapan Sang Penguasa jika engkau tak dapatkan pasangan di dunia bukan berarti Allah Azza Wa Jalla,memberimu petaka,tapi Dia sedang menyiapkan makhluk terindah yang menantimu di Jannah yang akan menemani jiwamu yang resah...Tersenyumlah...

Dalam kesabaran munajat panjangmu meski tajamnya duri mencabik-cabik lukamu,meski remuk redam menyerang hatimu. Yakinlah...bahagia akan datang mewarnai hari-harimu...Wahai Saudara ana Rahimakumullah tersenyumlah walaupun pedih menggiris Qolbu..


sumber:facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 14 Mei 2012 di muhasabah
13 Mei




Kesedihan tak akan Abadi...Maka tersenyumlah Wahai diri,Roda kehidupan selalunya berputar ada kalanya bahagia terasa,Sedih Merintih juga air mata.Tapi tahukan engkau,ada Allah Azza Wa Jalla yang Selalu menatapmu Lembut yang paling tahu apa Yang terbaik Untukmu.Allah Azza Wa Jalla Memberi apa Yang kamu butuhkan Bukan apa Yang kamu inginkan.



Maka Tersenyumlah wahai Diri,semua Yang terjadi Juga karena Kehendak-Nya,semua berjalan atas Rencana-Nya.Ilmu-Nya meliputi segalanya dan kau tak Mungkin menjangkaunya... jadi Untuk apa resah untuk Sesuatu yang Belum pasti kejadiannya.Bukankah janji-janji-Nya itu pasti,Allah Azza Wa Jalla Maha Mengetahui.



Ada Allah Azza Wa Jalla Yang selalu Maha Memberi,dan Allah Memberika kepadamu segala apa yang kau Mohonkan pada-Nya.Dan Jika kau mampu menghitung Nikmat-Nya..maka tak ada alasan bagimu untuk mengeluh atas apa yang saat ini Allah Berikan.



Hidup Selalu berjalan meski terkadang hati tak Menginginkan,yang Dicinta akan pergi,yang Didamba akan Hilang ..Maka dekatkanlah Dirimu dengan-Nya karena Allah Azza Wa Jalla yang Maha Kekal.



Seorang hamba akan rapuh tanpa Tuannya,,begitu kita sebagai seorang hamba..Maka hanya pada-Nya lah Kita pantas untuk menggantungkan segala Asa Dan harapan..Karena Allah Azza Wa Jalla Maha Kuasa.. kau tak akan pernah kecewa.



Ini ujian dari-Nya,dan Allah tak kan menguji Hamba-Nya melebihi batas Kemampuan seorang Hamba itu.Tapi bukankah manusia memang diuji,untuk mengetahui mana yang paling Bertaqwa kepada-Nya,maka tetaplah istiqomah dijalan-Nya



Masih banyak saudara-saudara Kita diluar sana yang Sedang Diuji dengan kesakitan dan kegelisahan,Selalu ada hikmah Dibalik Musibah,Selalu ada kemudahan setelah kesulitan,,, Semua akan Indah pada saatnya,,,maka bersabarlah.



" Tersenyumlah Wahai Diri...semua yang terjadi akan berakhir dan kembali kepada-Nya"

oleh : Henik Indiyani

Dikirim pada 13 Mei 2012 di muhasabah





Sebuah kisah tentang perjalanan seorang pemuda dalam mencari cinta yang sesungguhnya serta keikhlasan seorang wanita dalam menerima Takdir Hidupnya..
Berlindunglah kepada Allah yang Maha mengetahui segala kebaikan dan keburukan agar kita mampu mengambil hikmah dari kisah ini..

Dahulu di sebuah desa yang makmur terdapat seorang gadis desa bernama Syahdiya yang cantik jelita.. Banyak pemuda di desa tersebut jatuh cinta pada kecantikannya. Namun dia berbeda dengan gadis desa lainnya yang terkesan lugu dan senang tuk di rayu. Dia tahu bahwa banyak pemuda yang mencari simpatinya itu hanya berpandang pada kecantikannya semata. Bahkan di antara pemuda desa mereka saling bertarung untuk mendapatkan cinta dari Syahdiya.
Lalu suatu hari datang seorang pemuda dari kota ke desa tersebut. Dia seorang mahasiswa jurusan kedokteran yang tengah mengadakan penelitian. Setelah beberapa hari menginap di desa itu, kabar tentang kecantikan gadis bernama Syahdia itu pun terngiang di telinganya. Dia penasaran lalu berniat menjumpainya. Pemuda itu lalu bertanya pada seorang bapak paruh baya, tuan rumah yang ia tempati.
“Jika kamu ingin menjumpainya, malam ini shalatlah di masjid desa. Biasanya dia shalat maghrib di masjid tersebut kemudian dia tetap berada di masjid mengkaji siroh sahabat bersama beberapa temannya menanti datangnya waktu `Isya. Juga biasanya ia mengenakan mukena hitam panjang.” Kata bapak paruh baya tersebut.
Malam ini pemuda itu hendak shalat di masjid desa sekaligus ingin melihat wanita yang kabarnya cantik jelita itu. Seusai shalat maghrib, para warga yang bersholat disitu pun pulang maka tinggallah Syahdiya bersama tiga orang temannya tengah mengkaji siroh sahabbyyah.



Pemuda Kota itu pun turut menunggu namun ia tak bisa melihat wajah Sahdiya karena hijab (Kain putih pembatas lelaki dan wanita) menutupi sehingga ia memutuskan untuk menunggu hingga ba`da I`sya ketika Syahdiya pulang. Kerna tak tahu hendak melakukan apa di dalam masjid, dia pun mengambil sebuah buku di dalam lemari masjid untuk dibaca dan ternyata buku yang diambilkannya tersebut adalah Al-Qur`an dan terjemahannya. Dan pada saat itu ia membuka tepat pada surat Annur. lalu matanya tertuju pada Ayat yang ke 26.
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) (QS AN-Nur : 26)”
Tangannya lalu bergetar setelah membaca mahzab Allah tersebut. Begitu pun hatinya. Dia yang minim akan pengetahuan agama itu semakin penasaran terhadap ayat Allah yang satu itu. Perlahan Ia menutup kitab itu lalu mengangkat kepalanya tiba-tiba kain putih yang menjadi hijab itu tertiup oleh hembusan angin yang begitu sejuk. Tepat di depan pandangannya seorang wanita menunduk membacakan sebuah kitab. Kerna batinnya merasa ditatap, wanita bermukena hitam itu lalu mengangkat wajahnya menatap kedepan melihat seorang pemuda yang menatapnya. Dia lalu menunduk malu dan Semilir angin pun berhenti maka hijab pun menutupi pandangan itu.
Subhanallah.. Baru kali itu dia menatap wanita yang begitu sejuk dalam tatapan. Dia tak pernah menjumpai wanita semacam itu di kota.



Besoknya pemuda itu lalu meminta untuk diantarkannya ke rumah gadis tersebut oleh bapak pemilik rumah yang ia singgahi. Sang bapak pun menyuruh anak perempuannya yang masih gadis juga untuk mengantarkan pemuda Kota itu ke rumah dimana Syahdiya tinggal. Hanya sebuah rumah yang beratapkan Rumbia, berdindingkan sulaman bambu dan berlantaikan tanah.
Sesampai mereka di rumah tersebut, disambutlah dengan senyuman manis oleh Sahdiya. Ia mempersilahkan mereka masuk lalu di hidangkan sebuah teh hangat. Kemudian Ia menyuruh mereka untuk menunggu sebentar setelah mendengar panggilan dari seorang wanita tua terhadapnya. Ia lalu ke belakang menemui wanita tersebut lalu menyahutinya. (Apabila kita dipanggil oleh orangtua sebaiknya kita menemui mereka baru menyehutinya)”
“Labayka ya Jaddah??” (Ada apa Nek) Tanyanya dengan lembut.
Rupanya nenek tersebut meminta untuk dimandikan. Dialah satu-satunya keluarga yang dipunya Syahdia. Seorang nenek yang sudah sangat tua. Ia hidup hanya bersama nenek tersebut dari kecil setelah kedua orangtuanya meninggal. Dialah yang memandikan nenek tersebut setiap pagi dan petang. Membuang hajatnya, menemaninya tidur dan sebagainya. (Ingat..!! suatu ketika orangtua kita akan seperti itu. Dan kita harus ikhlas melayaninya seperti mereka melayani kita semasa kecil dahulu)
Sementara di depan pemuda tersebut menatap-natap isi rumah yang jauh dari kesederhanaan itu. Kemudian datanglah Syahdiya setelah usai menyelesaikan tugasnya. Lidia, gadis yang menghantarkan pemuda kota itu lalu menjelaskan kedatangan mereka. Katanya pemuda tersebut ingin berkenalan dengannya karena dia baru di desa tersebut. Syahdiya pun menyambut dengan senang hati namun tidak berlebihan.
Pemuda kota yang mempunya senyum manis dengan sebuah lesung pipit di pipi kannya tersebut lalu mengulurkan tangannya menyampaikan namanya.
“Roman.” Singkat pemuda itu.
Syahdiya lalu menelungkup kedua tangannya seraya menunduk.
“Ana Ma`rifatus Syahdia.”
Terjadilah percakapan singkat antara mereka. Pemuda bernama Roman itu semakin Yakin dengan wanita tersebut. Lewat tutur katanya yang lembut kesopanan serta perangainya dalam bersikap membuat pemuda kota itu jatuh hati padanya.
Besok pemuda itu sudah harus berangkat lagi ke kota tempat ia belajar. Ia berniat setelah lulus dari kuliah nanti dia hendak kembali ke desa tersebut untuk melamar wanita yang telah menawan hatinya itu.
Setelah dua tahun kemudian pemuda kota itu kembali lagi ke desa tersebut dengan segala persiapan diri yang telah matang. Dia pun mulai mempelajari makna dari surat An-Nur ayat 26 serta islam yang sesungguhnya. Serta senantiasa menjalankan sunnah Rssulullah dalam kesehariannya. Dia berniat mengkhitbah Syahdiya wanita yang dipilihnya semata karena Allah..
Namun ketika ia datang sudah tak ada lagi Syahdiya di desa tersebut.. Ketika ia menanyakan pada warga, mereka hanya diam kemudian pergi meninggalkannya. Ia kemudian menemui bapak separuhbaya ayah ankatnya ketika menginap dirumahnya tahun lalu..
Bapak itu lalu mengatakan bahwa Syahdiya mengidap penyakit kusta sehingga dia di asingkan di hutan belakang kampung tersebut dekat sebuah air terjun.
Pemuda itu lalu menangis terseduh terhempas di pelukan bapak itu. Dia tetap menginginkan untuk dipertemukan dengan Syahdiya. Lalu bapak itu pun menghantarkannya menuju hutan dimana wanita itu di asingkan. Disana Ia di asingkan di sebuah gubuk tua sendirian setelah sang nenek yang dirawatnya meninggal. Kalau pun ada warga yang menjenguknya, mereka agak menjauh karena takut tertular penyakit yang dialaminya.
Ketika datang Roman bersama bapak yang mengantarnya, disambutlah Syahdiya dengan senyuman tulus seperti biasanya seolah tak ada beban dalam hidupnya. Ia lalu mempersilahkan mereka duduk di tempat khusus tamu.
Tanpa berbasa-basi Roman langsung menyampaikan pada Syahdiya bahwa dia hendak mengkhitbahnya. Ma`rifatus Syahdiya lalu menunduk haru. Dahulu begitu banyak pemuda yang mendekatinya mengharapkan cinta dari dirinya namun setelah penyakit menular itu menyerang dirinya mereka menjauh. Dan kini datang seorang pemuda dengan wajah penuh ketulusan menawarkan sebuah ikatan suci padanya. Namun ia tak bisa menerimanya.
“Bagaimana mungkin aku menerima pinangan antum ya akhi. Aku tidak ingin menzolimi antum.
Aku yakin antum telah mendengar apa yang menimpa diriku ini.” Ungkap Syahdiya.
“Seperti apapun penyakit yang ukhti derita, ana tidak peduli..” Tegas Roman.
“Cinta yang antum agungkan telah membutakan mata antum sehingga tak dapat melihat lebih jauh.. Apa yang antum harapkan dari diriku? Aku bahkan tidak bisa memberikan apa-apa pada diri antum.”
“Kesetiaan ya ukhtie” singkat Roman.
“Kesetiaan saja tak cukup dalam menjalin sebuah bahtera.” Syahdiya lalu menunduk dengan airmata yang berlinang terharu akan itikad pemuda itu. “Batinmu pun membutuhkan cinta.. sebuah cinta yang nyata. Dan aku tak bisa memenuhinya. Di luar sana masih banyak wanita yang lebih baik dari diriku. Yang bisa memberimu keturunan dan cinta yang sepenuhnya. Pergilah.... Biarkanlah aku disini dengan derita ini. Ini telah menjadi takdirku.
“Walillahi ya ukhti.. Kamulah wanita yang aku pilih atas nama Allah... Jika krna cantikmu, banyak wanita yang cantik di dunia ini. Aku siap berpuasa.”
Syahdiya tetap tak mau menerima pinangan pemuda itu sebab dia tahu akan menjadi haram jika pernikahannya terjadi sebab akan ada yang terzolimi dengan pernikahan tersebut.
Namun pemuda itu tetap bertahan pada pendiriannya sebab dia yakin akan lebih baik jika kita bersabar. Dia lalu kembali ke kota melanjutkan studynya di spesialis jantung. Dia kuliah sambil bekerja di sebuah Rumah Sakit Umum dan uangnya ditabung untuk membiayai Syahdiya berobat nantinya. Dua tahun kemudian pemuda yang telah diangkat menjadi dokter spesialis jantung itu datang ke desa itu lagi dengan niat tulusnya hendak melamar wanita yang dipilihnya karena keshalihannya tersebut.
Dia lalu menemui bapak angkatnya lagi untuk dipertemukan dengan Syahdiya namun bapak tersebut lalu membawanya ke pusara yang Nisannya bertuliskan nama Ma`rifatus Syahdia. Dia lalu menangis terhempas tak berdaya.. Tak tahu apa yang hendak dilakukan olehnya..
Begitulah insan.. kala cinta telah menyapa, kita rela melakukan apapun demi mendapatkan cinta itu. Mungkin rencana kita telah baik, namun perlu di ingat bahwa rencana Allah lebih baik lagi. Belum tentu apa yang kita anggap baik dimata kita baik pula dimata Allah.. Dia telah mempersiapkan yang lebih baik untuk kita. Yang sesuai dengan akhlak serta perangai kita. Jikalau kita mencinta janganlah sampai kita merasa memiliki krna apabila yang kita cintai tiada kita akan merasa kehilangan yang teramat sangat.. Ikhlaskanlah segalanya pada Allah dan yakin akan janjinya.. Apapun yang diberikan pada kita itulah yang terbaik untuk kita.
Semoga kita semua mendapatkan pasangan yang benar-benar diridhai oleh Allah.. dan ketika kita mencintai, hanya atas Asma-Nya..
Yaa Rabb,, Jika Aku Jatuh CINTA..
Cintakanlah Aku pada seseorang yang Hatinya Terpaut pada Cinta-MU,Agar Cintaku padanya tak Membutakan Hatiku akan CINTA-MU ♥

(´``v´``) ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸By: hamba ﷲ ¸¸.•*¨*•♫
`•.¸.•´
.¸.•´¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´ ♥Aamiin ya Robbal `alamiin ♥ SALAM UHIBBUKUM FILLAH ♥

oleh : ummi zahraa` El-Harits

Dikirim pada 12 Mei 2012 di kebersihan jiwa




Untuk sebuah hati yang masih menanti,menantilah dengan cinta.Cinta yang akan membuatmu menerima apapun kehendak-Nya.Kelak kau akan sadari,cintamu karena-Nya akan membuat penantian itu tak pernah sia-sia..

Untuk sebuah hati yang masih menunggu,menunggulah dengan senyum.Senyuman ikhlas pada siapapun yang selalu menanyakannya.Katakan pada mereka,hatiku tak akan pernah kesepian dalam setiap belaian... ketetapan kasih sayang-Nya..

Untuk sebuah hati yang masih mencari,carilah dengan ikhtiar yang suci.Ikhtiar tanpa nafsu dan paksaan waktu,ikhtiar dengan harapan dan ketundukan,melangkah dalam koridor di jalan-Nya..

Untuk sebuah hati yang masih merindu,rinduilah Allah Azza Wa Jalla yang paling layak untuk dirindu.Kelak kau akan tahu,merindukan-Nya adalah penantian dan pencarian yang terindah..

Untuk hatiku & hatimu,sesungguhnya kau dan aku berada dalam genggaman-Nya,maka tak ada yang perlu dikhawatirkan selama kita bersandar kepada-Nya.Jangan pernah meragukan,apa yang sudah ada dalam ketetapan-Nya..

Hari ini kutulis surat untuk sebuah hati,berharap hati ini hanya menanti,menunggu,mencari dan merindu hanya karena-Mu ya Allah..

Aamiin ya Rabbal`alamin....Keep istiqomah wa hamasah..


sumber : facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 09 Mei 2012 di kebersihan jiwa




“Wahai para lelaki, sesungguhnya apakah kamu mengetahui dengan benar hati seorang wanita?
Tidakkah engkau selalu bertanya, kenapa seorang wanita selalu mudah menangis,sensitif, dan manja?”

Sesungguhnya kami tidaklah sepenuhnya seperti yang selalu engkau gambarkan, wahai laki-laki.
Dimatamu,seorang wanita adalah sosok yang cengeng, manja, sensitif, egois.

Sesungguhnya, bukankah sebagian kecil dari hal-hal tersebutlah itulah kami ada untuk menyeimbangimu, wahai laki-laki.

“Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,Kecuali di depan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah”

“Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Tiada lagi rasa egonya”

“Dia menangis bukan karena dia lemah, Dia menangis bukan kerana dia menginginkan simpati
atau rasa kasihan. Dia menangis, Karena menangis dengan diam-diam sudah tidak mampu bagi dirinya”

Laki-laki….,Hati seorang wanita itu…

Sensitif

Wanita memang lebih sering dikenal karena sifatnya yang sensitif.

Bukan hanya karena dia sedang datang bulan. Bukan bermaksud karena ingin merajuk,
tapi mereka hanya ingin bermanja dan mendapatkan perhatian.

Halus..

Ibarat sehelai sutera,cantik,mulus,lembut dan mudah tercarik dan koyak.
Walaupun seorang wanita memaafkan seseorang yang lain atas sebab kesalahan,biasanya WANITA akan ingat kesalahan tersebut untuk disimpan jadi pengajaran.Bukan DENDAM.

Ikhlas..Jangan pernah engkau ragukan Ikhlas-nya seorang wanita.

Manja..Walaupun dia adalah seorang WANITA yang pandai berdikari,naluri seorang WANITA masih lagi tetap seorang WANITA.Suka bermanja bukan hanya kepada insan yang bernama LELAKI ,namun juga sesama kaum.

Ego...Wanita yang terlalu sayang akan kekasihnya sanggup menolak ketepi EGOnya,apabila bertatap muka dengan orang yang dia cintai.

Perhatian...Tanpa kami sadari, seorang wanita akan memperhatikan sekeliling dalam diam.

Laki-laki…Engkau tahu kalau wanita diciptakan dari tulang rusukmu.Karena itulah dia selalu menjadi bagian dalam hidupmu.

Laki-laki…Karena kami adalah bagian dalam hidupmu, melengkapi yang tak ada dalam dirimu :perasaan, emosi, kelamahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan penerusmu,mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.
Hingga terkadang kamu tidak mengerti mengenai hal-hal itu, kami lah yang akan menyelesaikannya.

Jika ada makhluk yang sangat betolak belakang, kontras dengan dirimu, itulah kami.Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hatimu hanya dengan sebuah senyuman, itulah kami…Perempuan. Jika ada makhluk yang dapat membuatmu menangis, tersenyum,tertawa,marah…itulah kami Perempuan.

Laki-laki…Jika memang ada hal dapat membuatmu marah dan hal-hal yang tidak kamu sukai,hendaknya kamu lihat lebih dalam.. lebih dalam ke dalam mata kami wahai laki-laki…Karena dari sinilah kamu akan menemukan semua jawaban itu.Karena sesungguhnya kami tidak bisa menyembunyikan isi hati kami dengan sempurna…itu kami… Perempuan.

Laki-laki…Batu yang keras dapat terkikis oleh air.
Sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan kami…Perempuan.

Rumput yang lembut tidak akan mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang… Seperti itulah kami.Dalam kelembutan, disitulah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuat kami dapat bertahan dalam situasi apapun.

Laki-laki…Jika kalian berfikir tentang perasaan perempuan,itu sepersekian dari hidupmu..Tapi jika perempuan berfikir tentang perasaan laki-laki, itu akan menyita seluruh hidupnya.

Laki-laki…Berfikirlah lebih jauh jika engkau hendak menyakiti seorang wanita.Karena ALLAH akan menghitung setiap butiran air mata seorang wanita yang berguguran,apalagi jika dia adalah seorang Ibu dan anaknya dan mungkin anakmu.

Menyakiti seorang wanita, akan sama saja seperti engkau menyakiti perasaan Ibu yang telah melahirkanmu,memberimu nafas kehidupan..


sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 21 April 2012 di kebersihan jiwa




Andai Kau Ingin Menyayangi Seseorang…


Cintai dia selamanya...

... Jika kamu memancing ikan….

Setelah ikan itu terlekat di mata kail,

hendaklah kamu mengambil ikan itu….

Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia semula ke dalam air begitu saja….

Kerana ia akan SAKIT oleh kerana bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan MENDERITA selagi ia masih hidup.

Begitulah juga ………

Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN kepada seseorang…

Setelah ia mulai MENYAYANGIMU hendaklah kamu MENJAGA hatinya….

Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja….

Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu. …

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh….

cukuplah sekadar keperluanmu. …

Apabila sekali ia retak….

tentu sukar untuk kamu menambalnya semula….

Akhirnya ia dibuang….

Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi….

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, TERIMALAH seadanya….

Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa….

Anggaplah dia manusia biasa.

Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya….

akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga ke akhirnya….

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi…yang kamu pasti baik untuk dirimu.

Mengenyangkan. Berkhasiat.Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain..

Terlalu ingin mengejar kelezatan.

Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.

Kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan…..

yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu.

MENYAYANGIMU. ..MENGASIHIMU. ..

Mengapa kamu berlengah, coba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain.

Terlalu mengejar kesempurnaan.

Kelak, kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain…

Kamu juga yang akan MENYESAL…..


sumber:facebook.izinkan hamba menggelar sajadah bersamanya II

Dikirim pada 17 April 2012 di kebersihan jiwa




Andai kamulah jodohku yang tertulis di Luh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang Halal, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu kerana kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan.
...
Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak. Jika benar cinta itu kerana ALLAH maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran ALLAH kerana hakikatnya ia berhulu dari ALLAH maka ia pun berhilir hanya kepada ALLAH..

Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan.. serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya.. biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..


Jarak paling JAUH antara diriku & dirinya adalah saat dia diHADAPANKU tapi dia BUKAN MILIKKU..
Jarak yg PALING DEKAT antara diriku & dirinya adalah saat dia menjadi yang HALAL untukku..
Dan HAL yang dapat MENYATUKANNYA adalah CINTA kerana Allah dalam IKATAN PERNIKAHAN yang INDAH & DIREDHAI olehNYA..Tunggu Sampai HALAL dulu lah ya?? IsyaAllah.


Wahai Wanita Solehah
Jangan risau akan jodohmu
Kerana Muslimin yang bijaksana itu
Tidak akan terpaut pada wanita
Hanya kepada kecantikan , lirikan senyuman,
Pada bicara manja yang menggoda
Atau pada pujuk rayu seorang wanita
Yang meruntuhkan imannya.


Sesungguhnya lelaki itu adalah pemimpin kepada wanita
Andai belum sampai jodohmu
Anggaplah bahawa lelaki yang engkau nantikan itu
Sedang membina sahsiah kepimpinan
Bagi memimpin dirimu
Kerana pada wanita itu
Pasti ada kekurangan dan
Lelaki yang benar-benar layak
Pasti akan hadir untuk melengkapkan kekuranganmu…Lihat Selengkapnya




sumber :facebook.izinkan hamba menggelar sajadah bersamanya II



Dikirim pada 17 April 2012 di kebersihan jiwa




Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu...

Jika lelah yang kurasa sekarang, aku yakin kau juga merasakannya. Lelah menantimu. Lelah menanti janji Allah untuk segera mempertemukan kita dalam kesempatan untuk menggenapkan separoh dari agama ini. Lelah… dan teramat lelah….!!!!

Itulah yang sekarang kurasakan. Lelah untuk tetap menjaga hati dan iman ini. Lelah untuk istiqomah menanti hingga janji Allah tiba. Lelah untuk tetap tersenyum dalam menghadapi setiap pertanyaan..

“Kapan menikah…..?”

Di tengah kelelahan itu, izinkan aku sekedar melukiskan kekeluan hati yang sulit terucap dengan lisan. Dan izinkan pula aku sedikit mengutip surat cinta dari Allah, sebagai kewajiban kita untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran…

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga) (QS An-nur : 26)”

Alhamdullilah.

Lega rasanya, bisa sedikit menyampaikan ini. Meski jika boleh sedikit jujur, kutulis petikan firman Allah itu hanya sekedar menghibur hatiku yang teramat lelah. Menghibur hatiku yang terkadang perih melihat kebahagiaan temanku atau bahkan yang usianya di bawahku telah mendapat izin Allah untuk melangsungkan pernikahan. Hatiku yang terkadang iri melihat temanku melahirkan anaknya dan terasa lengkap sudah dirinya diciptakan sebagai seorang perempuan. Yang telah berkesempatan untuk menjadi seorang ibu.

Lelah…!!! Dan teramat lelah….!!!!

Untuk sebuah penantian yang aku sendiri tidak tahu kapan berakhirnya. Selaksa doa yang terus terlantun seakan menjadi arang untuk mengobarkan asa. Sebuah harapan untuk segera menemui hari yang paling membahagiakan. Ya… Hari pernikahan. Hari dimana kita bisa menunpahkan segala rasa cinta yang ada dengan halal dan penuh ridha Allah.

Sekilas, hatiku tersenyum kecil saat membayangkan hal itu. Tapi, senyum itu terpaksa harus ku tepis karena kenyataan saat ini masih jauh dengan sebuah harapan yang ada. Sebuah kenyataan ternyata kau belum ada di depanku. Belum datang untukku. Meski aku tahu, kau telah dipersiapkan Allah untukku.

Aku tidak tahu kenapa sampai sekarang Allah belum mempertemukan aku denganmu. Padahal, doa dan usaha tak pernah berhenti menghiasi langkahku. Usaha untuk menyempurnakan ikhtiar dan doa untuk menggenapkan tawakal. Semuanya telah kulakukan.

Yah… tapi kembali lagi mau tidak mau aku harus berkompromi dengan semua ketetapan Allah. Meski aku telah meminta dengan sepenuh harap, Allah tidak akan pernah memberikan apa yang aku inginkan. Tapi Allah hanya memberikan apa yang aku butuhkan. Meski berulang kali hati kecilku mengatakan bahwa aku telah siap untuk menikah, Tapi, hanya Allah yang jauh lebih tau tentang kesiapan diriku daripada diriku sendiri.

Telah berulang kali datang di hatiku orang yang kusangka dia adalah dirimu. Mencoba memasuki hati dan mencoba mengambil tempat yang kuperuntukkan untukmu. Tapi, berulang kali juga mereka harus keluar dan mengaku kalah karena berbagai sebab. Dan sekarang, ternyata aku masih menunggumu. Menunggu kedatangan seseorang yang aku sendiri belum tahu siapa dirimu.

Lelah… dan teramat letih…!!!
Jika aku mengucapkan satu kata. “MENUNGGU”

Penantian yang aku sendiri juga belum tahu kapan berakhirnya. Sedangkan di sekitarku, telah banyak pemandangan indah yang kulihat. Ibu-ibu muda yang usianya di bawah umurku telah sempurna menjadi seorang perempuan dengan melahirkan buah hati mereka yang lucu-lucu. Kembali lagi hatiku harus menjerit dalam Tanya

“Kapan tiba waktunya untukku…..?”

Menjalani hidup sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu rumah tangga dan menjalani fitrah seorang perempuan sebagai seorang “IBU” bagi buah hatiku.

Selaksa doa dalam sujud harap tak pernah lekang di tiap sepertiga malam terakhirku. Mencoba mengadu pada tiap doa yang terlantun. Mencoba mengiba dalam tiap tangis yang terus membasahi sajadah. Dan Mencoba bertanya dalam heningnya istikharah.

“Dimana dia ya Allah….???? Seorang laki-laki yang telah kau janjikan untukku. Seorang laki-laki sebagai penyempurna agamaku, penjaga ketaatanku sekaligus penggenap langkah dakwahku….??????”

Lelah… dan teramat letih…!!!

Jika hati ini mencoba mengeja setiap rencana Allah. Tapi satu keyakinan yang akan terus membuatku tersenyum di tengah hati yang semakin lelah. Janji Allah mungkin tidak datang dengan “SEGERA”. Tapi akan selalu datang dengan “PASTI”. Seperti apa yang telah Allah janjikan dalam surat An-Nur : 26. Sekarang, aku memang tidak tahu siapa dirimu dan dimana keberadaanmu. Tapi aku yakin, kau akan dipertemukan Allah denganku saat masing-masing kita telah baik di mata Allah.

Jika aku menginginkan kau seorang yang baik dimata Allah, maka izinkanlah aku untuk selalu memperbaiki diriku dengan kebaikan sesuai ketentuan Allah.

Jika aku menginginkan kau memberikan cintamu hanya untukku, maka izinkan mulai sekarang aku menjaga hati dan cinta ini hanya untukmu.

Jika sekarang aku menginginkanmu menjaga akhlak dan pandanganmu untukku, maka, izinkanlah mulai sekarang aku menjaga akhlak dan pandanganku hanya untukmu.

Sehingga, ketika telah tiba waktunya bagi Allah untuk mempertemukan kita, indahnya cinta yang terbingkai dengan syurga pernikahan akan menjadi penggenap separoh dari agama ini.

Jika aku boleh jujur, penantian panjang ini layaknya malam yang semakin gelap dan pekat. Hanya cahaya iman dan sabar yang akan menjadi penerang. Tapi aku yakin, malam yang semakin gelap dan pekat itu, tidak akan berlangsung selamanya. Karena semakin waktu berangkat jauh membawa gelapnya malam, semakin dekat pula waktu menuju pagi dengan sambutan mentari yang cerah.

Ya… di saat pagi itulah Allah akan mempertemukan kita sesuai janji-Nya. Pagi yang cerah dengan sapaan mentari yang ramah. Bersama kidung cinta yang akan terus terlantun membawa nyanyian syurga yang Allah turunkan untuk kita. Gerbang pernikahan yang indah dengan hiasan bunga ridha dan restu dari Allah.

Insya Allah akhi…
Waktu itu pasti akan datang bersama izin dari Allah.

Entah kapan, aku sendiri juga belum tahu. Biarkan Allah yang merenda ini dengan indah. Antara harapan dan kenyataan, ada jarak dan waktu. Jarak itu bisa satu centimeter, bisa juga satu kilometer. Atau bahkan lebih. Waktu itu bisa satu hari atau bisa juga satu tahun. Atau bahkan lebih. Dan di dalam jarak dan waktu itulah, kita isi dengan kesabaran dan doa. Sabar bukan berarti diam. Sabar bukan berarti pasiv. Sabar bukan berarti hanya duduk menunggu. Tapi sabar adalah ekspresi usaha tanpa henti. Ayunan langkah kaki untuk terus berikhtiar meraih apa yang Allah janjikan. Jodoh memang mutlak kekuasaan Allah. Jodoh memang ada di tangan Allah. Tapi, kalau kita tidak berusaha menjemputnya, akan terus di tangan Allah. Tidak akan pernah sampai di tangan kita. Biarkan aku mencoba menjemputmu dengan memperbaiki diri. Biarkan aku menantimu dengan memperbaiki iman. Biarkan aku menunggumu dengan terus melangkahkan kaki semampuku dalam usaha dan ikhtiar.

Akhi….

Di tengah lelahnya hati ini, izinkan aku tetap menunggu dengan iman yang tak pernah surut. Meski kadang godaan rasa putus asa terus menghinggap di hati. Aku hanya perlu menyandarkan cinta dan harapan pada Allah. Karena, menyandarkan harapan pada manusia hanya akan menemui kekecewaan. Biarkan penantian yang aku sendiri belum tahu kapan berakhirnya ini menjadi ladang ibadah yang disediakan Allah untukku. Dan orang-orang yang sedang menanti sepertiku.

Aku masih setia menantimu..

aamiin


Sumber:facebook.izinkan hamba menggelar sajad bersamanya II

Dikirim pada 16 April 2012 di kebersihan jiwa




Kecewa...

Setiap orang pasti pernah merasakanya. Namun, kebanyakan dari kita selalu dan selalu merasa sedih, kesal dan tidak menerima atas apa yang menimpa diri kita. Tak jarang pula, kita yang tidak lagi bisa menggunakan iman, logika, dan kesantunan. Dalam sekejab, semua hilang atas nama rasa sakit.

Saudaraku yang dirahmati Allah,...

Renungkanlah bahwa ini adalah dunia, yang tidak akan mungkin ada sesuatu yang sempurna di dalamnya. Pun demikian dengan sebuah kesempurnaan dari ego dan permintaan kita. Pastilah tidak akan mungkin semuanya tercapai dan terealisasi seluruhnya.

Dan atau mungkin rasa kecewa itu datangnya dari kesalahan yang kita pilih dalam meletakkan harapan yang terlalu banyak kepada makhluk. Padahal dengan begitu, ada hal lain yang seharusnya menjadi keharusan bagi kita untuk mempersiapkannya, yaitu kekecewaan.

Betapa tidak, ibarat menyandarkan diri pada sebuah banyangan tembok, yang ada adalah jatuh dan terjungkalnya kita, karena bayangan adalah sesuatu yang semu. Satu pertanyaan yang kemudian muncul, kita posisikan Allah di mana?

Mungkin hari ini kita telah menyebut asma-Nya yang amat Agung, namun mengapa kita lupa akan kekuasaanNya? Tidak seharusnya kuasa Allah kita nafikan, karena Dia-lah yang menciptakan kita. Dia pasti lebih paham dengan apa yang telah diciptakan-Nya Allah pasti punya rencana lain yang jauh lebih baik dibandingkan keinginan dan harapan-harapan kita.

Dan bahwa menjadi seorang muslim adalah sebuah anugrah, yaitu ketika kita di berikan rahmat, kita bersyukur, dan ketika kita di uji kita di ajarkan untuk bersabar. Kedua hal itu semuanya adalah bermuara pada sebuah kemuliaan.

Dan bahwa Allah tidak akan menguji kita, di luar kemampuan kita. Itulah firman Allah yang tertulis dalam Al Quran yang mulia. Maka jika kita memang yakin dengan kekuasaan Allah, marilah dengan penuh kemaafan dan kemakluman, kita belajar mengobati luka kecewa itu, dan mendoakan semoga hal yang menjadikan kita kecewa, di lain hari bisa memuliakan kita, sebagai imbalan dari pikiran positif kita terhadap Allah.

Kecewa memang kadang menghadirkan kekosongan dalam jiwa kita. Dan proses pengosongan memanglah sangat menyakitkan. Tetapi, bukankah tanpa pengosongan tidak akan ada pengisian?

Kita kecewa bukan berarti Allah tidak sayang, akan tetapi pada hakikatnya Allah sudah menyiapkan ganti yang lebih berharga dibanding keinginan yang kita idam-idamkan dan tidak terwujud. Dan satu- satunya yang harus kita lakukan, adalah percaya. Semoga kita termasuk pemilik hati dan laku yang selalu mengedepankan tentang berprasangka baik kepada Allah, yang maha menata takdir kita, dengan sedemikian cantik. Insya Allah.


sumber :facebook.Ya Allah izinkan hamba menggelar sajadah bersamanya II

Dikirim pada 12 April 2012 di muhasabah




Akhina Wa Ukhtina Rahimakumullah yg diRahmati Allah Azza Wa Jalla...

Musibah adalah sebait tembang indah yang dinyanyikan silih berganti,
mengajak bumi yang diam jadi begoyang, mengajak laut yang tenang jadi bergelombang,
mengajak gunung yang sunyi meriah bak kembang api

Musibah
... mengajarkan kita tentang sabar dan tabah, menguatkan jiwa yang lemah, menyadarkan hati yang salah, menggugurkan angkuh, mengubur keluh, mencukur kufur, membangkitkan syukur

Musibah adalah saudara tua,Yang menasehati ketika salah,
mengingatkan ketika lupa, meluruskan ketika tak searah

Kini tak perlu lagi ada tangis menghujan tanpa henti,
menganak sungaikan kepedihan demi kepedihan menyayat hati, karena disana: diantara batas hidup dan mati
Halaman demi halaman takdir masih menanti,
berkejaran menggerogoti hari, menunggu takdir lain berganti

Harapan-harapan itu menanti di ambang cita dan impian, di depan gerbang masa depan yang tertulis indah dengan tinta keemasan, maka tak ada alasan untuk bertahan
Melangkahlah dengan sempurna,.,


Tinggalkan saja air mata tiada guna, karena hidup bukan untuk berkejaran dengan kesedihan melainkan menunaikan sebuah harapan...

Sebait Tembang Indah di Balik Musibah...karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan...


Sumber :facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 12 April 2012 di muhasabah




Tak ada yang bisa menyangkal, bahwa tidak ada seorang pun yang steril dari yang namanya cinta. Meski ia telah setingkat da’i atau da’iyah. Tak ada yang bisa mencegah datang virus itu, seperti senandung puisi berikut:

Cinta……. Menembus ruang dan batas Menggelora, meradang dan mematikan

Kala cinta merasuk sukma, membekukan akal, menghempas rasa jika tidak karena-Nya

Kemana kan dibawa lari sekeping hati pecinta??

Kita akan bicara tentang cinta. Sesuatu yang Allah tanamkan fitrahnya pada setiap jiwa. Tapi alangkah hinanya bagi pecinta yang terbelenggu oleh cintanya. Duhai saudariku……. Mencintai itu adalah kewajaran……..!!! Apalagi bagi seorang wanita yang telah memasuki usia dimana kebutuhan kasih sayang dan penjagaan dari seorang lelaki sudah sangat dirindukannya. Tapi ingatlah wahai sahabatku, janganlah engkau tanggalkan kehormatanmu dengan mengumbarnya di antara manusia. Dengan cara apapun, dengan dalih apapun, dengan susunan kata semanis apapun, sekuat apapun dorongannya jangan engkau tertipu oleh rayuan syaetan.

Betapa senangnya syaetan bila manusia telath terkena panahnya. Panah yang akan membuat manusia mabuk cinta dan menjadikan halal segala cara apapun untuk mendapatkannya. Maka jadilah sms merah jambu, surat-surat cinta, dan lainnya yang padahal bisa jadi syaetan telah mengemasnya menjadi kemasan yang akan mengundang kemurkaan Allah.

Saudariku….. Bersabarlah di saat malam gelap gulita membekap. Bersabarlah di antara sujud panjangmu, di antara harap dan do’amu kepada Allah dengan kedatangan pangeran yang akan menjemputmu. Bersabarlah terus di antara dua lelehan air matamu karena berharap yang terbaik dariNya. Sungguh itu lebih baik bagimu dan yang lebih Allah ridhoi daripada selainnya. Walaupun sulit, terasa berat, tidak tahan menunggu kepastiannya, namun tetaplah seperti itu, sabar, sabar dalam penantianmu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang terbaik bagimu. Bukankah janji Allah sudah jelas:

”dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” {QS. An Nuur : 26}

Terasa sulit memang….. hati itu terkadang begitu cepat berbolak balik. Terkadang ia kuat bagai benteng kokoh, tapi sering pula ia rapuh bak rumah kardus di bawah kolong jembatan. Di satu sisi kita senantiasa menginginkan tunduk pada perintah-perintah Allah, perintah menundukkan pandangan, perintah mengulurkan jilbab, perintah terus memperbaiki didi dari hari ke hari. Namun, di sisi lain, syaetan senantiasa bergerak dan bekerja untuk menggoda manusia. Sehingga terkadang dalam penantian panjang ini ada kalnya terselip pandangan yang belum halal, ada perkataan yang belum halal, ada usaha mencari perhatian yang belum halal.

Saudariku….. Saat ini, di tengah malam ini mari kita tengok jendela- jendela yang terbuka. Di atas ribuah sajadah, bersimpuh wanita-wanita yang sedang merindu. Tetesan-tetesan air mata mereka terus membasahi bumi, air mata mujahidah yang sangat takut tergelincir kepada kemaksiatan. Berjuta sorotan mata yang hanya ditujukan kepadaNya. Dan engkau ….., apakah engkau termasuk bagian dari wanita bersimpuh itu, sabarlah.

Benar, tidak mudah. Tapi tidak ada yang salah dengan janjiNya. JanjiNya adalah keniscayaan terindah, walau itu harus kau tebus dengan kesabaran yang berpeluh kesah. Janganlah lelah memuliakan dirimu. Bukan untuk dia, bukan untuk dirimu sendiri. Tapi semata hanya untuk Rabbmu. Sungguh itu bagian dari tarbiyah dengan cara yang berbeda. Dan Maha Benar Allah, lelaki mulia itu akan datang atas nama kemuliaan pernikahan. Tanpa engkau perlu teriaki, dia telah mendengar dengan kesediaan tertinggi akan seruan lembut RabbNya, yang disampaikan kepada hamba terkasih dan utusanNya.

“Wahai para pemuda, barangsiapa telah mampu di antara kalian, hendaklah ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dari menjaga……”(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i)

Lelaki yang senantiasa menjaga kehormatan itu pasti akan datang, lelaki yang setiap malam engkau tangisi itu pasti akan mengetuk pintu rumahmu, lelaki yang akan menjaga kehormtan yang senantiasa engkau jaga itu pasti akan menjemputmu dengan kesederhanaan dan senyuman terindah yang tetulus dari hatinya, lelaki yang akan menemanimu sholat di malam hari, menasehatimu di kala senang dan menghiburmu di kala sedih. Adakah itu yang engkau harapkan wahai saudariku….??? Ataukah lelaki itu masih engkau harapkan datang dari kemaksiatanmu kepada Allah dan lebih dicintai oleh syaetan…..???


sumber:facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 08 April 2012 di muhasabah




Bismillahir Rahmanir Rahim,

Yang indah hanya sementara,
Yang abadi adalah kenangan,
Yang ikhlas hanya dari hati,
Yang tulus hanya dari sanubari,
Tidak mudah mencari yang hilang,
Tidak mudah mengejar impian,
Namun yang lebih susah mempertahankan yang ada Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga Ingatlah pada pepatah,

"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas Rumah mewah bagai istana, harta ,benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yang luar biasa, namun...Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi.Sehelai benang pun tak bisa dimiliki ,Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan

Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
Jangan terlalu perhitungan
Jangan hanya mau menang sendiri
Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
Belajarlah tiada hari tanpa kasih
Selalu berlapang dada dan mengalah
Hidup ceria, bebas leluasa...
Tak ada yang tak bisa diikhlaskan....
Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
Tak ada dendam yang tak bisa terhapus..

Insya Allah..


sumber:facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 06 April 2012 di muhasabah




Bismillahirrahmaanirrahiim

Aku Menunggumu karena ALLAH - Duhai Engkau Calon Imamku

Ini bukan sekedar kata..
Agar kamu jatuh hati padaku..
Namun ini adalah kejujuranku..
Mengapa aku berkata seperti ini?
Karena aku menyukai orang yg mencintai-Nya
Mencinta Rasul-Nya..
Dan dg keteguhanmu bisa mengajakku utk semakin mencintai-Nya..

AKU MERINDUKANMU KARENA ALLAH

Ini bukan untaian rahasia dalam hatiku utk memikatmu.., mengapa demikian?
Karena aku tahu mengucapkan itu menyempurnakan hidupku..
Dan pernikahan adalah sunnah RASULULLAH dan dia adalah kekasih ALLAH..

Cinta adalah anugerah-Nya yg ditumbuhkan dihati orang yg dikehendaki-Nya bagaimana aku tidak merindukan kehadiranmu wahai kekasih..

AKU MENUNGGUMU KARENA ALLAH

Ini bukan desakan perasaan utk sebuah penantian.., tepapi mengapa?
Karena aku tahu diriku banyak kekurangan..
Dan karenanya ku perlukan seseorang yg lebih halus utk menaklukan hatiku..

Yg tegas dan teguh utk menguatkan hatiku yg lemah dg izin-Nya..

Aku tahu terlalu banyak harus kuperbaiki

Karenanya aku menunggumu utk menjadi pendampingku dg tulusmu..

Untuk lebih mengajariku dg sabar hingga kenikmatan imamku terhadap-Nya..

Semakin dalam dg izin-Nya..

Aku tahu dalam hatiku aku tak ingin hidup sendiri karena aku berharap ALLAH menganugerahkan padaku seseorang imam utk berbagi banyak hal dan menerima kekurangan diri..

Bila benar ada dalam hidupku..

Semoga ALLAH memantapkan hati kita dan mendekatkan kita dijalan yg diridhoi-Nya..

Aku mencintaimu karena ALLAH..
Aku merindukanmu karena ALLAH..
Aku menunggumu karena ALLAH..

Di raga manakah kamu bersemayam?

Dari sini ku menatap jejakmu bagaikan menari dg angin..

Di antara gemuruh ombak kerinduanku terasa getarku..

Izinka bisik hatiku sebagai petunjuk arahmu dg izin-Nya..

YA RABB..
Rendamkanlah rinduku dijalan yg terbaik menurut ENGKAU utk dunia dan akhiratku..

Bila saudara dan teman tak lagi cukup menemani kehidupanku..

Maka hari itu yg aku tunggu..

Penantiku pasti karena ENGKAU tidak pernah alpa dalam berjanji dalam kalam-MU..

Dan dari tiap-tiap sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan. (Az-Zaariyat 49)

Salam Santun Erat Silaturahmi Dan Ukhuwah Fillah


sumber :facebook.sebelum Engkau Halal Bagiku

Dikirim pada 29 Maret 2012 di kebersihan jiwa




Renungan buat Muslimah yang belum ingin menutup auratnya dengan Hijab
Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki?
Kami jawab, ”Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati ditambah... perkataan lisan tanpa mesti ditambah amalan lahiriyah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan”
Beralasan belum siap berjilbab karena mengenakannya begitu gerah dan panas?
Kami jawab, ”Lebih mending mana, panas di dunia karena melakukan ketaatan ataukah panas di neraka karena durhaka?” Coba direnungkan!
Beralasan lagi karena saat ini belum siap berjilbab?
Kami jawab, ”Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua tahun lagi? Apa jika sudah keriput dan rambut ubanan? Inilah was-was dari setan supaya kita menunda amalan baik. Mengapa mesti menunda berhijab? Dan kita tidak tahu besok kita masih di dunia ini ataukah sudah di alam barzakh, bahkan kita tidak tahu keadaan kita sejam atau semenit mendatang. So … jangan menunda-nunda beramal baik. Jangan menunda-nunda untuk berjilbab.”

Perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut seharusnya menjadi renungan:
“Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari no. 6416). Hadits ini menunjukkan dorongan untuk menjadikan kematian seperti berada di hadapan kita sehingga bayangan tersebut menjadikan kita bersiap-siap dengan amalan sholeh.
Allah Ta’ala berfirman,
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al Ahzab: 59)

Subhanallah..
Masihkah kamu ragu wahai Ukhti fillah untuk menutup kemolekan tubuhmu dengan hijab? masihkah? Ingatlah, sesungguhnya api neraka akan membakar tubuh yang kau sajikan untuk lelaki hidung belang, kau bisa beralasan ini dan itu, Demi Allah, sesungghnya, kita tak akan mampu menebak kapan nyawa ini akan diambil oleh Malaikat Maut! Innalillahi waa inna ialaihi rojiun..


sumber :facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 28 Maret 2012 di muhasabah




Bismillah
Ajari aku cinta untuk bersabar..
Untuk menemukan Imam yang benar..
Untuk menjaga segala kemuslimahan
ku..
Mengangkat derajat keimananku..
... Serta membawaku dalam Indahnya agama Allah..

Ajari aku cinta untuk bertahan..
Pada kebaikan..
Pada keistiqomahan..
Pada Indahnya sendiri tanpa sentuhan haram..
Pada keindahan Cinta yang selalu terpendam..

Ajari aku cinta..
Seperti Para makhluk tuhan yang selalu berdzikir..
Seperti Hamba-hamba Tuhan yang selalu berfikir..
Di jauhkan dari manusia-manisa kafir..
Dan selalu ada dalam kerendahan hati tanpa kikir..

Ajari aku Cinta..
Aku ingin memilikimu karena TuhanMu, Allah..
Aku ingin menjadi pendampingmu karena Ajaran TuhanMu, Allah..
Aku ingin mencintai dan melengkapai kehidupanku juga hanya ada di jalan TuhanMu, Allah..
Demi Cintaku padamu, Karena Allah..
Hanya Karena TuhanMu, Allah..
Jadilah Imamku yang sempurna..
Yang selalu mencari cinta di jalan TuhanMu, Allah..
Untukmu Yang akan menjadi Imamku..


sumber :facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 18 Maret 2012 di kebersihan jiwa




Aku merindukanmu karena Allah..

Ini bukan untaian rahasia dalam hatiku untuk memikatmu.
... Mengapa aku berkata seperti ini?karena aku tahu… mengucapkan ikrar suci itu menyempurnakan hidupku.Dan… Pernikahan adalah sunnah Rasullullah dan Rasulullah adalah kekasih Allah.Cinta adalah anugerahNya yang ditumbuhkan dihati orang-orang yang dikehendakiNya.Bagaimana aku tidak merindukan kehadiranmu wahai kekasih….
to come in my life ???

Aku menunggumu karena Allah

Ini bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian.
Mengapa aku berkata seperti ini?
Karena aku tahu, diriku terlalu banyak kekurangan.. .
dan karenanya… aku butuh seseorang yang lebih halus
untuk menaklukkan hatiku yang tegas
dan yang lebih tangguh untuk menguatkan hatiku yang lemah dengan ijinNya…

Aku tahu… terlalu banyak yang harus aku perbaiki…
karenanya, aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku…
aku menunggumu untuk lebih membimbingku dengan tulusmu…
untuk lebih mengajariku dengan sabar
hingga kenikmatan imanku terhadapNya semakin dalam dengan ijinNya…. disetiap harinya…untuk selama-lamanya ..Aamiin…

Aku tahu, dalam hatiku… aku tak ingin hidup sendiri,
karenanya, aku berharap…Allah menganugerahkan padaku seorang imam untuk berbagi banyak hal dan menerima apa adanya diriku beserta keluargaku.. .

Duhai Kekasih… bila Engkau benar-benar ada dalam hidupku…
semoga Allah memantapkan hati kita dan mendekatkan kita dijalan yang lebih Ia Ridhoi

Aku mencintaimu karena Allah…

Aku merindukanmu karena Allah dan aku menunggumu karena Allah…
diraga manakah jiwamu bersemayam?? ?Dari sini aku menatap jejakmu dengan raga yang menari bersama angin…diantara gemuruh ombak kerinduanku

Rasakan getarku yang membiarkan selarik bintang menemanimu serta untuk menjemputku. ..meski mungkin tak ada peta yang bisa dirimu genggam…
ijinkan bisik hatiku sebagai petunjuk arahmu dengan ijinNya…

Ya Rabbi…
Redamkanlah rinduku dijalan yang terbaik menurut Engkau untuk dunia dan akhiratku
Bila kerabat dan teman tak lagi cukup untuk menemani kehidupanku. ..
maka hari itu adalah yang aku tunggu…

Saat kau datang MENGKHITBAHKU..


sumber:facebook,sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 14 Maret 2012 di kebersihan jiwa




Aku...
Yg tak pernah berharap mencintaimu...ttp ALLAH yg telah
menundukan Hatiku tuk memberikan cinta ini padamu
...
Aku...
Yg tak pernah memilihmu untukku...ttp ALLAH telah memilihkanmu untkku

Aku...
Yg tak pernah bermimpi, untk mendampingimu.,ttp ALLAH lah yg tlah menentukan hidupku tuk mendampingimu..

Aku...
Juga tak pernah berharap menanggung Rasa ini atas cintaku padamu, ttp ALLAH tlah memberikan rasa ini dan harus ku tanggung atasmu

Itulah..aku adanya
Aku yg tak pernah kuasa mampu mengatur hatiku sendiri kerana Sang PEMILIK qu yg tlah menentukannya...

Aku...
Yg hanya engkau lihat sebuah Raga...sedngkan Hatiku sepenuhnya adalah Milik-Nya

`` ya TUHAN ku...Tenggelamkanlah aku di dlam kecinta`an-MU..supaya tiada suatu apapun yg mampu memalingkan aku daripada-MU..

Ya ALLAH...Karuniakanlah kepada kami keAmpunan-MU,bukan Azab-MU...masuk ke dalam Syurga-MU tanpa Hisab,melihat Wajah-MU tanpa Hijab,jagalah kami dengan Karunia-MU, dari kejahatan orang2 yg Hasad,ketika duduk, berdiri,dan tertidur...peliharalah kami dari rasa dengki...

Aamiin ya Rabbal`Alamiin ...


sumber:sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 11 Maret 2012 di kebersihan jiwa
09 Mar




Saat seseorang yang kau sayang ........
Memilih pergi dengan pilihan yang lain,,
Ikhlaskan dan hantar dengan senyuman..
Percaya di Terminal berikutnya akan menawarkanmu yang lebih nyaman..

... Saat dunia.........
Menertawaimu
Tegarlah
Karena itu hanya permukaan
Kebahagian untukmu lagi dirancangNya............

Saat sahabat
Menikammu................
Diamlah
Dari situ kamu menilai kesetiaannya
Setelah itu akan kau tahu bagaimana nilai sebuah persahabatan.

Kitalah sang tangguh!
Mampu bernyanyi walau di atas duka
Kitalah Sang tangguh!
Mampu menari walau seribu hal yang kita tak suka, menyapa.

Bernyanyi dengan hati
Tuk hibur dunia yang sunyi...........
Menarilah dengan Jiwa
Tuk pancarkan cahaya.............

Kitalah sang tangguh!
Yang akan membuat mata-mata terbuka
Kitalah sang tangguh!
Yang membuat dunia bangga
karena kita mampu mengubah luka menjadi tawa..


sumber:sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 09 Maret 2012 di muhasabah


Ya Rabbi, Aku berdoa untuk seorang pria yg akan menjadi bagian dari hidupku..

Seorang pria yg sungguh mencintai-MU lebih dari segala sesuatu..
Seorang pria yg akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau..
Seorang pria yg hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-MU..
Seorang pria yg mempunyai sebuah hati yg sungguh mencintai & haus akan Engkau & memiliki keinginan untuk menauladani sifat2 Agung-Mu..
Seorang pria yg mengetahui bagi siapa & u/ apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia- sia..
Seorang pria yg memiliki hati yg bijak bukan hanya sekedar otak yg cerdas..
Seorang pria yg tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku..
Seorang pria yg tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah..
Seorang pria yg mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku..
Seorang pria yg dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi..
Seorang pria yg membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya..
Seorang pria yg membutuhkan doaku untuk kehidupannya..
Seorang pria yg membutuhkan senyumanku u/ mengatasi kesedihannya..
Seorang pria yg membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna..

Dan aku juga meminta agar aku menjadi seorang wanita yg dapat membuat pria itu bangga..

Berikan aku sebuah hati yg sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya dgn cinta-Mu, bukan mencintainya dgn sekedar cintaku..
Berikanlah sifat-Mu yg lembut sehingga kecantikanku datang dari-MU bukan dari luar diriku..
Berilah aku tangan-Mu sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya..
Berikanlah aku penglihatan-Mu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya & bukan hal buruk saja..
Berikan aku mulut-Mu yg penuh dengan kata2 kebijaksanaan-Mu & pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, & aku dapat tersenyum padanya setiap pagi..

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan "Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan..
Aku yakin semua akan indah pada waktunya.. untuk itu aku akan sabar menunggu waktu itu tiba..

Keep istiqomah wa hamasah..

sumber :facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 05 Maret 2012 di do’a dan zikir






Kuulurkan Jilbabku Hingga Terasa Damai Hatiku
Kulonggarkan Pakaianku Sehingga Tertutup Bentuk Tubuhku

Kulakukan Semua Itu Demi Cintaku Pada Rabb-ku
Dan Kuberbisik Dalam Hatiku, Smoga Engkau Ridho Melihatku
...
Andai Semua Orang Memahami
Cantik Lahir Bukanlah Ukuran
Tapi Cantik Hati Memikat Semua Orang
Dan Yang Utama Berbudi Perkerti
Seperti Yang Rasulullah Contohkan

Aku Seorang Wanita Yang Masih Harus Belajar
Belajar Banyak Tentang Agama, Tata Cara Kehidupan
Sehingga Kudapati Keindahan Dalam Hablu MinaAllah Dan Hablu Minannas
Masih Terus Belajar Gimana Tuk Slalu Jadi Orang Sabar, Syukur Dan Ikhlas

Sebagai Bekal Tuk Kebahagiaan Di Masa Depan

Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita Sholihah
(HR.Muslim)


Sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 27 Februari 2012 di kebersihan jiwa




Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Dalam realitas kehidupan kebanyakan manusia saat ini, selalu menggerutu saat permintaannya tidak kunjung terkabulkan,bahkan tidak sedikit pula bermunculan anggapan-anggapan yang bermuara pada perasangka yang negatif. Demikian juga dalam doa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,terlebih disaat ditimpa penderitaan dan kesulitan hidup yang beragam.

Namun demikian sebagai muslim yang punya kualiatas keimanan yang teguh dan kokoh selalu berbaik sangka dengan apa yang dialami disetiap kesulitan dan terpaan musibah,selalu optimis penuh sabar bahwa apa yang dialaminya karena semata-mata telah digariskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Apabila doa belum terkabul setidaknya ada dua penghalang, pertama “karena terburu-buru mengharapkan perkenan-Nya’.(H.R Muttafag Alaih).Di dunia ini selalu berlangsung proses causa prima yaitu tidak ada akibat tanpa sebab (syarat),tidak ada hasil tanpa kerja keras dan tidak ada pahala tanpa amal shaleh. Demikian juga ketika doa belum terkabul karena ada persyaratan yang belum memenuhi syarat.

Ibnu Al Qayim Al-Jauziyyah mengatakan, bahwa syarat-syarat terkabulnya doa tebagi pada dua kategori berdasarkan kriteria dan waktu berdoa (awqat al ijabah), ada tiga golongan yang dijamin Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam akan diperkenankan doanya yaitu :

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Tiga permohonan (Doa) yang pasti diperkenankan ALLAH tanpa ditunda “Doa orang yang di dzalimi,Doa Seseorang dalam perjalanan dan Doa orang tua kepada anaknya.” (H.R. Abu Dawud).

Adapun waktu doa yang pasti di ijabah Ibnu Al Qayim Al-Jauziyyah menyebutkan enam waktu yaitu :

“Sepertiga malam,saat adzan,antara adzan dan iqamat,selesai shalat wajib,saat imam naik mimbar pada hari jumat hingga selesai, dan saat akhir waktu Asar,”(Ad Da’u Wa ad Dawa ‘ : Hal ,14).

Penyebab yang kedua doa tidak terkabul karena sering berbuat maksiat, karena salah satu syarat untuk dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala,adalah harus memiliki hati yang suci bersih, karena seseorang yang berbuat maksiat pastilah hatinya terkotori sehingga sulit dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Bersabda :

“Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan satu noktah berwarna hitam. Jika dia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, hatinya akan kembali jernih. Jika dosanya itu bertambah-tambah, noktah hitam itupun turut bertambah hingga menutupi hatinya. Maka itulah karat yang disebut Allah dalam Al-Quran. “(HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Baihaqi).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, menganjurkan agar umatnya banyak beristighfar memohon Ampunan Kepada-Nya. Dalam riwayat, Rasulullah beristighfar setiap hari tidak kurang daripada 70 kali,100 kali sehari, Istighfar bukan saja membersihkan dosa dan memohon Ampunan, tetapi jalan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan beristighfar kita akan merasakan diri senantiasa diperhatikan Allah dan tiada peluang melakukan sesuatu yang dilarang-Nya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Bersabda :

“Barangsiapa memperbanyak Istighfar, niscaya ALLAH menjadikan untuknya setiap kesusahan itu ada jalan keluar dan dia diberi rezeki yang datangnya tanpa diduganya”. (HR. Ahmad).

Jadi jelaslah bahwa setiap kesalahan dan dosa yang dilakukan menjadi satu titik hitam di dalam hati. Jika tidak dibersihkan segera, titik hitam itu lama kelamaan menjadi bertumpuk hitam dan seterusnya akan menutup pintu hati daripada menerima cahaya kebenaran dan dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala.Berfirman :

“Kepada-Nya naik perkataan-perkataan yang baik dan amal shaleh dinaikkan-Nya.”(Q.S Fathir : 10 ).

Sebagai muslim yang punya kualiatas keimanan yang teguh, Tidak sepatutnya kita berburuk sangka’kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, justru introspeksi diri dan merenungi dengan tetap meyakini, Kemurahan dan Rahmat-Nya akan datang cepat atau lambat. Karena suka duka didalam kehidupan ini adalah ujian untuk menguji kwalitas keimanan,mengingatkan kealpaan dan akan memperoleh ganjaran pahala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala.Berfirman :

“Katakanlah “Wahai hamba-hamba-KU yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari Rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Q.S. Az Zumar : 53).

Sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang selalu mengharap keridhan-Nya, janganlah berhenti berharap, karena Kemurahan-Nya membuka kita kepada harapan untuk bangkit membangun masa depan,baik di dunia terlebih mengharap kehidupan lebih baik yang kekal di akhirat.Doa merupakan simbol kerendahan dan ketidakberdayaan sebagai Hamba di hadapan-Nya,dengan demikian hatipun selalu diwarnai rasa tentram.

Para ulama mengarisbawahi bahwa syarat terkabulnya doa yaitu : Tidak terburu-buru mengharapkan perkenan-Nya,dan Yakin bahwa doa akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam Hadist Qudsi Allah Subhanahu wa Ta’ala.Berfirman :

“AKU bergantung prasangka seorang hamba,”(H.R.Bukhari).

Dan syarat terkabulnya doa dilakukan dengan rendah hati,dan doa tidak akan terwujud bila tanpa ikhtiar, usaha kerja keras dalam mengharapkan apa yang ada dalam doa tersebut.

Sahabat-saudaraku fillah.. yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, . Mudah-mudahan manfaat buat kita semua.Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin.

Walhamdulillah Rabbil’alamin

Sahabat Saudaraku fillah ALL


sumber :facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 26 Februari 2012 di muhasabah




Wahai si pemilik hatiku...sadarilah...

Cinta itu satu amanah.Ia bukan hak mutlak kita.Tidak wajar untuk kita jadikan amanah untuk memusnahkan atau memungkiri amanah yang lain. Kita hamba ciptaan Allah yang dijadikan berpasang-pasangan.Kita hanya meminjam anugerah Allah itu namun bila tiba masanya kita pasti akan pulangkan.Cinta yang hakiki datangnya dari Allah Azza wa Jalla semata-mata.bila aku ...adalah cinta yang kau dambakan selama ini,maka cintailah Allah lebih dari diriku..kasihilah Allah lebih dari segala-galanya kerana hidup dan matimu hanyalah bersama-Nya..

Ya Rabb,..bila dia memang baik untukku,agamaku,masa depan dunia dan akhiratku
bisa membimbing dan membawaku lebih dekat pada-Mu..Maka dekatkanlah diriku dgnnya & satukanlah kami dalam pernikahan yg sakinah,mawaddah,warrahmah..Tapi kalau bukan dia yg terbaik,Maka jangan biarkan kekagumanku menjadi suka apalagi cinta,Jadikanlah kekaguman ku seperti orang lain kagum padanya,Engkaulah Maha membolak-balikkan hati..Maka kutitipkan rasa ini,kuserahkan semuanya pada-Mu..karna semua ini adalah milik-Mu...Aamiin ya Rabbal’ alamiin


sumber :facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 25 Februari 2012 di do’a dan zikir




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabarnya imanmu hari ini?

Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur? karena dapat kembali menatap fananya hidup ini

Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu? atas amanah yang saat ini tengah kau genggam

Wahai calon suamiku, tahukah engkau Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?

Di sini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi namun kini kurasakan diri ini lebih baik

Kadang aku bertanya-tanya kenapa Allah selalu mengujiku tepat di hatiku, bagian terapuh dari diriku. Namun kini kutahu jawabnya….

Allah tau dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingatNya, kembali mencintaiNya

Ujian demi ujian insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga memiliki aku di hatimu

Calon suamiku….

Entah dimana dirimu sekarang, tapi aku yakin Allahpun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak

Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu.

Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, maka hanya kesia-siaan dan kekecewaan yang akan kau dapati

Aku masih haus akan ilmu, namun berbekal ilmu yang ada saat ini aku berharap dapat menjadi istri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku…

Wahai calon suamiku…

Saat aku mash menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholeha agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat kelak

Namun nanti setelah menjadi istrimu, aku berharap menjadi pendamping yang sholeha agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu dan mendampingimu yang shaleh

Aku ini pencemburu berat, tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu

Aku yakin kaulah yang kubutuhkan meski mungkin bukan yang kuharapkan

Calon suamiku yang dirahmati Allah…

Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas da’wah kita dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta kasih

Ketika kelak telah lahir generasi penerus da’wah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah ta’ala…

Bunga akan indah pada waktunya, yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya. bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku…

Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik tapi setidaknya bisa menjadi yang terbaik di sisimu kelak…

Calon suamiku….

Inilah sekilas harapan, yang kuukirkan dalam rangkaian kata. seperti kata orang “tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata”. iitulah yang kini kuhadapi…

Kelak saat kita tengah bersama maka di situlah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu

Bersabarlah calon suamiku doaku selalu agar Allah memudahkan jalanmu untuk menjemputku sebagai bidadarimu…


sumber :facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 23 Februari 2012 di kebersihan jiwa




Ya Illahi Robbi,,,
Izinkanlah jika tiba saatnya aku jatuh cinta,
Sandingkanlah aku dengan seorang,
Yang menutupi kekuranganku dan bukan kekosonganku..
Agar hatiku tidak pernah hampa dalam mengingat-Mu.

Ya Ilahi Robbi…
Izinkanlah aku jatuh cinta,
Pilihkanlah untukku,
Seorang yang selalu terjaga hatinya pada-Mu..
Yang bisa menyejukkan disaat gundah gulana..
Dan mengingatkanku disaat mulai salah tujuan..
Sehingga membuatku semakin memuji-Mu..

Ya Illahi Robbi,,,
Jika tiba saatnya aku jatuh cinta..
Pertemukan aku dengan seorang..
Yang hatinya selalu terpaut pada-Mu..
Agar semakin bertambah cintaku pada-Mu..

Ya Illahi Robbi,,,
Jika tiba saatnya aku jatuh cinta..
Maka jadikanlah kekagumamku akan kecantikannya.
Membuatku semakin mengagumi akan ke-Esaan-Mu..

Ya Illahi Robbi,,,
Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,
Izinkan aku di cintai seorang..
Yang bisa menerima segala kekuranganku,
Agar kami bisa menerima setiap cobaan dari-Mu.

Ya Robbi,,,
Aku memohon pada-Mu,
Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,
Maka jadikanlah cinta itu sebagai penguat cintaku pada-Mu..
Dan jangan dengan cinta itu, membuatku lupa akan diri-Mu..

Ya Illahi Robbi,,,
Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,
Peliharalah cintaku padanya,
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu..

Ya Robbi,,,
Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,
Genangi hati sanubariku dengan Asma-Mu..
Agar rasa cintaku pada-Mu tetap utuh…

Ya Robbi,,,
Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,
Maka pertemukanlah kami dalam naungan cinta-Mu..
Berikan kami kesempatan,
Untuk terus meningkatkan cinta pada-Mu..

Ya Illahi Robbi,,,
Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,
Jangan pernah engkau memalingkan wajah-Mu,
Anugerahkanlah aku dengan rahmat-Mu,
Dan peliharalah rasa cinta ini,
Kepada yang telah Engkau takdirkan..
Cinta suci yang menyejukkan hati..
Dan tak akan hilang seiring waktu…
Amin


sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 18 Februari 2012 di do’a dan zikir




Berapa banyak kau kehilangan mimpimu?

Berapa kali kau melihat mimpi itu jatuh ke tangan orang lain?

Sudah seberapa banyak kau merasa seolah hidup tak berpihak padamu?

Kita mungkin akan kehilangan seorang yang sangat kita harapkan ada disamping kita, sebelum akhirnya kita bertemu dengan orang yang tepat.

Kita mungkin akan mendapatkan musibah yang begitu pedihnya, sebelum akhirnya kita menyadari bahwa musibah itu adalah awal kekuatan kita.

Kita mungkin menyukai sesuatu yang ada di depan mata,sebelum akhirnya kita menyadari semua itu adalah fatamorgana.

Memang tak ada kisah yang sempurna tapi ALLAH selalu memberi kasih yang sempurna pada setiap kisah kita…kisah yang hanya diperuntukkan ALLAH untuk kita..

Ketika kau melihat betapa indahnya kisah orang lain,sesungguhnya kau mampu membuat kisahmu lebih indah dari siapapun….


Sumber :facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 16 Februari 2012 di muhasabah




Betapa sulit melupakan seseorang yang pernah mengisi hati. siapapun mungkin pernah mengalaminya, karna perasaan seperti ini banyak yang merasakannya. Bukan hal yang tabu ketika kalian membicarakannya agar bisa mengolah rasa itu menjadi rasa yang tidak menimbulkan kegetiran dalam menjalankan hidup.

Rasa cinta memang fitrah, tapi keadaan lah yang merubah fitrah itu... menjadi sebuah fitnah. Keinginan untuk dicintai dan mencintai menjadi tombak seseorang untuk merasakan cinta yang belum halal.

Melupakan orang yang pernah di cintai memang bukan perkara mudah, bukan hanya orang yang melaksanakan ‘pacaran’ saja yang pernah merasakan hal ini. Tapi bagi orang yang tak pernah merasakan pacaran bahkan tak pernah mengungkapkan isi hatinya pun merasakan hal ini. Ini lah bukti bahwa cinta yang fitrah bisa menjadi fitnah yang nyata bila tak diolah dengan bijak.

Sadarilah bahwa kalian sedang melangkah untuk menjadi lebih baik. Sudah seharusnya ketika si ‘dia’ tak bisa di miliki, dia sudah menjadi bagian masa lalu mu. Kalo memang sulit untuk melupakannya, tak perlulah tiba-tiba harus dilupakan. Tapi biarlah si dia menjadi pengingat mu bahwa masih ada cinta sejati yang menunggumu didepan, karna kalian bukan menanti masa lalu.

Si dia dengan kehidupannya dan antum dengan kehidupanmu, ini lah yang harus di tekankan dalam perjalanan hidupmu. Toh ketika antum berusaha keras melupakan si dia, dia justru sedang asyik melenggang tanpa memikirkanmu. Lantas siapa yang merugi kalo seperti ini.Rasa sakit karna ternyata dia gak memilihmu untuk menjadi pemberhentian terakhir , bukan berarti menjadikanmu lupa bahwa ALLAH selalu ada disampingmu.

Apalagi bagi yang ingin melupakan si dia karna pernah melegalkan aktivitas pacaran. Justru ALLAH sangat sayang padamu, Dia bebaskan antum dari aktivitas maksiat. Harusnya kalian bangga dan senang ALLAH masih perhatian padamu. Kalean dituntun untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, dengan cinta yang diberikanNya. Dari sini lah antum harus bersadar diri, bahwa melupakan mantan kekasih yang tak pernah halal bagimu adalah sebuah kebangkitan. Bangkit dari keterpurukan maksiat yang pernah kamu lakukan dan bangkit untuk memperjuangkan agama ALLAH.

Anggaplah cinta pada mantan kekasihmu yang masih tersimpan sampai saat ini adalah bagian dari pengingatmu akan masa lalu, agar kalian tak pernah mengulanginya lagi. Sungguh merugilah bagi orang yang dituntun menjadi lebih baik, namun dia kembali mengikuti alur masa lalunya.

Sedangkan bagi yang tak pernah pacaran, tapi pernah merasakan jatuh cinta yang sangat pada si dia. Namun dia tak menambatkan hatinya padamu, dan memilih menambatkan hatinya pada orang lain. antum mungkin merasakan sakit yang lebih dahsyat, karna tak pernah mengungkapkan rasa cintamu. Disebabkan ingin menjaga hati dan izzah mu juga dia.

Masalah hati ini memang tak bisa dipecahkan secara rasional, karna sekali lagi ini masalah perasaan yang hanya antum lah yang tahu seberapa besar dan seberapa dahsyat. Namun harus ada keberanian yang kuat untuk melupakannya, sangat disayangkan penjagaanmu terhadap izzah harus tercoreng karna cinta yang tak pernah dihalalkan. Ibarat minum obat, kamu harus berani minum obat yang pahit sekalipun agar kamu segera sembuh dari sakitmu.

Yang perlu antum selalu ingat dan tekankan pada hatimu adalah kelak akan ada orang yang lebih berhak untuk mendapat cinta sejatimu dari pada orang yang sekarang ini tak mampu di lupakan. Tak mungkin juga antum akan lebih mencintai si dia yang tak halal bagimu daripada orang yang telah halal bagimu, hal ini harus segera ditegaskan dalam hatimu. Bahwa kelak ada orang yang patut kamu cintai
,,,jodohmu yang HALAL ♥ ♥


sumber :facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 14 Februari 2012 di muhasabah





Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu `alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi`adadi Kulli Ma`lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.

Kita hanya tau apa yang kita inginkan,bukan yang kita butuhkanKetika kita dilanda kebimbingan..Dihadapkan pada pilihan yang sulit...

Sebenarnya hati kita sendiri telah memiliki jawaban apa yang sebenarnya kita inginkan..Tetapi hati ada kalanya dimasuki oleh bisikan syaitan..Dan kita hanya tau apa yang kita inginkan..Sedangkan terkadang kita tidak tau apa yang kita butuhkan...

Beberapa hari yang lalu,,seseorang mengingatkan aku bahwa

“Jika ada sepatu yang begitu kita sukai, tetapi ukuran sepatu itu tidak cukup dengan kaki kita..Apakah kita akan tetap memaksa membelinya??

Tentu tidak kan jawabannya..Seperti realita kehidupan kita sehari - hari..sadarkah kita bahwa Terkadang ada kalanya kita memaksakan kehendak kita..

Jika Allah tidak mengambulkan do`a kita..kita akan marah dan berpikiran..

“Mengapa Allah tidak memberikan apa yang aku inginkan?Mengapa Allah tidak menyayangiku?”

Padahal sadarkah sahabat, bahwa biasanya kita tidak mengetahui makna dari kejadian yang Allah berikan, pada saat itu juga..Tetapi terkadang membutuhkan waktu,,mungkin sehari,sebulan,setaun,atau bertahun – tahun dari kejadian itu..

Mungkin Allah ingin kita belajar untuk lebih kuat..Belajar untuk lebih sabar..Belajar untuk lebih bersyukur..Belajar untuk Memahami,Dan akan tiba suatu saat di mana Allah akan menunjukkan bahwa yang Dia berikan kepada kita adalah yang terbaik..

Memang belum tentu yang kita inginkan,tetapi selalu yang kita butuhkan..Dan ketika Allah telah menunjukkan petunjuknya..kita akan berkata..Alhamdulillah..Segala Puji Bagimu Ya Allah..Tuhan Semesta Alam..

Allah Yang Maha Mengetahui Apa yang tidak kami ketahui...
Terima kasih Ya Allah,kini kami paham bahwa semua yang Engkau berikan adalah yang terbaik..

Engkau ingin kami menjadi lebih kuat lagi,agar semakin siap dan tangguh dalam menghadapi cobaan dari-Mu selanjutnya..

Ketika kita meminta Kekuatan…
Allah memberi kita ujian untuk kita hadapi agar membuat kita semakin kuat.

Ketika kita meminta Kesuksesan…
Allah memberi kita kegagalan agar kita mampu belajar u/ sukses.

Ketika kita meminta beberapa kelebihan…
Allah memberi kita kekurangan agar kita memahami arti kelebihan

Ketika kita meminta kebijaksanaan…
Allah memberikan kita masalah2 yg harus kita pecahkan.

Ketika kita meminta kemakmuran…
Allah memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja.

Ketika kita meminta Keberanian…
Allah memberi kita rintangan2 untuk kita hadapi agar kita lebih berani.

Ketika kita meminta Cinta…
Allah memberikan orang2 yg dalam kesulitan untuk kita bantu.

Ketika kita meminta pertolongan…
Allah memberi kita kesempatan

“Allah tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan melainkan Allah memberikan apa yang kita butuhkan”

so selalu positif thinking tentang apa yang terjadi dalam hidup kita..
Allah Maha Tau apa yang terbaik buat kita…
Tetap semangat menjalani proses hidup….

Bimbinglah hati kami Ya Allah..
Agar kami semakin mantap berada di jalan-Mu yang lurus..
Aamiin ya Rabbal`alamin

Sumber :facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 13 Februari 2012 di muhasabah




Yaa Rabbi...
Aku berdo`a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkan pada posisi ketiga dihatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidupnya bukan untuk dirinya sendirinya tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seseorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehati ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikan aku tetapi karena hatiku
Seseorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang yang dapat membuatku merasa sebagai wanita ketika aku disisnya

Yaa Rabbi...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMu
Seseorang pria yang membutuhkan dukungannku sebagai peneguhnya
Seorang oria yang membutuhkan do`aku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Yaa Rabbi...
Aku juga meminta ,Buatlah aku menjadi wanita yang dpat mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikan sifat yang lembut sehingga kecantikan datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdo`a untukny
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku selalu mampu berdo`a untukny
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana ,mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu,aku berharap kami berdua dapat mengatakan

``Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna .``

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatu indah pada waktu yang telah Engkau tentukan.


sumber : facebook. sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 10 Februari 2012 di do’a dan zikir





Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu `alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi`adadi Kulli Ma`lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.

Ya Allah..
Jadikan aku tabah seperti Ummu Khadijah,Sehingga dirinya digelar afifah solehah,Dialah wanita pertama,Tiada ragu mengucap syahadah,Pengorbanan bersama Rasulullah,Susah senang bersama,Walau hilang harta kerana berdakwah,Walau dipulau 3 tahun 3 bulan,Imannya sedikit pun tak berubah,Mampukah aku setabah dirinya?Andai diuji sedikit sudah rebah..Baru dihina sudah mengalah,Ya Allah..tabahkan aku sepertinya..

Ya Allah..
Jadikan aku semulia Fatimah Az-Zahrah,Betapa tinggi kasihnya pada ayahandanya,Tidak pernah putus asa pada perjuangan dakwah baginda,Anak yang semulia peribadi baginda,Tangannya lah yang membersihkan luka,Tangannya jua yang membersihkan cela,Pada jasad Rasulullah tercinta,Gagahnya dirinya pada dugaan,Mampukah aku sekuat Fatimah?Saat diri terluka dendam pula menyapa,Saat disakiti maki pula mengganti,Ya Rabbi..teguhkan hatiku sepertinya..

Ya Allah..
Jadikan aku sehebat Masyitah dan Sumaiyah,Tukang sisir yang beriman dan Keluarga Yasir yang bertakwa,Sungguh kesabaran mereka menggoncang dunia,Iman tetap terpelihara walau nyawa jadi taruhan Mampukah sabarku seperti mereka?Tatkala digoda nafsu dunia..Entah mana hilangnya Iman di dada..

Ya Rahman..
Kuatkan Imanku seperti Masyitah,Terjun penuh yakin bersama bayi ke kuali mendidih,Kerana yakin Allah pasti disisi,Sabarkan aku seperti sumaiyah,Biar tombak menusuk jasad..Iman sedikit pun takkan rapuh..

Ya Allah..
Jadikan aku semulia Ummu Sulaim,Perkahwinannya dengan Abu Talhah atas mahar Iman,Islamlah Abu Talhah sehingga menjadi sahabat Rasulullah,Betapa hebatnya tarbiyyah isteri pada suami,Hinggakan segala panahan ke Rasulullah pada hari uhud,Disambut dengan belakang jasad Abu Talhah..

Ya Allah..
Tarbiyyahkan aku pada cinta sepertinya,Tingginya nilai cinta pada harga Iman,Mampukah aku menatap cinta itu?Sedangkan rupa yang menjadi pilihan,Ketulusan Iman diketepikan,Ya Allah..Ilhamkan aku pada cinta sepertinya..

Ya Allah…
Jadikan aku sehebat Aisya Humaira,Isteri termuda Rasulullah,Biar dilempar fitnah,Dia tetap teguh pada ketetapanNya,Isteri sejati yang memangku Nabi,Pada saat terakhir baginda,Hadis dan Sunnah Rasulullah dipertahankan,Betapa hatimu seorang mujahidah..

Ya Allah..
Mampukah aku contohi dirinya?Pada fitnah yang melanda,Diri mula goyah dan putus asa,Teguhkan Imanku sepertinya..Ya Rahim..

Ya Allah..
Teringat diri pada Khansa,Empat orang anaknya mati di Jalan ALLAH,Dia meratap tangis..Anak sulungnya syahid,Anak keduanya turut syahid,Anak ketiganya dan keempat jua mati syahid,Namun tangisan itu bukan kerana pemergian anak tercinta,Jawabnya kerana tiada lagi anak yang dihantar untuk berjihad

Ya Allah..
Mampukah aku menjadi ibu yang berjihad?Sedang anak tak tutup aurat pun masih tak terjawab,Sedang anak tinggal solat pun buat tak kisah,Berikan aku kekuatan sepertinya..Agar bersedia pada akhirat..

Wahai kaum Adam yang bergelar khalifah..Diriku bukan setabah Ummu Khadijah,Bukan jua semulia Fatimah Az-Zahrah,Apa lagi sesabar Masyitah dan Sumaiyah,Mahupun sehebat Ummu Sulaim Dan tidak seteguh Aisya Humaira Kerana diri cuma An-Nisaa akhir zaman

Dimana Aurat semakin dibuka terdedah
Dimana syahadah hanya pada nama
Dimana Dunia yang terus dipuja
Dimana nafsu fana menjadi santapan utama
Dimana batas sentiasa dileraikan
Dimana ukhuwah sentiasa dipinggirkan

Wahai Kaum Hawa
Kita cuma An-Nisaa,Para pendosa yang terbanyak di neraka,Lantas walau tak setabah para Mujahidah,Namun Tabahlah pada ketetapan Allah Kerana padanya ada Syurga!Walau tak semulia para wanita sirah Tapi muliakan diri dengan agama yang memelihara kerana padanya ada Pahala!Walau tak sesabar para wanita solehah Namun sabarkan jiwa pada nafsu dunia yang menyeksa Kerana padanya ada bahagia!

Sesungguhnya Hawa tercipta dari Tulang rusuk kaum Adam,Bukan untuk ditindas kerana lemah Tapi untuk dilindungi kerana Indah dan Indah apabila tertutup terpelihara Kerana disitulah terjaganya Syahadah Bak mekarnya wanita dalam sirah Tuntunlah kami ke arah syurga

Makbulkan doaku..Aamiin Ya Rabbal A`lamin

sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 09 Februari 2012 di do’a dan zikir




Pelangi tak hadir begitu saja,tanpa ada Alur dan Proses yang Dilalui.Tak jarang Petir Yang Menngemuruh DiLangit_ MeMbuat Kita ketakutan,Gelisah_Namun Setelah Itu, LihatLah ALLAH menggantinya dengan Keindahan & keteduhan Pelangi_SubhanaLLah_Betapa Mudah Allah Menunjukan Kekuasaan-NYA

Begitu Juga Arti bahagia untuk Kita_sebeLumnya Kita harus lalui Proses..yang kadang Membuat Kita Putus asa;Namun karena Kesabaran,Allahpun Menjanjikan yang Lebih dari apa yang kita Lakukan

Ketika Allah Sayang kepada Hamba-Nya,Allah pun mengirimkan surat sayang itu...baik melalui masalah yang datang lewat keresahan hati yang tiada berujung...sungguh itu bukan apa-apa,Allah Hanya ingin kita datang,bersujud simpuh,berdoa kepada-Nya.Maka datanglah setiap saat Kepada-Nya,jangan menunggu surat sayang itu datang..

Tiada duka yg abadi di dunia..Tiada sepi merantai mu selamanya..Semua kan terus berputar...Takdir hidup kan di jalani..Yakinilah..segalanya indah pada waktu nya..Sia-sia jika hanya menyesali yang telah terjadi..Karena waktu tak bisa kembali..detik tak kan berulang.. Masa tak berhenti..Perbaikilah cela yg lalu..Semoga meraih takdir yang terbaik...Aamiin ya Rabbal`alamin


sumber :facebook. sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 07 Februari 2012 di muhasabah
07 Feb




Ya Allah,
Jika aku bukan pemilik tulang rusuknya,
Janganlah biarkan aku merindukan kehadirannya...
Janganlah biarkan ku, melabuhkan hati ku dihatinya..
Kikislah pesonanya dari pelupuk mataku dan jauhkan dia dari relung hatiku...
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari padaMU yang tulus murni...
dan tolonglah agar dapat ku mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untukku ya Robb...
Maka satukan lah hati kami...
Bantulah diriku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...
Berikan ku kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...

Ridhoi dia...
Agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima diri ini dengan segala kelebihan dan kekuranganku
Sebagaimana telah Engkau ciptakan...
Yakinkanlah dia agar sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka dengan diriku...

Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doaku ini...

Lepaskanlah diri ini dari keraguan ,biarkan diri ini hanya menurut kasih dan kehendakMU...Aamiin ya Rabb


sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 07 Februari 2012 di kebersihan jiwa
06 Feb




Ya Allah..

Izinkan aku mencintainya kerana-Mu,
Jangan biarkan diri terlena dengan cinta semu.
Andai semua ini bukan kehendak-Mu,
Jika semua ini karena ego dan nafsu,
Biarlah rasa ini pudar,
Biarkan semuanya hilang.

Dan..
Jika kesendirian ini cara-Mu mencintaiku,
Biarlah aku sendiri,
Larut dan tenggelam dalam cinta-Mu.

Tapi..
Jika dia adalah pilihan-Mu,
Datang atas redha-Mu,
Yang akan mampu mendekatkan cintaku pada-Mu,
Maka, satukan hatinya dan hatiku.
Dalam janji ikatan suci,
Bersama ijab dihadapan wali dan saksi..

Aamiin Ya Allah Ya Rabbal ‘Alamin..


sumber : facebook sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 06 Februari 2012 di do’a dan zikir




Apabila kau ingin berteman, janganlah kerana kelebihannya,
Kerana mungkin dengan satu kelemahan, kau mungkin akan menjauhinya..

Andai kau ingin berteman, janganlah kerana kebaikkannya,
Kerana mungkin dengan satu keburukkan, kau akan membencinya..

Andai kau inginkan sahabat yang satu, janganlah kerana ilmunya,
Kerana apabila dia buntu, kau mungkin akan memfitnahnya..

Andainya kau inginkan seorang teman, janganlah kerana sifat cerianya,
Kerana andai dia tdk pandai menceriakan, kau mungkin akan menyalahkannya..

Andai kau ingin bersahabat, terimalah dia seadanya,
Kerana dia seorang sahabat, yang hanya manusia biasa..

Jangan diharapkan sempurna, kerana kau juga tidak sempurna ,
Tiada siapa yang sempurna ,Tapi bersahabatlah kerana Allah...^_^


Sumber : facebook. Sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 06 Februari 2012 di muhasabah




Jika diriku mencintaimu kerana ketampananmu,
Jangan salahkan aku kalau aku beralih,
pada yang lebih tampan darimu.

Jika diriku mencintaimu kerana hartamu,
Jangan salahkan aku kalau aku meniggalkanmu,
bila hartamu mulai sirna pada pandanganku.

Jika aku mencintaimu kerana kedudukanmu,
Jangan salahkan aku kalau aku memilih,
yang lebih tinggi kedudukannya darimu.

Wahai akhi pujaan qalbu,
Kiranya diriku mencintaimu kerana Agamamu,
Janganlah risau serta ragu,
InsyaAllah aku tetap akan menantimu,
Kiranya ini yang terbaik pada pandangan Rabbku.

Memang ada yang lebih tampan darimu,
Memang ada yang lebih berharta darimu,
Memang ada yang lebih berkedudukan darimu,
Namun yakinlah semuanya pasti sirna ditelan waktu.

Bagiku engkau adalah ANUGRAH dari Penciptaku,
Kerana Dialah yang mencondongkan hati ini untuk menerimamu,
Dialah yang Maha Tahu serta menentukan segala sesuatu,
Setelah istikharah namun tetap engkau yang dipertemukan denganku.

Sabarlah menantikan waktu itu,
Kerana aku pun menanti sepertimu,
Walaupun banyak ujian menguji hatimu,
Namun yakinlah itu adalah untuk memantapkan hatimu,
Semua yang TERBAIK akan datang TEPAT WAKTU,
Sesuai KETENTUAN yang Maha Tahu,
InsyaAllah pasti akan dimudahkanNYA.

Ya Rabb...Pemilik CINTA sejati,
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia,
Tabahkan hatinya, Teguhkan imannya,
Tegarkan dan temanilah dia dalam penantiannya,

Jika hatiku Kau ciptakn untuk dia,
Penuhi hatinya dengan kasih-MU
Terangi langkahnya dengan cahaya-MU,
Kutitipkn cintaku pada-MU untuknya,
Resapkan rinduku pada rindunya,
Mekarkan cintaku bersama cintanya,
Satukanlah hidupku & hidupnya Dalam Cinta-Mu..♥
Aamiin ya Rabb..


Sumber : facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 05 Februari 2012 di kebersihan jiwa




Jangan menunggu bahagia baru tersenyum tapi tersenyumlah,maka kian bahagia..

Jangan menunggu kaya baru bersedekah tapi bersedekahlah,maka semakin kaya...

Jangan menunggu cinta baru berta’aruf tapi berta’aruflah,insya Allah cinta hadir dalam ridho-Nya...

Jangan menunggu pasangan yang sempurna baru menikah tapi menikahlah,maka insya Allah kesempurnaan akan hadir dalam hidupmu...

Jangan menunggu terinspirasi baru menulis tapi menulislah,maka inspirasi akan hadir dalam jiwamu..

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak tapi bergeraklah,maka motivasimu akan meningkat..

Jangan menunggu proyek baru mau bekerja tapi berkerjalah maka proyek kan berdatangan kepadamu..

Jangan menunggu dicintai baru mencintai tapi belajar mencintai,maka engkau kan dicintai..

Jangan menuggu kuantitas,baru membangun kualitas Tapi binalah kualitas,maka kuantitas akan bersama orang2 yang berkualitas..

Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang tapi hiduplah dengan tenang,insya Allah bukan sekedar uang yang datang...

Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti Tapi bergeraklah,maka engkau akan menjadi contoh yang diikuti...

Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah,maka bertambah kesuksesanmu...

Jangan menunggu menang, baru bertaqwa total tapi bertaqwalah dengan total,maka kemenangan pasti kan datang..

Para Pecundang selalu menunggu bukti dan para pemenang selalu menghadirkan bukti Seribu kata mutiara akan dikalahkan oleh satu aksi nyata.


sumber : facebook. sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 01 Februari 2012 di muhasabah




ika anda tidak mampu membuat orang tersenyum, jangan membuat orang menangis.

Jika anda tidak mampu memberi manfaat kepada orang lain, jangan menghancurkan orang lain.

Jika anda tidak mampu memberi apa apa, jangan terlalu banyak meminta.

Jika anda tidak mampu menjerit kerana rasa tertekan, lebih baik diam dari berkata kata.

Jika anda tidak mampu tersenyum kepada orang lain, tersenyumlah pada diri sendiri di hadapan cermin.

" Jadilah orang yang MEMBERI tanpa mengingatnya kembali dan orang yang MENERIMA tetapi tidak melupakannya sama sekali."

KADANG KADANG dalam hidup ini :

Orang yang EGO mahu anda melihat betapa hebatnya mereka tetapi orang yang PENGASIH mahu melihat betapa perlunya rendah hati untuk anda.

Orang yang PEMARAH mahu anda melihat betapa benarnya mereka tetapi orang yang PENYABAR ingin melihat betapa perlunya ketenangan untuk anda.

Orang yang SAKIT mahu anda melihat betapa deritanya mereka tetapi orang yang SIHAT mahu melihat betapa perlunya kesabaran untuk anda.

Orang yang KAYA mahu melihat betapa bahagianya mereka tetapi orang miskin mahu melihat betapa perlunya sifat pemurah untuk anda.

Orang yang BERSEDIH mahu anda melihat betapa kecewanya mereka tetapi orang yang sedang BERGEMBIRA mahu melihat betapa perlunya ketabahan untuk anda.

Orang yang normal mahu anda melihat betapa sempurnanya hidup mereka tetapi orang yang KURANG UPAYA mahu melihat betapa perlunya anda bersyukur kepada DIA.

BERSYUKUR kerana kita masih bernafas hingga hari ini, tidak kira dalam apa jua situasi kerana setiap yang DIA beri pasti punya erti walau sukar dimengerti kerana hidup ini bukan hanya untuk berpesta dalam kegembiraan tetapi berpencak silat dengan ujian dan dugaan kehidupan. Hanya keteguhan iman mampu menjadi perisai yang teguh untuk menepis setiap serangan serangan dugaan yang datang dari pelbagai penjuru.

Hidup mesti diteruskan !!!

Insya Allah aamiin ya Allah.


sumber :facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 01 Februari 2012 di muhasabah




Cinta tidak pergi begitu saja tanpa sebab, cinta pergi karena sesuatu yang terjadi, apakah karena perbuatan, perkataan atau tingkah laku.

Cinta pergi ketika dirimu hanya ingin cinta sekedar mengetahui bukan mempertimbangkan.

Cinta pergi disaat dirimu berbicara padanya dan mulai membandingkan cinta dengan cinta yang lainnya.

Cinta pergi ketika dirimu hanya melihat kekurangan dan menutup mata untuk kelebihannya.

Cinta pergi saat dirimu mulai mengukur seberapa besar ukuran cinta.

Cinta pergi disaat dirimu tidak memberikan kesempatan kepada cinta untuk menunjukkan cintanya.

Cinta pergi disaat dirimu mulai menutup diri dan menyangkalnya.

Cinta pergi disaat dirimu memegangnya dengan keras bukan menggenggamnya dengan erat seakan takut kehilangannya.

Cinta pergi disaat dirimu membiarkannya berjalan sendiri dan bukan berjalan disampingnya sebagai patner cinta-nya.

Cinta pergi ketika dirimu tidak menaruh harapan tapi memenuhinya dengan permintaan.

Cinta pergi disaat dirimu tidak mendengarkan cinta dan terus menerus berbicara.

Cinta pergi ketika dirimu terus menerus memberikan beban padanya dan bukan membantu meringankannya.

Cinta pergi ketika dirimu tidak menempatkan cinta pada posisinya, tidak menempakannya sesuai fungsinya, tidak melihat cinta sesuai pengertian yang sanggup dirimu mengerti.

Cinta pergi ketika dirimu mengungkit-ungkit kembali diri cinta dan bukan menerimanya.

Cinta pergi ketika dirimu tidak melihatnya lagi sebagai cinta, mulai merasa letih dan berhenti berjuang.

Ketika Cinta Kembali…

Cinta kembali ketika dirimu melihat cinta sebagai cinta, ketika dirimu melihat cinta seperti tiada hari esok.

Cinta kembali ketika dirimu memberikan lebih dari yang sanggup dirimu berikan.

Cinta kembali ketika dirimu mulai belajar menghargai cinta.

Cinta kembali ketika dirimu mulai belajar menyeimbangkan fungsi akal sehat dan perasaan untuk cinta.

Cinta kembali ketika dirimu memperlakukan cinta selayakya cinta itu sendiri.

Cinta kembali ketika dirimu berjuang seperti ketika ingin mendapatkan cinta untuk pertama kalinya.

Cinta kembali ketika dirimu tidak lagi menyakitinya tapi menyayanginya.

Cinta kembali ketika dirimu mulai menyadari harus ada pengertian dan kesabaran lebih di dalam cinta.

Cinta kembali ketika dirimu mulai belajar membuka dirimu, mengenali siapa dirimu, melihat kembali jauh ke dalam dirimu dan menyadari bahwa dirimu tidak jauh lebih baik dari cinta itu sendiri dan menyadari tidak ada yang sempurna.

Ketika cinta pergi sadarilah dirimu telah melepaskan separuh napas kehidupanmu, sadarilah dirimu telah membiarkan separuh jiwamu terbang dan pergi jauh, dan ketika cinta itu kembali sadarilah secepat dirimu melepaskannya, bila sekarang dirimu mampu untuk bernapas lega dan tersenyum bahagia.

Ketika cinta pergi dan kembali, bersyukurlah dengan sepenuh hati dan jiwamu seperti tiada hari esok untuk cinta, genggamlah cinta, jagalah cinta dan hargailah cinta.

Cinta tidak pencemburu, cinta tidak mendendam, cinta tidak egois, cinta tidak pemarah, cinta tidak pendengki, cinta tidak emosi, cinta mendengar apa yang tidak terkatakan, cinta mengerti apa yang tidak terjelaskan, cinta tidak cengeng, cinta tidak membandingkan, tapi cinta penuh kasih KARENA KETIKA CINTA PERGI UNTUK KEMBALI.


sumber:facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 30 Januari 2012 di muhasabah






Ketika kegalauan mulai menyelimuti hati & fikiran ini, maka hanya Engkau-lah yang tebesit dalam kerinduan yang terdalam. Hanya Engkaulah tempatku ingin membagi setiap rasa ini, hanya kepada_MU aku ingin menceritakan setiap resah & keluh yang aku rasakan.

Aku mencintai_MU dengan buncahan energi yang luar biasa & dengan buncahan setiap nafasku yang melebihi tiap udara yang aku hirup.
Aku tidak ingin mencintai_MU hanya sekedarnya saja, tapi ingin memberikan yang bisa aku berikan agar Engkau dapat mencintaiku atau sekedar mengetahui bahwa ada seorang hamba yang mengemis kasih & sayang_MU
Ketika dadaku mulai menyesak & hati tak dapat lagi menampung kerinduanku yang tiap hari kian meluas ini semua membuatku kembali berfikir apakah benar adanya bahwa aku mencintai_MU atau hanya sekedar mencintai_MU
Karena jawaban dari pertanyaanku itu adalah bersumber dari hati & tiap prilaku yang aku jalani selama ini. Jika tak ada perbaikan dari sifatku setiap hari, maka tidaklah benar pernyataan & perasaanku yang mengatakan cinta kepada_MU.

Aku mengetahui benar apa yang bisa membuat_MU mencintaiku, tapi selalu aku terkalahkan oleh amarah yang mendayung hati ini dengan cepat hingga aku terlupa bahwa sebenarnya aku telah salah memilih jalan.

Aku ingin mencintai_MU bukan hanya sekedarnya, aku ingin mencintai_MU dengan sebenarnya & ketakutan yang menghantuiku kalau aku akan lebih mencintai hamba_MU daripada Engkau membuatku memilih jalan untuk tidak mendekat kepada orang lain.
Hatiku berkata ini salah, tapi sungguh ketakutanku bahwa aku akan mencintai-Mu dengan sekedarnya, inilah yang membuatku memilih jalan ini.

Sungguh aku tak ingin lagi meminta Engkau memudahkan urusanku, tapi aku akan meminta berikan aku kekuatan untuk melewati kesulitan di tiap urusanku & meminta Engkau untuk selalu memberi petunjuk agar aku & hatiku ini bisa bersatu & sependapat dalam hal yang Engkau Ridhoi.

Debu dihati menebal, menyelimuti nurani, menyesakkan nafas, menutupi getaran rahasia. Debu itu, dosa yang ku biarkan mengendap, kekecewaan yang tak tersingkirkan, keinginan yang terlalu, bayang-bayang masa lalu, membuat tersentak sadar, bahwa hidup yang ku jalani begitu hampa tanpa makna.

Engkau bagiku adalah cahaya yang tak mampu ku tatap, misteri yang tak ku pahami & yang ku yakini. Engkau ada & menguasai hidup, desiran yang saat ini menyusup dalam rasa membuatku berharap akan menjadi nyata.

Bila malam ku tatap langit, ku rasa kehadiran_MU, ku sadari langkah-langkah ku belum mendekati_MU, apalagi memahami rahasia_MU. Namun, aku masih memiliki sisa hidup yang bisa ku gunakan untuk bisa mendekap_MU & memahami rahasia_MU.


Sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 28 Januari 2012 di muhasabah






Bismillahhirrohmanirrohim...

Saudariku, Sebelum engkau halal bagi org yg di Rahmati Allah.... insya Allah....


Meski cantik itu hanya sebutan,namun ada tips mudah jika kita ingin nampak lebih cantik dan menarik,maka lakukanlah beberapa tips berikut ini :

1. Jadikanlah ” Ghodhul Bashor” ( menundukan Pandangan ) sebagai hiasan di kedua belah matamu, niscaya kamu akan menjadi lebih manis.

2. Oleskan “lipstik kejujuran” pada bibirmu,niscaya kamu akan semakin menarik.

3. Gunakanlah pemerah pipimu dengan “Kosmetik Al-Haya” ( malu ) yang hanya dijual di”salon Iman”, niscaya kamu akan nampak semakin cantik.

4. Pakailah selalu ” Sabun Istighfar ” setiap hari,untuk menghilangkan dosa dan kesalahan yang kamu lakukan,niscaya anda akan semakin bersih dan suci.

5. Rawatlah rambutmu dengan”shampo jilbab islami” niscaya kamu akan terhindar dari ketombe pandangan laki-laki asing yang dapat membahayakan keselamatan dirimu.

6. Hiasilah kedua tangan anda dengan ” Gelang Tawadhu’” ( Rendah Hati ) dan jari-jarimu yang lentik dengan cincin Ukhuwah niscaya kamu akan semakin anggun.

7. Pakailah “Giwang Mustami” (Pendengar ) ” yang taat hanya kepada Allah swt pada kedua belah pihak telingamu,niscaya kamu akan selamat Dunia & Akhirat.

8. Sebaik-baik kalung Mutiara yang kamu pakai adalah ” Kalung Kesucian”,niscaya kamu akan semakin mempesona.

9. Pakailah selalu ” Pakaian Kebesaran At Taqwa” dengan menutup seluruh tubuhmu kecuali muka & telapak tangan,niscaya kamu akan nampak lebih anggun berwibawa.

10. Gunakanlah ” Kaos Kaki Dakwah ” dan “Sepatu Jihad “,niscaya kamu termasuk orang-orang yang beruntung serta dapat menggetarkan musuh-musuh Allah swt, Rasul saw & Orang-orang yang beriman.

Subhanaalloh,aku pungut serpihan ilmu, mungkin masih banyak yang tercecer...semoga bermanfaat untuk akhwat semua...Aamiin ya Rabbal`alamin


sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 28 Januari 2012 di muhasabah






Mungkin kita pernah merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, dan kenyataan yang tidak sesuai harapan. Ketika nyala mulai meredup. Asa yang menguatkan itu masih ada meski hanya setitik. Jangan menyerah karena ini semua terjadi karena cintaNya..Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam qolbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis-majelis ilmu, majelis-majelis dzikir yang mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Pesan seorang sahabatku "Asa yang terkoyak, hati yang berduka, airmata yang menetes, bibir yang keluh tuk berucap, biarlah menjadi saksi semua mujahadahmu". Subhanallah.....

Apa yang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rezeki, jodoh, jabatan, kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi APA YANG MEMANG BUKAN MILIK KITA, IA TIDAK AKAN BISA KITA MILIKI, meski ia nyaris menghampiri kita , meski kita mati-matian mengusahakannya bahkan biar juga sudah dalam genggaman kita ..

Wahai jiwa yang sedang gundah, bacalah ini dari Allah : “ Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui “( Qs Al Baqarah : 216 )


sumber : facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 28 Januari 2012 di muhasabah






Ketika dirimu gelisah, Sentuhlah hatimu dengan lantunan ayat-ayat cinta dalam kitab-Nya...Ketika kau lemah & tak Berdaya..Rangkum kembali makna-makna kebersamaan,bersama saudara-saudaramu agar saling menguatkan...Ketika kau lelah dan mulai putus asa…Maka Allah akan tersenyum padamu…YAKINLAH tiada usaha halal yang sia-sia.Ketika peluh & kerja tak dihargai…Maka saat itu kita sedang belajar tentang KETULUSAN.

Ketika usaha keras kita dinilai sia-sia oleh orang lain…Maka saat itu kita sedang memaknai KEIKHLASAN...Ketika hati terluka dalam karena tuduhan atas hal yang tak pernah kita lakukan…Maka saat itu kita sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika lelah mendera & kecewa menerpa…Maka saat itu kita sedang belajar memaknai tentang arti KESUNGGUHAN.Ketika sepi menyergap & sendiri membulat dalam keramaian…Maka saat itu kita sedang memberi makna tentang KETANGGUHAN.

Ketika kita harus membayar biaya yang sebenarnya tak perlu kita tanggung,Maka saat itu kita sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Bersama kesulitan ada kemudahan.jangan pernah merugikan & menyakiti orang lain...Allah maha meliihat & mendengar rintihan hatimu: BERDOALAH...Tetap semangat,sabar,tersenyum…Dan Terus belajar..!! Karena kamu sedang menimba ilmu di Universitas KEHIDUPAN..


sumber : facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 26 Januari 2012 di muhasabah




Prof. Dr. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah pada sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita.

Sang dokter berkata:

Pada suatu hari -hari Selasa- aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.

Pada hari Kamis pukul 11:15 -aku tidak melupakan waktu ini karena pentingnya kejadian tersebut- tiba-tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun pergi dengan cepat kepada anak tersebut, kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah Subhanaahu wa Ta`ala menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta`ala .

Kemudian aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulit mengabarkan keadaan kepada keluarganya jika ternyata keadaannya buruk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: “Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati.”

Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut?Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: “Engkaulah penyebabnya!”Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata:“Alhamdulillah.” Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.

Sepuluh hari berlalu, mulailah sang anak bergerak-gerak. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta`ala serta menyampaikan kabar gembira sebuah kebaikan yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.

Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kami pun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya:“Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi.” Maka dia berkata:“Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi.”

Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah Subhanaahu wa Ta`ala spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.

Berlalulah sekarang 3,5 bulan, dan anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku belum pernah melihat semisalnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata:“Alhamdilillah.” Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah Subhanaahu wa Ta`ala , dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.

Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2oC. maka kukatakan kepada sang ibu:“Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh.” Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan:“Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia.”

Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba-tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menagis histeris seraya berkata:“Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6o, dia akan mati, dia akan mati.” Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran:“Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41o lebih sementara dia bersabar dan memuji Allah.” Maka berkatalah ibu pasien no. 6 tentang ibu tersebut:“Wanita itu tidak waras dan tidak sadar.”

Maka aku mengingat sebuah hadits Rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam yang indah lagi agung:“Beruntunglah orang-orang yang asing.” Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.

Selang beberapa waktu setelah itu ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu:“Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat.” Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah:“Alhamdulillah.” Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.

Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki pada bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Dimana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda..

Saat kondisi anak tersebut sampai pada tingkatan ini aku berkata kepada sang ibu:“Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat.” Diapun berkata:“Alhamdulillah.” Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya.

Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.

Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu?

Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompleks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya kuasa apa-apa kecuali hanya berdo’a, dan merendahkan diri kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala ?

Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?
Anak tersebut telah sembuh sempurna dengan rahmat Allah Subhanaahu wa Ta`ala sebagai balasan bagi sang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyalip ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.

Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian:
Satu setengah tahun setelah anak tersebut keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki berserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya:“Siapakah mereka?” Dia menjawab,“Tidak mengenal mereka.”

Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.

Aku menyambut mereka, dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata:“Ini adalah anak yang kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri.”

Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya:“Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah Subhanaahu wa Ta`ala.”

Tahukah anda apa yang dia katakan?

Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia.

Sang suami berkata:“Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak masa itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar’i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo’akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang.”

Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata:

“Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu.” Maka kukatakan kepadanya: “Wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu.” Kisah selesai.

Kukatakan:

Saudara-saudariku, kadang anda terheran-heran dengan kisah tersebut, yaitu terheran-heran terhadap kesabaran wanita tersebut, akan tetapi ketahuilah bahwa beriman kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah sebuah taufik dan rahmat dari Allah Subhanaahu wa Ta`ala .

Allah Subhanaahu wa Ta`ala berfirman:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ` bersabda:

“Tidaklah menimpa seorang muslim dari keletihan, sakit, kecemasan, kesedihan tidak juga gangguan dan kesusahan, hingga duri yang menusuknya, kecuali dengannya Allah Subhanaahu wa Ta`ala akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR. al-Bukhari (5/2137))

Maka, wahai saudara-saudariku, mintalah pertolongan kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala , minta dan berdo’alah hanya kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala terhadap berbagai kebutuhan anda sekalian.

Bersandarlah kepada-Nya dalam keadaan senang dan susah. Sesungguhnya Dia Subhanaahu wa Ta`ala adalah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Mudah-mudahan Allah Subhanaahu wa Ta`ala membalas anda sekalian dengan kebaikan, serta janganlah melupakan kami dari do’a-do’a kalian.

“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (QS. Al-A’raf: 126) .

(Sumber: Majalah Qiblati )

Dikutip dari http://www.akhwatmuslimah.com/2012/01/603/kisah-sabar-yang-paling-mengagumkan/








Dikirim pada 23 Januari 2012 di kebersihan jiwa




Sahabat, ada yang pernah mendengar kata “galau”? Seringkali kita mendengar kata galau di lingkungan kita, coba sahabat ingat-ingat. Atau sahabat sekarang bisa buka Facebook, kemungkinan kata galau akan muncul menghiasi beranda Facebook kita. Siapa yang mempopulerkan kata ini, saya kurang tahu. Tetapi hampir semua kalangan rasa-rasanya pernah menggunakan kata ini, paling tidak akhir-akhir ini.

Selanjutnya saya ingin bertanya kepada sahabat, adakah di antara sahabat yang sering merasa galau? Sepertinya tak usah bertanya pun saya tahu bahwa sahabat semua pernah merasakannya, bahkan sampai mengungkapkan kegalauannya di status Facebook, entah langsung memamerkan kata galau atau dengan kalimat yang menyatakan kegalauan sahabat.

Memang sebenarnya arti kata galau itu apa ya? Saya mengajak sahabat memahami kata ini dengan melihat kisah orang-orang yang katanya galau yang pernah saya temukan.

Ada seorang mahasiswa terlihat sedang duduk di lobi kampus, tak jelas sedang apa, kerjanya garuk-garuk kepala, kelihatannya ia sedang menunggu jam kuliah kedua. Kadang ia duduk lalu berdiri kemudian duduk lagi. Atau ia mondar-mandir ke ruang kuliah dan balik lagi ke lobi. Sesaat saya mendengar salah seorang temannya bertanya, “Kenapa sih loe?” si mahasiswa pun menjawab, “Galau gw.”

Di lain waktu saya mengamati dari kejauhan seorang wanita melamun saja di taman, dari pagi sampai dzuhur saya lihat dia masih diam sendirian, ketika ia pergi, saya pun menyambangi tempat duduknya dan melihat secarik kertas yang sudah penuh coretan wanita tadi, terseliplah di situ kata galau.

Setelah mahasiswa dan seorang wanita, ternyata saya kembali melihat hal yang menarik dan membuat saya semakin penasaran dengan kata galau. Saat mengadakan rapat organisasi, masing-masing peserta rapat harus memberikan usul dan pendapat, namun ketika salah seorang teman saya diberi kesempatan akan hal itu, ia menolak bicara dan diam seribu bahasa, hanya satu kalimat yang ia katakan, “Maaf saya lagi galau,” Seketika itu juga seluruh peserta rapat ingin mengetahui apa gerangan yang menyebabkan hal itu terjadi. Akhirnya ia pun menjelaskan masalah yang sedang ia hadapi. Ia bingung harus bagaimana menceritakan kepada orang tuanya tentang nilai ujian semesternya yang terbilang rendah.

Sahabat, dari tiga peristiwa tadi kita dapat menyimpulkan makna galau yang beken di masyarakat. Galau bermakna perasaan yang tidak jelas, kebingungan, putus asa, atau tidak mood. Tetapi apa benar itu maknanya? Ketika saya googling, ternyata makna galau lebih mengarah kepada suatu perasaan yang tidak jelas dikarenakan oleh orang lain.

Namun ternyata di masyarakat kata galau sering digunakan pada perasaan-perasaan negatif, seperti tidak mood, putus asa, bingung, bimbang, dan banyak lagi.

Terlepas dari semua pemaknaan tentang kata galau dan terlepas dari bagaimana sahabat semua mendefinisikan kata galau, intinya galau menyatakan perasaan negatif terjadi pada diri sahabat. Iya negatif thinking sedang menyelimuti seluruh tubuh sahabat.

Sahabat, mari mengubah pandangan hidup kita terhadap suatu kejadian yang menimpa kita, terlebih kejadian yang tidak mengenakkan. Saya yakin sahabat pernah mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan dalam hidup ini bahkan efek dari kejadian tersebut membuat sahabat putus asa, lebih jauh lagi banyak sahabat kita yang meninggalkan Sang Pencipta karena berpikir bahwa ia tidak mendapatkan keadilan hidup di bumi ini.

Benarkah seperti itu? Jawabannya tidak. GALAU, God Always Listening Always Understanding.

Be positif thinking friends…. Allah mengetahui apa yang hambanya butuhkan, cobalah ingat apa yang pernah kita inginkan dulu. Cobalah ingat apa yang pernah kita minta dalam doa, tak pernahkah terkabul?

Ayo buang prasangka negatif dalam diri kita, bagaimanapun keadaan kita. Karena perasaan negatiflah yang membawa lesunya tubuh kita untuk bergerak, malasnya otak kita berpikir, sampai putus asa tak mencari ide, atau bisa-bisa bunuh diri. Lihatlah orang-orang yang menyatakan dirinya galau, mereka lesu, tak semangat, tak jelas apa yang dikerjakan. Sebegitu tak produktif dan hanya membuang waktu.

Sekarang cobalah memaknai galau dalam bingkai positif thinking, God Always Listening Always Understanding. Saya yakin sahabat akan bersemangat menjalani hidup ini, sahabat akan menjadi manusia luar biasa yang tak pernah putus asa walaupun dalam keadaan susah, walaupun dalam keadaan terjepit. Entah karena ekonomi sulit atau permasalahan lainnya. Dan yang terpenting sahabat akan menjadi lebih dekat dengan Allah karena sahabat berprasangka baik terhadap-Nya.

Seperti sebuah kisah seorang tukang ojek yang mampu menyekolahkan anaknya sampai menjadi Sarjana. Ia membeberkan rahasianya, kenapa ia bisa seperti itu. Jawabannya, “Biasa aja mas, saya hanya ngojek tiap hari dan berapa pun penghasilannya saya selalu bersyukur karena masih dapat uang. Malam hari saya berdoa agar besok diberi rezeki, seperti itu setiap hari. Dan ketika saya memang sedang butuh uang, pasti tarikan banyak mas, tapi ketika kebutuhan biasa saja, ya tarikan ga rame juga, emang Allah maha tau.”

Semua telah ada yang mengatur, tak perlu lagi kesedihan menghiasi kegagalan kita, tak perlu lagi kebimbangan mewarnai langkah kita. Yang perlu kita lakukan adalah berusaha dan berdoa, gantikan galau negatif dengan galau positif. Jikalau dalam film 3 Idiot kata-kata “All Is Well” menjadi penenang seseorang dalam posisi sulitnya maka perasaan Galau Positif akan jadi penenang kita. Keep Positif thinking cause God Always Listening Always Understanding.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/01/17454/galau-god-always-listening-always-understanding/#ixzz1joCIexbV

Dikirim pada 18 Januari 2012 di muhasabah





Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu `alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi`adadi Kulli Ma`lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.

"Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan." (QS. 16 : 1)..

Hari-Hari terakhir jadi terasa sedikit berat. Beberapa hal yang harus dikerjakan secara bersamaan datang tak terbendung. Masih sibuk di depan komputer, aku mencoba untuk menguatkan hati lewat nasyid-nasyid yang kuputar lewat media player di layar monitor yang masih setia menemaniku. Tapi kemudian aku tertegun sejenak, karena terdengar sebuah lagu yang begitu menggetarkan hatiku.

Di kedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci .Tak perlu engkau menyangsikan.Lewat keshalihanmu yang terukir menghiasi dirimu .Tak perlu dengan kata-kata.Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku,Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan,Kalau memang kau pilihkan aku.Tunggu sampai aku datang nanti.Kubawa kau pergi kesyurga abadi,Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu.Nantikanku di batas waktu.

Teringat bahwa aku begitu lemah dan tak tahu arah. Lamunanku kembali terbangun dalam kenangan-kenangan dengan orang yang beberapa bulan terakhir ini menghiasi fikirku. Seseorang yang terlihat begitu sempurna di hatiku, meski tak pernah sekalipun aku melihat dirinya dalam dunia nyata.

Datangnya begitu tiba-tiba dan tak pernah kuduga. Dia datang dalam hari-hariku sebagai teman dunia maya. Hingga akhirnya kini dia menghilang, pergi seiring dengan berjalannya waktu.

Sebuah perkenalan yang diawali dengan niatan yang baik. Aku ingin menjadi sahabatnya, karena bagiku sebuah ikatan persaudaraan teramatlah penting. Tapi hatiku terlalu rapuh dan lemah, tak kuasa aku menjaga segumpal darah di dalam tubuh yang hina ini. Aku mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda, rasa yang mungkin juga pernah hadir dalam hatiku.

Malam-malamku kubangun dalam sujud yang kupenuhi dengan tangis. Ketakutanku akan hadirnya rasa itu begitu dalam. Aku mencoba menyerahkan segalanya padaNya yang menguasai setiap hati manusia. Aku meminta padaNya yang telah begitu menyayangiku yang begitu hina ini, kuminta agar hati ini dikuatkan dan agar hati ini tak lagi terjebak pada rasa yang semu. Karena aku takut rasa itu akan menjauhkanku dariNya.

Aku mencoba tabah, berbagai hal kulakukan demi menenangkan hati ini. Kubuka musyafku, kubaca surah Ar-Rahman yang begitu indah dan menjadi pengobat lukaku selama ini. Tapi kemudian aku kembali teringat kepadanya yang tak pernah kutahu siapa. Tak kuasa menahan air mata, kembali aku berpasrah padaNya karena aku benar-benar takut.

Dia benar-benar sosok yang sempurna di hatiku. Masih terbayang jelas bahwa dia selalu hadir dalam setiap masalah yang kuhadapi. Dia begitu sempurna bukan karena fisik ataupun kekayaannya. Tapi dia begitu terlihat sempurna karena dia selalu mencoba mendekatkan hatinya pada Rabb-nya. Orang yang semakin jarang kutemui dalam kehidupan yang ada di sekitarku.

Tapi aku kembali pada diriku. Aku terlalu lemah untuknya, terlalu hina jika disandingkan dengannya, karena aku bukanlah bidadari syurga, yang selalu sempurna dalam setiap hal. Aku tak seindah mereka yang selalu dapat menjaga agama dalam setiap hela nafas. Dan aku takut jatuh cinta.

Kemudian dia mulai pergi seiring berjalannya waktu.Aku mencoba untuk tabah dan ikhlas dalam menjalani ini semua, karena kutahu, Allah tidak akan menguji diri ini melebihi batas kemampuanku. Dan kutahu, Dia akan memberi yang terbaik untukku.

Aku kembali tersadar dari lamunan.Segera aku beristighfar,kemudian kulirik penunjuk waktu yang terdapat di pojokan monitor. Pukul dua dini hari, saatnya aku untuk mengistirahatkan diri. Tapi rasa hati ini menginginkan untuk berjumpa denganNya karena aku begitu merindukannNya. Dan, malam ini pun aku kembali larut dalam tangis ketakutanku, karena aku takut jatuh cinta.


sumber:facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 17 Januari 2012 di Cerpen Islami




BISMILLAAH....

Ketika merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia sia…
... Allah Subhanahu Wa Ta`ala tahu betapa keras engkau telah berusaha...

Ketika menangis sekian lama dan hatimu telah merasa pedih...
Allah Subhanahu Wa Ta`ala telah menghitung air matamu.

Ketika brpikir hidupmu menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...
Allah Subhanahu Wa Ta`ala sedang menunggu bersamamu.

Ketika merasa sendirian dan teman temanmu terlalu sibuk untuk menelpon....
Allah Subhanahu Wa Ta`ala selalu berada disampingmu.

Ketika berpikir telah mencoba segalanya dan tidak tahu lagi hendak berbuat apa lagi....
Allah Subhanahu Wa Ta`ala sudah tahu jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal merasa tertekan...
Allah Subhanahu Wa Ta`ala dapat menenangkanmu.

Jika tiba tiba kau dapat melihat jejak jejak harapan...
Allah Subhanahu Wa Ta`ala sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau ingin mengucap syukur...
Allah Subhanahu Wa Ta`ala telah memberkatimu.

Ketika sesuatu telah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Allah Subhanahu Wa Ta`ala telah tersenyum kepadamu.

Ketika kau mempunyai tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi....
Allah Subhanahu Wa Ta`ala telah membuka matamu dan memnaggilmu dengan namamu.

Ingat...!!!
Dimanapun dan kemanapun kau menghadap....
ALLAH MAHA TAHU...


sumber : facebook. sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 16 Januari 2012 di muhasabah




Bismillahirrahmaanirrahiim...Pernahkah terpikir mengapa kita mengambil wudhu sedemikian rupa ..? Pernahkah terpikir segala hikmah yang kita peroleh dalam menghayati Islam ..? Pernahkah terpikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam ...?

Berikut ini adalah hikmah yang dapat kita peroleh dari wudhu seperti yang diuraikan Imam Al-Ghazali dalam bukunya "Ihya Ulumuddin". Mudah-mudahan Allah swt selalu mencucurkan rahmat-Nya. Banyak di antara kita yang tidak sadar akan hakikat bahwa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmah tersendiri.

1. Ketika berkumur, berniatlah dengan, "Ya Allah ampunilah dosa mulut dan lidahku ini. Penjelasan: Sehari-hari kita bercakap-cakap mengenai benda-benda yang tak berfaidah

2. Ketika membasuh muka, berniatlah dengan, "Ya Allah,putihkanlah mukaku di akhirat kelak,Janganlah Kau hitamkan mukaku ini". Penjelasan: Muka para ahli surga putih berseri-seri.

3. Ketika membasuh tangan kanan,berniatlah dengan, "Ya Allah, berikanlah hisab-hisabku di tangan kananku ini" Penjelasan: Hisab-hisab ahli surga diberikan di tangan kanannya.

4. Ketika membasuh tangan kiri,berniatlah dengan, "Ya Allah, janganlah Kauberikan hisab-hisabku di tangan kiriku ini". Penjelasan: Hisab-hisab ahli neraka diberikan di tangan kirinya.

5. Ketika membasuh kepala,berniatlah dengan, "Ya Allah, lindungilah aku dari terik matahari di Padang Ma`syar dengan Arasy-Mu" Penjelasan: Panas di Padang Masyar seperti matahari sejengkal di atas kepala.

6. Ketika membasuh telinga,berniatlah dengan, "Ya Allah,ampunilah dosa telingaku ini" Penjelasan: Sehari-hari kita mendengar orang mengumpat, memfitnah, dan mendengar lagu-lagu berunsur maksiat.

7. Ketika membasuh kaki kanan,berniatlah dengan, "Ya Allah, permudahlah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim".

Penjelasan : Ahli surga melintasi titian dengan mudah sekali.

8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah dengan, "Ya Allah, bawalah aku pergi ke masjid-masjid, surau-surau, dan bukan tempat-tempat maksiat"

Penjelasan : Qadha` dan qadar kita berada di tangan Allah.

Pernahkah terpikir mengapa kita mengambil wudhu sedemikian rupa? Pernahkah terpikir segala hikmah yang kita peroleh dalam menghayati Islam? Pernahkah terpikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam?

Bersyukur dan bertaubatlah selalu.


Sumber: facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 16 Januari 2012 di hukum




Tidak MUDAH tersenyum ketika hati menangis dan teriris
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari itu bagian dari kasih Ilahi
Agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan orang yang menyakiti kita

Tidak MUDAH bangkit dalam keadaan terpuruk
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari...
Bahwa Allah sedang menyapa dengan cinta-Nya Agar kita tumbuh besar dan kuat

Tidak MUDAH memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan
Tapi akan terasa INDAH ketika kita bisa membahagiakan orang lain
Bukan membahagiakan diri sendiri

Tidak MUDAH memaafkan ketika kita dibenci dan di hina
Tapi akan terasa INDAH kalau itu bagian dari penyucian diri...
Dan ikhlash hanya mengharap ridlo Ilahi

Tidak MUDAH melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang didalamnya
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itu adalah awal dari kesuksesan kita

Tidak MUDAH melupakan masa lalu yang menyakitkan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itulah jalan yang harus ditempuh
Untuk mengawali kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya

Tidak MUDAH menghilangkan duka karena kehilangan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari...
Bahwa Tuhan telah meminjamkan kepada kita beberapa saat

Tidak MUDAH menghadapi penderitaan dan cobaan yang terus mendera
Tapi akan terasa INDAH ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur
Dan menyadari itu bagian dari cara Allah menyayangi hambanya...
Seperti Allah menyayangi para Nabi dan Rasul-Nya..


Sumber : facebook . sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 15 Januari 2012 di muhasabah




Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis di sebuah batu : HARI INI SUAMIKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”

Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya... Dan bila sesuatu yg baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat selamanya."

Sahabat,Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari pelajaran di atas, adalah :

"Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yg MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN ...."

Semoga kita semua mengerti betapa berharganya sebuah "KELUARGA


sumber: facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 08 Januari 2012 di kebersihan jiwa




Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong!
...
Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis.

Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan:

"Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong."

Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?"

Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek,

Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!"

Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi.

Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri.

Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti.

Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN.


sumber:facebook istri soleha

Dikirim pada 08 Januari 2012 di kebersihan jiwa




Saat aku merasa tak mampu lagi memberi perhatian kepadamu,Namun Aku yakiin Allah mampu Untuk selalu memberi Perhatian kepadamu.

Saat aku Merasa tak Mampu lagi Membuat mu Bertahan,aku Pun Masih yakin Allah tak akan pernah INgkar..bahwa hanya Ia sumber segala Kekuatan.

Saat Aku tak mampu Lagi Menjadi tempatmu berkeluh Kesah,,Aku Tetap Yakin,Tempat Mengadu Yang sebenarnya hanyalah IA...

Saat aku tak Mau Lagi Menerima telphonmu,, Aku yakin Allah akan selalu Menjawab kala engkau datang memenuhi Panggilan-Nya

Tak Usah kau ragukan Tentang Diri Ini,Karena Allah Always Be There.. Bersamamu,bersama ku ,Bersama KIta...
Tak Usah Pula Kau ragui,Bagaimana kepercayaan terbangun tanpa KOmunikasi ??` Itu katamu,, Tapi Tidak kataku..

Cukup Doa sebagai komunikasi Diantara Kita.Janganlah Melampaui Batas dari apa Yang Allah tetapkan..Selagi KIta tidak Diikat DEngan Ikatan Yang_Selama Itu Pula kita tak Berhak Untuk MeMubazirkan Perasaan Itu.

Aku tak mampu menjaga cinta INi.. karena Allah SEbaik-baik nya Penjaga..Ku SErahkan Pada-Nya dan Biarkan ia indah Pada Waktu yang Ditetukan-Nya


sumber:facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 06 Januari 2012 di muhasabah




Cinta itu indah..jika cinta itu kerana ALLAH..kerana cinta itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada sesiapa sahaja yang kamu cintai..

Rindu itu indah…jika rindu itu kerana ALLAH…kerana rindu itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada sesiapa sahaja yang kamu rindui…

Kegembiraan itu indah..jika gembira itu kerana ALLAH…kerana gembira itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu gembira…

Sedih itu indah..jika sedih itu kerana ALLAH..kerana sedih itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu sedih…

Bosan itu indah..jika bosan itu kerana ALLAH..kerana bosan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang kamu bosankan…

Kesibukan itu indah..jika sibuk itu kerana ALLAH..kerana kesibukan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang kamu sibukkan…

Sakit itu indah..jika sakit itu kerana ALLAH..kerana kesakitan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang menyakitkan kamu…

Benci itu indah..jika benci itu kerana ALLAH..kerana kebencian itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu benci…

Kesusahan dan derita itu indah..jika ia kerana ALLAH..kerana derita dan kesusahan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu susah dan derita..

Maka, niatlah segala perasaan kita hanya untuk ALLAH..HANYA UNTUK MENDAPATKAN KEREDHAAN ALLAH...

JUJURLAH kepada ALLAH..atas segala yang menimpa kamu...atas segala yang diperbuatkan oleh kamu dan KEMBALIKANLAH SEGALA PERASAAN itu kepada ALLAH kembali..kerana ALLAH jua lah yang memberi segala perasaan itu..

Jika ia MEMBERI KEBAIKAN dan menghapuskan dosa-dosa untuk kamu, menyempunakan diri kamu di kemudian hari, maka REDHALAH dengan perasaan itu..mohonlah, berdoalah agar ALLAH perbaiki diri kamu...dan BERUSAHA lah untuk MUHASABAH diri..cari di mana KELALAIAN kamu selama ini...dan BERUSAHALAH memperbaiki diri...

Jika perasaan itu MENAMBAHKAN DOSA-DOSA kamu, maka MOHONLAH DIHILANGKAN hanya kerana takut akan MURKA, AZAB ALLAH di `sana` nanti..

SERAHLAH DIRI kepada ALLAH..dalam APA sahaja yang berlaku kepada kamu..InsyaALLAH, ALLAH akan mengembalikan kembali perasaan-perasaan kamu itu mengikut apa yang TERBAIK untuk kamu…

Percayalah,ALLAH TIDAK PERNAH menyiksa kamu,kerana bukan itu tujuan kamu diciptakan..

ALLAH sentiasa merindui dan mencintai kamu,hamba-hambaNYA ,lebih dari segala manusia yang ada di muka bumi ini...

ALLAH memberi perasaan-perasaan itu untuk memberi `isyarat` CINTA dan KASIH SAYANG NYA untuk kamu KEMBALI kepada NYA...kembali tenang HANYA jika BERSAMANYA...

JIka masih belum ketemui `keindahan` itu, sekurang-kurangnya kamu mendapat REDHA ALLAH..kerana kamu MENGINGATI DIA dan BERNIAT HANYA KERANA DIA di setiap apa sahaja yang menimpa kamu...

Apakah yang lebih bernilai dari REDHA ALLAH? dari RAHMAT ALLAH? dari KETENANGAN daripada ALLAH? dari perasaan KEINDAHAN hanya dengan `BERSAMA` ALLAH?

Insya ALLAH, kamu, kita semua akan ketemu ‘keindahan’ itu…jika kerana ALLAH...percayalah…

Aamiin Ya Rabbal Alamin..

sumber:facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 06 Januari 2012 di kebersihan jiwa




Akhlak mulia senantiasa terpelihara..
Nafsu didik pandai dilentur,
Imannya mantap ihsannya terpuji,
Takutkan Allah taat suami,
Anak-anak diberi pakaian Islami.
Sejuk mata memandang,sucinya hati tersinar diwajah,
Onak dan duri ditempuh sabar,ia dianggap sebagai rahmat,
Lancar bibirnya menyebut Allah,licin dilidahnya dengan kitabullah.
Larangan Allah senantiasa dijauhi,..
Hanya mengharapkan maghfirah Esa..
Akalnya pintar dijaga Al-Qur’an,
Hasilnya,dialah Wanita Solehah..

" Ya, Allah Ya Tuhanku.........

Bimbinglah kami smua agar dapat menjadi Perhiasan Terindah itu,

Sebaik-baik Perhiasan yang diliputi Iman dan Takwa..

Wanita Solehah ,Bidadari Surga..

Dan jagalah Kami dari sgala tipu daya

Yang membinasakan kami ke neraka-Mu

Hingga mengundang Murka-Mu

Tuntunlah kami,,

Agar slalu berada dijalan-Mu...Aamiin


sumber : facebook sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 06 Januari 2012 di kebersihan jiwa
04 Jan




Pagi hari masih bisa beli nasi uduk, lengkap dengan bihun, tempe goreng atau semur jengkol sebenarnya sudah bagus. Tetapi kerap mulut berbicara lain, “Nasi uduk melulu, nggak ada makanan lain?” Akhirnya sampai sore sepiring nasi uduk itu tak disentuh sama sekali.

Sudah sepuluh tahun bekerja dan punya penghasilan tetap saja mengeluh, “Kerja begini-begini saja, nggak ada perubahan, gaji sebulan habis seminggu…” Belum lagi ‘nyanyian’ isteri di rumah, “cari kerja tambahan dong pak, biar hidup kita nggak susah terus”

Dikaruniai isteri yang shaleh dan baik masih menggerutu, “baik sih, rajin sholat, tapi kurang cantik…” Tidak beda dengan seorang perempuan yang menikah dengan pria bertampang pas-pasan, “Sudah miskin nggak ganteng pula. Masih untung saya mau nikah sama dia…”

Punya kesempatan memiliki rumah meski hanya type kecil dan rumah sangat sederhana tentu lebih baik dari sekian orang yang baru bisa mimpi punya rumah sendiri. Disaat yang lain masih ngontrak dan nomaden, mulut ini berceloteh, “Ya rumah sempit, gerah, sesak. Sebenarnya sih nggak betah, tapi mau dimana lagi?”

Sudah bagus suaminya tidak naik angkot atau bis kota berkali-kali karena memiliki sepeda motor walau keluaran tahun lama. Eh, bisa-bisanya sang isteri berkomentar, “Jual saja pak, saya malu kalau diboncengin pakai motor butut itu”.

Ada lagi yang dikaruniai anak, sudah bagus anaknya terlahir normal, tidak cacat fisik maupun mental. Gara-gara anaknya kurang cantik atau tidak tampan, ia mencari kambing hitam, “Bapak salah milih ibu nih, jadinya wajah kamu nggak karuan begini”. Padahal di waktu yang berbeda, ibunya pun berkata yang hampir mirip, “Maaf ya nak, waktu itu ibu terpaksa menikahi bapakmu. Habis, kasihan dia nggak ada yang naksir”.

Kita, termasuk saya, tanpa disadari sudah menjadi orang-orang miskin. Bukan karena kita tidak memiliki apa-apa, justru sebaliknya kita tengah berlimpah harta dan memiliki sesuatu yang orang lain belum berkesempatan memilikinya. Kita benar-benar miskin meski dalam keadaan kaya raya, karena kita tak pernah bersyukur dengan apa yang dianugerahkan Allah saat ini. Ya, kita ini miskin rasa syukur.

Punya sedikit ingin banyak, boleh. Dapat satu, ingin dua, tidak dilarang. Merasa kurang dan mau lebih, silahkan. Tidak masalah kok kalau merasa kurang, sebab memang demikian sifat manusia, tidak pernah merasa puas. Pertanyaannya, yang sedikit, yang satu, yang kurang itu sudah disyukuri kah?

Pada rasa syukur itulah letak kekayaan sebenarnya. Berangkat dari rasa syukur pula kita merasa kaya, sehingga melahirkan keinginan membagi apa yang dipunya kepada orang lain. Kita miskin karena tidak pernah mensyukuri apa yang ada. Meski dunia berada di genggaman namun kalau tak sedikit pun rasa syukur terukir di hati dan terucap di lisan, selamanya kita miskin.

Coba hitung, duduk di teras rumah sambil sarapan pagi, ditambah secangkir kopi panas yang disediakan isteri shalihah. Sesaat sebelum berangkat ke kantor menggunakan sepeda motor, lambaian tangan si kecil seraya mendoakan, “hati-hati Ayah…”. Subhanallah, ternyata Anda kaya raya!

oleh : Bayu Gawtama

Sumber:http://warnaislam.com

Dikirim pada 04 Januari 2012 di Cerpen Islami
04 Jan




Ya Allah…
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna dari sisiMu, tidak ya Rabb…
kerana Engkau pun pasti Maha Mengetahui sesungguhnya keadaanku,
Engkau tahu dulu aku ini hanyalah musuhMu yang pernah singgah di jurang nerakaMu,
dan akupun tahu, tiada seorangpun yang sempurna di dunia ini dari kesalahan atau kekurangan,

Maka, aku meminta padaMu seorang yang tak sempurna ya Rabb, Sehingga dia merasa sempurna ketika diriku hadir dalam kehidupannya keranaMu…

Seseorang yang kan kusayangi kerana kelembutan hatinya
Seseorang yang kan kucintai kerana keindahan akhlaknya
Seseorang yang kan kukasihi kerana kehalusan budinya
Seseorang yang kan kukagumi keranakesantunan sikapnya
Seseorang yang kan kupuja kerana kerendahan hati dan kesederhanaannya
Seseorang yang mahu menerimaku seikhlas hatinya…

Yang tak akan pernah ku menduakan cintanya hingga akhir hayatku tiba…

Seseorang yang kan ku hibur hatinya bila dia sedang bersedih
Seseorang yang kan ku sapu air matanya ketika dia menangis
Seseorang yang kan ku jadikan bahuku tempatnya bersandar saat dia penat
Seseorang yang kan ku dengar segala kuluh – kesahnya
Seseorang yang kan ku pertaruhkan nyawaku demi menjaga kehormatannya
Seseorang yang ketulusan dan kesetiaan hati ini hanyalah untuknya…

Yang kan slalu kujanji membersamanya hingga malaikat maut menjemputku tiba…

Ya Allah…
wahai Tuhan yang memegang rahsia segala sesuatu,
jadikanlah aku redha terhadap apa-apapun yang Engkau tetapkan

Dan jadikan barakah dalam apa-apa yang Engkau takdirkan,
Wahai Tuhan yang memegang hikmah segala sesuatu,
Andai Engkau berkehendak lain,
Sesungguhnya sebenar-benarnya kehidupan adalah kehidupan akhirat,
Maka jadikanlah kehendakMu, bukan kehendakku…

Sesungguhnya aku tidak mengetahui, sedangkan Engkau Maha Mengetahui,

Takdirkanlah kebaikan bagiku, dan jadikanlah hatiku meredhainya…

Hadis riwayat Abdullah bin Mas`ud ra:

Dari Alqamah ia berkata: Aku sedang berjalan bersama Abdullah di Mina lalu ia bertemu dengan Usman yang segera bangkit dan mengajaknya bicara.

Usman berkata kepada Abdullah:

Wahai Abu Abdurrahman, inginkah kamu kami kahwinkan dengan seorang perempuan yang masih belia? Mungkin ia dapat mengingatkan kembali masa lalumu yang indah.

Abdullah menjawab:

Kalau kamu telah mengatakan seperti itu, maka Rasulullah saw. pun bersabda: Wahai kaum pemuda! Barang siapa di antara kamu sekalian yang sudah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia menikah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan melindungi kemaluan (alat kelamin). Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penawar bagi nafsu. (Shahih Muslim No.2485)


sumber:sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 04 Januari 2012 di do’a dan zikir
03 Jan




Bismillahirrahmaanirrahiim ....

Ketika cinta datang dalam hatimu engkau dapat tersenyum meski hatimu terluka,Bahkan engkau menangis meski hatimu bahagia, Engkau menjadi terlena dalam merdunya nyanyian cinta, Karena engkau yakin cinta ada dalam hatimu.

Ketika pena cinta melukis dalam hatimu,Ia mampu memainkan warna diatas kanvas bahagia dan sedih, Melukisnya dengan sakit hati, cemburu,iri dan rindu,Namun hat...imu tetap mengharapkannya,Itulah warna-warni indahnya lukisan cinta.

Ketika cinta telah datang dalam hatimu, Ia mampu memerahkan hati dan membutakan matamu, Menutup mata hatimu, membawamu melayang sesaat di dunia, Dan engkau tidak beranjak dipeluk merdunya angin bahagia semu, Melukis di kanvas kemewahan duniawi, mengejar kesuksesan hampa, Menguasai sisi gelap mata hatimu dengan kemegahannya, Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsu materi.

Dari mana sesungguhnya datangnya cinta ?

Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia, Ditulis-Nya ketika mencipta makhluk-makhluk-NYA di atas Arsy, Membawa ketulusan hati mengalahkan amarah, Meredam benci, mengubur iri dan dengki, Menuju kepatuhan dan pengabdian kepada Allah dan RasulNYA.

Saat pena cinta Illahi telah melukis hatimu, Satu jam mengagungkan asma-Nya, serasa satu menit saja, Setiap hentakan nafasmu adalah memuliakan nama-Nya, Cahaya cintaNya menjadi lentera bagi mata hatimu, Membawa ketundukan dan pengabdian tulus kepadaNYA, Menelusuri dan meneladani jalan para Rasul-NYA.

Namun saat api cinta Illahi dipadamkan oleh dorongan ego dan nafsumu, Alirannya memekatkan darahmu, membutakan mata hatimu dari kebenaran, Membawamu pada jalan kesesatan dan kerendahan.

Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah,Melalui alam semesta dengan kepatuhannya,Melalui thawafnya gugusan bintang, bulan dan matahari pada orbitnya, Yang tak pernah sedetikpun mau bergeser dari poros ketundukannya, Membawa keharmonisan yang berujung pada keabadian.

Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah, Karena disaat engkau merasakan agungnya cinta Illahi dalam dirimu, Engkau dapat mengubur perasaan iri,dengki dan amarah dalam dirimu, Menggantinya dengan perasaan empati bagi sesamamu,Mengalirkannya melalui kebaikan demi kebaikan bagi sesamamu.

Cintamu dapat merangkulmu dalam ketulusan ibadah kepadaNYA, Menjadi media amaliyah dalam ketundukan tulus pengabdian kepadaNYA,Menjadi penuntun kepatuhan pada ajaran para Rasul-Nya,Mewarnai kedamaian,kebahagiaan dan kekayaan jiwamu.

Belajarlah cinta yang telah diajarkan Allah, Karena Allah adalah kekasihmu yang abadi, DenganNya engkau akan merasakan kedamaian hati, Dengan cintaNYA engkau akan merasakan kebahagiaan sejati.

Belajarlah mencintai Allah setulusnya, maka Allahpun akan mencintaimu, Belajarlah hanya mengarahkan hatimu kepadaNya, maka Allahpun akan membimbingmu, Karena Allah adalah sumber cinta yang agung dan abadi, Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki


sumber:facebook. sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 03 Januari 2012 di muhasabah




Bismillaahirrahmaanirrahiim

Duhai Belahan jiwaku,
Cinta, adalah fitrah-Nya pada setiap hati, dan sebagai manusia biasa akupun tak luput dari yang namanya `rasa cinta` kepada insan yg brlainan jenis dgnku.

Namun rasa cinta itu kupendam dalam diam, dan dalam keheningan malam, kutautkan selalu dalam Istikharah cintaku pada-Nya.Karena kuingin menjaga kesucian makna rasa yg kini kerap hadir mengoda hati, menggugah sendiriku, mengantar seribu tanya yang tak pernah mampu kujawab,,,,,

Namun keyakinanku kepada-Nya yang telah menciptakan, memberikan dan menganugerahkan sebentuk rasa di hati ini, bahwa kelak akan ku dipertemukan-Nya denganmu `Belahan Jiwaku`, yang cara-Nya kadang tidak aku suka, tiada aku duga, dan tak pernah terlintas dalam benakku ataupn benakmu. Namun pasti,,,, DIA akan menuntunmu kepadaku.

Duhai Belahan Jiwaku,,,
Tak pernah kutahu siapa dirimu, juga di mana keberadaanmu. Namun ingin kujaga diri ini juga kesucian makna cinta yg menjadi fitrah dlm hati kita. Meski kusadari benar,,,, ia sangat sarat dengan goda, hingga mudah menjadi fitnah, bahkan bisa menyesatkan diri utk bermaksiat kepada-Nya.

Itulah yg selalu dan selalu kukatakan kepada hatiku, agar senantiasa hati2 dalam melangkah, dalam menjaga hati. Karena Ilahi Rabbi Maha Membolak-balikkan setiap hati.

Kuharap dirimupun senantiasa terjaga, dikuatkan Iman, di akarkan rasa taqwa dalam hati, hingga ta`atmu kepada-Nya mampu menjagamu dari fitnah rasa, dan goda dunia.

Hingga kelak,,,,

Jika namamu dan namaku yg di tulis-Nya di Lauhul Mahfudz, maka DIA akan mempertemukan fitrah rasa cinta kita dgn cara-Nya yg Indah.

Duhai Belahan jiwaku,,,,
Kukemas semua rasa ini dalam pundi hati, kusimpul dgn Indah dan kutautkan dalam setiap do`a sujud dan ingatku pd-Nya...Biarlah waktu-Nya yang akan membuka simpul itu dgn cara-Nya dan menjadikan nyata dalam kisah kita...Aamiin..


sumber:facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 03 Januari 2012 di kebersihan jiwa




Orang yang mencintai kamu tidak pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kamu, yang ia tahu dimatanya hanya ada kamu satu-satunya.

Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya,dimatanya kamu selalu yang tercantik/tertampan dan paling baik walaupun kamu merasakan diri mu biasa2 saja.

... Dan jika kamu menghindarinya atau memberi reaksi penolakan, ia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupanmu walaupun hal itu membunuh hatinya. Karena yang ia inginkan hanyalah kebahagiaanmu.

Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan ia akan ada disana menunggumu karena ia tak pernah mencari orang lain. Ya???? ia selalu menunggumu...dia selalu ada untukmu..


sumber : sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 02 Januari 2012 di kebersihan jiwa




Tahukah engkau,sebenarnya hatiku menolak ketika fitrah cinta datang menyapaku karena ku tahu bahwa dia bukanlah engkau,Maka dengan semampuku,ku berusaha menjaga hati ini,agar ia tetap tak tersentuh oleh selain hati yang bukan dirimu...

Karena bagiku,Untuk apa ku buka hati ini agar terisi dengan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi pasanganku?

Untuk apa ku membuang waktu memikirkan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi mahramku?

Untuk apa ku membiarkan pandanganku kepada seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi kekasih halalku?

Untuk apa ku membebaskan diriku untuk menyentuh seseorang,bila suatu saat nanti dia bukan dirimu yg kelak menjadi Imamku?

Aku yang mencintaimu ini,tak kan mampu memberikanmu hati yang bekas,sedangkan Allah telah menyiapkan untukku pasangan terbaik yaitu engkau...

Meskipun,aku belum pernah tahu siapa engkau karena hanya pernikahan yang akan menyibakkan tabir..siapakah engkau yang akan di karuniakan untukku..

Tetapi hatiku ini telah belajar mencintaimu sejak dulu lantaran ku tahu bahwa setiap manusia telah ditentukan pasangannya ketika masih di dalam rahim ibu.

Namun naluriku mengingatimu,Ketika fitrah cinta itu harus datang menggebu di masa penantianku...Oleh karenanya Bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik dalam pencarianmu,dan jagalah pandanganmu,bila engkau tidak mampu menahan rasa cemburu ketika pandanganku tidak terpelihara kepada yg bukan mahramku..


Namun sekarang engkau bukanlah siapapun bagiku,hingga waktu di mana Allah meredhai dan kita halal bertemu ,Untukmu Calon Imamku yang akan bertakhta dihatiku ,sampai saat ini aku tidak tahu siapa engkau,kecuali ijab qabul telah terucap untuk menghalalkan kita bersatu...


sumber : facebook sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu



Dikirim pada 02 Januari 2012 di kebersihan jiwa




Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan? Simak dalam bahasan singkat berikut.



Sejarah Tahun Baru Masehi

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.[1]

Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.



Secara lebih rinci, berikut adalah beberapa kerusakan yang terjadi seputar perayaan tahun baru masehi.



Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan `Ied (Perayaan) yang Haram

Perlu diketahui bahwa perayaan (`ied) kaum muslimin hanya ada dua yaitu `Idul Fithri dan `Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan, “Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu `alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, “Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha”.”[2]

Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhohullah menjelaskan bahwa perayaan tahun baru itu termasuk merayakan ‘ied (hari raya) yang tidak disyariatkan karena hari raya kaum muslimin hanya ada dua yaitu Idul Fithri dan Idul Adha. Menentukan suatu hari menjadi perayaan (‘ied) adalah bagian dari syari’at (sehingga butuh dalil).[3]



Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir

Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu `alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.

Dari Abu Sa`id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?”[4]

Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu `alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan benar-benar nyata saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.

Ingatlah, Nabi shallallahu `alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh). Beliau bersabda, ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”[5][6]



Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru

Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari orang kafir dan merupakan tradisi mereka. Namun sayangnya di antara orang-orang jahil ada yang mensyari`atkan amalan-amalan tertentu pada malam pergantian tahun.

Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama`ah di masjid. Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”, demikian ungkapan sebagian orang. Ini sungguh aneh. Pensyariatan semacam ini berarti melakukan suatu amalan yang tanpa tuntunan. Perayaan tahun baru sendiri adalah bukan perayaan atau ritual kaum muslimin, lantas kenapa harus disyari`atkan amalan tertentu ketika itu? Apalagi menunggu pergantian tahun pun akan mengakibatkan meninggalkan berbagai kewajiban sebagaimana nanti akan kami utarakan.

Jika ada yang mengatakan, “Daripada menunggu tahun baru diisi dengan hal yang tidak bermanfaat (bermain petasan dan lainnya), mending diisi dengan dzikir. Yang penting kan niat kita baik.” Maka cukup kami sanggah niat baik semacam ini dengan perkataan Ibnu Mas’ud ketika dia melihat orang-orang yang berdzikir, namun tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya ini mengatakan pada Ibnu Mas’ud, ”Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.” Ibnu Mas’ud lantas berkata, “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya.”[7]

Jadi dalam melakukan suatu amalan, niat baik semata tidaklah cukup. Kita harus juga mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baru amalan tersebut bisa diterima di sisi Allah.



Kerusakan Keempat: Mengucapkan Selamat Tahun Baru yang Jelas Bukan Ajaran Islam

Komisi Fatwa Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah ditanya, “Apakah boleh mengucapkan selamat tahun baru Masehi pada non muslim, atau selamat tahun baru Hijriyah atau selamat Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? ” Al Lajnah Ad Daimah menjawab, “Tidak boleh mengucapkan selamat pada perayaan semacam itu karena perayaan tersebut adalah perayaan yang tidak masyru’ (tidak disyari’atkan dalam Islam).”[8]



Kerusakan Kelima: Meninggalkan Shalat Lima Waktu

Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik. Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.[9] Nabi shallallahu `alaihi wa sallam juga mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, ”Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[10]Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.



Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat

Begadang tanpa ada kepentingan yang syar`i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat `Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”[11]

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu `alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat `Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama`ah. `Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[12] Apalagi dengan begadang ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!



Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina

Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi.



Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin

Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”[13]

Ibnu Baththol mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut”.”[14] Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau mungkin lebih dari itu?!



Kerusakan Kesembilan: Melakukan Pemborosan yang Meniru Perbuatan Setan

Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?! Padahal Allah Ta’ala telah berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).



Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga

Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang manfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang, “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”[15] Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[16]

Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah, bukan dengan menerjang larangan Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir: 37). Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”[17]Wallahu walliyut taufiq.

http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2844-10-kerusakan-dalam-perayaan-tahun-baru-.html

Dikirim pada 31 Desember 2011 di muhasabah




Kekuatan motivasi melahirkan daya gerak yang sangat luar biasa. Meskipun halangan dan rintangan menghadang tak menjadi soal baginya. Ia akan tetap bergerak, meskipun hujan turun lebat. Hawa dingin, terasa menyejukkan. Panasnya sengatan matahari, terasa menghangatkan. Perihnya luka, terasa nikmat.

Kita merasakan bagaiamana kekuatan motivasi itu melahirkan daya gerak dan daya dorong yang sangat luar biasa. Sebagai contoh, betapa semangatnya mencari pertemanan dengan iming-iming mendapatkan sesuatu yang serba gratis. Betapa gigihnya perjuangan kita untuk mendapatkan sesuatu. Gunung kan didaki, lautan kan disebrangi. Untuk satu tujuan, satu keinginan dengan berjuta harapan.

Terhadap motivasi materi kita begitu semangat, namun tanpa kita sadari, kita begitu menyepelekan motivasi-motivasi yang datangnya dari Allah. Seharusnya perjuangan kita lebih gigih, Kita harus semangat, tidakkah kita tergerak dengan apa yang ditawarkan oleh Allah. Tentu ada satu hal yang menjadi syarat agar kita tergerak. Apa itu?

Kekuatan Iman.

Keyakinan kita akan iman, akan melahirkan keajaiban yang sangat luar biasa. Dari Abdurrahman bin Abi Laila dari Shuhaib, ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukin, semua urusan baik baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” (HR. Imam Muslim)

Ini adalah modal. Kita harus mempercayai sesuatu yang kadang di luar nalar kita. Mengapa kita harus berzakat, mengapa juga kita berinfaq? Berkurang dong harta kita. Secara matematis memang demikian. Tapi dari segi keimanan akan menjadi hal yang lain. Justeru harta kita bertambah.

oleh : Wagimin bin Wangsa Reja

sumber:http://pembinaanpribadi.blogspot.com/2011/11/kekuatan-motivasi.html

Dikirim pada 30 Desember 2011 di muhasabah




Dikala cinta menyapa,
Dunia begitu indah berwarna,
Bunga-bunga di hati bersemi,
Harum mewangi bagaikan kasturi.

Walau cinta tak berwujud,
Namun ia menguasai hidup,
Tatkala hati tersentuh cinta.

Walaupun cinta itu tidak berwarna nyata,
Tapi ia membekas biru diQalbu,
Wahai Maha Sang Pencipta cinta,
Indahnya cinta adalah kurniaan-Mu.

Ajari kami hamba-hamba-Mu rasa bersyukur atas segala kurnia-Mu..

Ajari kami bahasa cinta-Mu yang ikhlas..

Ajari kami memaknai cinta-Mu yang damai dan penuh kasih agar bersemi di sepanjang musim tanpa pupus..

Ya Allah, teguhkanlah hati kami untuk mencintai-Mu dan mencintai Rasul-Mu di atas segala cinta..

Ya Allah, kurniakanlah kepada kami cinta yang hanya mengharapkan redha-Mu,

Cinta yang hadir dihati tanpa sebab, tanpa syarat, tak terbatas oleh ruang, waktu dan jarak yang membentang,,

Andai benar cinta itu kerana Allah, biarkanlah Allah yang mengatur segalanya hingga keindahan itu datang pada waktunya

Jika kita mencintai seseorang, belajarlah untuk mencintai Sang Pemberi Cinta,

Hati ini begitu mudah terbolak balik, maka serahkanlah rasa yang belum halal itu pada-Nya, berserahlah kerana Allah sebaik-baik penjaga......
sumber:sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 27 Desember 2011 di muhasabah




Ya Allah ya Tuhanku..
Peliharalah aku dari kekecewaan,
Ya Allah ya Tuhanku yg Maha Mengerti
Berikanlah aku kekuatan melontar bayangannya jauh kedada langit
Hilang bersama senja nan merah..
Agar ku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya..

Ya ALLAH ..
Gantikanlah yg telah hilang,
Tumbuhkanlah kembali yg telah patah
Walaupun tidak sama dg dirinya..

Ya Allah ya Tuhanku..
Pasrahkanlah aku dg Takdir-Mu,
Sesungguhnya apa yg telah Engkau takdirkan adalah yg TERBAIK buatku,
Kerana Engkau Maha Mengetahui sgala yg terbaik buat hamba-Mu ini

Ya Allah,
cukuplah Engkau saja yg Menjadi pemeliharaku
didunia dan diakhirat
Dengarlah rintihan dari hamba-Mu yg daif ini
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Didunia ini maupun diakhirat..

Jauhkan aku dari hal2..
yg menjurus kearah kemaksiatan & kemungkaran,
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yg beriman,
Supaya Aku dan dia dpt membina kesejahteraan hidup kejalan yg Engkau Ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yg soleh/sholehah...Aamiin ....


sumber:facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 27 Desember 2011 di do’a dan zikir




Perjalanan kehidupan yang dilalui banyak mengajar arti cinta kepada kita. Hubungan cinta sesama insan yang meminta balasan biasanya akan berakhir dengan kebencian apabila balasan yang diharapkan itu tidak diperolehi.

~~ Suami isteri yang saling cinta menyintai akan berubah menjadi saling membenci jika ada penyelewengan dari salah seorang yang curang.

~~ Begitu juga antara sahabat yang berkasih sayang, setiap kesalahan demi kesalahan dalam perhubungan mereka akan menjadi dendam yang mencalari hati masing-masing.

~~ Cinta anak kepada ibu bapanya sedikit sebanyak akan terhakis kerana komitmen yang harus diberi kepada isteri dan anak-anak.

~~ Tragedi demi tragedi yang menyimpan kepiluan di hati kerana kehilangan cinta membuat hamba yang beriman sadar bahawa cinta yang abadi hanya kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda yang mafhumnya: ”Sesungguhnya Allah SWT mempunyai seratus rahmat dan Dia menurunkan satu rahmat untuk jin, manusia, binatang dan serangga. Adapun rahmat yang sembilan puluh sembilan lagi, Allah menyimpannya untuk diberikan pada hari kiamat sebagai wujudnya rasa sayang terhadap hamba-hamba-Nya. (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Cinta kepada Allah bukan hanya menjanjikan kebahagiaan. Ia juga akan melahirkan peribadi yang memiliki kekuatan dan keberanian yang maha hebat dalam menghadapi ujian di dunia. Sabda Rasulullah SAW yang mafhumnya: ”Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka.” (Hadis riwayat al-Tirmidzi).

Ada tiga cara yang telah dilalui oleh orang-orang pilihan Allah untuk mendapatkan cinta-Nya yang abadi.

~~ Menyucikan Hati.

Pandangan Allah SWT jatuh pada hati kita. Jika anda mahukan pandangan rahmat-Nya maka bersihkanlah hati. Rasulullah SAW bersabda:

”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh badanmu dan tidak pula kepada rupa parasmu, tetapi Dia memandang kepada hatimu dan amalanmu.
(Hadis riwayat Muslim)

Milikilah cinta Ilahi dengan berkasih sayang kepada sesama manusia. Sabda Rasulullah SAW dalam hadis qudsi: Allah SWT berfirman: ”Sesungguhnya cinta-Ku adalah bagi orang-orang yang saling mencintai kerana mengharap keredaan-Ku.” (Hadis riwayat Imam Malik dalam al-Muwattha’ dengan sanad yang sahih)

~~ senantiasa dekat dengan-Nya.

Apabila cinta sudah jatuh di hati yang bersih, maka ingatlah kepada-Nya di mana saja anda berada. Janji-janji sentiasa disanggupi dengan keikhlasan, baik buruk keadaan semuanya dijalani dengan kerelaan kepada sang kekasih Rabbul ’Izzati.

Apabila ia memohon kepada-Ku nescaya Aku mengkabulkannya dan jika ia berlindung kepada-Ku Aku pasti melindunginya.” (Hadis riwayat al-Bukhari)
Perbaikilah diri dan kembalilah merapatkan diri kepada Allah SWT dengan ibadat wajib dan sunnat.

~~ Setia Pada Janji

Cinta yang tidak pernah berubah hingga ke akhir hayat adalah cita-cita setiap pasangan yang berkasih. Setiap ujian mampu diharungi dengan sabar.

”Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Penguasa alam semesta.” Janji ini menjadi penawar di hati seorang hamba, reda meredah setiap ujian kehidupan atas nama qadha dan qadar-Nya. Firman Allah SWT: ”Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

“Ya Allah,

sesungguhnya aku memohon cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu serta cinta yang dapat mendekatkan aku kepada cinta-Mu.
Ya Allah apa saja yang Engkau anugerahkan kepadaku dari apa-apa yang aku cintai maka jadikanlah ia sebagai kekuatan untukku dalam mencintai apa yang Engkau cintai.
Dan apa saja yang Engkau singkirkan dari apa-apa yang aku cintai maka jadikanlah ia keredhaan untukku dalam mencintai apa yang Engkau cintai.

Ya Allah

jadikanlah cinta-Mu sesuatu yang paling kucintai daripada cintaku kepada keluargaku, hartaku dan air sejuk di saat kehausan.
Ya Allah jadikanlah aku mencintai-Mu,

mencintai malaikat-malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu dan hamba-hamba-Mu yang salih. Ya Allah hidupkanlah hatiku dengan cinta-Mu dan jadikanlah aku bagi-Mu seperti apa yang Engkau cintai.

Ya Allah jadikanlah aku mencintai-Mu dengan segenap cintaku dan seluruh usahaku demi keredaan-Mu.
” (Hadits Al-Tirmidzi dalam Jami’ al-Sahih, Rasulullah SAW bersabda: Inilah antara doa yang biasa dipanjatkan oleh Nabi Daud AS)

..Semoga Bermanfaat...
..Salam Santun Senyum Manis....


sumber : Facebook. sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 26 Desember 2011 di kebersihan jiwa




Kepada pria -pria akhir zaman..
Jangan kau harapkan sebuah kesempurnaan..
kepada wanita yang kau jadikan pasangan..
Karena wanita juga punya keterbatasan..

Ingatlah....

Wanita yang akan kau nikahi tak setangguh Khadijah...
Yang mengorbankan apapun untuk kekasih Allah..
Ia tak seperti Aisyah,yang luar biasa kecerdasannya..
Ia juga tak sesholehah Fatimah Az-Zahra..
Karena ia hanya wanita akhir zaman..
Yang tentu memiliki banyak kesalahan dan kelemahan..
Ia hanya ingin mendampingimu dengan kesederhanaan yang dimilikinya..
menjadi satu satunya hawa dalam duniamu...menemanimu dalam sisa hidupnya.
Bersama mengarungi sisa sisa episode kehidupan dari-Nya....

Kepada pria pria akhir zaman....
Sayangilah pendampingmu...
Seperti engkau menyayangi dirimu sendiri.
Jika engkau menyakitinya...
Ingatlah bahwa engkau telah menyakiti dirimu....
Kerana wanita adalah mahkluk indah yg diciptakan dari rusukmu..bagian dari dirimu.....

Kepada wanita wanita akhir zaman...
Ingatlah...
Pria yang akan kau nikahi tak akan sesempurna Muhammad..
Tak akan sekaya sulaiman dgn harta harta duniawi yang dititipkan Nya..
Ia juga tak setampan Yusuf, karena ia hanya pria pria akhir zaman.
Yang akan menjadi imam diduniamu dan akhiratmu...
Yang akan mendampingimu disurgaNya
dan menjadi ayah dari para mujahid n mujahidah dari rahimmu...

Kepada wanita wanita akhir zaman...
Sayangilah pendampingmu ...
lebih dari engkau menyayangi dirimu sendiri..
Kerana merekalah yang akan membopongmu ke surgaNya...
Berbaktilah pada mereka....
kerana surgamu terletak pada keridhannya....


sumber:facebook. ijinkan hamba menggelar sajadah bersamanya

Dikirim pada 25 Desember 2011 di muhasabah
25 Des




Jadilah seperti MAWAR BERDURI,
Mahkotanya indah di pandang,
Namun sukar untuk DI PEGANG,
Mulianya karena KETAQWAAN,
Cantiknya karena KEPRIBADIAN,

Sukar disentuh oleh tangan
Yang tidak berhati-hati
Duri yang tumbuh di jiwa yang suci
Kecantikan yang dipandang mata
Di bentengi kuat oleh duri
Yang tumbuh disekitarnya

Dia memang menjadi dambaan sang kumbang
Tetapi bukan semua Kumbang yang mampu Memetiknya ..
dari dahan hinggapannya,Hanya yang telah diTentukan oleh..
Sang Pencipta Saja yang akan dapat Memilikinya..

Bersabarlah engkau Ukhty untuk Menanti,,
Dalam Sebuah Ikatan Suci ,Bersama Membangun Mahligai Suci
Dengan Segala Niat Di Hati ,Ridho Kasih ILAHI..
Yang Menjadi Tujuan Pasti ,Dari Sepasang Hati
Dalam Sebuah Ikatan Suci

Ya.. Rabbi...

Kutitipkan cintaku ,Pada-MU untuknya
Resapkan rinduku ,Pada rindunya
Mekarkan cintaku ,Bersama cintanya
Satukan hidupku dan hidupnya ,Dalam cinta-MU
Sebab sungguh aku ,Mencintainya karena-MU...

I LOVE U KARENA ALLAH


sumber:facebook,sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 25 Desember 2011 di muhasabah




Biarkan ku kehilangan cinta yang tak halal bagiku.

" Ukhti,kenapa menangis ?"Nina sahabat sekamarku membelai jilbabku penuh tanya.

" Dia memutuskan hubungan ta`aruf nya dengan ku,karna merasa aku bukan yag terbaik buat dia." Aku masih menangis tersedu.

" Ikhlaskan saja ukhti,insyaallah nanti akan datang ikhwan yang juga lebih baik dari dia" Nina mencoba memotivasiku.

" Sulit ukhti,aku sudah berharap besar padanya."

"Aku tahu itu sulit,tapi bukan berarti ga bisa kan. Cinta mu sudah berselimut nafsu,makanya sulit untukmu melepasnya. Bila cintamu hanya bersandar padaNya,orang yang belum halal bagimu tak akan membuatmu bersedih belama-lama apalagi sampai putus asa. Apa ukhti tak yakin dengan janji AllOh?? Dia bukan jodohmu,jangan sia-siakan air matamu demi cinta yang belum halal"

Sahabatku Nina mencoba mengingatkan ku dan membuatku tersadar hanya cinta-Nya yang harus ku harapkan.

Sahabat,Ingatlah cinta kepada makhluk hanya sebuah aplikasi cinta kepadaNya,kepada Allah tentunya.Jangan sampai kita tergolong orang-orang yang "Mabuk Cinta" terhadap dunia dan isinya.

Ketika cinta yang di wakili oleh syetan maka nafsulah yang akan berbicara. Syetan lah yang akan membuat kita berbuat maksiat atas nama cinta..Naudzubillah..

"Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih" ( An Nahl 63 )

Sungguh syetanlah yang membuat kemaksiatan indah di mata kita,dan kita dengan pasrahnya rela di butakan syetan cinta dalam ketidak halalan. Cinta seperti inilah yang membuatmu menangis berkepanjangan karna cinta yang tidak halal.

Singkirkanlah syetan cinta itu dalam hatimu ketika cinta yang belum halal bagimu meninggalkanmu,gantikanlah cintamu pada cinta Nya,cinta pada Allah Subhanahu Wa Ta`ala,maka engkau akan di mudahkan untuk mendapakan kekasih sejatimu. Karna Allah lebih mengetahui yang lebih baik bagimu.

Apabila kita mencintai sesuatu tentu kita akan selalu mengingatnya,menyebut namanya,itu pun yang akan kita lakukan ketika cinta yang tak kekal itu meninggalkanmu,gantikan dengan menyebut dan mengingat pada Sang Maha Pecinta Yang Kekal.

Ladang cinta yang di sirami oleh cinta Nya tentu akan terus subur dan tumbuh terus mejulang sehingga jannahNya.. Subhanallah..

Sahabat,memang melupakan kekasih yang telah kita taruh harapan besar padanya,tapi sungguh selalu mengingatnya pun hanya akan menjauhkan kita pada mengingatNya. Hanya dengan dekat dengaNya,dengan Sang Pecinta Sejati,cinta palsu yang didukung syetan itu akan hilang. Yakinlah,Allah akan terus dekat denganmu dan tak akan membiarkanmu hidup tanpaNya.

Janganlah kau kejar cinta duniamu,tapi kejarlah cinta akhiratmu. Maka cinta dunia akan mengikutimu saat engkau mengejar akhirat.

Biarkan ku kehilangan cinta yang tak halal bagiku,tapiku kan mendapatkan yang jauh lebih indah. Cinta pada Sang Maha Pecinta.

Wallahu`alam bi Showwab.
sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku



Dikirim pada 24 Desember 2011 di muhasabah




Ukhti Kamu Cantik Sekali tapi jaga Akhlakmu

Tapi hanya di mata manusia. Sedangkan yang Maha Kuasa tak pernah memandang rupa atau pun bentuk tubuh kita. Namun Ia melihat pada hati dan amal-amal yang dilakukan hamba-Nya.

Ukhti, kamu cantik sekali..Tapi cantik fisik tak akan pernah abadi. Saat ini para pesolek bisa berbangga dengan kemolekan wajah ataupun bentuk tubuhnya. Namun beberapa saat nanti,... saat wajah telah keriput, rambut pun kusut dan berubah warna putih semua, tubuh tak lagi tegak, membungkuk termakan usia, tak akan ada lagi yang bisa dibanggakan.Lebih-lebih jika telah memasuki liang lahat, tentu tak akan ada manusia yang mau mendekat.

Ukhti, kamu cantik sekali..Tapi kecantikan hanyalah pemberian dan untuk apa dibangga-banggakan? Sepantasnya kecantikan disyukuri dengan cara yang benar. Mensyukuri kecantikan bukanlah dengan cara memamerkan, memajang gambar atau mengikuti bermacam ajang lomba guna membandingkan rupa, sedangkan hakekatnya wajah itu bukan miliknya.

Tidakkah engkau lengah bila banyak mata lelaki yang memandangi berhari-hari? Tidakkah engkau malu ketika wajahmu dinikmati tanpa permisi karena engkau sendiri yang memajang tanpa sungkan. Ataukah rasa malu itu telah punah musnah? Betapa sayangnya jika demikian sedangkan ia sebagian dari keimanan.

Ukhti,kamu cantik sekali..Tapi apa manfaat pujian dan kekaguman seseorang? Adakah ia akan menambah pahala dari-Nya? Adakah derajatmu akan meninggi di sisi Ilahi setelah dipuji? Tak ada yang menjamin wahai ukhti. Mungkin malah sebaliknya, wajah cantik itu menjadikanmu tak punya harga di hadapan-Nya, karena kamu tak mampu memelihara sesuai dengan ketentuan-Nya.

Kecantikan itu harta berharga bukan barang murah yang bisa dinikmati dengan mudah. Dimana nilainya jika setiap mata begitu leluasa memandang cantiknya rupa. Dimana harganya jika kecantikan telah diumbar, dipajang dengan ringan tanpa sungkan. Dimana kehormatan sebagai hamba Tuhan jika setiap orang, baik ia seorang kafir, musyrik atau munafik begitu mudah menikmati wajah para muslimah?

Alangkah indah jika kecantikan fisik itu dipadu dengan kecantikan hatimu. Apalah arti cantik rupawan bila tak memiliki keimanan. Apalah guna tubuh molek memikat bila tak ada rasa malu yang lekat. Cantikkan dirimu dengan cahaya-Nya. Cahaya yang bersinar dari hati benderang penuh keimanan. Hati yang taat senantiasa patuh pada syariat. Hati yang taqwa, yang selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Hati yang sederhana, yang tak berlebihan dalam segala urusan dunia.

Maka tampillah cantik di hadapan Penciptamu karena itu lebih berarti dari pada menampilkan kecantikan pada manusia yang bukan muhrimmu.

Tampillah cantik di hadapan suamimu, karena itu adalah bagian dari jihadmu. Mengabdi pada manusia yang kamu kasihi demi keridhoan Ilahi.

Ingat Wahai Ukhti..Tampillah cantik,cantik Iman,cantik Batin,cantik Hati,karena itu lebih abadi..


sumber:facebook,sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 24 Desember 2011 di muhasabah




Hampir setiap orang tentu pernah mengalami sakit hati dalam hidupnya.Baik dalam keluarga, berteman, maupun bermasyarakat.

Sebagaimana sifat sedih dan gembira, rasa yang satu ini adalah suatu kewajaran dalam hidup manusia.Apalagi, mengingat manusia adalah mahluk sosial, yang dalam setiap interaksinya tidak lepas dari kekhilafan.Sebab-sebab datangnya perasaan ini pun bermacam-macam.Dari masalah sepele hingga masalah besar, dapat menjadi pemicunya.

Misalnya berawal dari perbedaan pendapat, adanya konflik atau ketidakcocokan, hingga iri dan dengki.Bila perasaan ini dibiarkan terlalu lama bercokol dalam hati, maka tidak sehatlah hati itu.

Pemiliknya pun akan stress dan jauh dari keceriaan.Lebih jauh lagi, hal itu bisa menjauhkan manusia dari RabbNya.

Na`udzubillaahi mindzaalik.

Bagaimana memenej rasa sakit hati, agar tidak membuahkan dosa dan azabNya bagi kita sendiri?..Allah dan RasulNya telah mengajarkan kiat-kiat tersendiri yang dapat menjadi penawar, bila diamalkan.

Apa sajakah itu?

1. Muhasabah (Koreksi Diri).Sebelum kita menyalahkan orang lain, seharusnyalah kita melihat diri kita sendiri.Bisa jadi kita merasa tersakiti oleh saudara kita, padahal ia tak bermaksud menyakiti.Cobalah bertanya pada diri sendiri, mengapa saudara kita sampai bersikap demikian.Jangan-jangan kita sendiri yang telah membuat kesalahan.

2. Menjauhkan Diri dari Sifat Iri, Dengki, dan Ambisi.Iri, dengki, dan ambisi adalah beberapa celah yang menjadi pintu bagi syetan untuk memasuki hati manusia.Ambisi yang berlebihan, dapat membuat seseorang buta dan tuli.Bila tidak dilandasi iman, seorang yang ambisius cenderung akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan ambisinya.Demikian sifat iri dan dengki. Sifat ini berasal dari kecintaan terhadap hal-hal yang bersifat materi, kehormatan, dan pujian. Manusia tidak akan tenang bila dalam hatinya ada sifat ini.

Manusia juga tak akan pernah bisa bersyukur, karena selalu merasa kurang.Ia selalu memandang ke atas, dan seolah tidak rela melihat orang lain memiliki kelebihan atas dirinya.Maka hapuslah terlebih dahulu sikap cinta dunia, sehingga dengki pun sirna.

Rasulullah bersabda,"Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang.Yaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian memenangkannya atas kerakusannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya." (HR. Bukhari).

3. Menjauhkan Diri dari Sifat Amarah dan Keras Hati.Bila marah telah timbul dalam hati manusia, maka kadang manusia bertindak tanpa pertimbangan akal.Jika akal sudah melemah, tinggallah hawa nafsu.Dan syetan pun semakin leluasa melancarkan serangannya, lalu mempermainkan diri manusia.

Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyebutkan bahwa Iblis pernah berkata,"Jika manusia keras hati,maka kami bisa membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola."

4. Menumbuhkan Sifat Pemaaf.

"Jadilah engkau pemaaf, dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh."..Demikian firman Allah dalam Al-Qur`an Surat Al-A`raf : 199...Allah sang Khaliq saja Maha Pemaaf terhadap hambaNya.Tak peduli sebesar gunung atau sedalam lautan kesalahan seorang hamba, jika ia bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan membukakan pintu maaf selebar-lebarnya.Kita sebagai manusia yang lemah, tidak sepantasnya berlaku sombong, dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, sebelum ia meminta maaf..Insya Allah,dengan begitu,hati akan lebih terasa lapang.

Rasulullah bersabda, "Bertakwalah kepada Allah di mana engkau berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik." (HR.Hakim dan At-Tirmidzi).

5. Husnudhdhan (Berprasangka Baik).Allah berfirman,"Hai orang-orang beriman,jauhilah kebanyakan dari prasangka.Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.

Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya." (QS. Al-Hujurat : 12).Adakalanya seorang muslim berburuk sangka terhadap seorang muslim lainnya sehingga ia melecehkan saudaranya.Ia mengatakan yang macam-macam tentang saudaranya, dan menilai dirinya lebih baik.Tentu, itu adalah hal yang tidak dibenarkan.Akan tetapi, hendaknya setiap muslim harus mawas diri terhadap titik-titik rawan yang sering memancing tuduhan, agar orang lain tidak berburuk sangka kepadanya.

6. Menumbuhkan Sikap Ikhlas.Ikhlas adalah kata yang ringan untuk diucapkan, tetapi cukup berat untuk dilakukan.Orang yang ikhlas dapat meniatkan segala tindakannya kepada Allah.Ia tidak memiliki pamrih yang bersifat duniawi. Apabila Allah mengujinya dengan kenikmatan, maka ia bersyukur. Bila Allah mengujinya dengan kesusahannya pun, ia bersabar.Ia selalu percaya bahwa Allah akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi hambaNya.Orang yang ikhlas akan lebih mudah memenej kalbunya untuk selalu menyerahkan segalanya hanya kepada Allah.Hanya kepadaNyalah ia mengantungkan harapan.

Bila anda sedang dilanda sakit hati, cobalah amalkan kiat di atas.Insya Allah, beban hati akan berkurang, Dada pun terasa lapang.Insya Allah.


www:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 24 Desember 2011 di muhasabah





Allah lah yg membuat kita mampu tersenyum walau dalam keadaan menangis
Tempat bertahan ketika kita hendak menyerah
Tempat berdoa ketika hilang tempat mengadu & ketika semua orang menjauh
Tempat untuk kembali bangkit sekalipun hati kita telah hancur berkali-kali
Tempat untuk tetap mengerti ketika tak ada satupun terlihat memberi Arti
... Segala sesuatu menjadi mungkin karna Allah lebih memahami kita melebihi diri kita

Ketika wajah penat memikirkan dunia,maka berwudhulah,Ketika pundak tak kuasa memikul amanah maka brsujudlah,Ikhlaskannya agar semuanya tunduk,disaat yg lain angkuh,agar tangguh disaat yg lain runtuh,agar tegar disaat yg lain terlempar,dan ingat hanya Allah lah tempat kita utk brgantung.Hasbunallah wa ni’mal wakil,ni’mal maula wa ni’man nashir.“Ingatlah,dengan mengingat Allah dapat menentramkan hati”(Ar-Ra’d:28)


sumber:www.facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 23 Desember 2011 di kebersihan jiwa




Kesedihan tak akan Abadi...

Maka tersenyumlah Wahai diri,Roda kehidupan selalunya berputar ada kalanya bahagia terasa,Sedih Merintih juga air mata.Tapi tahukan engkau,ada Dia yang Selalu menatapmu Lembut yang paling tahu apa Yang terbaik Untukmu.Dia Memberi apa Yang kamu butuhkan Bukan apa Yang kamu inginkan.

Maka Tersenyumlah wahai Diri,semua Yang terjadi Juga karena Kehendak-Nya,semua berjalan... atas Rencana-Nya.Ilmu-Nya meliputi segalanya dan kau tak MUngkin menjangkaunya... jadi Untuk apa resah untuk Sesuatu yang Belum pasti kejadiannya.Bukankah janji-janji-Nya itu pasti.
Allah Maha Mengetahui.

Ada Dia Yang selalu Maha Memberi,dan Dia Memberika
n kepadamu segala apa yang kau Mohonkan pada-Nya.Dan Jika kau mampu menghitung Nikmat-Nya..maka tak ada alasan bagimu untuk mengeluh atas apa yang saat ini Allah Berikan...
Yakinlah bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik...
Hidup Selalu berjalan meski terkadang hati tak Menginginkan,yang Dicinta akan pergi,yang Didamba akan Hilang ..Maka dekatkanlah Dirimu dengan-Nya karena Dia yang Maha Kekal.

Seorang hamba akan rapuh tanpa Tuannya,,begitu kita sebagai seorang hamba..Maka hanya pada-Nya lah Kita pantas untuk menggantungkan segala Asa Dan harapan..Karena Allah Maha Kuasa.. kau tak akan pernah kecewa.

Ini ujian dari-Nya,dan Dia tak kan menguji Hamba-Nya melebihi batas Kemampuan seorang Hamba itu.Tapi bukankah manusia memang diuji,untuk mengetahui mana yang paling Bertaqwa kepada-Nya,maka tetaplah istiqomah dijalan-Nya

Masih banyak saudara-saudara Kita diluar sana yang Sedang Diuji dengan kesakitan dan kegelisahan,Selalu ada hikmah Dibalik Musibah,Selalu ada kemudahan setelah kesulitan,,, Semua akan Indah pada saatnya,,,maka bersabarlah.

" Tersenyumlah Wahai Diri...semua yang terjadi akan berakhir dan kembali kepada-Nya"


sumber : www.facebook sebelum engkau halal bagiku...

Dikirim pada 23 Desember 2011 di muhasabah





Aku bukanlah wanita berparas
jelita..
Aku bukanlah wanita yang kaya
harta..
Aku juga bukanlah wanita yang
... punya tahta..
Aku wanita Apa adanya..
Aku tidak sedermawan Khadijah..
Aku tidak setegar Fathimah..
Aku tidak sepintar Aisyah..
Aku wanita apa adanya..
Aku hanya seorang wanita yang
menginginkan kesederhanaan
cinta..
Aku tidak menilai rupa..
Aku tidak menilai harta..
Aku tidak menilai tahta..
Aku hanya ingin Cinta yang
sederhana..

Cinta yang berlandaskan
Keridhoan-NYA..
Cinta yang mengharapkan Surga dari-NYA..
Cinta yang akan membawa
keberkahan dan kebahagiaan
dalam hidup..
Aku berharap kelak di Perbatasan
Waktu..
Aku dipertemukan oleh insan
pilihan-MU..
seseorang yang hatinya terpaut
pada-MU..
seseorang yang mengikuti jejak
Rasul-MU..
seseorang yang mempedomani
kitab-MU..
seseorang yang akan menerima
kekuranganku..
yang akan membimbing hidupku..
yang akan melengkapi hari-
hariku..
yang akan menahkodai bahtera
cintaku..
yang Mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan dariku..

Aku ingin mencintainya secara sederhana..
tanpa menyusahkannya..
tanpa membebaninya..
Aku berharap dia juga mencintaiku secara sederhana..
sesederhana aku mencintainya..
Biarlah saat ini aku menyemai
cinta bersama-MU..
Menyemai Kerinduan akan
Wajah-MU..
Sebelum bertemu dengannya
DiPerbatasan Waktu


sumber :facebook sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 21 Desember 2011 di kebersihan jiwa




Ketika kau mau buka tirai di sanubarimu dan kau akan tahu,pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,rumah dan pelabuhan hatimu..adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa.Sehingga...Saat seseorang itu pun hilang begitu saja... bayangannya Masih ada...setangkup harapan agar dia kembali...Walaupun ada kata2 dan sikapnya yang menyakitkan hati...Akan selalu ada beribu kata maaf untuknya...

Masih ada beribu penantian walau tak pasti...Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yg dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain.Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya.

Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia???

Masih ada sejuta asa,sejuta makna dan masih ada pijar bintang & mentari yang akan selalu bercahaya di lubuk jiwa dengan bermakna dan bermanfaat bagi sesama...Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya...Disaat yang tepat...Dengan seseorang yang tepat...Dan pilihan yang tepat...Hanya dari Allah SWT di saat dihalalkannya dua manusia untuk bersatu dalam ikatan pernikahan yang barokah..Aaamiin ya Rabbal`alamin..


sumber : facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 20 Desember 2011 di muhasabah





Mengenali seseorang itu kadangkala membuat kita ketawa,mengenali seseorg juga kadangkala membuatkan kita mengalirkan air mata,sesungguhnya mengenali seseorang itu mampu memberi kita sejuta rasa,marah,sedih,merana,gembira,sayang & rindu,Namun,mengenali seseorang itu sebenarnya anugerah,Biarpun hadirnya hanya seketika & meninggalkan Luka,bersyukurlah dgn kehadirannya krna dengannya kita belajar arti... kasih sayang.

Mencintai Seseorang itu adalah hak kita,namun memiliki seseorang yang kita cintai tanpa ikatan resmi itu bukan hak kita.Jangan pernah takut melepaskan sesuatu yang belum berhak kita miliki,dia pasti akan kembali,jika Allah mnjadikan ia untuk kau miliki, atau Allah akan mngganti,dengan yang jauh lebih baik dari yang sekarang kita cintai.Jangan pernah takut kehilangan sesuatu yang BUKAN menjadi hak kita. Jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu


sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 18 Desember 2011 di muhasabah




Ibu.., besar pengorbanan yang Engkau berikan sangat berarti buat kami. Tak satu pun langkahmu yg tak berarti di hidup kami. Engkau keluarkan semua tenagamu utk melahirkan kami. Meskipun semua yang terbaik telah kami kami berikan padamu, namun semua itu tak akan bisa menggantikan semua yg Engkau berikan. senyum ikhlasmu bagai nyanyian bidadari malam pengantar lelap kami. Engkau tak pernah lelah merawat kami, Engkau yang ajarkan kami menyebut nama-Nya Dibawah langit-Nya,dalam heningku Kutatap jiwa yang syahdu mengukir rindu untukmu Mengucap namamu,Muliakan kasihmu,Menatap senyum Jiwamu Maha Kasih..

Ya Allah.... Untuk tiap tetes jiwa yang mengalir dari rahim Syurganya Ampunilah Dosa Ibunda Untuk tiap derai Jiwa yang menetes hapus Khilafku.

Ayah..., Engkaulah sumber kehidupan kami yang selalu memberikan perlindungan. Engkau bagai surya di pagi hari yang tak pernah terlambat bersinar. Engkau adalah naungan dan tempat bersandar kami setelah Allah SWT. Kerut kulitmu lembut menyentuh kalbu, rambut putihmu memancarkan sinar kedamaian. Keras suaramu memberikan kami kekuatan utk mengarungi kehidupan ini. Lemah tubuhmu membangkitkan semangat utk mengabdi. Petuahmu adalah jalan lurusku. Semoga setiap tetes keringat yg Engkau berikan kpd kami merupakan ibadah yg menjadi jalan utk ke surga kelak.....

Ayaha dan ibu..., maaf jika selama ini kami belum bisa menjadi anak yg baik dan belum dapat membahagiakan kalian...

Hanya do`a yg dapat kami panjatkan semoga kalian selalu dalam lindungan, Rahmat, dan Ridho Allah SWT...

Yaa Allah..., lindungilah ibu dan ayahku dari segala macam marabahaya, berikan mereka kesehatan dan jangan pernah tinggalkan mereka di waktu lapang maupun sempit. Aamiin Yaa Rabbal`alamin......

Dikirim pada 18 Desember 2011 di kebersihan jiwa






Jika diriku mencintaimu kerana ketampananmu,
Jangan salahkan aku kalau aku beralih,
pada yang lebih tampan darimu.
...
Jika diriku mencintaimu kerana hartamu,
Jangan salahkan aku kalau aku meniggalkanmu,
bila hartamu mulai sirna pada pandanganku.

Jika aku mencintaimu kerana kedudukanmu,
Jangan salahkan aku kalau aku memilih,
yang lebih tinggi kedudukannya darimu.

Wahai akhi pujaan qalbu,
Kiranya diriku mencintaimu kerana Agamamu,
Janganlah risau serta ragu,
InsyaAllah aku tetap akan menantimu,
Kiranya ini yang terbaik pada pandangan Rabbku.

Memang ada yang lebih tampan darimu,
Memang ada yang lebih berharta darimu,
Memang ada yang lebih berkedudukan darimu,
Namun yakinlah semuanya pasti sirna ditelan waktu.

Bagiku engkau adalah ANUGRAH dari Penciptaku,
Kerana Dialah yang mencondongkan hati ini untuk menerimamu,
Dialah yang Maha Tahu serta menentukan segala sesuatu,
Setelah istikharah namun tetap engkau yang dipertemukan denganku.

Sabarlah menantikan waktu itu,
Kerana aku pun menanti sepertimu,
Walaupun banyak ujian menguji hatimu,
Namun yakinlah itu adalah untuk memantapkan hatimu,
Semua yang TERBAIK akan datang TEPAT WAKTU,
Sesuai KETENTUAN yang Maha Tahu,
InsyaAllah pasti akan dimudahkanNYA.

Ya Rabb...Pemilik CINTA sejati,
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia,
Tabahkan hatinya, Teguhkan imannya,
Tegarkan dan temanilah dia dalam penantiannya,

Jika hatiku Kau ciptakn untuk dia,
Penuhi hatinya dengan kasih-MU
Terangi langkahnya dengan cahaya-MU,
Kutitipkn cintaku pada-MU untuknya,
Resapkan rinduku pada rindunya,
Mekarkan cintaku bersama cintanya,
Satukanlah hidupku & hidupnya Dalam Cinta-Mu..♥
Aamiin ya Rabb...


sumber : facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 17 Desember 2011 di kebersihan jiwa




Bila dirimu sekarang sedang menunggu seorang untuk dijadikan sahabat sejati dalam menjalani kehidupan menuju Ridho-NYA ,Bersabarlah dengan Keikhlasan ,Demi ALLAH, dia tidak datang karena ketampanan, kecantikkan, kepandaian atau kekayaan....
Tapi, ALLAH lah yang menggerakkanya untukmu...

Janganlah engkau tergesa-gesa,untuk menyatakan ``Cinta`` sebelum diberi kemantapan hati oleh-NYA.Belum tentu ya...ng kau cintai adalah yang terbaik untukmu..Siapakah yg lebih mengetahui melainkan ALLAH.....???
Segala daya hanya milik-NYA..ALLAH akan mengirimkan seorang yg tepat disaat yg tepat untukmu...

Ya Allah....Bimbinglah Hati ini menuju cinta-MU
Cinta yang Membuat Hamba semakin merindukan-MU , Cinta Agung nan Suci....
Karuniakan Kepada Hamba seseorang Yang Engkau Cintai,Yang Engkau hadirkan Di bumi ini sebagai Penyejuk Hati dan Jiwa,Seorang Hamba-MU yang Mengantarkan diri ini pada Syurga-MU...Aamiin Ya Robbal`alamiin...


Dikirim pada 16 Desember 2011 di do’a dan zikir




Ya Allah.. Peluklah hati ini di saat ku mulai merasa gelisah,dalam penantian penuh kesabaran ini, terkadang Hatiku merasa rindu pd dia insan yg ku cintai dalam diamku...

Ya Rabb... Biarlah Ku simpul dalam setiap do`a-doa dalam Istikharahku kepada-MU Rasa ini,,,agar kelak Engkau Satukan hatinya dan hatiku yang kan bertaut dan bersemi indah karna Ridho-MU....

Ya Rabb... Tuntunlah Hati hamba agar hanya... mau menerima CINTA seorang Insan yang benar2 Pilihan-MU bukan Semata-mata Pilihan Nafsuku.

Ya Rabb... Bila dia memang baik untukku,agamaku,masa depan dunia dan akhiratku,bisa membimbing dan membawaku lebih dekat pada-Mu,Maka dekatkanlah diriku dgnnya & satukanlah kami dlm pernikahan yg sakinah,mawaddah,warrahmah..Tapi kalau bukan dia yg terbaik,Maka jangan biarkan kekagumanku menjadi suka apalagi cinta,Jadikanlah kekaguman ku seprti orang lain kagum padanya,,Engkaulah Maha membolak-balikkan hati Maka kutitipkan rasa ini,kuserahkan semuanya pada-Mu,krna semua ini adalah milik-Mu.. Aamiin ya Rabbal’ alamiin



Dikirim pada 16 Desember 2011 di do’a dan zikir




Buat aku jatuh cinta padamu
Wahai kau yang kan menjadi
... ... pasangan tulang rusukku….
Dengan sebuah cinta tulus karena
Illahi robbi
bukan dengan harta atau
parasmu
bukan dengan buaian untaian
kata-kata manismu
bukan dengan perhatianmu
padaku
karena kau belum halal bagiku

Buat aku jatuh cinta padamu
Dengan indahnya akhlak n budi
pekertimu
Melabuhkan cintamu pada Alloh
melebihi cintamu padaku
Buat aku jatuh cinta padamu
Dengan ajak aku berlomba dalam
sebuah kebaikan
teguh dengan jihad yang kau
tegakkan
berikan semangat berjuang
menegakkan islam

Buat aku jatuh cinta padamu
Dengan Menjadi sosok pribadi
tegar menghadapi ujian
kehidupan
Ikhlas n sabar atas teguran yang
Alloh berikan
Selalu ingatkan aku jika niat tulus
mulai pudar
agar semakin menguatkan aku
pada jalan istiqomah

Buat aku jatuh cinta padamu
Dengan sikapmu yg Selalu
merindui syahid di jalan Illahi
Pantang bagimu berpaling dari
hati Ya Robbul Izzati
tunjukkan bahwa dirimu
menautkan hatimu pada Illahi
agar tidak terjatuh dalam jurang
cinta nafsu duniawi

Buat aku jatuh cinta padamu
Dengan cintaimu kepada Allah
karena dia adalah segalannya
Kau buat dirimu mampu
korbankanlah apa saja karenanya
Kau jadikan kecintaan pada tuhan
adalah yang utama
Kau mampu menderita demi
kecintaanmu padanya

Ketika kecintaan itu hadir sebuah
karunia indah bisa
mendapatkannya… kecintaan
kepada Alloh adalah sebenar
benarnya cinta… yang tulus ikhlas
memberikan cinta tanpa berharap
ia akan terbalaskan… jika sebuah
hubungan didasari kecintaan
karena Alloh maka ia akan
senantiasa indah…

Allah Berfirman Dalam Al-Quran:
“…Allah mencintai mereka dan
mereka pun mencintai-Nya
…”(Q.s. Al-Maidah 5:54).

Ya Allah, yang membolakbalikan
hati kami selama ini aku memang
pernah tau bagaimana rasanya
mencinta.Namun, aku berharap
bila cinta hadir menyapaku lagi
aku tidak akan kehilangan
engkau.

Ya Allah, selama ini aku hanya
berharap semoga bisa mencintai
orang yang memiliki cinta yang
luar biasa kepada- MU.

Ya Allah, selama ini aku juga
berharap semoga bisa di cintai
oleh orang yang bisa
mengarahkanku menuju
keridhoan-MU.
Pintaku ya Allah izinkan aku
memiliki rasa ini hingga ia menjadi
indah di dada kami tanpa
mengurangi rasa cinta kami
kepada-MU


sumber:facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 16 Desember 2011 di kebersihan jiwa




Ketika hati seorang muslimah terluka,ia akan menghapus air matanya dengan imannya.Ketika hati seorang muslimah terluka,ia akan menguatkan hatinya dengan ilmunya.Ketika hati seorang muslimah terluka,hati-harinya akan ia penuhi dengan semangat perubahan lebih baik pada dirinya.Ketika hati seorang muslimah terluka, ia menari dalam doa permohonan ampunnya terhadap Rabbnya.

Ketika hati seorang muslimah terluka, wajah kusutnya tetap terlihat indah bagi dunia.Ketika hati seorang muslimah terluka,bibir merahnya menyimpulkan senyuman untuk hidupnya.Ketika hati seorang muslimah terluka,matanya basah oleh lembutnya hatinya.Ketika hati seorang muslimah terluka,dunia nya terasa akan berlanjut dan ia harus tegar.Ketika hati seorang muslimah terluka,jiwa lembutnya sampaikan ketenangan pada hati kecilnya.

Ketika hati seorang muslimah terluka,akal dan hatinya hadir untuk menanti kesedarannya.Ketika hati seorang muslimah terluka,tangannya ia gunakan seperti kebiasaannya.Ketika hati seorang muslimah terluka,tak akan ada perubahan dalam dirinya oleh hal-hal yang tidak berguna.Ketika hati seorang muslimah terluka,ia gunakan kesedarannya untuk menjaga perasaan orang sekitarnya.

Ketika hati seorang muslimah terluka,air matanya dijadikan doa untuk keselamatan orang yang melukainya.Ketika hati seorang muslimah terluka,jari-jemarinya bergerak untuk tetap menolong orang lain tanpa beban di hatinya.Ketika hati seorang muslimah terluka, hidupnya tetap menjadi kebahagiaan bagi orang disekelilingnya.

Ketika hati seorang muslimah terluka,dia tetap meneruskan liku-liku hidupnya.Ketika hati seorang muslimah terluka,kepercayaan dirinya tetap tak akan pudar.Ketika hati seorang muslimah terluka,ia dan dirinya tetap menjadi MUSLIMAH.

Tabahkanlah HATIMU duhai MUSLIMAH disaat dirimu TERLUKA. Anggaplah ujian ini sebagai ANUGERAH TERINDAH dari-Nya.Kerana Allah ingin sentiasa dekat dengan dirimu. Insya-Allah,Allah SWT sentiasa bersamamu.


sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 15 Desember 2011 di kebersihan jiwa




Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik,maka itu BUKAN PILIHAN,tapi itu adalah KESEMPATAN.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut dengan segala kekurangannya,maka itu BUKAN KESEMPATAN,tapi itu adalah PILIHAN.

Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi,bahkan di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai,lebih kaya daripada pasangan kita,dan tetap memilih untuk mencintainya, maka itu BUKAN KESEMPATAN,tapi itu adalah PILIHAN.

Perasaan cinta,simpatik,dan tertarik datang sebagai KESEMPATAN dalam hidup,tetapi cinta yang dewasa,mencintai dengan komitmen di hadapan Allah dan manusia adalah PILIHAN.

Mungkin KESEMPATAN mempertemukan kita dengan pasangan jiwa,tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa adalah PILIHAN yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah Swt

Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai,tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang belum sempurna agar keberadaan kita mampu menyempurnakan ketidaksempurnaanya.

Mari kita BELAJAR mencintai dan menyayangi pasangan kita yang belum sempurna dengan cara yang sempurna,karena tulang rusuk kita adalah pasangan kita,belahan jiwa kita agar kita pun menjadi insan yg sempurna di hadapan Allah.

Takdir yang mempertemukan dgn pasangan kita dan rancangan yang indahpun telah disiapkan oleh-Nya.


sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 13 Desember 2011 di muhasabah
11 Des




Janganlah engkau memberikan harapan yg belum pasti akan menjadi milikmu. Janganlah engkau mengungkapkan cinta sebelum tiba waktunya.Janganlah engkau merayunya dengan kata2 manis yg kau ucap.Janganlah engkau membuatnya sakit hati dan meneteskan air mata bila cintamu hanya untuk permainan.Janganlah sekali kali engkau berkata SAYANG padanya sebelum engkau halal baginya

Untuk saat ini sebelum engkau halal bagiku,maka bersabarlah dlm penantian,atau mencintai dalam diam saja

“Bila cinta dalam diammu itu tak memiliki kesmpatan berbicara di dunia nyata,biarkan ia tetap diam..karena Allah punya rencana terbaik untukmu..bila dia bukan milikmu,maka Allah akan menghapus cinta dalam diammu itu dengan memberi rasa yang lebih indah dengan orang yang lebih tepat..Jadi,biarkan cinta diammu itu menjadi memori tersendiri disudut hatimu dan menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu.

Aku menyimpanmu di bilik hati untuk mengikrar janji,saling menyayangi dengan tulus,agar kita menyadari arti cinta dalam hidup ini.

Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita untuk senantiasa berada di jalan keridhoan-Nya.Memilih sesuatu hanya karena Allah..




Dikirim pada 11 Desember 2011 di kebersihan jiwa






*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.

Padamu Adam….
Dengarlah permohonan maafku..
Maaf atas segala salah yang telah ku lakukan padamu.
Kau bertanya, salahku apa? Ketahuilah,ku mempunya begitu bnyak salah padamu..
Maaf,untuk apa katamu?
Maka dengarlah Adam.
Aku meminta maaf akan tiap tatapanmu padaku yang akhirnya menorehkan gunda dihatimu.
Aku meminta maaf atas tiap alunan suaraku,yang kadang ku akui sengaja ku lembutkan demi menggetarkan rasamu.
Aku meminta maaf akan tiap gerakan tubuhku yang kadang ku sengaja bergerak untuk menarik perhatianmu.
Aku meminta maaf akan tiap senyuman manisku yang ku tau akan mengganggu tidurmu.
Aku meminta maaf akan tiap renyah tawaku,yang ku pun tau akan membayangi tiap anganmu.


Aku meminta maaf untuk tiap hentakan kakiku,yang pastinya akan membuatmu menatap suka.

Aku meminta maaf akan tiap celoteh candaku yang membuatmu nyaman berlama-lama berbicara denganku dari pada teman ikhwanmu..

Dan aku meminta maaf karena kulakukan semua dengan sadarku, dengan sengajaku.

Dan ku meminta maaf karena Akupun menikmati tiap perhatianmu itu..

Adam, maafkan aku atas tiap polesan bedak dan kosmetik yang sengaja ku pakai agar matamu menatapku kagum.

Maafkan aku atas tiap pakaian yang ku kenakan dengan bentuk sedemikian rupa hingga hatimu mulai resah menatapku.

Maafkan aku akan tiap kerlingan mataku yang kadang ku sengaja mencari2 tatapanmu, hingga ketika tatapan qt bertemu, ku yakin cukup membuatmu gelisah.Dan aku puas.

Maafkan aku akan tiap perhatian yang ku beri yang membuatmu merasa membutuhkanku, lebih dari segalanya.

Maafkan aku akan tiap kemanjaan yang ku sengaja lakukan padamu, agar membuatmu gemas dan membekasx rasa di relungmu.
Sungguh,ku meminta maaf padamu adam.

Karena kulakukan semua dengan sengajaku..

Dan ku meminta maaf akan tiap godaan yang timbul dari lakuku.

Akan semua gelisah yang ku toreh karena sukamu padaku.

Maafkan aku akan perhatianmu yang telah kurebut, hingga kau lebih memperhatikanku dari pada orang tuamu.

Akan tiap bersitan rindu yang telah ku kuasai di hatimu, bahkan membuatmu lebih merindukanku dari pada Rabbmu.

Ketahuilah adam,fitrahku kaum hawa adalah daya tarik terkuat untukmu di dunia ini. Aku hawa mampu menjadi senjata iblis untuk membujukmu memakan syajaratul khuldi yang terlarang.

Namun di tanganmu yang bijak,aku hawa mampu menjadi pondasi yang kokohkan imanmu bagai khadijah terhadap Nabi Muhammad.

Adam, jangan pernah segan menegurku bila aku salah di matamu,karena sungguh,Allah membentuk hatiku dari daging yang paling lembut agar ku mudah tersentuh dengan segala nasihat.

Mataku begitu mudah menangis dengan sentuhan sedikit saja.Namun ingatlah adam, aku hawa dari tulang rusukmu yang paling bengkok,maka fitrahku memang untuk bengkok,maka jgn memaksa untuk meluruskanku,karena kau akan menemukanku patah, sekali ku patah tak akan mampu kau sambung lagi.

Namun,jangan pula membiarkanku terus dlm bengkok,tapi cobalah meluruskanku dengan hikmah,dengan bijaksana..Maka kaupun akan menemukanku lurus bahkan mampu mengokohkanmu..

Adam.. Maafkan aku atas semua lakuku..

sumber: facebook sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 11 Desember 2011 di muhasabah


Duhai engkau yang ALLAH pilihkan untukku ,,,Temui aku dalam istikharah mu.. Ketika pertama kali merasakan waktu yang kian lambat berputar.. Tahukah engkau bahwa di sini pun ada galau yang makin mendebarkan..Menanti apa takdir yang kelak menghampiri antara kau dan aku..Tenggelam kita bersama dalam munajat kepasrahan pa...da tempat yang berbeda..menanti sebuah pertanda dari Sang Pemilik Cinta… Menggeliat tanda tanya besar, akankah biduk istikharah ku dan biduk istikharah mu menuju muara yang sama… Sabarlah menanti lalu menerima apa-apa yang telah terencana olehNya..adalah hal terbaik di patri saat ketentuanNya belum benar-benar tuntas..Kian resah di malam-malam dalam tengadah mohon di pilihkan..Karena jikalau memang Allah menghendaki pertemuan kita, Allah pilihkan dirimu adalah yang terbaik bagiku.. Maka kita akan mengawalinya dengan segala perbedaan, bukan kesamaan… Tak ada kebersamaan kita sebelumnya.. Kita adalah dua orang asing yang Allah pertemukan dengan takdirNya..Akankah semua akan terjawab dengan indah??.. Kita Serahkan semuanya atas ketentuanNya.. Jika Allah berkehendak, maka kau temui aku dalam istikharahmu..lalu aku pun menjumpaimu dalam istikharahku…Maka keputusan itu semoga di berkati olehNya, sang Pemilik jiwa… * untukmu yang sedang ‘menunggu jawaban`…bersabarlah, bersegera namun tidak tergesa-gesa..

sumber : facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu

Dikirim pada 11 Desember 2011 di kebersihan jiwa




KETIKA AKU MEMILIHMU KARNA ALLAH ~~

Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..

Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi `kita`..

Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta`ala..

Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..

Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..

Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..

Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..

Salam Santun Senyum MANIS


sumber : facebook,sebelum engkau halal bagiku



Dikirim pada 10 Desember 2011 di kebersihan jiwa




Tidak MUDAH tersenyum ketika hati menangis dan teriris
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari itu bagian dari kasih Ilahi
Agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan orang yang menyakiti kita

Tidak MUDAH bangkit dalam keadaan terpuruk
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari...
Bahwa Allah sedang menyapa dengan cinta-Nya Agar kita tumbuh besar dan kuat

Tidak MUDAH memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan
Tapi akan terasa INDAH ketika kita bisa membahagiakan orang lain
Bukan membahagiakan diri sendiri

Tidak MUDAH memaafkan ketika kita dibenci dan di hina
Tapi akan terasa INDAH kalau itu bagian dari penyucian diri...
Dan ikhlash hanya mengharap ridlo Ilahi

Tidak MUDAH melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang didalamnya
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itu adalah awal dari kesuksesan kita

Tidak MUDAH melupakan masa lalu yang menyakitkan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itulah jalan yang harus ditempuh
Untuk mengawali kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya

Tidak MUDAH menghilangkan duka karena kehilangan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari...
Bahwa Tuhan telah meminjamkan kepada kita beberapa saat

Tidak MUDAH menghadapi penderitaan dan cobaan yang terus mendera
Tapi akan terasa INDAH ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur
Dan menyadari itu bagian dari cara Allah menyayangi hambanya...
Seperti Allah menyayangi para Nabi dan Rasul-Nya.


sumber : facebook.sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 08 Desember 2011 di kebersihan jiwa



Wanita Itu Ibarat apel. Buah yang tidak Berkualitas mudah sangat dipetik,dijamah dan diambil Orang. Tetapi Apel yang Berkualitas,berada Diketinggian tidak terjangkau hanya Dengan Uluran tangan kosong tanpa kekuatan Iman dan takwa; Susah dijamah Sembarang Orang.Mahkota seOrang wanita SElain Iman dan Taqwa Juga Al-Hayya.Apabila Hilang Iman;taqwa dan malunya..hancurlah pesonanya.Jika sudah DEmikian ma...ka ia Pun akan Menjatuhkan martabatnya agar Mudah Dijamah Orang.

Wahai wanita Sholehah yang Tinggi martabatnya..yang terpelihara kehormatan dan Izzahnya..

Bersabarlah! Disaat Tidak ada yang memetik kerena ketinggianmu. janganlah kau Obral jiwamu hingga kau Rela dipetik dan Dijamah Oleh orang yang tak Berhak Untuk itu. Layaknya apel Yang Mudah dipetik dipinggir Jalan. Tunggulah.. Allah Azza wa jalla... mengirimkan orang Yang Bersedia memetikmu diketinggian. Ketinggian yang hanya dapat dijangkau atas izin dan Ridho-Nya juga atas Iman dan taqwa sebagai kekuatannya.




Dikirim pada 07 Desember 2011 di muhasabah



Aku ingin selalu bersamamu,menjadi penawar setiap Penatnya hatimu...
menjadi penyemangat saat Malas dan futur Menyapamu.. menjadi penentram saat dukamu...


Menjadi bagian dari senyumu saat engkau bahagia..Penguatmu ketika engkau Lemah..menjadi air kesejukan saat engkau dikuasai amarah...
Tetapi.. Kita Belum halal...maka dari Itu,
Kuserahkan Pada Dzat Pemberi Cinta,
karena saat Ini hanya Dia yang bisa Menjaga mu saat Penjagaanku belum sampai padamu.
Saat Penat dan Luka menyandingimu... Biarlah dengan-Nya kau meMinta Penawar.
Saat Futur bertamu kepadamu.. Biarlah Janji-Nya yang Menjadi Penyemangatmu.
Dan saat engkau berbahagia.. Biarlah Syukur Tempatmu menambah dan berbagi kebahagiaan itu.
Karena Kita Belum halal,hanya Untaian doa dan harapan yang ku Berikan
Semoga bisa Menjadi Pelepas dahaga saat Merapuhnya jiwa
dalam penantian Cinta ..Ku Ingin KIta Terjaga dari cinta yang fana,, Hingga halal Itu Tiba...


Dikirim pada 07 Desember 2011 di kebersihan jiwa


Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,Itulah kesempatan.Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan,itu kesempatan.Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan,Itupun adaah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya,Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi,Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih untuk mencintainya, itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu.Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna agar hidup kita bisa sempurna dan mendapat Ridho dr Allah.




Dikirim pada 04 Desember 2011 di kebersihan jiwa


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu `alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi`adadi Kulli Ma`lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.

surat dari hatiku untuk kekasihku yang aku cintai karena Allah

Mungkin engkau sering bertanya-tanya dalam hati atau mungkin menerka-nerka mengenai perasaanku kepada dirimu untuk saat ini.

Inilah jawaban atas pertanyaanmu itu………….

Kekasihku yang aku cintai karena Allah,

Andaikan engkau tahu seandainya memandang mu tidaklah dosa maka aku akan terus memandang mu.

Andaikan rindu ini adalah halal maka aku akan menghubungimu hingga berjam-jam dan meminta mu untuk datang menemuiku.

Andaikan di saat engkau memegang tanganku, memelukku, dan menciumku ini adalah halal bagi kita berdua.Maka akulah orang yang paling bahagia.

Tetapi ketika kau memegang tanganku dan memelukku dalam hati ku bercampur baur antara bahagia dan takut akan dosa, Andaikan aku bukan orang yang paham akan hukum Allah maka akulah orang yang ingin selalu engkau sentuh dan engkau peluk.Tapi aku sudah tahu hukumnya:

“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: Muslim]

“Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)

Apakah engkau tahu setiap hari, setiap menit aku ingat padamu dan berharap engkau menghubungiku.

Tapi yang aku bisa hanya menatap wajahmu dari sebuah foto yang terpajang dalam jejaring sosial.

Mungkin engkau menganggapku kolot, tapi aku mengetahui satu hal :

”Melepaskan pandangan kepada yang haram akan mengakibatkan kecemasan, kesedihan dan luka di hati.

Orang yang bahagia adalah orang yang dapat menundukkan pandangannya dan takut kepada Tuhannya”

Mungkin engkau merasa aku bukanlah orang yang romantis,aku tidak perhatian dan kau tidak pernah aku perdulikan.

Mungkin untuk saat ini aku memanglah begitu karena aku takut akan hukum Allah, bukan hanya aku yang akan Allah beri balasan tetapi kita berdua dan kedua orang tua kita yang membiarkan kita.

Beberapa hari ini, aku tak kirim sms kepadamu,dan ketika kau smsku terlebih dahulu aku selalu membalasnya dengan waktu yang agak lama.

lalu aku minta maaf karna telat membalasnya seolah-olah aku tak sengaja.

Aku berusaha agar kau tidak menghubungiku sehingga engkau bosan dan dapat meninggalkan aku cepat.

Tapi apakah engkau tahu di dalam hati kecilku….engkaulah orang pertama yang paling ingin aku beritahu tentang semua kegiatan yang kulakukan.Tapi rasa maluku selalu mengurungkan niatku tuk menyapamu terlebih dahulu.

Seringku perhatikan kau juga begitu,terlalu lama membalas pesan singkatku dan tak pernah menghubungiku lagi.Aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku "Adakah aku dihatimu.?"

Hari jumat aku sakit demam dan flu,dan mag ku kambuh.

Tahukah kamu aku ingin sekali engkau datang dan menghawatirkan aku.

Malam itu engkau tak mengirimiku satu pesan.

Tahukah kau, bahwa saat itu aku ingin sekali mendengar suaramu. atau jika harapanku berlebihan, kau bisa menggantinya dengan sebuah pesan singkat saja.

Berkali-kali aku mencoba memberanikan diri mengirimimu pesan. Ketika aku mengetik sebuah kata kemudian aku menghapusnya dan terjadi berulang-ulang.

Apakah engkau tahu mengapa aku seperti itu.

karena dua buah kata yaitu tidaklah halal. Ya karena hubungan kita tidak halal jadi aku takut Allah akan marah.Pacaran tu tidak halal,tapi bagaimana dengan kondisi kita yang berjauhan?,kita tak akan bersentuhan bukan, pertanyaan itu sering terlintas dipikiranku namun segera kutepis.Bukankah aku tak mengetahui isi hatimu..

Inilah jawaban atas tanyamu………

engkau datang memberikan aku kebahagiaan dan sekaligus memberikan aku sebuah kecemasan.

Oleh karena itu aku menuliskan surat ini untuk mu kekasihku…….

Dan inilah yang ku rasakan………..

Untuk kekasihku mungkin aku tidak tahu seberapa besar cintamu kepadaku dan apakah aku lah seorang yang berada di hatimu.

Tetapi aku sangat tahu bahwa aku cinta padamu, aku rindu padamu, dan untuk saat ini engkaulah seorang yang berada di hatiku.

Aku berterima kasih kepada Allah telah mempertemukan kita berdua. Dan aku berterima kasih kepadamu sudah menjadi bagian yang menempati ruang kosong di hatiku.Semoga Allah merahmati kita berdua.

Semoga Allah mempertemukan kita dalam RidhoNYA. Aamiin ya Rabbal`alamin..

Inilah surat dari hatiku untuk kekasihku yang aku cintai karena Allah


♥www.facebook.Sebelum Engkau Halal Bagiku♥


Dikirim pada 03 Desember 2011 di kebersihan jiwa




Siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci Dalam hidup ini....? Kepada siapakah harus menambatkan tali cinta ..?...

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda:

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Sahabat Fillah.. Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Sahabat Fillah.. hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi

Sahabat Fillah..... perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan sahabat Ku…

Wallahu a’alam bisshowab...


Dikirim pada 03 Desember 2011 di muhasabah


Seorang wanita dengan mengenakan gaun motif kotak pudar dan suaminya yang mengenakan setelan tenunan usang turun dari kereta api di Boston. Dengan agak ragu mereka berjalan menuju kantor kepala sekolah (rektor) Harvard, bermaksud untuk menemui sang rektor walaupun tanpa janji terlebih dahulu. Sekretaris rektor mengerutkan keningnya melihat kelakuan mereka, dia berpikir, "kedua orang udik dan tidak terpelajar ini pasti tidak ada urusan di Harvard dan bahkan tidak pantas berada di Cambridge".


"Kami ingin bertemu dengan rektor", lelaki itu berkata dengan lembut kepada sang sekretaris.

"Beliau sibuk seharian ini" sang sekretaris menjawab.

"Kami akan menunggu." kali ini si wanita yang menjawab.

Selama empat jam mereka menunggu dan si sekretaris sepertinya tidak mengacuhkan mereka, dia berharap agar mereka bosan dan jadi berkecil hati hingga akhirnya pergi. Namun ternyata pasangan suami sitri tersebut tidak pergi-pergi sehingga membuat si sekretaris frustasi dan akhirnya memberitahu sang rektor tentang kedatangan mereka. "Mungkin jika anda menemui mereka barang beberapa menit mereka akan pergi." kata sekretaris kepada rektor. Dengan perasaan malas sang rektor pun akhirnya menemui mereka, dia berpikir bahwa orang sepenting dirinya tidak mempunyai waktu untuk menemui orang kampungan ini, tetapi ia ingin agar mereka cepat-cepat pergi dan tidak merusak pemandangan kantornya. Sang rektor memasang muka yang bermartabat dan berjalan dengan pongahnya menuju pasangan suami istri tersebut.

Wanita itu berkata kepadanya, "Kami memiliki seorang putra yang sekolah di Harvard selama satu tahun. Dia mencintai Harvard, dia bahagia di sini. Tapi sekitar setahun yang lalu, ia dibunuh. Saya dan suami saya ingin mendirikan tugu peringatan kepadanya di suatu tempat di kampus ". Sang rektor sama sekali tidak tersentuh oleh cerita wanita itu dia hanya terkejut mendengar pasangan suami istri ini ingin mendirikan tugu peringatan untuk mengenang anaknya.

"Nyonya, kami tidak bisa menaruh patung semua orang mati yang pernah sekolah di Harvard, kalau kami lakukan itu, tempat ini nantinya akan tmpak seperti pemakaman saja."

"Oh bukan begitu", kata si wanita, "kami tidak ingin membuat patung, kami hanya ingin membuat sebuah gedung untuk Harvard."

Sang rektor terkejut bukan main, dia pun berkata,"Sebuah gedung ya? tahukah anda berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun sebuah gedung?" dia bertanya dengan sinisnya kepada pasangan suami istri itu. "Kami sudah menghabiskan tujuh setengah juta dollar untuk pembangunan fisik Harvard saja." Sejenak wanita itu terdiam.

Sang rektor merasa senang, dia bisa membuat mereka pergi sekarang.

Si wanita memandang suaminya dan berbisik,"Segitukah biaya untuk membuat sebuah universitas? Kenapa kita tidak membuat universitas kita sendiri?" suaminya mengangguk.
Sang rektor hanya berdiri kebingungan.

Akhirnya Tuan dan Nyonya Leland Stanford pergi ke Palo Alto, California, dimana akhirnya mereka mendirikan universitas yang menggunakan nama mereka yaitu Universitas Stanford, sebagai kenangan terhadap putra mereka yang tidak dipedulikan oleh Universitas Harvard.

Pesan yang terkandung dari cerita ini adalah bahwa kita jangan sampai memandang seseorang hanya dari penampilannya saja, karena penampilan luar itu hanyalah bungkus untuk mempercantik sesuatu yang terbungkus didalamnya. Seperti pepatah mengatakan "Jangan menilai buku dari sampulnya".

Semoga bermanfaat.

http://ayahrachmat.blogspot.com/2010/08/jangan-menilai-orang-dari-penampilannya.html

Dikirim pada 25 November 2011 di muhasabah



بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

... Yaa Rabbi...

Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian. Jadikanlah kami orang yg ..
Selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq, Sebijaksana Umar bin Khattab,
Sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib,Sesederhana Bilal dan setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhum..Amiin ya Rabbal`Alamin.


Wahai Adam yang akan bertahta di hatiku sebagai Calon Imamku.

Jika engkau mengharapkan harta menggunung tinggi, aku pasti akan mengecewakanmu..

Jika engkau mengharapkan wajah secantik puteri, aku pasti akan mengecewakanmu..

Jika engkau mengharapkan layanan sebaik khadijah, aku pasti akan mengecewakanmu..

Jika engkau mengharapkan teman yang setia di sisi, aku pasti akan mengecewakanmu..

Wahai Adam yang akan bertahta di hatiku sebagai Calon Imamku.

Sebelum benar-benar engkau hadir, inginku bertanya sesuatu padamu..

Adakah engkau sanggup menerimaku sebagai isteri jika tidur lena mu ku ganggu untuk kita bersama-sama munajat padaNya..

Adakah engkau sanggup jika aku tidak sudi engkau menjadi imamku untuk sholat subuhku karna ku ingin dirimu sholat subuh berjemaah di masjid..

Adakah engkau sanggup jika selepas pulangnya engkau dari sholat berjemaah aku tidak merelakan engkau tidur semula..malahan aku ingin engkau menghidupkan majlis taklim (saling berkongsi pengisian) antara aku & dirimu..

Adakah engkau sanggup jika setiap pagi aku ingin kau membaca Al Matshurat bersama ku..

Adakah engkau sanggup jika selepas kau pulang dari bekerja, aku masih lagi dengan tugasku di luar..

Adakah engkau sanggup jika ketika engkau di rumah,aku sering meminta izin untuk keluar dengan alasan berjumpa rekan-rekan sedangkan pada hakikatnya aku ingin meneruskan medan perjuanganku..

Adakah engkau sanggup jika setiap senin & kamis kau menemaniku berpuasa sunat..

Adakah engkau sanggup jika bersama-samaku menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan kita..

Adakah engkau sanggup jika aku menasihatimu & membawamu lebih mendekatiNya..

Adakah engkau sanggup jika akan ada malam tertentu rumah kita akan dipenuhi orang untuk majlis ilmu..

Adakah engkau sanggup jika tamu kita sering bertamu sehingga tidur di rumah kita karna ia mungkin akan mengganggumu..

Adakah engkau sanggup jika ujung minggu kita dipenuhi dengan menziarahi orang tua kita..

Adakah engkau sanggup jika aku meminta dirimu menceritakan kisah sirah Rasulullah SAW & perjuangan para sahabat kepada anak-anak kita sebelum mereka tidur..

Adakah engkau sanggup jika aku tidak merelakan engkau memberi pelbagai kemewahan pada anak-anak kita karna aku ingin mereka menjadi hambaNya yang bersyukur selalu..

Adakah engkau sanggup jika tanganmu sentiasa ku pegang walau ke mana arah tuju ketika kita berjalan bersama..

Adakah engkau sanggup jika keluar berjalan denganku yang bertudung labuh, berbaju longgar, dan seringkas yang mungkin di hadapan hambaNya yang lain..

Adakah engkau sanggup jika masakanku tidak sesedap yang kau harapkan..

Adakah engkau sanggup jika layananku nggak sempurna padamu..

Wahai Adam yang akan bertahta di hatiku sebagai Calon Imamku.

Aku tahu bagimu pernikahan itu menghalalkan segalanya…tapi lain dari persepsiku…

Sememangnya benar pernikahan itu menghalalkan segala apa yang terhijab antara aku dan dirimu…

Tapi aku ingin kau juga mengetahui & mengerti bahwa pernikahan jua adalah jalanku untuk ke syurgaNya..

Pernikahan jua adalah jalan untuk kita melahirkan mujahid mujahidah yang soleh solehah..

Sememangnya aku akan berusaha semampuku untuk membahagiakanmu karna walau apa yang berlaku,

Kau tetap suamiku..


Namun telah kupatrikan dalam diriku untuk terus memperjuangkan segala apa yang ku perjuangkan kini…

Aku memberitahu segala ini terlebih awal kerana aku tidak ingin engkau menyesali jika perkara ini akan terjadi..

Karna itu telah dari awal ku sediakan diriku untuk membiarkan engkau mencari yang terbaik untuk dirimu..

Karna cukuplah Allah bagiku..


mungkin bersamaku akan membuatkan dirimu merasa bosan & tiada kehidupan ..

Tapi sadarlah wahai bakal suamiku bahwa cara hidup Rasulullah SAW itulah yang terbaik..

Dalam rumah tangga kita pasti ada senda guraunya..

Cuma aku mungkin akan lebih sibuk dengan gerak kerja ku di jalan-Nya..

Krna telah ku pilih jalan-Nya..hingga akhir hayatku akan ku terus di jalan-Nya dan..

Ku bermohon semoga hembusan nafasku yang terakhir jua adalah di jalan-Nya..terimalah diriku seadanya


Dunia ini sudah tidak lama lagi.. jika ada jodoh di dunia,

Kita akan bertemu atas ikatan pernikahan yang sah atas namaNya..

Tidak ku mengharapkan engkau seorang yang terlalu mulia..

Cukuplah bagiku jika engkau sadar hakikat dirimu yaitu hamba Allah..

Karna jika engkau sadar, pastinya engkau akan menjalankan tanggungjawabmu sebagai hambaNya..

Jika tiada jodoh kita di dunia... semoga kan bertemu di syurga... InsyaAllah...

Aku ingin kau tahu bahwa cinta Ilahi tetap yang utama di hatiku..dan aku mencintaimu kerana Dia~

Sekian kata khas untukmu wahai Adam yang akan bertahta di hatiku sebagai Calon Imamku.


sumber : facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu.

Dikirim pada 21 November 2011 di kebersihan jiwa



Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu `alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi`adadi Kulli Ma`lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.

Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan. Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada. Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta isinya, bertanya, dimanakah pasangan jiwa berada. Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.

Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah? Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya, hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Sebuah fitrah pula bahwa setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya, akan terbentuk jiwa-jiwa yang sholeh dan sholehah.

Duhai...

Betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan cahaya Islam hingga memenuhi setiap sudut rumahtangganya.

Allah Subhanahu wa Ta`ala pun telah menciptakan wanita dengan segala keistimewaannya, hamil, melahirkan, menyusui hingga keta`atan dan memenuhi hak-hak suaminya laksana arena jihad fii sabilillah. Karenanya, yakinkah batin itu tiada goresan saat melihat pernikahan wanita lain di bawah umurnya? Pernahkah kita menyaksikan kepedihan wanita yang berazam menjaga kehormatan diri hingga ia menemukan kekasih hati? Dapatkah kita menggambarkan perasaannya yang merintih saat melihat kebahagiaan wanita lain melahirkan? Atau, tidakkah kita melihat kilas tatapan sedih matanya ketika melihat aqiqah anak kita?

Letih...

Sungguh amat letih jiwa dan raga. Sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa, tanpa tahu adakah belahan jiwa yang menunggu di sana.

Duhai ukhti sholehah...

Dalam Islam, kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia fana ini saja, karena masih ada akhirat. Memang, setiap manusia telah diciptakan berpasangan, namun tak hanya dibatasi dunia fana ini saja. Seseorang yang belum menemukan pasangan jiwanya, insya Allah akan dipertemukan di akhirat sana, selama ia beriman dan bertaqwa serta sabar atas ujian-Nya yang telah menetapkan dirinya sebagai lajang di dunia fana. Mungkin sang pangeran pun tak sabar untuk bersua dan telah menunggu di tepi surga, berkereta kencana untuk membawamu ke istananya.

Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Sang Pemilik Cinta. Kalaulah rasa itu selalu menghantui, usah kau lara sendiri, duhai ukhti. Taqarrub-lah kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala. Kembalikan segala urusan hanya kepada-Nya, bukankah hanya Ia yang Maha Memberi dan Maha Pengasih. Ikhtiar, munajat serta untaian doa tiada habis-habisnya curahkanlah kepada Sang Pemilik Hati. Tak usah membandingkan diri ini dengan wanita lain, karena Allah Subhanahu wa Ta`ala pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, meski ia tidak menyadarinya.

Usahlah dirimu bersedih lalu menangis di penghujung malam karena tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa. Menangislah karena air mata permohonan kepada-Nya di setiap sujud dan keheningan pekat malam. Jadikan hidup ini selalu penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa. Bersiap menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala. Tausyiah-lah selalu hati dengan tarbiyah Ilahi hingga diri ini tidak sepi dalam kesendirian.

Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh tak akan lari kemana. Karena sejak ruh telah menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwamu pun telah dituliskan-Nya.

Sabarlah ukhti sholehah...

Bukankah mentari akan selalu menghiasi pagi dengan kemewahan sinar keemasannya. Malam masih indah dengan sinar lembut rembulan yang dipagar bintang gemintang. Kicauan bening burung malam pun selalu riang bercanda di kegelapan. Senyumlah, laksana senyum mempesona butir embun pagi yang selalu setia menyapa.

Hapuslah air mata di pipi dan hilangkan lara di hati. Terimalah semua sebagai bagian dari perjalanan hidup ini. Dengan kebesaran hati dan jiwa, dirimu akan menemukan apa rahasia di balik titian kehidupan yang telah dijalani. Hingga, kelak akan engkau rasakan tak ada lagi riak kegelisahan dan keresahan saat sendiri.

`Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia". ((Al-Hadith)

(Sebelum Engkau Halal BagiKu) https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Dikirim pada 19 November 2011 di kebersihan jiwa
18 Nov


Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat . ”Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

”Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.”

”Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.”

“Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

“Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya” .

“Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini adalah seharusnya. Dan Justru bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.
“Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

“Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.

(by Paulo Coelho)

Dikirim pada 18 November 2011 di muhasabah


Ada sebuah kisah yang patut menjadi renungan kita bersama bagaimana kita mensikapi hidup dan perjuangannya. Pada suatu ketika seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Gembira hati orang tersebut karena telah melepaskan kesulitan yang diderita oleh kupu-kupu itu. Namun, kupu-kupu tadi mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.


Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap yang mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Dari kisah tersebut kalau kita renungi kadang-kadang yang namanya perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan dan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat “Terbang“. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang.

Ada ungkapan bijak lainnya dari pujangga terdahulu

Kita memohon Kekuatan…
Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan…
Dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.
Kita memohon kemakmuran…
Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.
Kita memohon Keteguhan Hati…
Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.
Kita memohon Cinta…
Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.
Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati…
Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.


Begitulah cara Tuhan membimbing Kita. Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan? Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.
Tetaplah berjuang…berusaha…dan berserah diri…
Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita.

Bersyukurlah karena kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan,
seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan.
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu,
karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit,
karena di masa itulah kamu tumbuh.
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu,
karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru,
karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.


Hidup adalah perjuangan, di sanalah kita juga butuh pengorbanan.

http://dimensi5.wordpress.com/2006/12/27/rahasia-perjuangan-hidup/

Dikirim pada 13 November 2011 di muhasabah



Kalau engkau tak mampu menjadi beringin

yang tegak di puncak bukit

Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,

yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,

Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang

memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya

Jadilah saja jalan kecil,

Tetapi jalan setapak yang

Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten

tentu harus ada awak kapalnya….

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi

rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu….

Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Taufiq Ismail

Dikirim pada 11 November 2011 di kebersihan jiwa




Apakah ada dari kamu sekarang yang ngerasa kalo idup tuh nggak asik lagih, karena kamu pada keadaan yang serba nggak enak?
Apakah ada dari kamu yang menilai kalo Allah tuh nggak adil karena ngebuat jalan idup kamu nggak seenak yang laen- laen?
Apakah ada dari kamu sekarang yang lagi nggak ngerti gimana jalan keluar dari sesuatu masalah yang buat kamu adalah bener- bener stress ?
Dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya…

Remaja dan masalah, emang seperti ada lem perekat diantara keduanya. Mulai dari krisis pede, bolos sekolah, tawuran, kehamilan tidak dikehendaki dan aborsi, falling in love, broken heart, family and broken home, narkotika, seks bebas, and many more. Sebabnya juga macem- macem, dari mulai dari ortu yang katanya bermasalah, salah milih teman ampe berantem ama sodara bahkan putus asa ama diri sendiri.

Dan… banyak dari beberapa teman kita yang lagi terlibat masalah begituan diatas, yang ternyata pada akhirnya asyik nyalahin siapapun… kecuali dirinya sendiri, saat akhirnya hal yang negatif menimpa dia. Alasannya apa? karena hal itu adalah lebih mudah dilakukan ketimbang harus introspeksi diri dan ngelawan nafsu diri sendiri.

Tapi sayang sekali, hal mudah itu ternyata nggak ngebentuk mereka lebih hebat kecuali hanya sekedar berhenti pada level pengecut. Seorang pengecut adalah yang tidak berani bertanggung jawab atas apa yang telah di perbuatnya. Seorang pengecut juga biasanya tidak terlalu pintar untuk ngerti tentang benar ato salah terhadap apa yang dilakukan, dan jika hal itu suatu hari ternyata membawa masalah bagi dirinya, maka dengan mudahnya dia mencari kambing hitam untuk menerima segala konsekwensi dosa- dosanya.

Teman, sadar nggak sadar, masalah dalam hidup kita sebenarnya kitalah sendiri yang memilihnya. Atau dengan kata lain semua masalah itu berasal dan dimulai dari diri kamu sendiri loh. Kok bisa? yups begitulah!.

Seandainya kita hidup dalam lingkungan yang jahat sekalipun, Allah masih memberi kita pilihan untuk menjadi jahat ataupun tetap memilih kebaikan. Kalaupun akhirnya kita menjadi jahat, itu adalah karena pilihan kita, sekalipun memang ada sumbangan dari orang lain yang bernama pengaruh. Nah salahnya kita, kita dengan tangan terbuka menerima dan memilih pengaruh jahat itu untuk kita lakukan.

Trus kalo ada yang bilang sangat sulit untuk memilih tetap menjadi baik dalam lingkungan seperti itu. Ya Allah, Allah terlalu penyayang teman, untuk nggak nolong kita yang jelas- jelas pengen berbuat kebaikan.

So, Selalu akan ada pilihan tentang kebaikan dalam lingkungan atau keadaan yang jahat dan nggak enak sekalipun. Jadi mulai sekarang, berhati- hatilah terhadap pilihanmu dan pilihan sikapmu, dan kalau kamu sudah memilih, bertanggung jawablah atas apapun pilihanmu itu.

Dan buat kamu yang ternyata dulu nggak sadar telah memilih pilihan yang salah, sehingga kamu sekarang ada pada keadaan yang terpuruk, maka jangan putus asa kawan.

Dalam keadaan apapun kamu sekarang, kamu adalah berharga dan masih tetap berharga, walau mungkin susah banget buat kamu buat ngehargain diri kamu sendiri. Kalo kamu marah sama keadaan, ya jangan cuma sampai disitu ajah. Marah en protes nggak bakal ngebawa efek apapun kecuali makin tambah ribet dah urusan kamu nanti. Pecahkan masalah itu dan jadilah pemenang. Paling nggak pemenang atas kemalasan diri kamu sendiri untuk jadi seorang pemenang.

Guys, menjadi remaja adalah sesuatu yang natural dan manusiawi, toh semua manusia pasti berproses dan bakal ngelewatin semua itu. Tapi jadi remaja yang dewasa yang berpikir dan bertindak lebih dari dari kualitas seorang remaja kebanyakan itulah yang bakal ngebuat kamu lebih.

So, perbaikin pola pikir kamu dalam melihat sesuatu, selalu lihat pada sisi yang positif tentunya, termasuk pada sesulit apapun keadaan yang lagi kamu alamin sekarang. Karena waktu akan terus berjalan teman, nggak perduli kamu siap ato tidak. Kalo kenyataannnya kamu benar- benar ga siap, ya kamu bakal ketinggalan sama yang laen. Dan sebagai seorang yang pintar en cerdas, tentunya nggak pantas juga kalo kita bangga pas ngeliat diri sendiri ternyata dah jauh banget tertinggal dalam banyak hal dari pada yang laen.

Kalo kata orang, remaja emang identik dengan labil dan kurang pengalaman dalam menyikapi sesuatu, yups setuju banget. Tapi nggak ada satupun aturan kan, yang melarang seorang remaja untuk menjadi stabil dan berpengalaman, dan atau mencari pengetahuan yang lebih untuk menjadi lebih stabil dan lebih berpengalaman?.

Semua tergantung pintarnya kamu dan kuatnya keinginan kamu dalam mengolah masalah itu sendiri agar terpecahkan atau bahkan terasa menjadi menyenangkan.

Maka dari itu teman, cepet deh buru- buru cut itu perasaan nggak enak dan sikap yang sibuk nyalahin orang lain sehingga kamu punya alasan buat nyiksa diri dengan berbagai hal negatif yang bakal mangkas kemampuan kamu buat maju. Sadari, kalo hidup emang kumpulan dari berbagai masalah yang menempa kamu agar lebih jadi dewasa dan nggak manja. Simplenya gini, Kalo nggak ketemu masalah, ya nggak bakal manusia itu hidup.

Dan kalo urusannya adalah kamu merasa nggak ada lagi yang ngedukung kamu alias kamu ngerasa selalu sendirian saat kudu berhadapan dengan masalah yang udah sangat berat banget menurut kamu, ingat aja satu hal teman.. kamu masih punya Allah dan akan selalu punya Allah, selama kamu merasa dan mau berdekatan dengan Allah. Semua tergantung diri kamu sendiri.

Dan kamu akan berarah kemana dan seperti apa skenario idup kamu selanjutnya, semua bakal di mulai dari pilihan pilihan idup kamu sekarang ini,

Jadi sekali lagi, berhati- hatilah terhadap pilihanmu, dan kalau sudah memilih, bertanggung jawablah atas apapun pilihanmu itu.
Dan buat pilihan terbaikmu sekarang, dan lakukan !

(NayMa/Voa-Islam.com)

Dikirim pada 05 November 2011 di muhasabah




Jalan dunia ini tidak selamanya datar dan mulus. Banyak hal-hal yang tidak pernah kita duga ada dihadapan kita. Suka duka, sedih dan gembira adalah warna-warni kehidupan. Dunia tidak pernah menjanjikan kenikmatannya yang abadi kepada siapapun. Sekalipun lahir sebagian orang-orang kaya tampak bahagia, tentram dan damai dengan kelapangan hidup, harta dan pembantu-pembantu yang dimilikinya, hanya saja hakekat kehidupannya yang tidak diketahui orang lain berbeda sama sekali dengan penampilan lahirnya.Berapa banyak manusia yang hidup dalam kenikmatan yang membuat ngiler orang-orang yang mendengarnya, hanya saja hari-hari tidak selalu dalam satu kondisi. Terkadang kenikmatannya diambil tiba-tiba ketika ia sedang berada dipuncak kenikmatan hidup, atau datanglah tragedi-tragedi zaman yang merampas darinya ..bukan ..bukan merampas apa yang dimilikinya, tidak. Akan tetapi merampas kelezatan menikmati apa yang dimilikinya, dan ini lebih dahsyat serta menyakitkan dari yang sebelumnya. Tidak merasakan nikmat hidup dari apa yang dimilikinya.

Tidak usah engkau tanyakan contohnya saudaraku …

Tanyakan saja kepada hari-hari yang telah berlalu dan masa-masa yang menjadi saksi-saksi bisu tentang orang-orang yang berjatuhan dalam hidup ini.
Tidak sedikit orang yang dikira hidup jaya di dunia ini, sehingga kerentaan, penyakit, dan kelemahan mendatanginya, merampas kelezatan hidupnya lalu meninggalkan kedua matanya nanar melihat kenikmatan tapi ia tidak dapat mengambil manfaat darinya sedikitpun. Bak fatamorgana yang terlihat seperti telaga oleh orang-orang yang dahaga, tatkala didekati ia tidak dapatkan apa-apa selain rasa haus yang kian mencekik dan menyesakkan.

Ada dua orang yang selalu membuat saya heran. Seorang yang dianugerahi kedudukan duniawi, lalu ia lalim, angkuh dan sombong dan menyakiti orang-orang yang dibawah pimpinannya. Ia tidak takut kepada Allah dalam memimpin mereka. Padahal ia yakin bahwa kedudukannya ini pasti lenyap dalam waktu yang telah ditentukan Allah. Dalam sekejap kedudukan dan kemegahan duniawi itu diambil Allah, lalu si sombong itu menjadi orang yang lebih rendah dari orang biasanya.

Yang kedua, seorang yang dianugerahi Allah kekuasaan atau kedudukan, atau harta yang berlimpah tidak ada orang yang menandinginya. Lalu ia menghabiskan umurnya dalam menjaga dan menambah harta tersebut. Tidak berbuat sesuatu yang akan menjadi kebaikan yang kekal diingat manusia dan bermanfaat untuknya setelah mati. Atau menjadi penghiburnya di hari tua. Hari ketika ia melihat setiap orang memakan makanan yang lezat dan nikmat kecuali dia hanya memakan sepotong roti kering yang bisa jadi orang miskin pun tak mau memakannya.

Jadi seperti yang dikatakan orang-orang arif dan bijak; jalan hidup lurus tanpa berliku itu mustahil. Hari-hari selalu berubah dari waktu-kewaktu. Bisa saja seorang itu bangkrut lalu jatuh miskin atau ditimpa penyakit, sehingga tersibukkan dari harta benda yang telah dikumpulkannya, atau datang orang lain yang merampas dengan paksa kekuasaan yang dimilikinya.

Kesusahan dan himpitan hidup juga bertingkat-tingkat, di antaranya ada yang lebih berat dan menyakitkan dari yang lainnya. Seperti dendam kesumat orang-orang yang menanti-nanti keruntuhan dan kejatuhan. Mereka menanti saat-saat itu, apalagi jika orang yang jatuh itu orang yang pernah berlaku zalim dan semena-mena tidak punya kebaikan yang bisa meringankannya.
Betapapun pahitnya sebuah keruntuhan akan tetapi sebagiannya lebih ringan dari yang lainnya. Dalam sejarah kita bisa melihat kejatuhan kekuasaan “Baramikah” dan bagaimana Harun Ar-Rosyid membalas dendam dengan membunuh Ja’far bin Yahya Al-Barmaky dan menyalibnya serta memenjarakan ayah dan saudaranya. Lalu mengambil harta-harta mereka, hanya saja dulu mereka pernah berbuat baik sehingga orang banyak masih mengenang kebaikannya itu sekalipun kekuasaan dan harta mereka telah dirampas. Oleh karenanya tidak sedikit orang-orang yang menangisi kondisinya ditiang salib. Sampai-sampai Harun Ar-Rosyid marah kepada seorang penyair yang memuji-muji Ja’far Al-Barmaky.
Benarlah apa yang difirmankan Allah Ta’ala,

وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

Artinya, “Itulah hari-hari yang kami putarkan silih berganti diantara manusia”. (Ali Imron : 140)

Kekuasaan akan sirna, masa muda beralih kepada tua, sehat kepada sakit. Akan tetapi pertanyaannya, “Apakah akan dikatakan sesuatu yang baik saat perpisahan dan sesudahnya? Ataukah cukup dikatakan, pergilah dan tak usah kembali lagi?!”.

وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لرجل وهو يعظه اغتنم خمسا قبل خمس شبابك قبل هرمك وصحتك قبل سقمك وغناك قبل فقرك وفراغك قبل شغلك وحياتك قبل موتك رواه الحاكم وقال صحيح على شرطهما

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma ia menuturkan, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda menasehati seseorang, “Pergunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara; masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu kosongmu sebelum kesibukkanmu dan hidupmu sebelum matimu”.[1]

Jangan lupa .. hidupmu bukan hanya hari ini, masih ada esok hari atau setelah mati,
wallahu a’lam.

[1] Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan ia berkata, “Shohih atas syarat keduanya (Bukhari dan Muslim)”. Juga dishohihkan oleh Syeikh Al-Albanyi di Shohih At-Targhib wat Tarhiib no.3355.
[2] Untuk seorang sahabat yang sedang terhimpit beban hidup nun jauh disebarang sana, semoga Allah memudahkan urusanmu. Bersabarlah .. kesulitan di dunia tidak seberapa dibandingkan kesulitan di akhirat kelak .. wallahul musta’an.

http://virouz007.wordpress.com/2010/05/01/hari-ini-kamu-tertawaesok-hari-bisa-jadi-kamu-menangis/

Dikirim pada 04 November 2011 di muhasabah
04 Nov




Assalamu`alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

*•Yaa Rabbi•* Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam

berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg

selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi

Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak...

Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih....

Padahal kau begitu tahu begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.

Karenanya ku ingin kau tau,aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan.

Maka ketahuilah...

Kepadamu yang akan memilihku kelak...

Aku tak sebijak bunda Khadijah, karenanya ku ingin kau tau,aku bisa saja berbuat salah dan begitu membuatmu marah.

Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku,

nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku durhaka kepadamu...


Duhai kau yang yang telah memilihku kelak....

Ingatlah,tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu,ada kalanya aku akan terlihat begitu kusam dan jelek.

Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur,

untuk menyiapkan makan untukmu dan malaikat-malaikat kita nanti..Insya Allah

Maka,aku akan tampak kotor dan bau asap.

Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita,

agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat.

Maka mungkin aku tidak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.

Ataukah kau akan menemukanku terkantuk-kantuk saat mendengar keluhan dan ceritamu,bukan karena aku tak suka

menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu,tapi semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun

tertidur kerana harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka

tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..

Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,maka tetaplah tersenyum

padaku, karena kau adalah kekuatan ku...

Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak...

Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah,menangis dan tak terkontrol,

bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa,aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban

di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu,

atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu,maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya belaianmu...

Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadam segala resahku...

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak...

Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah..

Maka jangan pernah bosan mengajariku,membimbingku ke Arah-NYA..

Jangan segan membangunanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..

Jangan letih mengingatkanku untk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..

Bimbing tanganku ke Jannah-NYA agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya...

Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku...

Seiring berjalanya waktu,kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah,akan menipis dam memutih.

Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar...

Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu...

Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu...

Maka jangan pernah berpaling dariku...

bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah,

yaitu rasa cintaku padamu...

Ketahuilah... Tiap harinya, tiap jam,menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu.

Maka cintailah aku karena-NYA, dengan apa adanya aku...

Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna...

Maafkan aku karena aku bukan istri Nabi...

Aku hanya wanita biasa.....

http://www.facebook.com/pages/Ya-Allah-Ijinkan-Hamba-Menggelar-Sajadah-Bersamanya/253238754715845?ref=ts

Dikirim pada 04 November 2011 di kebersihan jiwa




Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu `alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi`adadi Kulli Ma`lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.

Saudariku. . .! Sudahkah engkau menemukan seseorang yg mencintaimu karena Allah?..Orang yg mencintaimu karena Allah adalah dia yg senantiasa menyanjungmu,yg diceritakan tentang dirimu adalah yg baik saja..lalu bagaemana dg kesalahan,kekurangan dan keburukanmu baginya?

Bagi dirinya,kesalahanmu merupakan tugas baginya untuk membantumu memperbaiki kesalahan itu.

bukannya malah menyalahkan atas kesalahan itu.Dia sadar bahwa manusia itu tidaklah ada yg benar benar kesempurnaannya karena baginya kesempurnaan itu hanyalah milik Dia yg menciptakan kesempurnaan itu,Allah AL Khalik.Kesalahanmu itu adalah pelajaran agar dikemudian hari tidak terjadi lagi untuk yg kedua,ketiga dan yg kesekian kalinya.

Sesungguhnya kekuranganmu adalah kelebihan yg belum terlengkapi..Apa yg lebih pada dirinya dijadikan sebagai pelengkap untuk menutupi kekuranganmu.

Dia telah siap menerima segala kekuranganmu sebagaimana dia telah menerima dan merasakan nikmad atas segala kelebihan yg dikaruniakan oleh Allah yg disenanginya pada dirimu.Seolah tiada beda baginya antara kelebihan dan kekurangan dimatanya.

Tentang keburukanmu.Apa yg buruk yg didapatkannya dalam dirimu,tidaklah akan pernah diceritakan aib itu pada orang lain.

sebisa mungkin dia akan memberitahumu tentang keburukan itu dg tutur kata yg santun sehingga tiada ketersinggungan yg engkau rasakan.

Yang ada pada dirimu terhadap dirinya akan membawa rasa kagum dan simpati atas perkataannya,perasaan itu memang tidaklah pasti akan engkau rasakan tapi bukannya hal itu tidak mungkin..Bagaimana?engkau setuju tidak dengan perkataan ini?Marilah tanyakan pada hati yg tiada pernah mendustai diri kita.

share by facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 04 November 2011 di kebersihan jiwa




Ukhtiku Sayang...

Cantiknya Imanmu mengalahkan cantik fisik, bahkan Mengalahkan cantiknya Miss Universe...

Dia Memang cantik Dimata Dunia. Namun apa engkau mau Menjamin Cantik Pula Dimata Allah..?? Tentu Tidak...

Dia dibawah mu segala-galanya, jika engkau yang mempunyai Kecantikan Iman...

Perkara yang terindah dari seorang wanita bukan pada saat ia tersenyum bahagia,

tetapi di saat butiran air mata jatuh dalam doa..

Bukan karena kata-kata yang indah tetapi saat dia diam dalam dzikrullah..

Bukan kerana kecantikannya yang mempesona tetapi ruku dan sujudnya yang tiada henti..

Maka dialah permata yang dirindu & embun yang dinanti, bahkan bidadari syurga pun cemburu padanya...

Coba Liat lagi Isteri-isteri Rasulullah SAW dan para Shohabiyah. Apa Yang Menyebabkan mereka Mempunyai Kedudukan

Yang Mulia ??? Bukan Karena penampilan dan Kecantikan. Tapi Karena Iman yang Tersimpan Didada2 mereka.

Tidakkah Kita Ingin Berhias seperti Mereka Berhias. Mereka Berhias Dengan Iman, ilmu dan Amal Sholeh,

Berhias Dengan akhlak yang Mulia, Berhias Dengan rasa malu Sebagai Mahkota Kita.

Jagalah sebagaimana kita Menjaga sesuatu Yang Kita sayangi.

Simpan supaya tidak Sembarang Orang Bisa Menikmatinya.

Simpan hanya untuk Suami Kita Kelak, Niscaya akan Menjadi kado Istimewa Untuknya.

Dan dalam hati ia bergumam " Aku Telah Menikahi Bidadari,.."

share by facebook sebelum engkau halal bagiku



Dikirim pada 04 November 2011 di muhasabah




Sahabat…
jadikanlah ingatan bahwa kita akan segera mati
dan akan meninggalkan dunia ini
adalah perangkat paling penting yang bisa digunakan
untuk membantu setiap orang membuat pilihan2an besar dalam hidup.

Karena hampir semua hal-harapan,
harga diri, rasa takut atau malu akan kegagalan-akan rontok jika berhadapan dengan kematian,

dan hanya menyisakan apa yg benar-benar penting.
dan Ingatan bahwa kita semua pasti akan mati

adalah cara terbaik untuk terhindar dari jerat pemikiran
bahwa kita akan merugi. kita sudah tak berdaya.
maka sahabat, Tak ada alasan untuk tidak mengikuti suara hati yang ada dlm diri kita
Sahabat
jika setiap manusia dimuka bumi ini
menjalani hari-harinya bagaikan hari terakhir,
suatu hari pasti dia akan menyadari bahwa tindakannya tepat sekali

Sungguh Waktu yang kita lalui begitu terbatas,
jadi jangan membuang-buangnya dengan menjalani hidup sebagai orang lain.
Jangan terjebak oleh dogma-menjalani hidup berdasarkan hasil pemikiran orang lain.
Jangan biarkan pendapat orang lain menenggelamkan suara hati kita sendiri.

Sahabat…
Dan yang paling penting,
jangan takut untuk mengikuti intuisimu.
Intuisi yang kamu miliki sangat penting sekali
untuk membuat hidupmu lebih berarti,
intuisimu juga sudah tahu apa yang benar-benar kamu inginkan.
Yang lainnya tidak begitu penting.

Sahabat
sadarilah, ada kekuatan besar diluar jangkauan manusia
dialah dzat yang segalanya tunduk padanya
jangan pernah kamu berhenti bersujud dan berdoa
memohon agar segala harapanmu bisa sejalan dengan rencanaNYA

tanamkan dengan kuat iman didalam hatimu
biarkan iman itu menjadi cahaya terang
menerangi lika-liku kehidupanmu..
dan membawamu menuju surga
yg dijanjikan Allah SWT

Sahabat…
Satu-satunya cara untuk bekerja dengan sangat baik
adalah dengan mencintai apa yg kamu kerjakan.
Jika kamu belum menemukannya, teruslah mencari.
Jangan berhenti.

“Stay Hungry, Stay Foolish”

Dalam hidup ini kita jangan cepat merasa puas,
dan terus belajar akan segala hal,
kita dituntut untuk terus “lapar” dan “bodoh”.
karena Islam juga mengajarkan sendiri
bahwa belajar itu tidak akan pernah ada habisnya
selagi hayat masih dikandung badan…

share by blog erikatzain

Dikirim pada 03 November 2011 di muhasabah




Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat..

Nilai sebuah cinta

Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama.



Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah. Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar

matahari,tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata :"Mari,kita jemput nenek di kampung".

Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.

Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah. Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:"Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek:"Ibu, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira."Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa: "Ibu, ini kebiasaan orang kota, lambat laun ibu akan terbiasa juga."

Nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengka n kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia selalu tanya itu berapa harganya ,ini berapa.Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambil berkata:"Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang sebenarnya." Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.

Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes.

Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya; dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.

Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari, nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya, dia segera masukke kamar sambil membanting pintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan marah."Apa salahku?" Dia melotot sambil berkata:"Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?"

Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama, suasana mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku, seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri? Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur, suami berkata:"Lu di, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia akhirnya berkata:"Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.

Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!.Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh……suamiku segera mengejarnya keluar rumah.

Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek. Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku. Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau bagaimana lagi? Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata:"Lu Di, sebaiknya kamu periksa ke dokter."Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?

Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak. Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?

Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya. Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu. Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yg sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata.

Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung."Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka lebar.Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal. Suamiku tidak pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku. Sambil menangis aku menjerit dalam hati:"Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?"Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku, jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.

Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang. Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu, jika kami tidak bertengkar, jika........ ....dimatanya, akulah penyebab kematian nenek.

Suamiku pindah ke kamar nenek, setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol. Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak. Tetapi melihat sinar matanya, aku tidak pernah menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku. Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang makin larut malam. Suasana tegang didalam rumah.

Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam. Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra. Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi. Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya. Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku. Suara detak jangtungku terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian.

Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka.Malam itu dia tidak pulang ke rumah. Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi. Sepeninggal nenek, rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir. Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar. Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini. Tetapi itu tidak terjadi..... ...., semua berlalu begitu saja.

Aku mulai hidup seorang diri, pergi check kandungan seorang diri. Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama, hati ini serasa hancur. Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini, tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.

"Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu. Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja, tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi. Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya:"" Tunggu sebentar, aku akan segera menanda tanganinya"" .Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis. Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.

Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit. Sambil duduk di kursi, aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya."" Lu Di, kamu hamil?"" Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara kepadaku. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg menglir keluar dengan derasnya. Aku menjawab:""Iya, tetapi tidak apa-apa. Kamu sudah boleh pergi"".Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukan badannya ke tanganku, air matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali. "Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkan aku, maafkan aku". Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa. Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga. Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.

Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan untuk terus hidup. Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia, tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya. Sejak menanda tangani surat itu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap tidak berbekas.

Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke kamar nenek. Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu. Jika aku tidak perduli padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit. Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa........ , itu adalah dulu, saat cintaku masih membara, sekarang apa lagi yg aku miliki?

Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak. Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming. Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer. Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.

Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras. Dia segera berlari masuk ke kamar, sepertinya dia tidak pernah tidur. Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya. Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit. Sepanjang jalan, dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku. Sampai di rumah sakit, aku segera digendongnya menuju ruang bersalin. Di punggungnya yg kurus kering, aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya. Sepanjang hidupku, siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?

Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya. Keluar dari ruang bersalin, dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tangannya, dia membalas memandangku dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai. Aku berteriak histeris memanggil namanya.

Setelah sadar, dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya………aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya, tetapi kenyataannya tidak demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini. Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter, bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk. Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.

Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya, aku masih berpikir dia sedang bersandiwara…………Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami."Anakku, demi dirimu aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku. Aku tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Didalam komputer ini, ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi. Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah. """Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun -tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia sungguh menderita, dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai"".

Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah, semua tertulis dengan lengkap didalamnya. Dia juga menulis sebuah surat untukku.

""Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini. Maafkan salahku, maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya. Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah memaafkan aku. Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya""."

Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah. Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata: "Sayang, bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya".Dengan susah payah dia membuka matanya, tersenyum... ......... ..anak itu tetap dalam dekapannya, dengan tangannya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah. Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata........ ......... ....


Segalanya telah terlambat...


Sahabat "IS" yg terkasih, saya sharing cerita ini kepada kalian, agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini.Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini :"Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati. Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan: Jika kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat, pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.

http://www.facebook.com/notes/istri-solehah/ketika-segalanya-telah-berakhir/10150330633357655

Dikirim pada 02 November 2011 di Cerpen Islami




Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya.

Maka dia pun berkata, “Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya.”

Berkata Nabi Isa a.s, “Wahai saudaraku, kamu tidak akan berdaya untuk seberat Jarrah itu.”

Berkata pemuda itu lagi, “Wahai Isa a.s, kalau aku tidak berdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah.” Oleh karena keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, “Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu.” Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.

Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahwa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.

Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, “Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu.” Selesai Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-gunung dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.

Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, “Aku ini Isa a.s.”Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, “Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya.”

Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.

1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.
2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia ingin mendapat sanjungan dari manusia.
3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.


Rasulullah S.A.W telah bersabda, “Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima :

1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.
2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.
3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.
4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.
5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur.”


Baiklah adapun hikmah yang dapat kita petik dari cerita diatas adalah mari bertaqwalah kepada Allah SWT semampu kita, kerana ia mendambakan ketaatan dan ketaqwaan dari hambanya.Bukan rasa ujub dalam beribadah kepadanya, dan ingatlah bahwa Allah SWT tidak rugi jika kita ingkar kepadanya, melainkan kita yang sangat merugi jika semakin hari kita lupa akan tujuan hidup kita di dunia ini.

Semoga kisah singkat ini dapat kita fahami dan kita ambil hikmahnya.

http://erikatzain.wordpress.com/2011/09/23/mencintai-lima-lupa-yang-lima/#more-1046

Dikirim pada 01 November 2011 di muhasabah




Apa kabar jodohku? Sehatkah? Berat rasanya kelopak mataku tertutup. Bagaimana dengan kamu? Apa kamu selalu terbangun disepertiga malam terakhir? Dan apakah mulutmu terus menerus -menerus berzikir di malam hari?

Jujur aku rindu kamu, wahai jodohku..

Tapi saat ini belum saatnya untuk kita bertemu, bukannya aku tak mahu, atau aku tak rindu. Tapi sememangnya karna perjalanan kita masih panjang. Dan masih banyak kewajiban yg harus kita penuhi sayang. Kadang – kadang aku berfikir, apa nanti saat subuh tiba kau akan membangunkanku? Mengajakku bertafakur dan bersujud kepada-Nya?

Berat hati ini menantikanmu, gelisah pula hati ini memikirkanmu. Apa kau selalu hiasi langkahmu dengan kebaikan-kebaikan? Dan apakah nanti saat zuhur tiba, kau akan meninggalkan kesibukanmu sementara, untuk menghadapNya?

Jodohku, sehatkah kamu?

Kalau aku berada disamping mu saat ini, mungkin aku akan merawatmu dengan penuh kasih sayang.

Jodohku sabar dan tenanglah..

Aku disini masih bersabar menanti mu, Hatimu tidak terluka kan? senyumlah.. kerana aku yakin kebahagiaan akan selalu menyertai kita, Jikalau detik ini hatimu sedang terluka, berwudulah.. dan mendekatlah diri kepada-Nya. Tetapi disini aku berharap kamu baik-baik saja..

Jodohku, aku rindu..

Bilakah kita akan bertemu? Begitu banyak hal yg ingin ku ceritakan kepadamu. Begitu banyak pula harapanku untuk menantikan nasihat – nasihat mu. Hati ini kosong.. dan hati ini tak sabar menanti kehadiranmu yang kan membalut dan menyembuhkan luka dihatiku.

Jodohku…

Adakah kau juga rindu padaku? Bagaimana dengan Quran mu? Sudahkah kau baca diantara maghrib dan isya? Apa yang kau fahami dari surah itu? Ceritakanlah kepadaku.. Aku sedia mendengar, dan begitu juga dengan keluhanmu, aku sedia mendengarnya..

Apa perubahan yang kau lakukan dari hari ke hari sayang? semakin baikkah?

Aku berharap seperti itu, Jodohku..

disetiap langkahku dan seusai solatku..

ku bisikkan AL-Fatihah untukmu, agar kau selalu berada dijalan-Nya..

Sabarlah sayang, waktu-waktu ini bukanlah waktu yang lama..

Jangan sampai kau salah jalan sayang..

Jodohku..

carilah aku, dengan perbagai kebaikan yang nantinya akan membawa Rahmat untuk kita, Jagalah dirimu dari hal-hal yang dilarang agama. Kerana aku mencintaimu secara tulus & ikhlas

Jodohku..

Bersiaplah kau untuk mencintaiku scara tulus dan mahu menerima segala kekuranganku. Dan membenarkanku dikala aku salah. Sayang… berusahalah membahagiakan orang tuamu… dengan menjaga sikapmu dan tuturkata mu.. Aku yakin kau adalah orang yang sabar, orang yang akan menghidupi aku dan anak-anak kita. Jangan pernah merasa keseorangan.. kerana aku disini masih setia menantimu..

Jodohku..

kalau siang sudah berlalu.. pejamkan matamu dengan buaian doa, begitu juga ucapan doa dariku yang selalu menyertaimu…

Semoga ALLAH selalu menjadikan kita dijalan yang benar. Amin…

Jodohku..

Tak terasa penatku menaip pada keyboard ini, memang benar ini adalah tanda kerinduanku kepadamu,

Ingatlah sayang..

aku selalu ada untukmu..

Untuk itu jangan pernah kau merasa sendiri atau sepi..


Semoga kerinduanku ini akan terjawab, seiring berjalannya waktu.

Salam hormatku dan sayangku untukmu….

_________________________

Source: www.akuislam.com

Dikirim pada 01 November 2011 di kebersihan jiwa




`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.



“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).” (an-Naazi’aat: 37-39)



Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya

Disaat kamu mulai tidak mencintainya…ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya

Disaat kamu mulai bosan dengannya…ingatlah selalu saat terindah bersamanya

Disaat kamu ingin menduakannya…bayangkan jika dia selalu setia

Saat kamu ingin membohonginya…ingatlah disaat dia jujur padamu

Maka kamu akan merasakan erti dia untukmu

Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,

Kamu baru menyedari semua erti dirinya untukmu

Yang indah hanya sementara

Yang abadi adalah kenangan

Yang ikhlas hanya dari hati

Yang tulus hanya dari sanubari

Tidak mudah mencari yang hilang

Tidak mudah mengejar impian

Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada

Karena walaupun tergenggam boleh terlepas juga.



Ingatlah pada pepatah,

“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”



Belajar menerima apa adanya dan berfikir positif….

Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu hebat manapun,

Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun…

Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak boleh dibawa pergi

Sehelai benang pun tak boleh dimiliki

Apalagi yang mahu direbutkan

Apalagi yang mahu dibanggakan

Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani

Jangan terlalu mementingkan diri

Jangan hanya mahu menang sendiri

Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

Belajarlah tiada hari tanpa kasih

Selalu berlapang dada dan mengalah...Hidup ceria, bebas leluasa…

Tak ada yang tak boleh di ikhlaskan….

Tak ada sakit hati yang tak boleh dimaafkan .

Tak ada dendam yang tak boleh terhapus…

http://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354?ref=ts

Dikirim pada 01 November 2011 di muhasabah




Ini adalah kisah tentang sepasang suami istri, yang dalam bahtera rumah tangga tersebut, Allah memberikan ujian dengan belum hadirnya buah hati ditengah- tengah kehidupan mereka. Semoga menjadi hikmah bagi kita semua, bahwa ujian adalah memang bagian dari kehidupan yang seharusnya membentuk kita agar menjadi pribadi yang lebih sabar.



Alkisah, suatu hari seorang suami yang setelah pulang dari bekerja, mendapati rumahnya kosong tidak berpenghuni. Istrinya tidak berada dirumah kala itu.



Entah mengapa, tiba- tiba seketika itu, meledaklah emosinya. Hal ini semakin bertambah, apalagi setelah melihat istrinya yang tiba- tiba muncul dari balik pintu.



Berkatalah sang suami dengan kemarahannya yang sangat, ” Dari mana saja kau?, aku capek pulang kerja kau malah kelayapan di luar “

Si istri tersenyum, dia berniat menjawab pertanyaan suaminya untuk memberikan penjelasan, namun tiba- tiba lehernya terasa seperti tercekik. Sang suami menarik jilbab panjang yang dipakainya hingga nyaris sobek. Dan seketika itu pula si istri terjatuh di tanah.



Sejenak sang istri menghela nafas, dan tak terasa air matanya jatuh. Tapi ditahannya mulutnya sendiri agar tidak mengucapkan sesuatu yang membuat kemarahan suaminya semakin menjadi- jadi.



” Aku akan membuatkan air hangat untuk kau mandi, suamiku” kata sang istri sambil menyeka air matanya dan mencoba berdiri.



” Tidak usah!” Jawab sang suami dengan keras.



” Semakin lama, aku bosan dengan keadaan seperti ini. Aku ingin anak darimu, tapi mengapa kau malah mandul. Dasar istri tidak berguna!” Lanjut suaminya dengan sangat marah.



” Maaf” jawab si istri pelan.



” Sudahlah! tidak ada gunanya kau minta maaf. Kau ku ceraikan saat ini juga. Aku ingin wanita yang bisa memberiku anak” Jawab suaminya.



Sang istri rasanya seperti tersambar petir, ketika suaminya mengatakan kata cerai yang begitu tanpa beban keluar dari mulutnya. Dia benar- benar tak habis pikir, mengapa suaminya begitu sangat tega kepadanya, bahkan sebelum dia memberikan penjelasan tentang apa yang dilakukannya tadi di luar.



Dia pun bertanya pada dirinya sendiri, mengapa setelah bertahun- tahun mereka menikah, dan dengan sepenuh hati dia telah melayani suaminya, namun dalam hitungan detik saja, suaminya telah tega menceraikannya.



Sang istri terus memohon kepada suaminya agar tidak menceraikannya, namun suaminya bahkan semakin lagi dan lagi dalam mengucapkan kata cerai bahkan sampai 3 kali. Setelah itu, di usirlah sang istri dari rumahnya.



Keesokan harinya, datanglah seorang ibu tua yang ingin bertamu hendak menemui sang istri. Suaminya hanya menjawab singkat kalau sang istri sudah tidak menghuni rumah tersebut. Si ibu tua kemudian minta ijin menjelaskan sebentar tentang maksud kedatangannya kali ini. Dia berkata bahwa dia ingin melanjutkan pembicaraan yang terpotong di hari sebelumnya tentang niat sang istri tersebut untuk melamar putrinya tersebut untuk menjadi istri kedua bagi suaminya.



Mendengar hal itu, Sang suami benar- benar terkejut dan tidak menyangka,



” Benarkah itu? ” tanyanya pendek



” Ya, dia bilang dia ingin menyenangkanmu dengan memberikanmu istri yang baru, agar kau beroleh keturunan.Namun dia tergesa- gesa pulang, karena teringat pada jam itu kau pasti sudah pulang, dan dia sangat ingin menyiapkan kebutuhanmu di rumah” Jawab si ibu menjelaskan



Si suami tidak bisa berkata apa- apa lagi. Rasanya tercekat tenggorokannya untuk mengeluarkan bahkan hanya untuk sebuah kata. Dia tidak menyangka, bahwa sang istri telah begitu luas hatinya demi kebahagiaannnya. Namun dia balas semua itu dengan kata thalak 3 yang dengan mudah terlontar untuknya begitu saja, kemarin.



Akhirnya…



Dengan perasaan penuh sesal, sang suami terus melanjutkan hidup.



Dan kali ini episode hidupnya telah sampai pada sebuah pernikahannya yang kedua. Dia menikahi anak dari ibu tua tersebut.



Setelah setahun berlalu, merekapun ternyata belum kunjung dikaruniai seorang anak. Terbersit keinginan sang suami untuk memperoleh keterangan tentang kesehatannya kepada seorang dokter. Setelah beberapa hari, diperoleh keterangan ternyata bahwa dialah yang mandul.



Seketika, muncullah kembali bayangan istrinya terdahulu yang begitu sholihah, sangat pengertian, serta sabar menerima keadaan. Hal apapun dihadapi istrinya itu dengan ikhlas tanpa keluhan, walaupun batin sang istri sendiri sering disakiti oleh perangai suaminya yang mudah marah dan sering kali memukulnya.



Rasa penyesalan dan sedih berkepanjangan semakin menyeruak dalam benak sang suami saat itu. Dia merasa bahwa ini adalah hukuman dari Allah karena telah menyia- nyiakan istrinya yang terdahulu yang telah dengan setia menemaninya bertahun- tahun. Bertahun- tahun pula dia menuduh bahwa sang istri yang bermasalah karena tidak bisa mengandung seorang anak. Namun, ternyata kini semua telah jelas, bahwa dialah justru yang “bermasalah”.



Dan kini, tidak tersisa apapun baginya kecuali penyesalan yang sangat. Dalam sedih dia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menghormati istrinya, dan tidak akan dengan gampang mengumbar amarah kepada istrinya kembali, terutama dengan tindakan yang begitu ringannya dia mengobral kata cerai bagi pasangan hidupnya.



(Syahidah/voa-islam.com)

Dikirim pada 31 Oktober 2011 di Cerpen Islami




Wanita yang cantik adalah wanita yang bisa menjaga harga dirinya“.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dipakainya. Bukan pula pada perhiasan yang menghiasi tubuhnya atau pada bentuk tubuh yang aduhai.

Karena kecantikan wanita itu terpancar dari caranya melihat kehidupan dan berdiri pada prinsip yang sering bertolak belakang dengan prinsip dunia. Saat melihat kehidupan, disitulah mata hatinya akan menyusuri arti dari kehidupan dan menjalaninya sesuai nuraninya.

Kecantikan bukan terletak pada eloknya wajah, tetapi justru dari kecantikan jiwanya yang penuh kasih sayang, dan peduli terhadap sesamanya.

Apa yang bisa membuat wanita dapat dihargai oleh lawan jenisnya apabila harga dirinya tidak dijaga ?
mengapa banyak wanita yang rela menyerahkan dirinya hanya untuk kemewahan ? kemakmuran ? kenyamanan ?

Mereka berdandan bak putri kecantikan, menghiasi dirinya dengan perhiasan dan memoles wajahnya dengan keindahan. Tampak indah dilihat, hingga tak seorangpun menyadari, ada sesuatu yang tersembunyi dibalik pesonanya.


Tak sedikit yang berani menanggalkan harga dirinya hanya untuk dapat menaiki mobil mewah, tinggal di apartment mewah, bolak-balik belanja diluar negri dan sebagainya.

Wanita yang cantik, tidak akan menghalalkan semua cara untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya…

Wanita yang cantik, tidak akan mengganggu suami orang hanya untuk mendapatkan hartanya dengan mengatasnamakan cinta…

Wanita yang cantik, tidak akan menjajakan dirinya dijalanan hanya untuk sebuah alasan “demi membantu keluarga”…

Wanita yang cantik, tidak akan melakukan “one nite stand” hanya untuk memuaskan hasratnya hingga melupakan harkatnya sebagai wanita…

Wanita yang cantik, tidak akan meninggalkan prinsip-prinsip yang dapat memagari dirinya dari berbagai macam godaan dunia…

Wanita yang cantik, tidak akan menjadi ibu yang membiarkan anaknya terjerumus dalam dunia kelam …

Wanita yang cantik adalah Seorang Ibu yang mendidik dan memagari anaknya dengan dengan kasih sayang dan iman percaya pada Tuhan

Seorang Wanita yang tetap berdiri pada jalan yang benar dan tidak kompromi dengan sesuatu yang dia tahu dapat menyesatkan.

Seorang Wanita yang mengasihi keluarganya baik suami dan anak-anaknya.

Seorang Wanita yang memberikan warna positif dalam kehidupan setiap orang.

Seorang Wanita yang tidak menjual dirinya demi kemewahan. Karena baginya kemewahan surga yang lebih penting dicarinya.

Seorang Wanita yang tahu menempatkan dirinya dimanapun ia berada.

Seorang Wanita yang dapat membedakan mana yg benar dan mana yang salah.

Seorang wanita yang dapat menginspirasikan semua orang.

Dan terakhir, wanita yang cantik adalah wanita yang bisa menjaga harga dirinya.. ditengah gelap dan gemerlapnya dunia ini.”

Wallahu a`lam


https://www.facebook.com/pages​/Sajadah-Cinta-Dalam-Alunan-Ta​sbih-Mahabbah-Rindu/1565020544​37632?sk=wall

Dikirim pada 30 Oktober 2011 di muhasabah




Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....

Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu `alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi`adadi Kulli Ma`lu Mil Lak.

Mutiara 1
Hushain bin Muhshan menuturkan bahwa bibinya pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam untuk suatu keperluan. Setelah selesai dari keperluannya Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bertanya kepadanya "Apakah engkau bersuami?" Ia menjawab "Ya", "Bagaimana engkau bersuami ? Ia menjawab "Aku berusaha sekuat tenaga untuk melayaninya dan mentaatinya, kecuali dalam hal-hal yang aku tidak sanggup. "Beliau berkomentar," "Perhatikan baik-baik sikapmu kepadanya karena sesungguhnya ia adalah Syurga dan Nerakamu." (HR. Hakim)

Mutiara 2
Apabila seorang wanita telah menunaikan shalat lima waktu dan berpuasa di bulan Ramadhan, senantiasa mentaati suaminya dan menjaga kemaluannya, niscaya akan dikatakan kepadanya, masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki. (HR. Ahmad)

Mutiara 3
Ada tiga golongan yang shalatnya tidak diterima dan kebaikannya tidak diangkat ke langit: Pertama, hamba sahaya yang kabur dari majikannya sampai ia kembali dan meminta maaf kepada majikannya. Kedua, seorang istri yang dimurkai suaminya sampai suaminya meridhainya dan ketiga seorang pemabuk sampai ia sadar. (HR. Thabrani dan Ibnu Hibban).

Mutiara memang indah, mahal dan tidak semua wanita mampu memilikinya. Begitu pula dengan mutiara ajaran Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam di atas, tidak semua wanita memahami, menghayati, apalagi mengaplikasikannya dalam kehidupan rumah tangga mereka.

Arus globalisasi sekarang ini telah menyerbu kaum muslimin dalam dan membentuk paradigma mereka segala hal, termasuk gaya hidup dalam berumah tangga. Saat ini untuk menjadi istri yang setia dan konsisten untuk mengaplikasikan mutiara ajaran Rasullah Shallallahu `alaihi wa sallam ternyata tidak popular. Sehingga sebagian wanita beranggapan, sudah bukan zamannya lagi memperlakukan suami sebagai junjungan yang harus ditaati, atau istri harus senantiasa meminta izin terlebih dahulu kepada suami untuk melakukan apa yang mau dilakukannya.

Di sisi lain, bukan hal aneh jika sekarang ini kita banyak mendengar rumah tangga muslim mengalami guncangan, keretakan bahkan perceraian. Tentu saja semua orang tidak menginginkan semua ini terjadi pada rumah tangga mereka. Terdapat sejumlah cara untuk mencegahnya yaitu suami istri harus melakukan evaluasi perjalanan rumah tangganya secara berkala, terutama evaluasi tentang orientasi menikah dan membangun rumah tangga. Misalnya, apa sesungguhnya tujuan saya menikah? Apa yang saya harapkan dari pernikahan ini? Model rumah tangga apa yang akan saya bangun? Dan jawaban atas pertanyaan tersebut dapat dijadikan renungan dan penguat dalam menghadapi gelombang dalam rumah tangga. Kemudian setelah itu berusaha memantapkan hati untuk menjalankan rumah tangga dengan mengedepankan ridha dan qona`ah (menerima dan puas dengan pemberian Allah Subahana Wa Ta`ala).

Sebagai seorang muslimah sudah sepatutnya kita ridha atas ketentuan Allah Subhana Wa Ta`ala, dan perlu disadari bahwa ridha atas kepemimpinan suami dalam rumah tangga itu, konsekuensinya adalah taat. Artinya ketaatan seorang istri pada suaminya, pada hakikatnya merupakan satu bentuk ketaatannya kepada ketentuan Allah Subhana Wa Ta`ala. Dalam konteks ketaatan ini tentunya suami berada di jalan yang benar. Untuk melaksanakannya tidak semudah yang dibayangkan, karena ketaatan istri pada suami tidak bisa disesuaikan dengan keinginan kita, misalnya, `Saya akan taat pada abang dalam hal-hal yang sesuai dengan keinginan saya, tapi kalau tidak, kita masing-masing saja ya bang?`

Mungkin tidak akan menjadi masalah jika keinginan atau perintah suami selaras dengan keinginan kita, tapi kalau tidak diperlukan kelapangan dada, keikhlasan dan pengorbanan untuk dapat mentaati dan melaksanakan perintahnya. Harus kita sadari bahwa kita suami istri mempunyai latar belakang yang berbeda, jadi tidak semuanya harus serba cocok dan klop, ketika memasuki gerbang pernikahan. Oleh karena itu di sinilah pentingnya untuk saling mengenal antara suami dan istri.

Ganjaran ketaatan seorang istri pada suaminya disetarakan dengan ganjaran jihadnya kaum laki-laki, sebagaimana disebutkan dalam hadist Asma bin Yazid yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. Sekalipun demikian Islam menganjurkan para suami untuk melazimkan musyawarah pada istrinya dalam berbagai persoalan. (QS Al-Baqarah: 233), memperlakukan istri dengan baik sebagai indikator utama akhlak seorang laki-laki. Begitulah Islam tidak menjadikan ketaatan seorang istri sebagai peluang bagi suami untuk menjadi diktator dalam rumah tangganya. Jadi tunggu apalagi, mari taati suami kita dan miliki mutiara-mutiara yang nyaris hilang itu.

Sifat-sifat Istri Shaleh

1]. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda :

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى

“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257 ).

2]. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

3]. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya.
Asma’ bintu Yazid radhiallahu `anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu `alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).”

Beliau Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ

“Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad).

4]. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya.

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

5]. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan.

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

6]. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam juga pernah bersabda:

لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ

“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)

7]. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar‘i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)

إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ مُهَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تَرْجِعَ

“Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436).

http://andikaalbanjariiiyahooc​om.blogspot.com/2011/02/istrik​u-mutiaraku-suamiku-adalah.htm​l?showComment=1315537781186#c1​038684087472432740

Dikirim pada 29 Oktober 2011 di kebersihan jiwa




بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku....

Entah dengan apa ku harus menggambarkan segala rasaku padamu...

Tak cukup dengan untaian kata,dan barisan kalimat indah...

Tak mampu tergambar dengan pewarna apapun, semuanya terlalu indah...

Tak kan ada kanvas yang mampu membingkai semua warna tentangmu...

Karena kau begitu indah disini....dihatiku....

Tahukan betapa besar rasa syukurku,ketika Allah memilihku untuk menjadi pendampingmu...

Tak pernah ku merasa cukup mensyukuri nikmat itu...

Betapa bahagiaku ketika kau memilihku diantara sekian banyak bidadari yang jauh lebih indah di luar sana...

Kau tau dengan sangat tahu,aku hanya wanita dengan segala keterbatasan dan kau tetap memilihku...

Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku...

Tahukah engkau betapa buncahahan di dada ini seakan ingin meledak,membawaku ke awan

yang hanya mampu ku ekspresikan dengan airmata...

Ketika dari lisanmu kau sebut namaku dalam lantunan ijab kabul yang suci...

Ketika itu pula ku abdikan diriku padamu,dengan segala ketundukan yang kumiliki...

dan Kau tau,bahwa akan ku patuhi inginmu selama tak bermaksiat pada Sang Maha Kasih,Robbul `izzati....

Duhai Lelaki ku, penghìas mata dan hatiku...

Tak pernah ku lalui tiap hari, tiap jam, tiap detik kecuali kulalui hanya dengan jatuh cinta padamu...

Tak akan pernah berkurang rasa ini padamu,karena disini di hati ini kaulah yang terindah...

Dan akupun berharap dengan segala kekuranganku,kau sudi menjadikanku perhiasan terindah di mata dan hatimu...

Aku tau,diri ini tak jelita dan tak se cerdas Aisyah,apalagi setaqwa Khadijah, Namun sungguh ku akan mencintaimu

seperti mereka, cinta yang terbingkai atas nama~NYA...


Duhai Pelipur Laraku...

Aku pun tahu betapa lelah dan penat harimu,bergelut dengan rutinitas kerjamu...

Kau lalui dengan penuh keikhlasan demi aku,demi anak~anak kita, demi kami amanahmu dari~NYA...

Sungguh,ketika kau lelap dalam tidurmu,aku menangis menatapmu dlm wajah lelahmu...

Betapa ku hargai tiap tetesan keringatmu, bukan berapa banyak yg telah kau beri,namun berapa banyak cinta dalam tiap

tetes keringatmu, dalam tiap lelahmu... Dan aku selalu merasa cukup dengan itu...


Duhai Cintaku, Labuhan Hatiku..

Gandeng tanganku ke Jannah~NYA...

Jangan segan membangunkanku di 1/3 malam terakhir, bersama kita mengarungi samudra cinta~NYA dalam lautan dzikir...

Jangan pernah segan menegurku dalam tiap khilafku,aku adalah wanita biasa,ada kalanya ku berbuat salah padamu,

maka bersabarlah padaku, jangan membentakku atau membiarkanku..


Kau tau aku adalah kaum yg tercipta dari tulang rusuk yang paling bengkok...

Ada kalanya aku akan membuatmu begitu marah,maka ketahuilah olehmu bahwa DIA menghendaki kau menasehatiku

dengan hikmah,

Sungguh hatiku tetaplah wanita yang lemah pada kelembutan,namun jangan kau coba meluruskanku, krn aku akan patah,

tapi... Jangan pula membiarkanku begitu saja,karena akan selamanya aku salah...

Tatap mataku dengan cintamu, genggam tanganku dan nasihati aku dengan lembut...

Niscaya kau akan menemukanku tersungkur menangis dalam pangkuanmu...

Dan maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku...


Duhai Kasihku Dunia Akhirat...

Kau adalah nahkodaku, kemana kau mengarahkan haluan rumah tangga kita,di situ pula aku akan mengikutimu...

Maka jadilah Imam yang baik untukku, Ajarkan aku mencintaimu Karena~NYA...

Ridholah padaku, maka Rabb kitapun akan ridho padaku...

Sesungguhnya Ridhomu adalah Ridho Illahi....

Mudahkanlah jalanku ke Jannah~NYA...

Karena bagiku kau adalah kunci Syurgaku...


Dari Ummu Salamah, Ia berkata :Rosululloh SAW bersabda "Seorang perempuan jika meninggal

dan suaminya meridhoinya maka ia akan masuk Syurga"

Sungguh,cintaku padamu akan bertambah seiring ketakwaanmu pada~NYA,

dan akan berkurang dengan kemaksiatanmu pada~NYA...

"Aku mencintaimu karena Allah.."

https://www.facebook.com/pages​/Sajadah-Cinta-Dalam-Alunan-Ta​sbih-Mahabbah-Rindu/1565020544​37632?sk=wall

Dikirim pada 29 Oktober 2011 di kebersihan jiwa




Namanya "Aini". begitu ummi biasa memanggilnya. Salah satu "adik " terbaik yang pernah ummi miliki, yang pernah ummi temui dan alhamdulillah Allah pertemukan ummi dengannya.

Seharusnya 28 Januari lalu genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya , banyak contoh yang bisa ummi ambil darinya. Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa meretas jalan da`wah ini. Seorang muharrik da`wah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa dan memiliki khusnuzon yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah ummi terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.

Ketika beberapa akhwat lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang tersebut, maka `Aini Allah taqdirkan harus terus meretas keshabaran. Beberapa kali ummi berikhtiar membantunya menemukan ikhwan shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses..Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang ikhwan begitu " lemahnya " hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang ? Atau ketika masalah fisik, suku , serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang ikhwan mengundurkan diri , `Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes " kenapa ikhwan sekarang seperti ini ?

Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya . Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya.

Hingga, akhirnya seorang ikhwan shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna " Alhamdulillah. .jazakillah ummi sudah membantu...mohon do`a agar diridhai Allah "

Alhamdulillah , Allah mudahkan proses ta`arauf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal ikhwan shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 10 tahun lebih muda dari usianya.

Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan 1 bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang ikhwan menyelesaikan studi di negeri Mesir.

Namun , Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan..

2 minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai `Aini mengisi sebuah ta`lim , motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer didepannya. `Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. 2 hari setelah peristiwa itu, Rumah sakit yang menanganinya pun menyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat banyak karena kondisinya yang begitu parah.

Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga `Aini juga sang ikhwan pun sudah berkumpul. Mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdo`a agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan `Aini tersadar dan menggerakkan jemarinya. Rabb..sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang ikhwan pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga `Aini.

" Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Dien ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah.. ."

Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya ?

Dalam kedaaan demikian , akhirnya 2 keluarga besar itupun sepakat memenuhi permintaan sang ikhwan.

Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga `Aini. Dan baru kali itulah ummi melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata jernihnya.

Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu,orangtua dari 2 pihak, serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat...pernikahan yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis kesedihan.

Tepat setelah ijab kabul terucap...sang ikhwan pun mencium kening `Aini serta membacakan do`a diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala A`ini. Lirih, kami pun masih mendengar `Aini berucap, " Tolong Ikhlaskan saya....."

Hanya 5 menit. Ya..hanya 5 menit setelah ijab kabul itu. Tangisanpun memecah ruangan yang tadinya senyap menahan sesak dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah.

Dia telah menjemput seorang bidadari...

Sungguh indah karunia dan janji yang telah Allah berikan padanya...

Dia memang hanya pantas untuk para mujahidNya di Jannah al firdausi....

Dan sang ikhwan pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes airmata yang tidak kuasa ditahannya.. .

" ..Saya telah menikahi seorang bidadari.. nikmat mana lagi yang saya dustakan..."

Begitulah sang ikhwan shalih mengutip ayat Ar RahmanNya...

Ya Rabb..Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu..Maka jadikanlah kami senantiasa dapat

mengambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan...

http://ruangmuslim.com/forum/taaruf-dan-pernikahan/22058-tunggu-aku-disurga-sayang.html#22118

Dikirim pada 28 Oktober 2011 di Cerpen Islami




Muslimah sejati akan menghiasi keperibadiannya dengan budi pekerti yang luhur dan keimanan yang murni. Fitrah kasih sayang tersimpan dalam perasaannya yang halus sehingga membuahkan kelembutan dan kehalusan perasaan insaniah. Jika sentiasa dijaga dengan didikan syariah, mereka akan menghiasi taman syurgawi di akhirat nanti. Alangkah indahnya dunia ini jika dihiasi muslimah solehah yang berpegang teguh dengan ajaran Islam dan menghiasi bibirnya dengan perkataan yang mulia dan berzikir. Hatinya tunduk dan patuh dengan perintah Allah SWT dan menjalankan kewajipan insani sesuai dengan ketentuanNya.

Muslimah sejati bagaikan bunga yang mekar menguntum menceriakan suasana dan taman-taman. Personaliti wanita idaman bagaikan kiambang bertaut setelah biduk berlalu. Betapapun cabaran dan dugaan yang mesti ditempuh, namun kebulatan tekad menyatukan kembali hasrat kebenaran di dalam nurani. Ketaatannya menyejukkan kalbu, bagaikan titisan embun di pagi yang dingin sehingga menjadi suri teladan generasi yang akan datang. Perhatian Islam terhadap wanita tidak sekadar melepaskannya dari lembah bernoda menuju kedudukan yang mulia. Namun lebih daripada itu, wanita diberikan keistimewaan dalam merealisasikan fantasi dan impiannya. Anugerah keringanan dan keistimewaan itu memberikan keselesaan kepada wanita dalam menjalani tugas dan tanggungjawabnya.

WANITA YANG DIKASIHI
Wanita bagaikan permata yang lama terkubur di lembah kejahilan. Kehidupannya kembali mewangi ibarat sekuntum bunga yang mekar setelah disinari cahaya oleh insan yang berbudi luhur. Rasulullah SAW telah mengangkat darjat wanita ke tahap yang paling tinggi, sehingga pengorbanan wanita selalu dikenang oleh setiap insan, kelembutannya menyejukkan hati bila memandang. Tiada seorang wanita pun yang ingin diseksa dengan penuh kehinaan lantaran dosa yang dikerjakan. Namun ramai wanita yang suka mendedahkan aurat, melakukan dosa-dosa lain yang menyebabkan ia menjadi penghuni neraka. Hanya wanita yang memahami hakikat kewanitaannya akan menghargai dirinya sendiri dan membimbing dirinya ke jalan yang diredhai Allah.

WANITA SOLEHAH

Wanita solehah merupakan calon penghuni syurga, menjadi dambaan insan yang beriman bagaikan teratai mekar di tasik madu. Keindahan akhlaknya memancarkan keluhuran nurani, menyejukkan hati dan penyeri budi pekerti. Ucapannya menepis fitnah dan kemungkaran, membuahkan hikmah umpama senandung rindu syair keinsafan. Setiap nasihat dan wasiat yang disampaikan Rasulullah SAW menjadi pelita dalam kehidupan seorang wanita solehah. Buaian nafsu dan kenikmatan dunia bagaikan biasan cahaya yang tidak meninggalkan bekas dalam sanubarinya. Kezuhudannya tersimpan rapi dalam mahligai impian untuk dinikmati dalam taman-taman syurgawi.

Semoga menjadi pedoman wanita yang ingin menjadi remaja cemerlang, isteri solehah, dan ibu yang penyayang, InsyaAllah.

http://erikatzain.wordpress.com/2011/10/26/muslimah-sejati-wanita-yang-dikasihi-dan-wanita-solehah/

Dikirim pada 27 Oktober 2011 di muhasabah




Yaa Allah... Yaa Robb...

Jika ada dua pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya...

Jika ada sepuluh pilhan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya....

Jika ada seratus pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya

Dan jika hanya ada satu pilihan, dan tidak ada dia dlm pilihan itu…

Maka aku pun akan menerimanya sebagai pemberian terbaik dari Mu…

Aku tidak akan memaksakan diriku untuk memilihnya..

Buatlah aku mencintai pilihan yg Kau berikan ,Buatlah aku setia pada pilihanMu,

Buatlah aku menyayangi pilihan yg Kau amanahkan...

Wahai Engkau Yang Menjadi Pilihan Allah Bagiku....

Biarkan cinta yang ada dihatimu tetap tersimpan...

Jagalah HATimu untukku sepertimana ku juga jaga HATIku untukmu,

Sampai kita dipertemukan kelak dalam nuansa PERNIKAHAN menju RidhoNYA....

Aamiin... Yaa Allah... Yaa... Robb..

Dikirim pada 27 Oktober 2011 di kebersihan jiwa




Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun
hanya sepatah kata meminta pendapat KU atau bersyukur
kepada KU atas sesuatu hal yang indah
yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ……

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja …….
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU
tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU,
tetapi engkau terlalu sibuk ………

Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu.
AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU
tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya …….
masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan.
Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU ………

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tanpa sepatah pun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.
AKU sangat menyayangimu, setiap hari
AKU menantikan sepatah kata, do’a, pikiran atau syukur dari hatimu.

Keesokan harinya ……
engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih
bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU
……..Tapi yang KU tunggu …….. tak kunjung tiba ……
tak juga kau menyapaKU.

Subuh …….. Dzuhur ……. Ashyar ……….Magrib ……… Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU …..
tak ada sepatah kata, tak ada seucap do’a, dan tak ada rasa,
tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU ……….

Apa salahKU padamu …… wahai UmmatKU?????
Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan,
harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan,
apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU …………!!!!!!!

Percayalah KU selalu mengasihimu, dan
AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa KU,
memohon perlindungan KU,
bersujud menghadap KU ……
Yang selalu menyertaimu setiap saat ……..

Note:
apakah kita memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang2 yang kita sayangi???
Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH semata

Find On
Shared By Catatan Catatan Islami Pages

http://virouz007.wordpress.com/2010/04/20/surat-sayang-dari-allah/

Dikirim pada 25 Oktober 2011 di muhasabah




Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!! Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari sinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari… saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing- – Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibu pun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaannya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan mereka pun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat dia pun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis.

“Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

Semoga Catatan pendek ini bisa menjadi bahan renungan kita para suami dan calon-calon suami untuk menjalani hidup di dunia yang tak kekal ini

Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu
[ Al Baqarah : 45 ]

sumber : milistkaryawanfeui.com
From: Aidil Heryana’s note dan Fanny Martdianty’s note

Dikirim pada 24 Oktober 2011 di kebersihan jiwa




“Pesan” dahsyat buat para suami (dan calon suami) untuk menjaga istrinya…

Dan motivasi hebat buat para istri (dan calon istri) untuk tetap mencintai suaminya…

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke rumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itu pun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluar pun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan di rumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi di saat lain, dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

“Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya”, lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatiku pun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya, dan memanggilku, “Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?”

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,
Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********
Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

” Mario, suamiku….
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..
Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, “kenapa, Rima? Kenapa kamu mesti cemburu? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?”
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu,
Rima”

Di surat yang lain,

“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……”

Disurat yang kesekian,

“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…

“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

“Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya di seberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”. Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario……
Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

“Pesan” dahsyat buat para suami (dan calon suami) untuk menjaga istrinya…

Dan motivasi hebat buat para istri (dan calon istri) untuk tetap mencintai suaminya…

Dikirim pada 23 Oktober 2011 di muhasabah




Disaat wanita telah memasuki gerbang pernikahan, maka Allah akan menyediakan kesempatan bagi kita, untuk menjadi pribadi yang indah, bahkan jauh sangat lebih indah.

Dan sungguh, menjadi istri adalah sebuah keindahan yang tidak semua orang akan merasakan kesemua itu. Dan keindahan itu akan terasa sangat lebih indah saat kita dapat dari dalam hati menyadari dan ikhlas karena Allah tentang sebuah melayani.

Lihatlah betapa indahnya dirimu dengan melayani, senyummu tampak sumringah karena ingin seseorang yang kau layani akan merasa terdamaikan oleh keadaan karena adanya dirimu. Walau dalam bagaimanapun adanya keadaanmu sendiri.

Lihatlah betapa damai dirimu dengan melayani. Kau berikan jatah pikiran dan luasnya dadamu yang memang kadang sudah terasa sesak, demi kebahagiaan suami yang kau layani. Mengerti bahkan saat beliau tidak mngerti keadaan beliau sendiri, mendengarkan keluh kesah beliau, merangkul semua kondisi kacau balaunya beliau lengkap dengan semua kenegatifan sikap yang saat itu ditampilkan kepadamu. Manusia ajaib mana yang akan dapat begitu memaklumi keadaan dengan tetap tenang, selain seseorang yang memang tahu arti dari melayani dan meniatkan semua karena Allah?

Lihatlah betapa teduhnya dirimu dengan melayani. Dalam keadaan yang sudah tidak memungkinkan bagi batin sabarmu untuk bisa bersabar lagi, kau masih berusaha mengkontrol semua kemanusiawianmu sebagai wanita kebanyakan yang menangis, memaki, manja pada keadaan dan lain sebagainya. Kesemua karena kesadaranmu untuk tidak ingin memberatkan hati suami yang kau layani.

Lihatlah betapa cantiknya dirimu dengan melayani, kau tampilkan dirimu begitu elegan didepan suamimu, karena perasaan yang tak ingin mengecewakan beliau karena acak- acakannya dirimu.

Lihatlah betapa lembut dirimu dalam balutan kata- kata yang indah, serta nada bicara yang santun saat melayani. Siapa di dunia ini yang tidak punya potensi untuk berteriak dan berlaku kasar? namun dengan kesadaran melayani, maka pilihanmu pun jatuh untuk bersikap sebaliknya demi kedamaian yang kau layani. Bukan sia- sia pada akhirnya, yakinlah bahwa titik akhir dari semua itu, adalah paling tidak keadaan yang akan berbalik melayani dan memuliakan dirimu. Di dunia ini, dimana sih manusia yang tidak suka dimengerti oleh orang lain, apalagi jika manusia tersebut adalah suami kita sendiri?

Lihatlah betapa telah menjadi sabar dirimu saat melayani, teredamlah kemarahanmu karena kesadaran atas diri bahwa melayani itu indah. Indah dalam membahagiakan orang lain, dan bahkan indah dalam mengindahkan dirimu untuk terlalu jauh dalam berdekatan dengan emosi. Keluh kesah memang kadang ada, namun tidak bertengger terlalu lama dan terhapuskan dengan keindahan kesadaran bahwa pada saat tersebut, Allah ridho terhadap kita. disudut lain dari hati, diri diam-diam berdoa bahwa semoga Allah menghapus dosa- dosa kita lewat kesakitan tersebut.

Lihatlah betapa dengan melayani, kau telah memberikan pelajaran berharga kepada para suami untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Dengan pelayananmu, maka akan tersibukkan hari- harinya untuk bersyukur kepada Allah atas karunia keindahan sepertimu.

Subhanallah, betapa keajaiban dari kesadaran sebuah melayani, malah akan menjadikan diri kita mulia, bahkan lebih mulia dan terperbaiki. Dengan melayani kau menjadikan dirimu pantas untuk disayangi dan bahkan tidak terlalu pantas untuk disakiti. Dan bahkan semua manusia pasti hanya mempunyai satu hati untuk menyayangi, tidak lebih. dengan melayani kau menjadikan dirimu muara bagi suamimu, manusia tempatnya merasa kembali kerumah, untuk bisa merasa santai dan terdamaikan.

Melayani bukan menjadikan dirimu korban dan pihak yang selalu terkalahkan. Dengan melayani justru kau mengindahkan dirimu, dan menampilkan keadaanmu yang mungkin bakat itu tidak pernah kau sadari, bahwa kau bisa menjadi seindah itu. Benar- benar sebuah pendidikan diri yang sangat elegan dan berkelas.

Dan memanglah benar- benar indah jika sebuah pernikahan yang benar- benar ditujukan karena ingin beribadah kepada Allah. Sungguh benar ternyata bahwa dunia ini memang indah, dan seindah- indah perhiasan dunia adalah Wanita yang sholihah. Allah menjadikan kita indah dengan menjadi seorang istri, dan akhir dari sebuah niat adalah tergantung diri kita bagaimana menjadikan konsep keindahan itu untuk benar- benar menjadi indah. InsyaAllah…

(Syahidah/Voa-islam.com)

Dikirim pada 22 Oktober 2011 di kebersihan jiwa




Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!


Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

http://bundaiin.blogdetik.com/2011/10/07/kisah-inspirasi-untuk-para-istri-dan-suami/

Dikirim pada 21 Oktober 2011 di muhasabah




Yaa Allah... Jika aku bukanlah bagian dari tulang rusuknya, Maka jgn biarkan ku merindukan kehadirannya,

Jangan biarkan kulabuhkan hatiku di hatinya, Kikislah pesonanya dari pelupuk mata,Luputkan dia dari ingatan,

Hapuskan dari bayangan, Agar jika bukan dia yang digariskan maka aku ikhlas dengan kenyataan...

Duhai calon pemilik tulang rusukku, Dimanapun engkau berada, Aku akan setia menantimu, Menjaga hati dan

kehormatanku, Itu semua demi dirimu dan ketundukanku kepada Rabb kita.

Duhai calon nahkoda yg kan membawa keluargaku ke syurga… Mari kita hiasi rumah kita dgn cahaya-cahaya iman…

Aku dlm diam sengaja tak menampakkn diri, agar engkau benar-benar `menemukanku dlm cahaya sujudmu..

Aku tak banyak bicara krn aku takut ketika aku menyapa, engkau terpesona pd apa yg kuucap..

Aku menunduk malu, tak berani menatap mata binar yg engkau miliki, krn aku takut dpt memudarkan imanku...

sumber : Sajadah Cinta Dalam Alunan Tasbih Mahabbah Rindu

Dikirim pada 20 Oktober 2011 di do’a dan zikir


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam. Tuhan Yang Maha Rahman. Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu `alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi`adadi Kulli Ma`lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta, berfikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu`anhumღAmiin ya Rabbal`alamin.

Duhai bakal suamiku...
Tak pernah jemu aku menunggu kehadiranmu dalam hidupku, Tak penah aku jemu berdo`a agar Allah menuntun hatimu utk bertemu denganku....

Tak pernah putus ku berdoa, Moga Allah segera mempertemukan kita dlm ridhoNYa, Aku tahu dirimu juga sedang berdoa,
Aku tahu dirimu juga sedang berusaha mencariku, Aku tahu dirimu juga sedang merinduiku...

Duhai bakal suamiku..
Aku harap, Selepas kita bertemu, Hatiku terpaut setia padamu, Begitu juga denganmu terpaut setia padaku,

Ku harap pertemuan kita diridhoi, Seterusnya dihalukan ke jalan cinta krn Ilahi, Membina mahligai cinta di dunia,

Yang dapat kekal sampai ke syurga-Nya..

Untukmu orang yg akan menjadi imamku nanti siapapun dirimu.jika nanti Allah mempertemukan & mempersatukan kita dalam ikatan suci pernikahan. ku harap dirimu akan menjadikan diriku sebgai permaisuri dihatimu setelah ketaatan dan kecintaanmu kepada ALLAH dan bisa menjadi seorang imam yg adil & bijaksana terhadap istri dan anak2mu nanti.jangan biarkan diriku menjadi penghalang dirimu untuk mengingat & menegakkan Agama Allah. Semoga Allah akan mempermudahkan langkah kita menuju jannah-Nya....

Ku harap hubungan kita direstui oleh ayah bunda,
Ku harap urusan jodoh kita dipermudahkan Allah...
Apabila kau dan aku sudah disatukan,Ku harap kau menjadi suami soleh,
Suami yang dapat membimbingku ke jalan-Nya,
Suami yang penyayang dan setia, Suami yang sabar karenaku dan putera puteri kita kelak,
Suami yang penuh tanggungjawab, Suami yang sempurna di mataku...

Duhai bakal suamiku.....

.Aku ini kuat cemburu, Aku ini terlalu manja, Aku mahu kau sentiasa disisiku, Aku mahu kau setia bersamaku, Aku mahu kau menjadi milik mutlak aku dan anak-anak, Aku akan berusaha memberi yang terbaik untukmu, Makan minummu, Pakaianmu dan lenamu, Aku akan menjagamu dengan sebaik-baiknya..~InsyaAllah~

Andai aku tidak memuaskan hatimu, Tegurlah dengan lemah lembut, Belailah aku dengan kasih sayang,
Hargailah aku sebagai seorang perempuan, Hargailah aku sebagai ibu dr anak-anakmu..

Aku tetap terus menunggumu, Aku tetap terus merinduimu..,

Segeralah hadir dalam hidupku

Permudahkanlah urusan jodoh kami Ya Allah... Hanya Kau yang mengetahui isi hati kami...

Sumber : Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu



Dikirim pada 19 Oktober 2011 di kebersihan jiwa


Belum cukup sebulan Raihan bekerja di perusahan penyuplai semen tersebut, tak lama kemudian ia jatuh sakit. Ia telah merasa kurang enak badan semenjak beberapa hari sebelumnya namun ia tetap memaksakan diri untuk tetap bekerja meski sesekali batuk menghampirinya. Dony, teman kerjanya telah mengatakan kalau besok hari ia tak usah dating namun Ia tetap saja datang untuk bekerja dan pada saat itulah batuk disertai darah keluar dari mulutnya. (hemoptisis)



Sang istri yang mengurung diri di rumah saat suaminya pergi bekerja telah merasakan kegelisahan. Dan ternyata firasatnya itu benar saat suaminya dibawah pulang sudah dalam keadaan lemah tak berdaya oleh teman kerjanya.



Belum genap sebulan suaminya bekerja sehingga gaji bulanannya belum diterima. Istrinya lalu berlarian kerumah-rumah tetangga untuk menjual gelang emas miliknya yang diberikan ayahnya ketika masih gadis dahulu.. Meski harga tak sesuai dengan yang seharusnya namun ia harus menjualnya demi keselamatan suaminya.



Setelah mendapatkan uang, ia lalu membawa suaminya ke Rumah sakit di kota naik angkutan. Disana ia duduk di samping ranjang suaminya agar ketika suami siuman dari ketidaksadarannya ia telah menyambutnya dengan senyuman lalu melakukan apa yang diinginkan suaminya..



Awalnya dokter mengira suaminya hanya menderita Tubercolosis atau bronkiektasis namun ternyata setelah pemeriksaan ia di Vonis menderita Tumor karsinoma paru.



Sebenarnya jika hanya sekedar menderita karsinoma paru tidak sampai membawa penderita pingsan namun karena bekerja keras yang ditambahi kurang makan membuat daya tahan tubuh raihan lemah sehingga ia tak sadarkan diri.



Silvia tetap berada disamping ranjang suaminya.. Menunggu dan terus menunggu.. Hingga kadang ia tertidur dalam penantiannya kemudian bangun lagi. Hingga suatu malam ia terbangun di sepertiganya malam. Ia lalu menatap kearah jarum jam yang terus berbunyi setiap detiknya itu.



Jarum jam menunjukkan pukul 03:00 dini hari.. Ia lalu berwudhu lalu tepet di samping ranjang suaminya Ia menangis mengeluh pada Allah atas apa yang dihadapinya ini..



“Ya Allah.. Jika memang sakit yang kurasa ini adalah cinta-Mu padaku karena Engkau ingin aku terus mengeluh pada-Mu, aku ridho jiwa ini untuk terus disakiti.. Namun ya Allah.. Hambamu yang hina dan kotor ini memohon pada-Mu.. Jangan Engkau biarkan Suami hamba terus diam dan kaku di ranjang itu ya Allah.. Hamba mohon ya Allah.. hamba mohon.. Hamba sangat mencintainya…



Keheningan malam menjadi saksi bahwa ada seorang wanita yang syujud simpuh pada Robbnya.. Aliran air mata bak gersang mendamba hujan mengalir membasahi sajadah panjang yang dibentangkannya..



Ketika Allah rindu pada hambanya, Ia akan mengirimkan sebuah kado istimewa melalui malaikat Jibril yg isinya adalah ujian. Dalam hadits kudsi Allah berfirman. "Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karna Aku ingin mendengar rintihannya." (HR Thabrani dari Abu Umamah)



Setelah sholat lail yang dilanjutkannya dengan sholat subuh, ia kembali lagi duduk di dekat ranjang suaminya. Menatap wajah lelaki sholeh yang dicintainya tersebut dengan sesekali mengusap kepalanya dengan usapan ketulusan. Ia lalu tertidur disamping suaminya dengan tangan yang terus menggenggam erat tangan suaminya..



Tak lama kemudian ia merasa ada gerakan dari tangan suaminya. Ia lalu secepatnya bangun dari tidurnya. Ia melihat raihan mulai mencoba membuka mtanya. Hati gembira yang teramat sangat setelah tiga hari menunggu di bangsal itu. Ia lalu menyambut kesadaran suaminya itu dengan senyuman cerianya dan melupakan segala kepenatan yang dihadapinya agar suaminya pun bahagia ketika menatapnya.



Silvia lalu segera memanggil suster untuk memeriksa suaminya yang tengah sadarkan diri. Suster lalu memeriksa Raihan dan mengatakan kalau kondisinya sudah cukup membaik. Ucapan hamdala lalu terlontar dari bibir Silvia. Namun kata dokter perlu istirahat selama dua hari lagi hingga sembuh total baru raihan bisa pulang dengan persyaratan jangan kerja berat dulu..



Setelah dokter dan perawatnya pergi, raihan lalu bertanya pada Silvia.

“Siapa yang membayar seluruh administrasi dan biaya pengobatanku ini?”

Silvia yang tengah duduk disamping ranjang sambil membaca buku lalu mengangkat kepalanya tersenyum pada suaminya.

“Tidak usah dipikirkan.. Semua akan baik-baik saja. Yang penting Akang bisa sembuh dulu.”

Raihan lalu terdiam.. kemudian Ia menatap tangan istrinya yang sedang memegang buku membuat ia curiga.. Ia lalu menyuruh Silvia mengangkat buku yang dipegangnya lebih tinggi lagi. Silvia heran mendengar permintaan suaminya tersebut namun ia menurutinya. Dan ketika tangan di angkatnya lebih tinggi, tangan bajunya yang sedikit longgar terturun sehingga suaminya melihat sudah tak ada gelang lagi di pergelangan tangan istrinya. Raihan lalu memalingkan wajah dari arah Silvia. Perlahan airmatanya pun jatuh membasahi bantal yang ia tiduri.



Silvia masih saja heran terhadap suaminya yang memalingkan wajah darinya. Dia masih saja tak sadarkan diri bahwa sang suami telah mengetahui apa yang dilakukan olehnya.



Ia lalu mendekati suaminya dan terlihatlah airmata di wajah suaminya tersebut..



“Kang.. kenapa menangis??” Tanya Silvia sendu.



Raihan tak menjawabnya dan tak mau menatapnya.. Ia merasa malu menatap istrinya sendiri. Ia malu pada dirinya yang hanya menyusahkan anak orang.



"Apa salahku Kang? Kenapa tak mau menatapku.” Tanya sivia lagi..



“Aku malu Sil.. Aku malu.. Aku hanya seorang suami yang menyusahkan istri. Aku bahkan tidak bias memberikan apa-apa untukmu..



“Ada apa kang..? Aku tak dapat memahaminya.” Tanya silvia lagi. Belum paham akan maksud suaminya.



“Tolong jawab.. Dimana gelang di tangan kirimu?”



Silvia lalu tertunduk menangis. Menggenggam erat tangan suaminya yang masih saja memalingkan wajah tersebut lalu menciumnya.



“Maafkan aku Kang.. Aku telah menjualnya..” Ucap Silvia seduh..



“Aku tak bisa memaafkan diriku.. aku tak bisa.. Ya Allah.. Ampuni hamba-Mu ini..” Rintih Raihan.



Silvia pun terseduh mendengar rintihan suaminya tersebut.. Raihan lalu memalingkan wajah menatap istrinya yang tertunduk menangis di samping ranjangnya itu seraya berkata padanya.



“Jika engkau tak sabar lagi bertahan denganku, aku ikhlaskan segala apapun yang engkau putuskan pada diriku.” Cakap raihan.



Silvia mengangkat wajahnya. Lalu dengan mata berkaca ia berkata pada suaminya.



“Aku menikah denganmu bukan karna bahagiamu saja.. Namun susahmu juga. Seberat apapun musibah yang menimpa dirimu.. Aku akan tetap bersamamu. Karena aku tahu cintamu tulus untukku.”



Raihan lalu menguatkan diri untuk bangun dari tidurnya. Ia lalu mendekap erat istrinya penuh ketulusan.



"Terima kasih atas kesetiaanmu.”



Ketika aku di dekap..



Syurga itu terasa dekat..



Ketika aku di dekap..



Hilanglah sudah segala penat..



Alangkah indahnya jika seorang wanita berada dalam dekapan seorang lelaki sholeh yang tulus mencintainya.. Segala kesusahanpun akan ditempuhinya demi mendapatkan ketulusan cinta itu… Sebuah cinta yang semata karena Allah..

Semoga kita semua termasuk orang orang yang ditegarkan hati dan jiwanya..



Ditulis pada selasa, 21 Sept 2010

oleh : Imints Fasta

www.imintss.co.cc



Dikirim pada 17 Oktober 2011 di Cerpen Islami




Dia hidup dalam limpahan kemewahan.. Apapun yang ia inginkan pasti didapatkannya. Kemana-mana selalu mengenakan sedan mewah dengan sopir pribadi yang setia mengantar jemputnya. Dia adalah Silvia, anak seorang konglomerat di sebuah kota. Orangtuanya tidak pernah mengurusinya sehingga ia bebas kemanapun ia suka bersama teman-temannya. Sang Ayah sibuk dengan bisnisnya sehingga sering ke luar kota, sedangkan sang Ibu sibuk pula dengan butiknya sehingga sering bolak-balik Singapur-Indonesia. Untungnya ada pak Parno dan istrinya, Pembantu dirumah konglomerat tersebut yang sering mengawasinya.

Ia sering jalan-jalan bersama teman-temannya ke mall, tempat rekreasi, dan kemanapun yang ia inginkan.. Sampai pada suatu ketika sampailai ia pada satu titik dimana ia merasakan kejenuhan dengan segala apa yang ada. Limpahan kekayaan itu tidak membuat ia merasakan suatu kebahagiaan yang diinginkannya.

Suatu saat setelah pulang dari berbelanja begitu banyak barang-barang yang tidak begitu dibutuhkan olehnya, ia langsung menghempaskan diri diatas ranjang bersama barang-barang belanjaannya yang tergeletak di samping tubuhnya. Lalu ia terbangun di tengah keheningan disepertiganya malam. Ia lalu menatap wajahnya di cermin merasakan sebuah kepenatan yang mendalam. Ia merasakan ada sesuatu yang hilang dari dirinya.. Sebuah ketentraman pada jiwa. Selama ini ia jauh dari tuhan.. Ia lalu mengambil mukena dan sholat malam setelah berwudhu.

“Ya Allah.. Selama ini aku jauh dari-Mu.”

“Aku Lupa akan fitrahku sebagai hamba-Mu”

“Aku lalai dengan limpahan kemewahan ini”

“Berilah aku petunjuk dalam menggapai keridho`an-Mu ya Allah.”

Lirih suaranya dalam melantunkan lirik-lirik do`a di tengah keheningan malam disertai butiran airmata ketulusan.

Besoknya Ia lalu menemui pak Parno lalu mengatakan padanya kalau ia ingin belajar tentang agama lebih dalam lagi.. Ia butuh seseorang yang bisa membimbingnya menjadi lebih baik lagi..

Melihat raut wajahnya Pak Parno dapat membaca kalau dia sedang dalam kegelisahan untuk mencari ketenangan batin. Lalu Pak Parno menawarkan padanya untuk menikah.

“Menikahlah.. Carilah pemuda sholeh yang bisa membimbingmu menjadi seorang muslimah yang sholehah.”

“Lalu pemuda seperti apa yang harus aku pilih.” Tanya Silvia.

“Pemuda yang takut pada Allah... Karena apabila ia mencintai, dia akan menyayangimu dan apabila Ia benci, dia tidak akan menyakitimu.

>Imam Hasan Al-Bashri ketika ditanya seseorang, “Dengan siapa aku harus menikahkan putriku?”, beliau menjawab, “Dengan laki-laki yang takut kepada Allah. Karena jika ia menyukainya ia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya ia tidak akan menganiayanya”.

“Adakah pemuda yang seperti itu?” Tanya Silvia lagi.

“Ada..” Ucap Pak Parno. “Di seberang jalan sana ada seorang pemuda yang kerjaannya adalah menjahit sepatu. Dia begitu hanif dan bijaksana. Selain seorang mahasiswa, dia juga menjadi Takmir masjid Al-Hidaiyah di kampung sini.” Sambung pak Parno.

Karena jarang pergi ke masjid sehingga dia tidak mengetahuinya kalau di masjid yang ia merupakan salah satu jama`ahnya ada seorang pemuda sholeh yang sering menjadi imam sekaligus menjaga masjid itu.



Pemuda tersebut adalah salah seorang mahasiswa jurusan tekhnik informatika di sebuah Perguruan Tinggi negeri. Sehari-harinya adalah menjual-beli dan memperbaiki sepatu-sepatu bekas guna menambah keringanan orangtua. Selain itu dia tinggal di masjid turut memakmurkan masjid dengan berbagai program untuk meperdayakan jama’ah dalam mengelola masjid. Kerna bagi dia, pemberdayaan jamaah dari sebuah masjid dan masjid lain pun melakukannya merupakan sebuah dasar kebangkitan islam.



Semenjak kehadirannya di daerah tersebut, Ia membawa perubahan yang luar biasa. Dengan berbagai upaya ia mengusahakan agar semua umat muslim berjamaah di masjid. Meski tidak semua yang datang namun setidaknya cukup banyak yang telah mau bergegas ke masjid bila mendengar Adzan ketimbang duduk santai di rumah. Dia sangat mengutamakan hal tersebut karena selain menambah ukhuah sesama muslim, juga menambah rasa persaudaraan.

>(Rosulullah Salallahu’alaihiwasallam bersabda: Sesungguhnya Serigala tidak akan memakan jika Kambing tidak sedang bersendirian)



Rasa ingin tahu Silvia terhadap pemuda itu pun semakin menguat. Ia lalu menyuruh Pak Parno untuk mengenalkannya dengan pemuda tersebut. Ia hanya sekedar ingin melihat pemuda itu. Maka suatu saat pak parno mengajaknya mengikuti kajian mingguan yang sering diadakan tiap minggu malam di masjid tersebut guna menambah pengetahuan agama pada warga. Silvia datang bersama pak Parno dan istrinya. Mereka kedua pembantu di rumah Silvia yang telah menjaga Silvia semenjak kecil karena kedua orangtuanya sibuk akan urusan dunianya.



Pada malam itu ust. Jalil yang seharusnya ngisi tausyiah pada malam itu berhalangan hadir. Biasanya kalau pengisi tausyiah berhalangan hadir maka mereka yang menjadi takmir yang menggantikannya. Dan pada malam itu seorang pemuda berbusana muslim cokelat dengan kopiah hitam dikepalanya berdiri dihadapan para jamaah menggantikan posisi pak Jalil kerna berhalangan hadir. Cara penyampaiannya begitu menarik. Hanya satu hadits yang Ia bahas pada malam itu namun pembahasannya begitu meluas. Pada malam itu dia bahas tentang “ Enam Kewajiban Muslim Terhadap Muslim Yang Lain”



>(Dari Abu Hurairah Radliyallaahu `anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu `alaihi wa Sallam bersabda: "Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam; bila ia mengundangmu penuhilah undangannya; bila dia meminta nasehat kepadamu nasehatilah; bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah (artinya = semoga Allah memberikan rahmat kepadamu); bila dia sakit jenguklah; dan bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya)". Riwayat Muslim.)



Dia pun mulai membahas satu demi satu hadits di atas kemudian ia berikan pula tips bagaimana membina hubungan yang baik antara sesame saudar kita. Diantaranya ia menjelaskan bahwasannya apabila kita mendengar berita tentang aib saudara kita cukuplah berita itu sampai pada diri kita. Jangan mengumbarkannya lagi. Setiap manusia pasti pernah mempunyai kesalahan dan sebaik-baiknya manusia adalah yang mau mengakui dosanya dihadapan Allah dan berjanji takkan mengulanginya kembali. Termasuk kita, kita pun pasti pernah mempunyai kesalahan dan tak ingin untuk diumbarkannya. Maka dari itu kita pun harus menutupi aib saudara kita.



Seusai mengikuti kajian tersebut mereka lalu kembali ke rumah. Dalam perjalanan pak Parno menanyakan sesuatu pada Silvia.

“Neng Silvia, tahukah kamu siapa pemuda yang mengisi kajian tadi?” Silvia hanya menggelengkan kepalanya. Sementara Bu Darmi istri pak parno hanya tersenyum menatapnya.

“Dia adalah Raihan pemuda yang bapak ceritakan kemarin.” Sambung pak parno.

Silvia sedikit salah tingkah setelah mendengar apa yang disampaikan pak Parno.. sesampai dirumah dia lalu menghempaskan badannya kembali ke atas ranjangnya.



“Apa mungkin wanita yang berlumurkan dosa, jauh dari keshalihan seperti aku bisa mendapatkan lelaki sholeh seperti itu? Selama ini aku melihat pemuda sholeh tidak ingin mendapatkan istri yang begitu jauh dari agama seperti aku ini? Yang Hina lagi keji. Lalu pantaskah wanita seperti aku diperistrikan orang yang sholeh?” Pertanyaan itu yang terus hadir dibenaknya. Ia merasa sungguh tidak pantas wanita seperti dia mendapatkan lelaki shesholeh Raihan. Apalagi Ia pernah mendengar firman Allah bahwa Lelaki baik-baik hanya diperuntuk wanita baik-baik dan lelaki keji diperuntuk wanita keji pula.



Walaupun dia merasa dirinya hina hina lagi keji, namun dia tidak ingin mendapatkan lelaki seperti itu pula. Batinnya semakin menangis membayangkan semua itu. Lalu suatu hari dia menemui ustadjah sofi, Guru agamanya ketika masih SMA dahulu. Ia lalu menyampaikan keluh dan kesahnya pada ustadjah tersebut.

“Batinku telah rindu untuk menikah ya ustadjah.. lelaki yang aku inginkan Ialah dia yang sholeh, yang takut pada Allah dan mencintai Rosulnya. Namun bagaimana mungkin wanita seperti aku bisa mendapatkan lelaki seperti itu?” Tanya Silvia

“Mayyahdillahu fahuwal muhtadi wamayyudhlil falantajidalahu waliyyammursida”

“Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”

“Ketika Allah berkehendak, tak ada satu makhlukpun yang mampu mencegah-Nya. Seseorang yang buruk dimata manusia, belum tentu buruk pula dimata Allah. Siapa tahu kamu mempunyai suatu sisi positive yang bisa diandalkan dihadapan Allah. Tidak ada yang tak mungkin bagi-Nya. Jika Ia telah mengatakan Jadi, maka jadilah. Kamu menginginkan untuk kembali kepada-Nya itu sudah baik.” Cakap Ustadjah Sofi.

“Tapi.. Bukankah lelaki sholeh mereka hanya menginginkan wanita yang sholehah?” Tanyanya lagi.

“Kenakanlah jilbab yang menutupi hingga ke dadamu anakku.. lalu jiwailah apa yang engkau kenakan itu. Mulai sekarang, mendekatlah pada Allah kerna sesungguhnya Allah itu dekat denganmu. Kalau memang Allah menghendaki lelaki itu padamu maka dialah petunjuk Allah bagimu untuk menuntunmu menjadi wanita yang lebih dekat pada-Nya.” Jelas ustadjah Sofi.

>(Kita sering melihat adakala seorang suami begitu terlihat baik sedangkan istrinya tidak, ataupun sebaliknya. Pemikiran kita pun mulai terbalik dari surat Annur : 26. Padahal orang yang terlihat baik di mata kita belum tentu baik pula dimta Allah. Begitupun orang yang terlihat buruk dihadapan kita belum tentu buruk pula di hadapan Allah. Siapa tahu orang yang baik itu mempunyai satu sisi buruk yg membuat Allah murka terhadapnya. Siapatahu pula orang yg terlihat buruk itu mempunyai satu sisi kebaikan yang membuat Allah sayang padanya. Atau jika seorang lelaki itu benar baik dan wanita benar burk, maka itu ujian baginya untuk bagaimana mengubah pasangannya itu menjadi lebih baik lagi)



Silvia lalu beritahukan itikad baiknya itu pada kedua orangtuanya saat mereka telah berkumpul dirumah. Ia menyampaikan bahwa ia telah ingin menikah dan kedua orangtuanya pun menyetujuinya. Setelah mendapatkan persetujuan dari orangtua, lewat bantuan pak parno akhirnya Raihan menikahi wanita cantik anak konglomerat kaya tersebut. Raihan mampu menuntunnya menjadi wanita yang sangat sholehah. Ia paham akan kewajibannya sebagai seorang istri serta tanggungjawabnya terhadap suami.



***



Setelah menikah, ia mengikuti suami pulang ke kampung halaman dan meninggalkan segala bentuk kemewahan yang selama ini dinikmatinya. Ia lalu memilih untuk hidup dengan segala kesederhanaan bersama suami. Ia sangat merasa bahagia berada dalam dekapan cinta seorang suami yang setia. Yang sederhana dan mencintainya dengan setulus hati. Meski pun kemana-mana tak lagi memakai mobil sedan. Tak lagi punya uang yang cukup tuk berbelanja apa yang di inginkannya namun ia tetap mensyukurinya kerna islam telah menjadi pedoman baginya atas tuntunan suaminya.

Namun, seseorang takkan sampai pada puncak keimanan sebelum ia diuji oleh Allah. Takkan sampai pada kebahagiaan sejati sebelum ia melewati ujian dari Sang Khalik.

Pada suatu ketika ibu dari sang suami jatuh sakit sehingga harus dirawat Rumah Sakit hingga ia menemukan ajalnya. Sang suami harus membayar administrasi Rumah Sakit serta biaya pengobatan sang bunda hingga uang simpanannya habis. Uang untuk makan dirumah pun tak seberapa yang di pegang sang Istri. Raihan lalu mencari pekerjaan sampingan sebagai buruh di perusahaan penyuplai semen yang mengangkut semen keluar masuk gudang. Kerna gajinya sebagai tenaga honorer di Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak cukup untuk biaya makan ditambah perawatan sang bunda yang masih tertunggak di Rumah Sakit.

Melihat suaminya pulang dengan segala kelelahan, Silvia merasa kasihan. Ia selalu mengusap keringat di wajah sang suami yg lelah seusai bekerja tersebut dengan penuh haru. Ia selalu menyambut suaminya pulang dengan senyuman tulusnya lalu memasakkan air panas untuk suaminya mandi. Seusai mandi Raihan lalu membuka penutup saji diatas meja makan namun tak ada makanan apapun. Ia menyadari kalau sudah tak ada pegangan pada istrinya. Ia lalu menatap kebelakang setelah mendengar suara dibelakangnya.

“Kita puasa ya Zaujie..” Kata silvia sambil mendekat kearah sang Suami. Raihan lalu mengangguk seraya berkata insya Allah esok dia akan mencarikan uang untuk makan mereka besok.

Besok pagi Silvia tak bisa melihat suaminya pergi bekerja dengan perut kosong yang hanya berbekalkan air putih hangat. Ia lalu pergi ke rumah tetangga meminta menyuci baju mereka yang kotor demi mendapatkan uang yang halal agar ketika suami pulang nanti sudah disajikan makanan untuk suaminya. Sungguh hal ini sangat sulit tuk ia lakukan. Anak seoarang konglomerat kaya berubah menjadi seorang tukang cuci. Namun ini harus ia lakukan demi rasa sayangnya pada suami. Meskipun ketika mencuci ia sering meneteskan airmata.

Ketika suaminya pulang betapa kagetnya Ia. Banyak makanan yang dihidangkan diatas meja.

“Darimana engkau mendapatkan semua ini ya Zaujati?” Tanya Raihan.

Silvia lalu menjelaskan apa yang dilakukan olehnya saat suaminya berangkat kerja.

“Walillahi.. aku tidak bisa memakan makanan ini.” Cakap sang suami kerna merasa malu pada dirinya sendiri yg tak mampu menafkahi istri dengan baik.

Sang istri lalu menunduk seraya berkata.

“Maafkan aku ya Zaujie.. aku melakukan ini tanpa sepengetahuanmu.”

“Kamu tidak salah.. aku yang salah. Aku tidak mampu menjadi suami yang baik untukmu.”

Suaminya lalu mendekatinya memegang kedua tangannya. Ia yang tertunduk pun mengangkat kepalanya menatap mata suaminya yang sangat disayanginya itu. Lalu suaminya berkata padanya.

“Maafkan aku yang telah menikahimu.. aku hanya bisa membawamu ke dalam jurang kesengsaraan. Namun aku berjanji.. aku takkan pernah menyakitimu dengan fisikku ini.”

“Bagiku akhunlah lelaki terbaik yang Allah berikan untukku. Dan aku patut untuk menjaganya.. Engkaulah petunjuk Allah sebagai jalan hidaiyah untukku. Dan aku menyayangimu.”

Sang suami lalu memeluknya dengan airmata haru… Allah telah memberikannya seorang istri yang sangat tegar. Dan ia akan terus mensyukurinya.

Sang istri yang berada dalam dekapan ketulusan sang suami pun merasakan cinta yang luar biasa ketika berada dalam pelukannya.



Dalam Dekapan Cinta..

Aku Terbang Bebas Menembus Awan Lepas

Dalam Dekapan Cinta...

Akulah Ratu Dari Seluruh Penjuru Istana..

Dalam Dekapan Cinta..

Sembilu menyayat Takkan Ku Rasa..

Dalam Dekapan Cinta

Akulah isteri dari seoarang lelaki sahaja.



Cinta yang tulus mampu mengalahkan segalanya.. untuk apa harta berlimpah jika tanpa cinta yang tulus? Untuk apa pangkat yang tinggi jika tanpa kasih sayang yang nyata?

Ketika kita dicintai oleh orang yang benar-benar mencintai kita, kita akan merasakan betapa indahnya dunia ini.. namun perlu diingat bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki butuh pengorbanan. Seorang Silvia anak konglomerat kaya rela menanggalkan kehidupan masa lalunya yang penuh kemewahan demi mendapatkan sosok pemuda sholeh yang mencintainya sepenuh hati juga sebuah pengorbanan.

(Bersambung...)

Dikirim pada 16 Oktober 2011 di Cerpen Islami


Ketenangan adalah kebutuhan setiap orang. Kaya, miskin, tua, muda semua mendambakan sebuah ketenangan. Tidak jarang, seseorang rela mengeluarkan banyak uang demi memperoleh ketenangan dan kedamaian. Dan atau seseorang rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk membuat diri dan hatinya tenang dan bahagia. Lalu...bagaimana dan dimanakah sebenarnya ketenangan itu??? dan bagaimana menjadikan diri kita seorang pribadi yang tenang dan menenangkan??

Pribadi yang tenang bukan berarti yang berlaku lamban, tapi tenang adalah tentang cermat dalam berpikir dan hati-hati dalam memilih. Tenang adalah tentang penyampaian kabar buruk dengan cara yang bijak, penyampaian fakta keras dengan cara yang lembut. Tenang juga adalah tentang perealisasian sebuah kerumitan dengan cara yang sederhana, pemberitahuan berita panas dengan cara yang dingin dan atau penolakan berat dengan cara yang ringan, dll.

Dan cara mendapatkan semua sumber ketenangan yang abadi itu adalah Menjadikan diri kita mempunyai keintiman hubungan bersama Allah SWT. Ketenangan seperti inilah yang menjadi obat dari segala penyakit hati dan kekacauan hidup.

Sejenak marilah kita luangkan waktu untuk menyimak nasehat Ibnu Mas’ud. Beliau adalah salah seorang shahabat Nabi saw. Beliau pernah didatangi seseorang yang ingin meminta nasihatnya, untuk dapat dijadikan obat bagi jiwanya yang tidak tenang.

Kemudian Ibnu Mas’ud menasihatinya,” Kalau penyakit itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat. Pertama , engkau datangi tempat orang membaca Al-Qur’an, engkau membaca Al-Qur’an, engkau dengarkan baik-baik orang yang membaca Al-Qur’an.
Atau kedua , engkau datangi majlis taklim yang mengingatkan hati kepada Allah.
Atau ketiga, engkau mencari waktu dan tempat yang sunyi, di situ engkau menyendiri menyembah Allah, seperti pada waktu lewat tengah malam, di saat orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat malam, meminta kepada Allah ketenangan jiwa, ketentraman pikiran, dan keikhlasan hati.”

Setibanya di rumah, orang tersebut melaksanakan apa yang dinasihatkan Ibnu Mas’ud itu. Ia berwudlu, kemudian membaca Al-Qur’an dengan khusyu, penuh konsentrasi. Seusai membaca Al-Quran ia merasakan ada ada sesuatu yang berubah. Jiwanya terasa tenang, hatinya tentram, pikirannya kembali jernih. ketenangan benar benar menyelimuti hatinya.

Hanya seseorang yang pernah panik yang bisa merasakan kenikmatan sebuah tenang setelah dia menyadari kekacauannya. Hanya seseorang yang pernah gundah yang bisa menikmati ketenangan setelah mengetahui kesakitannya.

Maka beruntunglah pribadi yang mengambil pelajaran dari kesalahan. Sama sekali tidak ada alasan untuk mereka merasa menyesal tentang sesuatu yang sudah lewat, yang mungkin timbul atas kekurang tenangan sikap dalam pemilihan desain masa depan. Dan karena ketenangan itu pula, terhapusnya segala kekhawatiran mereka tentang sakit atau pahitnya kehidupan, karena mereka yakin sumber dari segala sumber ketenangan yaitu Allah SWT akan selalu siap menemani dan menyambut hamba hambanya yang senantiasa memohon KepadaNYa. Ketenangan akan selalu hadir karena mereka juga menghadirkan Allah dalam setiap aktivitasnya.

(syahidah/ voa-islam.com)

Dikirim pada 15 Oktober 2011 di kebersihan jiwa




Jagalah Allah, Maka Allah Akan menjagamu…

Jagalah perintah-perintah-Nya dan kerjakanlah, serta hindarilah larangan-larangan-Nya, maka Dia akan menjagamu dalam berbagai keadaanmu, di dunia dan akhiratmu.

Jagalah hak- hak Allah dalam sendiri dan hiruk pikuk kehidupanmu, dalam diam bahkan panikmu, dalam sadar bahkan tidurmu, dalam setiap tarikan nafasmu. Maka Allah, akan memberkahi kehidupanmu dengan limpahan kasih dan rahmatnya untukmu.

Ketika kau juga memastikan bahwa tiada aturan Allah yang serta merta kau langgar, bahkan saat tiada satupun manusia menyaksikan dirimu, maka disaat itulah terikat hubungan manis antara dirimu dengan Allah. Karena kejujuranmu itu melegakan. Karena sikap apa adanya dirimu itu mendamaikan, dan berarti pula kau telah jujur kepada dirimu serta kepadaNya.

Dan ketika didalam hati kau nyimpan rapat- rapat ketaatan mu kepada Allah serta keindahan imanmu yang hanya kau persembahkan kepadanya, maka segenap ragapun akan mengikuti dan tunduk patuh pada daulat hati, sang raja mereka.

Dan jika hati sudah kau putuskan untuk kau kendalikan atas nama sang maha hidup, maka tiada lain hanya kebaikan yang akan kau lakukan dan kedamaian yang akan kau sebarkan kepada seluruh makhluk yang berada di sekelilingmu.

Namun sebaliknya, saat seribu satu kata kau ucapkan guna menutupi satu dosa yang telah kau lakukan, maka lihatlah kelanjutan hasil dari perilaku sembronomu. Tabungan dosa yang kau ciptakan semakin hari semakin menumpuk, dan ternyata satu kebohongan itu tak lagi simple untukmu. Dari sanalah tumpukan dosa itu berasal, dan bermuara pada musibah yang tinggal menunggu waktu untuk datang membunuhmu. Dan belum lagi lihatlah, masihkah sanggup kau mengangkat wajahmu dihadapan Allah?

Maka akhirnya, dunia serasa sempit bagimu dan memusuhimu, karena pasti tiada tempat yang cukup luas didunia ini untuk diri seorang pembohong.

Saat kau menjaga hak- hak Allah, maka lambat laun, dirimu akan merasa selalu melihat dan dilihat oleh Allah. Setelah itu tiada lain, bahwa tujuan, perhatian serta ketetapan hatimu hanya tertuju kepadanya. Bahkan seorang manusia saja akan sangat senang saat dia hidupnya berlimpah perhatian dan selalu dikenang atas atapun keadaannya.

Dan Dia adalah Allah Subhanahu wata`ala, Tuhan semesta alam yang Maha santun dan Maha menghargai setiap apa yang dilakukan oleh hambanya, sebagai upaya untuk mendekat kepadaNya. Dialah yang Maha mampu untuk memuliakan dan menghargaimu, serta memberi sebaik- baik balasan bagimu, dalam kehidupan dunia atau akheratmu kelak.

Dan pandangan Allah itu pula yang akan membaikkan hidupmu karena penuhnya rasa malu dalam hati saat akan melangkah menuju maksiat.

Jagalah Allah, maka engkau mendapati-Nya dihadapanmu…

Jika kau memelihara hak- hak Allah maka Allahpun akan lebih memelihara kebahagiaan untuk selalu terkirim atas hidupmu. Akan DijagaNya kau saat kau sendiri, ataupun merasa sendiri, dan dimanapun kau berada. Allah akan menolongmu, mengawalmu, serta memperkuatkan hati, dan menunjukimu jalan yang lurus. Bukankah hal itu yang sangat kau butuhkan saat ini?. Dan setelah itu, rasakanlah betapa ketenangan yang akan memenuhi hatimu. Seperti Allah dulu telah menguatkan semangat Nabi Musa dan Harun saat mereka merasa takut berhadapan dengan Firaun.

(Syahidah/ Voa-Islam.com)

Dikirim pada 14 Oktober 2011 di muhasabah


Assalamualaikum calon suami yang kuimpikan...,

Bagaimana kabarmu hari ini? sudahkah kau basuh wajahmu dengan sucinya air wudhu, yang

membuat wajah bersahajamu diliputi cahaya? Sudahkah malam tadi kau habiskan sepertiganya

dengan bermunajat kepada-Nya? Sudahkah kau bulatkan azzammu untuk istiqomah melangkah di jalan-Nya?


Calon Suamiku...

Tegakkan bahumu, sempurnakan semangatmu, penuhi dadamu dengan nama-Nya, jemputlah

rizqimu dengan sungguh-sungguh. Aku mengantarmu dengan selempang doa yang tersampir di

bahu angin. Semoga hari ini Allah melimpahkan keberkahan di setiap tarikan nafasmu.

Penuhi pundi-pundi amalmu dengan kebaikan, jangan sisakan sedikitpun waktumu dalam kesia-siaan.

Malam nanti, aku kembali menunggumu dalam hening doa-doaku. Sandarkan hatimu pada-Nya,

agar Ia memberimu kekuatan. Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk segera menjemputku, menemani hari-harimu.

Siapapun engkau, di manapun berada, semoga Allah menjagamu, hingga tiba waktunya perjuangan

panjangmu tak lagi sendiri. Maka, kukuhkanlah kembali semangatmu.

Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk hadir menjemputku.

Aku di sini khan menunggumu.... menjaga hati ini dan selalu berdo`a smg Allah mempertemukan kita di wkt

dan kondisi yang Allah Ridhoi...

Ya Allah... Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya hanya pada-Mu,

agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu...

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,

agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta semu....

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan

indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu....

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas

sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu....

By. A. Khairunnisa



Dikirim pada 14 Oktober 2011 di kebersihan jiwa




Kisah Sebuah Pernikahan

Hari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya

saat itu aku menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku rasakan

justru rasa haru biru. Betapa tidak. Di hari bersejarah ini tak ada

satupun sanak saudara yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. Apalagi ibu.

Beliau yang paling keras menentang perkawinanku.

Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari, "Jadi juga kau nikah sama

`buntelan karung hitam` itu ....?!?"

Duh......, hatiku sempat kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon

istriku disebut `buntelan karung hitam`.

"Kamu sudah kena pelet barangkali Yanto. Masa suka sih sama gadis hitam,

gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat kakinya. Lebih

tua beberapa tahun lagi dibanding kamu !!" sambung ibu lagi.

"Cukup Bu! Cukup! Tak usah ibu menghina sekasar itu. Dia kan ciptaan

Allah. Bagaimana jika pencipta-Nya marah sama ibu...?" Kali ini aku terpaksa

menimpali ucapan ibu dengan sedikit emosi. Rupanya ibu amat tersinggung

mendengar ucapanku.

"Oh.... rupanya kau lebih memillih perempuan itu ketimbang keluargamu.

baiklah Yanto. Silahkan kau menikah tapi jangan harap kau akan dapatkan

seorang dari kami ada di tempatmu saat itu. Dan jangan kau bawa perempuan

itu ke rumah ini !!"

DEGG !!!!


"Yanto.... jangan bengong terus. Sebentar lagi penghulu tiba," teguran

Ismail membuyarkan lamunanku.

Segera kuucapkan istighfar dalam hati.

"Alhamdulillah penghulu sudah tiba. Bersiaplah ...akhi," sekali lagi

Ismail memberi semangat padaku.

"Aku terima nikahnya, kawinnya Shalihah binti Mahmud almarhum dengan mas

kawin seperangkat alat sholat tunai !" Alhamdulillah lancar juga aku

mengucapkan aqad nikah.

"Ya Allah hari ini telah Engkau izinkan aku untuk meraih setengah dien.

Mudahkanlah aku untuk meraih sebagian yang lain."


Dikamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama.

Memandangi istriku yang tengah tertunduk larut dalam dan diam. Setelah

sekian lama kami saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati

kuberanikan diri untuk menyapanya.

"Assalamu`alaikum .... permintaan hafalan Qur`annya mau di cek kapan

De`...?" tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan

dalam tunduknya. Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam

pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur`an

tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui. "Nanti saja

dalam qiyamullail," jawab istriku, masih dalam tunduknya. Wajahnya yang

berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam. Saat kuangkat

dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun ketika aku beri isyarat bahwa aku

suaminya dan berhak untuk melakukan itu , ia menyerah.

Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu ..bahwa wajah istriku `tidak

menarik`. Sekelebat pikiran itu muncul ....dan segera aku mengusirnya.

Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.

"Bang, sudah saya katakan sejak awal ta`aruf, bahwa fisik saya seperti

ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak menyesal

beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak

untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahnya Imam

malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya.

Saya ingin mengingatkan Abang akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam

Malik pada suaminya pada malam pertama pernikahan mereka," ...

Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengat patut (ahsan). Kemudian

bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak

menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang

banyak."

(QS An-Nisa:19)

Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata

itu lekat-lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita

yang memiliki cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama

besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah.

"Ya Rabbi aku menikahinya karena Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan

kasih sayang milikMu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan

menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas."

Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhya dalam

dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajah yang masih

menyisakan segumpal ragu.

"Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya, Bang. Sungguh... saya

siap menerima keputusan apapun yang terburuk," ucapnya lagi.

"Tidak...De`.

Sungguh sejak awal niat Abang menikahimu karena Allah.

Sudah teramat bulat niat itu. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika

seluruh keluarga memboikot untuk tak datang tadi pagi," paparku sambil

menggenggam erat tangannya.


Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya bait-bait

do`a kubentangkan pada Nya.

"Robbi, tak dapat kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan

cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang

cantik karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Robbi saksikanlah malam ini

akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu.

Karera itu, pertemukanlah aku dengan-Mu dalam Jannah-Mu !"

Aku beringsut menuju pembaringan yang amat sederhana itu. Lalu kutatap

raut wajah istriku denan segenap hati yang ikhlas. Ah, .. sekarang aku

benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita sholihah

sejati. Ia senantiasa menegakkan malam-malamnya dengan munajat panjang pada-Nya.

Ia senantiasa menjaga hafalan KitabNya. Dan senantiasa melaksanakan shoum

sunnah Rasul Nya. "...dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah

tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka

mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya

pada Allah ..." (QS. al-Baqarah:165)



Dikirim pada 13 Oktober 2011 di Cerpen Islami


Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dari teman saya yang di simpan dalam sebuah laptopnya.Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.(semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru)


***
Cinta itu butuh kesabaran…
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..
Pernikahan kami sederhana namun meriah…..
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk

mendapatkan penerus generasi baginya.Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…

Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.


Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.

Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …
“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.
Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

***
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.
Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”

Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”
Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”
“ Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.

“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.
”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku.
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.
***
Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.

Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.
Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..
Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.

Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..

Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.

Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.
Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.

Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.



***
Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?

Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.

Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah..Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.

Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.

“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.
“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.
“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.
Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.

Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”
Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.

Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..


***

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.

Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.

“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.
”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.

Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?
“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.

“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.
Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.

Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“

MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau
kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.
“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.
Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah.

‘’Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami..”
Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.

Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”
Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”
Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”

”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.
Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..
Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?
Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“

Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”



Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.
Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!“
“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.

Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.
Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu..Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.
Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku

save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.
“Apakah kamu sudah siap?”

Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :
“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.

Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…
“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.

Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita lihat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”..
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.

Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.

Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.
Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.
Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.

Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.

Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.
“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..

Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”

”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, ”Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu,

seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda..”
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.

Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu..“
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.

Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.
Keesokan harinya…
Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..
Aku merasakan tanganku basah..
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”

Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?

Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”
“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”
Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.

Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..

Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.
Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami.

Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma?

Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma?

Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..”

Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.

Dikirim pada 13 Oktober 2011 di kebersihan jiwa




Bismillahirrohmanirrohiim...


Seperti api yang menemukan kayu

Membakar dan menghanguskan.

Seperti panas yang mencairkan batuan es.

Hingga dingin itu menjadi salju.

Seperti ombak yang menghantam karang.

Tak bergeming, tapi pasti akan terkikis.

Sedikit, demi sedikit... Menghujam sanubari.

Dan terasa resah yang menyesak saat nafsu membisikkan untuk sekedar menatap.

Untuk sekedar menyapa. Untuk sekedar berbicara....


Di sini ada hati yang terkapar.

Karena sikap yang tanpa sengaja membuat hatiku selalu gundah.

Ada yang salah dengan imanku.

Karena aku mulai tergoyahkan dengan apa yang ku pandang indah.

Ada yang mengganggu keteguhan imanku.

Karena aku mulai berkhayal ada bahu itu untuk bersandar.

Jika ini jatuh cinta.

Cukup satu yang bisa ku yakinkan.

Jatuh itu sakit...

Dan tentang sikap yang membuatku resah ini memang begitu sakit...


Semoga aku bisa melabuhkan cintaku hanya karena ALLAH...

Biarlah aku terus merasa jatuh....

Tapi aku akan bangkit untuk membangun cinta....

Cinta yang bisa menggapai surga.....



Seorang ikhwan melintas dalam angan.

Tundukkan pandangan dan sikapku dengan Hijab ini

Agar rasa ini terjaga dengan dzikirMu...

Agar rasa ini menjadi halal setelah akad itu terucap.

Agar rasa ini menjadi indah pada masanya..



Tautkanlah hati kami dalam indahnya mencintai karenaMU.

Agar rasa ini menentramkan dan menyejukkan.

Agar rasa ini mengantarkanku menjadi bidadari dalam taman iman yang di penuhi wangi bunga surga.

Pertemukan rasa kami dalam ridhoMU.

Setelah lelah menahan apa yang membuat resah.

Jika dia memang sebaik – baik pakaian untukku.


Pangeran itu adalah seseorang yang akan menyelamatkan kegundahan hatiku.

Dengan segenap kemampuan yang ALLAH berikan dan tuntunan yang Allah berikan,

dia akan segera menemukanku dan datang menjemputku.

Karena diriku adalah belahan jiwanya...

Karena diriku adalah bidadari dalam hatinya...

Karena aku adalah pakaian untuknya...

Karena aku adalah wanita pendamping hidup yang di ciptakan ALLAH

untuk menemani perjuangannya menemukan tujuan hidup mulia tuk mencapai Ridho ALLAH....

Dikirim pada 08 Oktober 2011 di kebersihan jiwa

Dalam hidup ini, terkadang apa yang kita cita-citakan tak selamanya jadi kenyataan, bahagia yang diharap, badai yang diraih. Berharap terbang ke awan biru, yang ada justru petir yang menyambar. Berharap taman yang sarat semerbak bunga-bunga kehidupan, yang didapat justru taman yang tandus. Kehidupan menjadi awan pekat yang penuh kebisuan dan sarat penderitaan. Waktu pun seolah bergerak lamban, sementara kebahagiaan terbang kian jauh dan menjadi hal yang mustahil untuk diraih.
Tapi, ketika cita-cita itu berhasil di gapai, bahagia yang diharap datang sesuai harapan, dunia serasa berbunga-bunga. hari-hari begitu indah mempesona. beban hidup serasa menghilang. Canda-tawa, senyum bahagia senantiasa nampak dalam setiap detik. Bahkan waktu pun terasa begitu cepat berlalu.
Kehidupan ibarat gelombang, pasang surut hal biasa, seperti putaran waktu, siang malam hal lumrah. Jika hanya pasang saja atau siang saja, bukanlah kehidupan namanya begitu pula sebaliknya. Kehidupan sarat dinamika. Ibarat roda pedati, kadang di atas kadang pula di bawah. Pergantian suasana dan putaran roda itu adalah seni yang memperindah rona kehidupan.
Begitulah hidup ini, yang penting kita menyadari bahwa ada Allah dibalik semua itu. Keikhlasan, kesabaran dan keridhoan menerima taqdir yang Allah tetapkan, insya Allah merupakan kunci untuk keluar dari belenggu yang melilit.
Firman Allah Swt dalam Al-Quran
"Allah tidak membebani sesorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". (QS. Al-Baqarah:286)
mengatasi semua kemelut dan rintangan yang ada Allah sampaikan dalam Al-Quran. "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusu�. (QS.Al-Baqarah:43)

Semoga kita dapat memaknai semua pasang surut kehidupan ini lebih ikhlas, sabar, syukur dan yakin bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita.

Dikirim pada 13 Juni 2011 di kebersihan jiwa

Memang benar jika dikatakan bahwa sebagian besar manusia itu adalah orang yang tidak mau bersyukur atau tidak pandai berterima kasih. Bagaimana tidak, ketika Alloh Ta’ala telah begitu banyak memberinya nikmat, baik yang sifatnya dzohir maupun batin, hal itu tidak membuat mereka sadar dan tergerak untuk semakin menambah ibadah mereka kepada Alloh. Meskipun bukan berarti Alloh butuh terhadap ibadah tersebut sebagai balasan atas nikmat yang telah Alloh berikan. Bahkan sebaliknya, kenikmatan itu justru membuat mereka semakin jauh dari ibadah kepada Alloh Ta’ala.

Syukur, inilah satu jenis perasaan yang jarang bermukim permanen di hati kita. Bahkan, kerap kita lupa dan alpa. Istilah saya, kadarkum. Kadang sadar, kadang kumat. Nah, sidang pembaca sekalian, mulai sekarang, ketahuilah bahwa sebenarnya Anda adalah orang yang sangat beruntung, baik dalam bisnis maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu amat layak untuk Anda syukuri. Hm, tidak percaya? Silakan simak alinea berikutnya.

Jika Anda mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup badan, atap di atas kepala, dan tempat untuk tidur, maka Anda lebih kaya daripada 75 persen penduduk dunia! Jika Anda mempunyai tabungan di bank dan uang receh di dompet, maka Anda lebih kaya daripada 92 persen penduduk dunia!

Jika Anda tidak pernah mengalami kesengsaraan karena perang, penjara, penyiksaan, atau kelaparan, maka Anda lebih beruntung daripada 700 juta orang di dunia! Jika Anda dapat menghadiri tempat ibadah atau pertemuan religius tanpa rasa takut akan penyerangan, penangkapan, atau kematian, maka Anda lebih beruntung daripada 3 milyar orang di dunia! Dan jika Anda dapat membaca tulisan saya, maka Anda lebih beruntung daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang tidak dapat membaca sama sekali!

Terus, syukur dan sukses, adakah kaitannya? Ah, jangan ditanya. Erat sekali kaitannya. Anda sudah baca buku kecil berpengaruh besar The Secret? Dipaparkan di sana, syukur adalah anak tangga mutlak untuk memastikan kesuksesan. Wejangan si pengarang, "Bayangkanlah hal-hal yang Anda dambakan dengan penuh rasa syukur, seakan-akan Anda sudah menerimanya. Dengan demikian, Anda akan menerimanya segera!" Inilah hasil kerja dari hukum tarik-menarik yang universal.

Baca pula buku fenomenal dan kontroversial The Hidden Messages in Water. Di buku yang direkomendasikan oleh pakar pengembangan diri kelas dunia Anthony Robbins dan John Gray ini dituliskan bahwa air seolah-olah dapat mengerti bahasa manusia. Lebih jauh lagi, kristal air akan memperagakan bentuknya yang paling apik dan menarik apabila diperdengarkan kata ‘syukur dan ‘cinta -dalam bahasa apapun!

Itu semua, apa artinya sih? Pahamilah, alam semesta berasal dari air. Semua kehidupan juga bermula dari air. Dan yang terpenting, 70 persen tubuh manusia terdiri dari air. Jadi, setiap kali Anda menyebut kata ‘syukur atau menyimpan rasa syukur, pada waktu yang sama Anda membekali diri Anda dengan energi-energi positif yang sangat Anda butuhkan untuk menggapai sukses. Tambahan lagi, kata ‘syukur dan rasa syukur memendam setumpuk manfaat yang lain, di antaranya menyejukkan hati dan memungkinkan Anda menuai hikmah dari berbagai kejadian.

Tidak mengherankan jika Allah berfirman di kitab-Nya, "Sesungguhnya jika engkau bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepada engkau." Dan tentunya kita yakin bahwa Ia akan menepati janjinya. Akhirnya, janganlah kita cuma pandai meminta. Lengkapi pula dengan bersyukur. Ternyata, ini bukan semata-mata soal kalkulasi pahala. Jauh-jauh hari Yang Maha Kuasa telah merancang ini sebagai modal untuk sukses.

Semoga ini bisa menjadi renungan buat kita semua...

Dikirim pada 08 Juni 2011 di muhasabah
22 Des

Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Bidadari-bidadari kecilmu...

Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu

Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu... engkau berlian dihati kami

Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malammu

Ibu...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami

Ibu...
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.

Ibu...
engkau korbankan segalanya untuk kami
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya doa yang bisa kami persembahkan untukmu
Hanya tangisan kami sebagai saksi atas rasa cinta kami padamu.....

Semoga Engkau selalu dalam lindungan Allah wahai ibu kami tercinta.....







Dikirim pada 22 Desember 2010 di do’a dan zikir

Kehidupan ibarat sebuah pohon takdir yang ditumbuhi puluhan bahkan ratusan cabang dan ranting. Ada cabang yang kokoh berdaun rimbun, berbunga, dan berbuah melimpah. Ada cabang yang kokoh, namun tak dihiasi terlalu rimbun daun maupun buah dan bunga yang indah, tapi masih tetap berdaun, berbuah dan berbunga. Ada pula cabang yang kering hingga hanya memiliki sedikit daun karena meranggas, tanpa memiliki sedikitpun buah dan bunga. Yang paling menyedihkan adalah cabang yang bahkan mati sebelum ditumbuhi daun…
Ketika cabang terbentuk. ……..Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi terhadap cabang tersebut. Semuanya berada di luar jangkauan, berada di luar kuasa kita. Cabang dan ranting adalah pilihan-pilihan yang harus kita tempuh untuk menjalani kehidupan.

Selengkapnya baca

di sini

Dikirim pada 16 November 2010 di kebersihan jiwa
16 Okt

Seorang pria mendatangi Sang Master, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."

Sang Master tersenyum, "Oh, kamu sakit."

"Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, Alergi Hidup. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." demikian sang Master.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." pria itu menolak tawaran sang guru.

"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"

"Ya, memang saya sudah bosan hidup."

"Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai!

Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.

Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, "Sayang, aku mencintaimu."

Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.

Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. "Maafkan aku, sayang."

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.

Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu."

Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami."

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi sang Guru lagi.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!

Hidup?

Bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul?. Tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati

(Soulfoul - Mulyandi, Soeng)

Dikirim pada 16 Oktober 2010 di kebersihan jiwa

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomor satukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.

Dikirim pada 08 Oktober 2010 di muhasabah

Akhi wa Ukhti, saudara saudari and sobat smuanya, atau siapa aja deh yang penasaran ama yang namanya “cinta”, ada kabar asyik tentang perasaan aneh yang satu ini. Ternyata ketidakabadian cinta itu bukan hanya sebuah mitos doang atau cerita-cerita dalam sinetron, atau dongeng sebelum tidur, atau apalah namanya, tetapi dah bisa dibuktiin secara ilmiah lho…

Hal ini semakin jelas saat dikemukakannya teori four years itch oleh seorang antropolog asal negeri si Rambo, Amerika Serikat. Namanya Helen Fischer. Dia menemukan fakta bahwa ternyata cinta itu garansinya ngga lebih dari empat tahun. Ini mengindikasikan bahwa cinta itu emang ngga abadi (dalam kasus ini kita ngebahas tentang cintanya para remaja saat pacaran yang rata-rata lebih didominasi oleh nafsu).
Makanya, buat kalian yang saat ini lagi berjuang menaklukkan hati seseorang, atau bagi kalian yang udah merasa sukses menjalani aktivitas pacaran, hal ini sangat penting untuk kalian ketahui.



Harus diakui, cinta emang kebutuhan primer setiap manusia. Once more, kebutuhan primer. Namun terkadang kita salah dalam menginterpretasikan anugerah Allah ini. Perasaan cinta yang mendominasi remaja saat ini tidak lebih dari sebuah kamuflase yang ngga jelas arahnya. Datang ngga dijemput, pulang pun ngga minta pamit. Ya, cinta emang mirip ama jelangkung yang sama sekali ngga membawa manfaat buat kita. Ngga heran kalo kemudian muncul ungkapan yang menganggap cinta itu kayak permen karet. Awalnya aja yang manis, lama kelamaan akan terasa hambar dengan sendirinya, meski banyak kalangan yang mengklaim bahwa cintanya ngga pernah mati. Wah, mirip slogan Kartu A*, ngga ada matinya…
Padahal kalo kita kaitkan ama Hukum Gossen (masih ingat kan ama teori ekonomi yang satu ini?), yakni saat kebutuhan manusia pada suatu hal senantiasa terpenuhi, maka pada akhirnya akan mengalami kebosanan dan tentunya beralih mencari hal-hal baru. Nah, tuh kan…?

Kembali ke teori four years itch. Menurut Helen Fischer, saat terkena Virus Merah Jambu (VMJ), orang brewok nan sangar pun bisa menjadi lebih romantis. Perubahan yang demikian itu diakibatkan oleh hormon yang diproduksi oleh otak.
Trus, muncul berbagai pertanyaan, gimana sech caranya hormon itu bekerja saat seseorang lagi falling in love…? Emangnya cinta itu lahir hanya karena hormon doang…? Tentu saja bekerjanya hormon-hormon tersebut ngga terjadi gitu aja melainkan melalui beberapa tahap. Dalam bukunya, Penuntun Mengapa Harus Pacaran, Rabiatul Adawiyah menjelaskan bahwa proses bekerjanya hormon itu melalui tiga tahap.

Tahap pertama, yakni saat munculnya sebuah “kesan” ketika terjadi interaksi dengan lawan jenis. Misalnya, kontak mata dalam pandangan pertama. Ceileee…
Saat itulah otak mulai bekerja kayak komputer yang merekam data-data dan mencocokkannya dengan data sebelumnya. Nah, ketika itu mulailah seseorang mencari tau sebab ketertarikannya dengan lawan jenis.

Setelah itu, muncul hormon phenylethelamine (PEA). Ini dia tahap kedua. Hormon yang sulit diucapkan ini, adalah penyebab timbulnya senyum saat kesan tadi muncul. Trus, hormon dopamine dan norepinephrine yang juga terdapat dalam saraf manusia turut ambil bagian. Kumpulan hormon inilah yang secara berjamaah menjadi pemicu munculnya gelora cinta. Tapi sayang sekali, setelah dua tiga tahun daya tahan hormon-hormon ini mulai berkurang. Ughhh…
Trus, tahap terakhir, tahap ketika gelora cinta tadi mulai mereda berganti dengan kasih sayang. Kemudian hormon endorphins, senyawa kimia yang identik dengan morfin mengalir ke otak dan menimbulkan efek kayak narkotika. Nah, dalam kondisi kayak gitu, jiwa seseorang akan merasa damai, bahagia dan enak tenang…

Ikhwani Fillah yang disayangi Allah…

Ternyata efektivitas hormon-hormon itu cuma sekitar empat taon lho! Sebagaimana sebuah reaksi kimia, maka setelah itu ngga berbekas lagi. Fischer mengungkapkan bahwa kebanyakan pernikahan berakhir dengan perceraian saat menginjak usia empat tahun. Kalau pun bertahan, masih menurut Fischer, pasti karena faktor-faktor laen. Duh kacian yah…
Cinta emang ngga semata-mata muncul karena hormon aja. Banyak kok faktor yang mempengaruhi, termasuk salah satunya faktor sosial. Dalam hal ini, seorang psikolog yang juga dari negerinya si Rambo, Diana Lie, mengemukakan bahwa orang yang menjalani masa pernikahan atau pun pacaran dalam waktu yang lama, itu disebabkan oleh faktor friendship alias persahabatan.

Nah, masih percaya ngga kalo cinta itu bisa awet…? Makanya, kalo mau nunjukin bahwa cinta kalian adalah cinta sejati, nikah dong…!!! Tunjukin bahwa kalian emang patut dicatat dalam sejarah percintaan yang langsung nikah tanpa lewat pacaran. Lagian kalo dipikir-pikir, keuntungan apa sih yang didapatkan lewat aktivitas syahwat itu? Malah realitas menunjukkan bahwa mudharat (kerugian) yang dihasilkan dari aktivitas itu lebih gede dibanding maslahatnya (keuntungannya). Betapa tidak, orang yang sejatinya belum jelas untuk kita jadikan istri or suami, udah bikin kita puyeng tujuh keliling.

Adalah sebuah pekerjaan sia-sia ketika setiap saat kita mikirin anak orang, jajanin anak orang, bahkan marah-marahin anak orang yang udah jelas belum ada aqad secara sah yang mengikat hubungan kita. Sadar ngga, semua hal itu nggak pernah terpikirkan karena otak udah tersumbat akibat pengaruh cinta tadi. Cinta yang hanya dilandasi nafsu syahwaniyah. Cinta yang membutakan pandangan dalam melihat sebuah kebenaran.

Yakin aja dhe bahwa kalian ngga bakalan punah kalo ngga kenal aktivitas pacaran. Malah justru sebaliknya nih. Lho, kok bisa? Lha iya. Coba aja dipikir, ketika seorang mengalami broken heart alias patah hati, trus… muncul perasaan sedih tak terbendung yang ngga tau mau dibagi ama siapa, ditambah lagi udah dipanas-panasin ama syaithan, maka bukan hal yang mustahil ketika ia mengambil keputusan terburuk. “Bunuh diri…!!!” udah banyak tuh kasus kayak gini yang bisa jadi bahan pelajaran buat kita. Dengan alasan mempertahankan “cinta suci”, ada yang malah bunuh diri berjamaah.
Alih-alih mengakhiri penderitaan, malah mengorbankan jiwa yang sangat dijunjung tinggi oleh agama. Ia justru menuju pada penderitaan tiada akhir. Bunuh diri sama halnya mengambil jalan pintas menuju neraka…

Oleh karenanya, tanamkan dalam diri prinsip “Jojoba” alias Jomblo-jomblo Bahagia. I can be happy without darling, saya tetap bisa hidup tanpa kekasih. Meski prinsipnya ngga keren, tapi bahasanya funky men… *_*

Once more, pacaran itu ngga ada gunanya. Sama sekali ngga ada. Allah udah ngelarang kita mendekati zina yang ditegaskan dalam firman-Nya pada Surah al-Isra’ ayat 32. Bukankah pacaran adalah sarana menuju perilaku binatang tersebut? Jadi, buat kalian yang udah terlanjur berikrar sumpah setia ama pasangannya, atau udah ngaku-ngaku bahwa cintanya seluas jangkauan tel**msel, masih ada kesempatan untuk merubah diri. Jangan ditunda-tunda lagi. Sebab siapa yang bisa jamin kalo kita masih bisa menikmati sinar mentari esok pagi?

Islam udah ngatur bagaimana seharusnya kita berinteraksi ama lawan jenis. Apalagi dalam hal mengenal calon pasangan hidup, ngga’ maen embat kiri kanan aja. Karena itulah diperlukan sarana terbaik, yakni Ta’aruf.
Kita ngga dilarang jatuh cinta, sebab hal itu sama halnya membunuh fitrah manusia. Emang bisa…? Tapi, aplikasinya tuh yang salah. Sebab kebanyakan kita keliru bereksperimen saat kesambet VMJ ini. Sekali lagi, ada alternatif laen. Ta’aruf…!!!

Tapi sekarang, orang-orang pada bingung, gimana seh caranya mengenal pasangan hidup tanpa lewat pacaran? Kayak beli karung dalam kucing aja (eh, kebalik tuh…!). Truss, di sisi laen, pacaran yang ngga ada komitmen lebih jauh buat nikah ternyata dilakoni oleh kebanyakan kita. Dengan anggapan bahwa pacaran ngga harus nikah. Lebih gampang?! Beda ama ta’aruf. Ujung-ujungnya tentu saja biar bisa nikah. Berat bro’…!!!”

Nah, di sinilah bedanya yang suka maen-maen ngejalani hidup ama yang serius menjadikan hidup ini untuk bekal akhirat. Yang pasti, segudang keuntungan bakal kalian dapatkan jika mengenal calon pasangan hidup lewat ta’aruf. And ngga hanya itu, keuntungan dunia wal akhirat bisa kalian peroleh kalo mampu mempertahankan kesucian cinta kalian di atas norma-norma yang udah diatur dalam agama.

Nah, buat saudara-saudariku, masih pengen pacaran…???

Saya jadi keingat pada nasihat dari Ustadz Aa Gym yang sangat penting untuk kita fahami maknanya. Kata beliau:

Saudaraku..
Bahu membahulah membangun cinta dengan para pecinta
Cinta kebenaran…
Cinta Rasulullah…
Cinta semata-mata karena Allah.
Berbahagialah orang yang hatinya dihidupkan dengan cinta.
Seindah-indahnya cinta adalah cinta kepada penggenggam alam semesta
Yang Maha Mencintai dan tak pernah putus cinta-Nya.



Dikirim pada 29 September 2010 di hukum

Ya Rabb....,
Aku masih ingat ketika aku baru pertama mengenalMu
Begitu murni semangat dalam nadiku
Kukhatamkan berpuluh buku, demi ingin dekat kepadaMu
Kusambangi majelis ilmu, demi mengharap haribaanMu
Kurangkai dengan rapi, tiap untai kata ustadz-uztadzaku

Lalu kugenggam, kupancangkan dalam tiap hembusan nafas dan tiap aliran darahku.
Bersemayam bersama iman dan idealisme yang semakin mengawang di awan kebenaran.

Tapi Rabb,
Semakin aku berdiri, mencintaiMu penuh harap.
MencintaiMu dengan cinta semisal malaikatMu.
Mencoba mencintai dengan segenap kepasrahan hatiku.
Mendamba menggapai cinta tertinggiMu.
Aku rasakan gelisah dalam hatiku
Tak jua ku menemukan cinta setinggi itu.
Aku semakin gelisah, harapanku mengawang tinggi, namun kakiku lunglai menjejak bumi.
Hingga kudapati tubuhku bersembunyi, dalam hempas pasrah jurang kebingungan.

Ya Rabb...,
Aku tak sanggup mencintaiMu dengan kesabaran akan penderitaanku.
Semisal Ayyub yang sabar menghadapi rahmat sakitMu, semisal Yusuf yang rela dipenjara demi cintaMu.
Maka, izinkan aku mencintaiMu, lewat keluh kesah dan pengharapanku, lewat tangis dan pengaduanku padaMu, atas sakit dan ketakutanku.

Ya Rabb...,
Aku tak sanggup mencintaiMu dengan keikhlasan dan kerelaanku.
Semisal Abu Bakar yang menyedekahkan seluruh harta, dan hanya meninggalkan Engkau dan NabiMu bagi keluarganya.
Semisal Khadijah yang tulus mendukung nabiMu tanpa benci kehilangan perniagaan titipanMu.
Maka, izinkan aku mencintaiMu, lewat seratus dua ratus pemberianku, pada tangan-tangan kecil yang terulur padaku, pada tubuh-tubuh renta yang menadahkan tangan di depan rumahku, pada sedikit makanan untuk para tetangga.

Ya Rabb...,
Aku tak sanggup mencintaiMu dengan kekhusyukan shalatku.
Semisal sahabat nabiMu yang tiada terasa panah menembus tubuhnya, yang tiada merasa masjid runtuh di dekatnya.
Maka, izinkan aku mencintaiMu lewat shalatku yang kudirikan terbata-bata, hingga sering lepas ingatan pada masalah dunia.

Rabbi,
Aku tak sanggup mencintaiMu dengan dengan ingatan yang selalu memujaMu.
Semisal para rahib dan sufi, yang menghadirkan seluruh malamnya untuk bercinta dan bercerita kepadaMu.
Maka, izinkan aku mencintaiMu, lewat satu-dua rakaat lailku, lewat satu-dua sunah nafilahku, lewat desah kepasrahan tidurku.

Rabb...,
Aku tak sanggup mencintaiMu dengan mengingat penuh seluruh kalamMu.
Semisal hafidz dan hafidzah yang mampu menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.
Maka, izinkan aku mencintaiMu, lewat selembar-dua lembar tilawah harianku, lewat lantunan seayat-dua ayat hafalanku.

Rabb...,
Aku tak sanggup mencintaiMu lewat teguhnya keimananku.
Semisal para syuhada yang menjual jiwanya demi jannahMu, semisal nabi-nabiMu yang menghabiskan usia dalam keteguhan jalan dakwahMu.
Maka, izinkan aku mencintaiMu, dengan keterbatasan dakwahku, dengan sedikit bakti dan pengorbananku, dengan sedikit waktu demi tumbuhnya generasi baru.

Rabb...,
Aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya hidupku.
Semisal Ibrahim yang rela kehilangan putra semata wayangnya, demi taat dan patuh pada perintahMU.
Maka, izinkan aku mencintaiMu dalam segalanya, dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai seluruh makhlukMu.

Allahu Rabb...,
Izinkan aku mencintaiMu semampuku, agar cinta ini tulus dalam hidupku, agar cinta ini mengalun dalam jiwaku, agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku, dengan segala keterbatasanku.

Amin Ya Rabbal Alamin....

Dikirim pada 28 September 2010 di muhasabah

Alhamdulillah ya Allah atas anugerah yg Engkau berikan selama ini...
Alhamdulillah ya Allah atas keluarga, teman dan sahabat yg sayang sama aku...
Alhamdulillah ya Allah atas nikmat iman yg Engkau brikan...

Begithu banyak suka duka kehidupan aku jalani selama ini dan datang silih brganti, meskipun terkadang aku merasa putus asa asa tuk menjalaninya, namun Engkau slalu membuat ak sadar dan kuat untuk menjalani takdir yg Engkau tentukan untuk hamba...

Ya Allah.. hamba sadar bahwa di umur hamba saat ini, hamba belum bisa berbuat lebih banyak lagi untuk keluarga, agama dan bangsaku...Oleh sebab itu, izinkan hamba untuk bisa lebih bermanfaat lagi Ya Allah... Bermanfaat di setiap waktu dan kondisi, baik untuk keluarga, org2 di sekitarku, agama dan bangsaku...
Izinkan hamba untuk bisa lebih baik lagi... Baik dalam beribadah padaMU maupun akhlakku kepada sesama manusia

Ya Allah... Smg di sisa umurku ini, bisa lebih berkah dan Engkau slalu menerangi hatiku untuk selalu mengingat dan menyebut namaMU Ya Allah di setiap helaan napasku, perbuatanku dan di setiap langkahku...

Ya Allah... wafatkan hamba dan saudara hamba sesama muslim dalam keadaan khusnul khatimah....
Amin... Ya Rabbal alamin...

Dikirim pada 25 September 2010 di do’a dan zikir
25 Sep

Ketika kita bergaul dengan orang lain, akan terjadi berbagai peristiwa, ada yang menyenangkan dan ada yang menyakitkan hati. Disaat orang melakukan berbagai kesalahan terhadap kita dalam pergaulan tersebut, hendaknya kita bermurah hati memaafkannya. Firman Allah menjelaskan, “Jadilah engkau orang yang pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS. Al A’raf : 199)

Sifat pemaaf merupakan lambang keperibadian yang indah, sebab didalam sanubari orang yang suka memaafkan orang lain itu tersimpan keikhlasan dan kerelaan hati yang suci. Orang pemaaf itu pastilah terhindar dari sifat dendam. Dia menganggap bahwa kesalahan orang lain terhadapnya itu merupakan ‘kekeliruan’ dan’ kelemahannya’ selaku manusia.

Al Qur’an selalu membimbing kita kearah menjadi orang yang berbudi tinggi dan menolong orang lain. Pemaaf berarti kita telah menghormati orang lain sebagaimana kita mengormati diri sendiri.

Firman Allah menjelaskan, “Maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka.” (QS. Ali Imran : 159)

Memaafkan orang lain yang bersalah, berarti kita telah membebaskan mereka dari dosa bersalah, sekalipun mereka tidak meminta dibebaskan. Merupakan suatu perbuatan terpuji karena menghapuskan dosa dan kesalahan saudara-saudara kita sesama manusia, terutama sesama muslim.

Tujuan memberi maaf orang yang bersalah, walaupun ia tidak meminta maaf, ialah menginginkan perdamaian dan menghilangkan permusuhan serta ingin membantu seseorang dari menanggung dosa kesalahannya itu. Sifat cinta perdamaian dan ingin berbuat baik dalam bentuk membebaskan orang lain dari dosa, itulah yang disuruh oleh agama Islam.

Sifat pemaaf salah satu ciri-ciri orang yang bertakwa, yang patuh dan taat kepada ajaran agama. Firman Allah SWT menjelaskan, “Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik diwaktu lapang dan sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali Imran : 133-134).

Semoga kita bisa menjadi pemaaf.... meskipun hal tersebut tidaklah mudah....

Dikirim pada 25 September 2010 di kebersihan jiwa



Lisan, bentuknya memang relatif kecil bila dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, namun ternyata memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Celaka dan bahagia ternyata tak lepas dari bagaimana manusia memanajemen lidahnya. Bila lidah tak terkendali, dibiarkan berucap sekehendaknya, alamat kesengsaraan akan segera menjelang. Sebaliknya bila ia terkelola dengan baik , hemat dalam berkata, dan memilih perkataan yang baik-baik, maka sebuah alamat akan datangnya banyak kebaikan...
Di saat kita hendak berkata-kata, tentunya kita harus berpikir untuk memilihkan hal-hal yang baik untuk lidah kita. Bila sulit mendapat kata yang indah dan tepat maka ahsan (mendingan) diam. Inilah realisasi dari sabda Rasulullah sholallohu alaihi wasalam



"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam ( HR Muslim )



di samping itu kita pun harus paham betul manakah lahan-medan kejelekan sehingga lidah kita tidak keliru memijaknya. Kita harus tahu apakah sebuah hal termasuk dalam bagian dosa bagi lidah kita atau tidak? Bila kita telah tahu , tentunya kita bersegera untuk meninggalkannya.

Diantara medan-medan dosa bagi lidah kita antara lain..



Ghibah
Ghibah bila didefinisikan maka seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasalam

"Engkau menyebutkan tentang saudaramu, dengan apa-apa yang dia benci" terus bagaimana jika yang kita bicarakan tersebut memang benar-benar ada pada saudara kita? "Jika memang ada padanya apa yang engkau katakan maka engkau telah meng-ghibahinya, dan bila tidak ada padanya maka engkau telah berdusta" (HR. Muslim)

Di dalam Al quran , Allah ta�ala menggambarkan orang yang meng-ghibahi saudaranya seperti orang yang memakan bangkai saudaranya:
"Janganlah kalian saling memata-matai dan jangan mengghibahi antara satu dengan yang lain, sukakah kalian memakan daging saudaranya tentu kalian akan benci" ( Al Hujurat 12)

Tentu sangat menjijikkan makan daging bangkai , semakin menjijkkan lagi apabila yang dimakan adalah daging bangkai manusia , apalagi saudara kita sendiri. Demikianlah ghibah, ia pun sangat menjijkkan sehingga sudah sepantasnya untuk dijauhi dan dan ditinggalkan.

Lebih ngeri bila berbicara tentang ghibah, apabila kita mengetahui balasan yang akan diterima pelakunya. Seperti dikisahkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasalam di malam mi�rajnya. Beliau menyaksikan suatu kaum yang berkuku tembaga mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Rasul pun bertanya tentang keberadaan mereka, maka dijawab bahwa mereka lah orang-orang yang ghibah melanggar kehormatan orang lain.

Namimah
Kalau diartikan ia bermakna memindahkan perkataan dari satu kaum kepada kaum yang lain untuk merusak keduanya. Ringkasnya "adu domba". Sehingga Allah mengkisahkan tentang mereka dalam Al-Qur�an. Mereka yang berjalan dengan namimah , menghasut, dan mengumpat. Di sekitar kita orang yang punya profesi sebagai tukang namimah sangat banyak bergentayangan, dan lebih sering di kenal sebagai provokator-kejelekan. Namimah bukan hal yang kecil , bahkan para ulama mengkatagorikannya di dalam dosa besar . Ancaman Rasulullah bagi tukang namimah

" tidak akan masuk surga orang yang mengadu domba (HR Bukhari)

akibat ghibah ini sangat besar sekali, dengannya terkoyak persahabatan saudara karib dan melepaskan ikatan yang telah dikokohkan oleh Allah. Ia pun mengakibatkan kerusakan di muka bumi serta menimbulkan permusuhan dan kebencian.

Dusta
Dusta adalah menyelisihi kenyataan atau realita. Dusta bukanlah akhlaq orang yang beriman, bahkan ia melekat pada kepribadian orang munafiq
"Tiga ciri orang munafik, apabila berkata berdusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila dipercaya berkhianat (HR Bukhari dan Muslim)

padahal orang munafik balasannya sangat mengerikan "di bawah kerak api neraka" Dusta pun mengantarkan pelakunya kepada kejelekan "Sungguh kedustaan menunjukkan kepada kejelekan dan kejelekan mengantarkan kepada neraka.


Dikirim pada 24 September 2010 di kebersihan jiwa
24 Sep



Menerima sesuatu tentu lebih mudah dibandingkan memberi. Seperti itu pula sebuah pepatah mengatakan “tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah”. Berada di posisi “diatas” berkonotasi kepada yang lebih mulia. Maka mulialah orang-orang yang senantiasa membiasakan diri untuk memberi. Memberi sesuatu kepada orang lain adalah sesuatu yang berat. Sementara dalam keseharian kita senantiasa dituntut untuk memberi. Baik dari sudut tuntunan agama, maupun pertimbangan tuntutan hidup sosial.

Memberi sesuatu kepada orang lain bisa berupa apa saja. Harta benda, jasa, atau sekedar senyum tulus, dsb. Suatu agama atau keyakinan senantiasa menganjurkan penganutnya untuk memberi sebagai salah satu bentuk ibadah atau darma dan pengabdian. Memberi sesuatu kepada orang lain juga merupakan salah satu cara membangun jaringan hablun minal annas dan menciptakan silaturrahim. Memberi menjadi suatu penyeimbang dalam kehidupan sosial secara moril maupun materiil.

Bersedekah, berinfaq, berzakat, memberi hadiah dan bantuan jasa adalah varietas wujud dari memberi. Sukarela, tulus, ridho, ikhlas adalah sesuatu yang harus melandasi “memberi” agar dia bernilai, baik secara sosial maupun spritual. Sehingga sebahagian orang menganggap percuma suatu pemberian jika tidak dilandasi dengan hati ikhlas.

Sebenarnya bagaimanakah ikhlas itu? Jika melihat pengemis di pinggir jalan, lalu memberinya sejumlah uang atau apa saja yang ada pada kita atas dasar rasa iba dan kasihan misalnya. Itu masih sangat manusiawi. Dan belum tentu masuk kategori ikhlas. Memang terkadang kita mengenal ‘ikhlas’ atau kerelaan hati sebagai wujud cerminan dari rasa iba atau kasihan. Pernahkah kita memberi sesuatu kepada seseorang tanpa harus tahu kita kasihan atau tidak? May be yes..,may be not!

Seorang ahli hikmah mengatakan bahwa memberi sesuatu lantaran adanya sebab, seperti kasihan, prihatin, iba dsb, itu belum bisa dikategorikan sebagai ikhlas. Namun tidak lebih sebagai suatu bentuk kerelaan atau ketulusan hati saja yang bisa menjadi sebagai pemuasan hawa nafsu ego kasihan atau ego iba kita. Namun memberi atas dasar rasa kasihan atau iba pun itu sudah cukup baik. Terlebih lagi jika kita bisa berlaku ikhlas.

Berlaku ikhlas memang berat. Jika dalam memberi sesuatu masih mudah, ringan dan enteng berarti kita belum masuk dalam kategori ikhlas tapi baru sekedar rela atau tulus. Dalam memberi sesuatu kepada orang lain terkadang muncul rasa berat dalam hati kita karena berbagai faktor dan alasan. Alasan itu bisa disebabkan kurangnya biaya hidup, Tanggal tua, Lagi membutuhkan. Namun tetap saja mencoba menyisihkan untuk memberi meskipun sedikit karena dilandasi semata-mata atas nama Tuhan. Dan rasa berat itu kita ikhlas-kan meskipun masih terkesan disabar-sabarkan. Inilah yang lebih dimaksudkan sebagai ikhlas. Sekali lagi karena dia berat.

Ada perbedaan antara ikhlas dan tulus. Ikhlas itu, merelakan sesuatu yang terasa berat. Tulus itu adalah kerelaan hati karena faktor adanya rasa senang atau tidak ada beban. Ikhlas memiliki kedudukan atau derajat yang tinggi di mata Tuhan. Sehingga salah-lah orang yang mengatakan: percuma saja melakukan ini-itu jika tidak ikhlas. Persepsi orang selama ini terbalik, jika orang terlihat berat membantu atau memberi sesuatu disebut ‘tidak ikhlas’ dan begitu pula sebaliknya. Berbuat ikhlas meskipun berat, seorang mukhlis senantiasa dilandasi dengan nama Sang Maha Pencipta.

Ikhlas merupakan solusi positif menghadapi kondisi bangsa yang carut marut oleh berbagai bencana, yang diakibatkan oleh campur tangan manusia sendiri ini. Melalui bencana ini pun kita masih digebleng oleh Tuhan untuk menjadi orang yang ikhlas dalam menerima segalanya. Termasuk di dalamnya ikhlas memberi bantuan kepada korban banjir misalnya. Bencana pada bangsa ini telah membuka lebar bagi penduduknya untuk berlaku ikhlas. Semoga kita termasuk orang-orang yang ikhlas.

Dikirim pada 24 September 2010 di kebersihan jiwa


Di kamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama. Memandangi istriku yang tengah tertunduk dan diam seribu bahasa. Setelah sekian lama saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.

Assalamu’alaiki…. permintaan hafalan Qur’annya mau dibacakan kapan, Dek?” tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan dalam tunduknya. Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur’an tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui. ”Nanti saja saat qiyamullail,” jawab istriku masih dalam tunduknya.

Wajahnya yang berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam. Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun, ketika aku beri isyarat bahwa aku suaminya dan berhak untuk melakukan itu, ia pun menyerah. Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu bahwa istriku “tidak menarik”. Sekelebat pikiran itu muncul dan segera aku mengusirnya. Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.

”Bang, sudah saya katakan sejak ta’aruf (awal perkenalan), bahwa fisik saya seperti ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahanda Imam Malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya. Saya ingin mengatakan pada Abang akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam Malik pada suaminya pada malam pertama mereka,”Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengan baik (ma’ruf). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An-Nisa: 19)

Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat-lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita yang cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama’ besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah. ”Ya Rabbi aku menikahinya karena-Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milik-Mu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas.

Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhnya dalam dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajahnya yang masih menyisakan segumpal ragu. ”Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya Bang. Sungguh… saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk,” ucapnya lagi.

“Tidak Dek, sungguh sejak awal, niat Abang menikahimu karena Allah. Sudah teramat bulat niat ini. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika seluruh anggota keluarga memboikot untuk tidak datang saat akad tadi pagi,” paparku sambil meggenggam erat jemarinya. Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya malam, bait-bait doa kubentangkan pada-Nya.
Rabbi, tak kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang cantik, karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Rabbi, saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu. Karena itu pertemukanlah aku dengan-Mu dalam jannah-Mu!” Aku beringsut menuju pembaringan amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku dengan segenap hati yang ikhlas. Ah, sekarang aku benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita shalihah sejati. Ia senantiasa menegakkan malam-malamnya dengan munajat panjang pada-Nya. Ia senantiasa menjaga hafalan kitab-Nya. Dan senantiasa melaksanakan shaum sunnah rasul-Nya.

Ya Allah, sesungguhnya aku ini lemah, maka kuatkan aku. Dan aku ini hina, maka muliakanlah aku. Dan aku fakir, maka kayakanlah aku wahai Dzat Yang Maha Pengasih.



Diceritakan kembali dari cerita yang berjudul “Gejolak Jiwa di Malam Pertama” dari Tabloid Media Ummat yang beralamat di JL. Wilis 11 Malang, edisi 59/ tahun ke-2.

Dikirim pada 21 September 2010 di kebersihan jiwa

Saudara dan saudari kaum muslimin dan muslimat Renungan khususnya untuk para wanita….

Sayyidina Ali r.a. menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah
menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.

Beliau menjawab, “Pada malam aku di isra’ kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. “Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung susunya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantang kedua kakinya dengan terikat
tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta,
dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti hima, kepalanya seperti babi, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang
rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,” kata Nabi.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?

*Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang ‘mengotori’ tempat tidurnya.

*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.

*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.”Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fat imah Az-Zahra pun turut menangis.

Naudzubillah min dzalik…..

Dikirim pada 21 September 2010 di muhasabah

Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany kriteria jilbab yang benar harus menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak , jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanitakafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas.

Pendapat yang sama sebagaimana dituturkan Ikrimah, jilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya, sementara bagian di atasnya ditutup dengan khimâr (kerudung) yang juga diwajibkan, sesuai dengan salah satu ayat surah An-Nur 24:31, yang berbunyi:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita... (QS an-Nur [24]: 31)

Dikirim pada 19 September 2010 di hukum

Hati adalah Fondasi untuk menjaga benteng keimanan kita agar senantiasa kokoh, berdiri tegak menghadapai segala ujian, melawan segala macam godaan dunia dan Setan yang Dilaknat. Oleh karena itulah mengapa Keadaan hati seorang mukmin sangat penting untuk diperhatikan, karena Kondisi hati yang berubah-ubah akan menjadikan keimanan menjadi turun naik, dalam hal ini rasulullah SAW bersabda, “Dinamakan hati karena ia (selalu) berbolak-balik. Perumpamaan hati itu bagaikan bulu yang ada di pucuk pohon yang diombang-ambingkan oleh angin.” (HR. Ahmad)

Keadaan Fisik atau jasmanai Kita penting untuk diperhatikan juga, namun tidak lantas kita melupakan kondisi hati, memperbaiki dan menjaganya juga, karena kondisi hati inilah yang jauh lebih penting. mengapa ? karena hati kita-lah yang senantiasa dilihat oleh Allah, “Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak memperhatikan bentuk-bentuk luar kamu. Yang Allah perhatikan adalah hati kamu.” (hadits)

Oleh karena itu, menjaga dan menata hati, hendaklah menjadi prioritas penting dalam hidup ini, karena jika Hati itu ibarat sebuah besi, dia akan berkarat apabila lama tak diasah atau atau dibiarkan saja. Hati ibarat tumbuhan yang senantiasa harus selalu dirawat dan disirami agar tetap tumbuh, dan jika dibiarkan ia akan layu dan mati. Sedangkan manusia yang diberikan Hati OlehNYA akan terus dikelilingi oleh musuh dalam melakukan perjalanan sementaranya didunia. Nafsu amarah yang selalu membawa kepada kehancuran, begitu juga dengan nafsu syahwat dan syetan selalu mengiringinya dan selalu siap sedia menggodanya disetiap kesempatan. Untuk Itulah manusia yang ingin tetap hati nya terjaga, senantiasa Berdzikir (mengingat Allah) untuk membentengi hatinya tersebut.

Mengapa berdzikir? Dzikrullah atau memperbanyak mengingat Allah, adalah ibadah agung yang bisa dilakukan dimanapun, dalam keadaan apapun. Karena, kadangkala kegelisahan masih juga dirasakan, walaupun kita setelah sholat, tadarus, atau sholat malam, walaupun juga setelah itu kita berdzikir. sebetulnya dzikir, mengingat Allah itu tidak hanya terbatas dilakukan sehabis sholat sebagaimana yang biasa umumnya dilakukan. Kemudian selepas sholat kita lupa dengan Allah yang maha perkasa dalam membolak-balikkan hati. Lupa dengan perintahnya kemudian terjerumus kedalam lembah larangannya. ibadah wajib seperti sholat dan puasa, ada tempat dan waktu larangan-laranagn tertentu, sedangkan berdzikir tidak dibatasi oleh tempat dan waktu tertentu. Dzikir senantiasa mengingat Allah dalam situasi apapun. Susah dan senang selalu menyertakan Allah di dalamnya, dan tentunya berdzikir dengan menyertakan hati kita, bukan hanya di lisan.

Sesungguhnya kita termasuk yang beruntung ketika menjaga hati kita dari “kematian hati”, “Dan banyak-banyaklah mengingat Allah supaya kamu memperoleh keberuntungan.” (Al Anfaal:45). Dalam ayat yang lain Allah berfirman, “Dan laki-laki dan wanita yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al Ahzab:35).
Dzikir adalah kehidupan bagi hati dan kelapangan dada. Dengan mengingatNYA, cukuplah Allah sebagai tempat kita mengadu dikala Sulit dan tempat berbagi saat kita Senang. Seberat apapun beban yang dipikul akan terasa ringan jika senantiasa mengingat Allah. Karena harus diyakini bahwa Allah SWT tidaklah memberikan cobaan yang berada diluar kemampuan hambanya. Dengan membiasakan hati berzikir kepada Allah akan membuat hati ini merasa aman dari segala bentuk kegelisahan dan kejahatan makhlukNya, dan tentu saja menjadikan hati kita sebagai raja yang mengendalikan akal pikiran kita, agar mampu berpikir dan bertindak dengan menyertakan hati. dalam keadaan, duduk, berdiri atau berbaring sekalipun, Mengingat Allah tetap bisa dilakukan, “Bila seorang Mukmin “pergi” ke Pembaringan dengan MENGINGAT ALLAH, sungguh…Tempat Tidurnya menjadi “Masjid Allah“. (Hasan Bashri)

Jika kita terus mengingatNya maka hati kita akan diliputi oleh perasaan tenang karena segala yang terjadi merupakan Kehendak Allah SWT atas hambanya sedangkan kewajiban kita hanyalah menjalani segala kehendak yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya. Ingatlah selalu akan firman Allah yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang.(Ar Ra’du:28)

Mudah-mudahan dengan catatan ini, akan selalu mengingatkan saya untuk selalu menjaga hati, dikala keimanan turun naik, disaat berupaya untuk tetap mampu istiqomah, karena banyak sekali ditemukan catatan tentang hati, tapi sebanyak apapun teori yang diperoleh, tanpa ada langkah konkret dan perbuatan nyata memperbanyak mengingat Allah, maka Ilmu tersebut hanya akan kita pikul tanpa membawa manfaat bagi diri…



Diantara tanda-tanda orang yang hatinya telah mati adalah tidak adanya rasa sedih disaat mereka melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.



Tetaplah selalu mengingat Allah di waktu lapang ataupun sempit... agar Allah tidak meninggalkan kita....

Dikirim pada 19 September 2010 di do’a dan zikir

Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.

Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.

Pertama, membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]

Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.

Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.

Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).

Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

Ketujuh, -inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.

Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.

Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. (Muhammad Abduh Tuasikal)

Dikirim pada 19 September 2010 di kebersihan jiwa

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Meneliti, mengoreksi dan mengawasi gerak-gerik hati adalah perkara yang sangat penting. Karena hati merupakan sumber dan poros amalan. Melalaikan urusan hati akan berakibat rusaknya amalan. Oleh sebab itu, seorang mukmin harus senantiasa mengintrospeksi diri sebelum dan sesudah melakukan amalan. Siapa tahu ada cacat dan penyakit yang tersembunyi di dalam amalnya, sementara dia tidak menyadarinya? al-Hasan rahimahullah berkata, “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti mencermati keinginan hatinya -sebelum melakukan sesuatu-. Apabila niatnya untuk Allah maka dia akan teruskan, namun apabila untuk selain-Nya maka akan dia tunda -sampai niatnya benar-.” (Ighatsat al-Lahfan, hal. 111)

Imam Ahmad meriwayatkan dari Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu, bahwa beliau pernah berpesan, “Hisablah diri kalian sebelum kelak kalian akan dihisab -di hari kiamat-. Timbanglah amal-amal kalian sebelum kelak -amal- kalian ditimbang. Karena hal itu akan lebih ringan di timbangan kalian esok -di akherat- dengan kalian menghisab diri kalian pada hari ini -di dunia-. Dan hiasilah diri kalian -dengan takwa- untuk menyambut hari persidangan yang besar, yang pada hari itu kalian akan disidang dan tiada satu perkarapun yang tersembunyi dari kalian.” (lihat Ighatsat al-Lahfan, hal. 106)

Menyembuhkan hati yang kerapkali terbius oleh bujukan untuk berbuat maksiat dan dosa adalah dengan dua buah terapi ini, yaitu dengan bermuhasabah/introspeksi diri dan menyelisihi keinginan hawa nafsu terhadap hal-hal yang diharamkan. Sesungguhnya hati akan menjadi binasa akibat kelalaian untuk mengintrospeksinya dan memperturutkan hawa nafsu (lihat al-Ighatsah, hal. 106)

Perkara yang akan membantu seorang hamba dalam mengintrospeksi dirinya adalah hendaknya dia memahami bahwa setiap kali dia bersungguh-sungguh dalam bermuhasabah di dunia ini maka niscaya kelak di akherat hisab yang akan dialaminya akan menjadi ringan. Sebagaimana pula apabila dia melalaikan muhasabah ini ketika di dunia maka di akherat dia akan mengalami hisab yang lebih berat (al-Ighatsah, hal. 110)

Selain itu, muhasabah akan semakin terasa mudah baginya tatkala dia menyadari bahwa sesungguhnya laba dari ‘perdagangan’ ini adalah mendapatkan ‘kapling’ di surga Firdaus dan merasakan nikmatnya memandangi wajah Allah ta’ala. Adapun kerugian yang akan dirasakan olehnya ketika tidak menjalankan perdagangan ini dengan baik ialah masuk ke dalam neraka dan terhalangi dari memandang wajah Allah ta’ala. Apabila perkara-perkara ini telah tertanam kuat di dalam hatinya maka niscaya akan terasa ringan melakukan muhasabah ketika di dunia (al-Ighatsah, hal. 110)

Dua buah pertanyaan yang semestinya diajukan kepada diri kita sebelum mengerjakan suatu amalan, yaitu untuk siapa dan bagaimana caranya. Pertanyaan pertama adalah pertanyaan tentang keikhlasan. Adapun pertanyaan kedua adalah pertanyaan tentang komitmen untuk mengikuti tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab amal tidak akan diterima jika tidak memenuhi kedua-duanya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi Rabbmu, sungguh Kami akan menanyai mereka semuanya tentang apa saja yang mereka amalkan.” (QS. al-Hijr: 92-93). Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Maka benar-benar Kami akan menanyai orang-orang yang rasul itu diutus kepada mereka dan Kami juga pasti akan menanyai para utusan itu, maka akan Kami kisahkan kepada mereka dengan penuh pengetahuan dan tidaklah Kami tidak menyaksikan -apa yang telah mereka lakukan-.” (QS. al-A’raaf: 6-7) (lihat al-Ighatsah, hal. 113).

Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Supaya Allah menanyai orang-orang yang jujur itu mengenai kejujuran mereka.” (QS. al-Ahzab: 8). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Kalau orang-orang yang jujur saja ditanyai dan dihisab mengenai kejujuran mereka maka bagaimanakah lagi dengan para pendusta?” Yang dimaksud dengan orang jujur dalam ayat itu adalah para rasul dan orang-orang yang menyampaikan ajaran rasul itu kepada kaumnya, apakah mereka telah menyampaikan dengan sebagaimana mestinya. Kemudian Allah juga akan menanyai masyarakat yang menjadi sasaran dakwah para rasul itu. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan pada hari itu Allah memanggil mereka dan berkata; ‘Apa yang sudah kalian penuhi dari ajakan para rasul itu?’.” (QS. al-Qashash: 65) (lihat al-Ighatsah, hal. 113).

Nikmat yang telah Allah curahkan kepada kita -yang jumlahnya sedemikian banyak dan kita tak bisa menghingganya-, itupun akan ditanyakan, apakah kita sudah mensyukurinya dengan baik di jalan Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Kemudian kalian benar-benar akan ditanyai mengenai nikmat yang telah diberikan itu.” (QS. at-Takatsur: 8). Ibnu Jarir ath-Thabari meriwayatkan bahwa Qatadah rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah akan menanyai setiap hamba tentang nikmat dan kewajiban dari-Nya yang dititipkan kepada dirinya.” (lihat al-Ighatsah, hal. 114).

Pendengaran, penglihatan, dan hati itu pun akan dimintai pertanggungjawabannya dari kita. Laporan pertanggung jawaban manakah yang lebih berat daripada laporan mengenai urusan pendengaran, penglihatan, dan gerak-gerik hati? Laporan manakah yang lebih berat daripada laporan yang ditujukan kepada Rabb semesta alam Yang di tangan-Nya segala urusan Yang menguasai pada hari pembalasan Yang tidak tersembunyi darinya satu perkara pun? Aduhai, betapa malangnya nasib kita jika dosa-dosa kita tidak diampuni oleh-Nya… Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semua pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. al-Israa’: 36).

Apabila demikian kenyataannya, lalu sekarang apa yang membuat kita enggan bermuhasabah? Muhasabah adalah sebuah kewajiban. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang sudah dipersiapkan olehnya untuk hari esok/negeri akherat.” (QS. al-Hasyr: 18). Allah ta’ala mengingatkan kita bahwa semestinya setiap kita melihat amalan apa yang telah disiapkan olehnya untuk menghadapi hari kiamat kelak, apakah amal salih yang menyelamatkan dirinya ataukah justru keburukan/dosa-dosa yang akan mencelakakan dirinya. Ibnu Jarir ath-Thabari meriwayatkan, bahwa Qatadah rahimahullah berkata, “Rabb kalian senantiasa mengesankan dekatnya hari kiamat sampai-sampai Allah menjadikannya seperti seolah-olah ia akan terjadi besok.” Ini semua menunjukkan kepada kita bahwa baiknya hati akan terwujud dengan senantiasa mengintrospeksi diri, dan rusaknya hati akan terjadi tatkala kita lalai untuk mengawasi gerak-geriknya dan membiarkannya berjalan begitu saja mengikuti keinginan-keinginannya (lihat al-Ighatsah, hal. 114)

Maka sekarang, kita bisa bertanya kepada diri kita; Apakah kita sudah bermuhasabah mengenai kewajiban-kewajiban kita -karena amal yang wajib itu adalah amal yang paling utama-? Dan apabila ternyata muhasabah itu pun termasuk perkara yang wajib dilakukan. Maka pertanyaan berikutnya; Sudahkah kita bermuhasabah mengenai muhasabah diri kita? Sudahkah kita bermuhasabah? Jangan sampai kita menjadi seperti orang yang disindir dalam sebuah ungkapan, “Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak.” Coba, bandingkan diri kita dengan para salafus shalih, betapa jauhnya antara sikap kita dengan sikap mereka? Ibnu Abid Dunya meriwayatkan, bahwa Ayyub as-Sikhtiyani rahimahullah berkata, “Apabila diceritakan tentang orang-orang soleh, maka aku merasa bukan termasuk golongan mereka.” Mutharrif bin Abdullah rahimahullah berkata ketika berdoa di Arafah, “Ya Allah, janganlah Engkau tolak doa orang-orang gara-gara diriku.” (lihat al-Ighatsah, hal. 115). Ya Allah, bersihkanlah hati-hati kami… (Abu Mushlih)

Dikirim pada 19 September 2010 di kebersihan jiwa
19 Sep

Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan jalan yang lurus dan mengangkat hamba terkasih-Nya sebagai pemandu menuju-Nya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Muhammad sebaik-baik nabi dan utusan, dan juga bagi para sahabat serta pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Amma ba’du.

Ayat-ayat al-Qur’an yang begitu indah dan menakjubkan, memberikan kepada kita gambaran yang jelas mengenai karakter dan hakekat jalan yang lurus. Jalan yang setiap hari kita mohon kepada Allah untuk ditunjuki kepadanya. Jalan yang akan mengantarkan penempuhnya menuju surga dan kebahagiaan, serta melemparkan orang yang melenceng darinya menuju neraka dan kesengsaraan.

Memadukan antara ilmu dan amal



Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat.” (QS. al-Fatihah: 7).

Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan bahwa hakekat jalan yang lurus itu akan diperoleh dengan cara mengenali kebenaran dan mengamalkannya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 39). Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Dengan ucapan anda ‘Ihdinash shirathal mustaqim’ itu artinya anda telah meminta kepada Allah ta’ala ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.” (Tafsir Juz ‘Amma, hal. 12).

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah berkata, “Maka orang yang diberi nikmat atas mereka yaitu orang yang berilmu sekaligus beramal. Adapun orang-orang yang dimurkai yaitu orang-orang yang berilmu namun tidak beramal. Sedangkan orang-orang yang tersesat ialah orang-orang yang beramal tanpa landasan ilmu.” (Tsamrat al-’Ilmi al-’Amalu, hal. 14). Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa penyebab orang terjerumus dalam kesesatan ialah rusaknya ilmu dan keyakinan. Sedangkan penyebab orang terjerumus dalam kemurkaan ialah rusaknya niat dan amalan (lihat al-Fawa’id, hal. 21)

Memadukan antara tauhid dan ketaatan



Allah ta’ala berfirman memberitakan ucapan Nabi ‘Isa ‘alaihis salam (yang artinya), “Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan taatilah aku. Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Ali Imran: 50-51, lihat juga QS. Az-Zukhruf: 63-64).

Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Inilah, yaitu penyembahan kepada Allah, ketakwaan kepada-Nya, serta ketaatan kepada rasul-Nya merupakan ‘jalan lurus’ yang mengantarkan kepada Allah dan menuju surga-Nya, adapun yang selain jalan itu maka itu adalah jalan-jalan yang menjerumuskan ke neraka.” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 132). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “…Sesungguhnya kebenaran itu hanya satu, yaitu jalan Allah yang lurus, tiada jalan yang mengantarkan kepada-Nya selain jalan itu. Yaitu beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan apapun, dengan cara menjalankan syari’at yang ditetapkan-Nya melalui lisan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan dengan [landasan] hawa nafsu maupun bid’ah-bid’ah…” (at-Tafsir al-Qayyim, hal. 116-117)

Dalam surat Maryam, Allah ta’ala juga memberitakan ucapan Isa ‘alaihis salam tersebut (yang artinya), “Dan sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Maryam: 36).

Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, bahwa makna ‘sembahlah Dia’ adalah: ikhlaskan ibadah kepada-Nya, bersungguh-sungguhlah dalam inabah (taubat dan semakin taat) kepada-Nya. Di dalam ungkapan ‘Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian maka sembahlah Dia’ terkandung penetapan tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah, serta berargumentasi dengan tauhid yang pertama (rububiyah) untuk mewajibkan tauhid yang kedua (uluhiyah) (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 493)

Bahkan, Allah sendiri telah menegaskan bahwa tauhid dan ketaatan kepada-Nya inilah jalan yang lurus itu, bukan penyembahan dan ketaatan kepada syaitan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Bukankah Aku telah berpesan kepada kalian, wahai keturunan Adam; Janganlah kalian menyembah syaitan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagi kalian. Dan sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Yasin: 60-61). Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, bahwa yang dimaksud ‘mentaati syaitan’ itu mencakup segala bentuk kekafiran dan kemaksiatan. Adapun jalan yang lurus itu adalah beribadah kepada Allah, taat kepada-Nya, dan mendurhakai syaitan (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 698)

Perlu diingat, bahwa ketaatan kepada Rasul pada hakekatnya merupakan ketaatan kepada Allah, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada rasul itu, sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (QS. an-Nisaa’: 80). Ayat ini menunjukkan bahwa semua orang yang taat kepada Rasulullah dalam hal perintah dan larangannya sesungguhnya telah taat kepada Allah ta’ala. Karena rasul tidaklah memerintah dan melarang kecuali dengan perintah dari Allah, dengan syari’at dan wahyu dari-Nya. Sehingga hal ini menunjukkan ‘ishmah/keterpeliharaan diri Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Allah memerintahkan taat kepada beliau secara mutlak (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 189)

Kata Kunci



Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada empat kata kunci agar seorang hamba bisa berjalan di atas jalan yang lurus, yaitu:

Ilmu, karena dengan ilmu ini maka dia akan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana tauhid mana syirik, mana sunnah mana bid’ah, mana taat mana maksiat, dst.
Amal, karena dengan mengamalkan ilmunya dia akan terbebas dari kemurkaan Allah, bahkan dia akan mendapatkan tambahan petunjuk karenanya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang mengikuti petunjuk itu, maka Allah akan menambahkan kepada mereka petunjuk dan Allah berikan kepada mereka ketakwaan mereka.” (QS. Muhammad: 17). Di dalam ayat yang mulia ini Allah menjanjikan dua balasan bagi orang yang mengikuti petunjuk (baca: mengamalkan ilmunya), yaitu: ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 787)
Tauhid, karena dengan memahami dan melaksanakan tauhid maka seorang hamba telah mewujudkan tujuan hidupnya dan berada di atas jalan yang akan mengantarkannya ke surga, jika dia istiqomah di atasnya hingga ajal tiba.
Taat, karena dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan berarti dia telah menunjukkan penghambaannya kepada Allah dan kepatuhannya kepada Rasulullah, sehingga dia akan mendapatkan keberuntungan -di dunia maupun di akherat- sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya. Allahu a’lam. (Abu Mushlih)

Dikirim pada 19 September 2010 di kebersihan jiwa

Banyak kita temukan gambaran mengenai pribadi teladan di dalam untaian ayat-ayat al-Qur’an. Di antaranya adalah apa yang digambarkan Allah ta’ala di dalam ayat (yang artinya), “Dan orang-orang yang memberikan apa saja yang mampu mereka persembahkan sementara hati mereka merasa takut; bagaimanakah nasib mereka kelak ketika dikembalikan kepada Rabb mereka.” (QS. al-Mu’minun: 60). Inilah gambaran ideal seorang mukmin. Sosok yang mempersembahkan ketaatan dengan sebaik-baiknya. Di saat yang sama, dia juga merasa takut kalau amalannya tidak diterima.

Sebagaimana yang masyhur dari ucapan Hasan al-Bashri rahimahullah, “Seorang mukmin memadukan antara ihsan -perbuatan baik dalam hal amal- dan rasa takut. Adapun seorang munafik -atau fajir- memadukan antara isa’ah/perbuatan jelek dan perasaan aman -dari hukuman Allah-.” Pribadi semacam ini tak mudah untuk dijumpai, namun bukan berarti tidak ada. Para Sahabat Nabi adalah barisan terdepan dalam mewujudkan keteladanan ini dalam hidup mereka. Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan mereka semua merasa takut kalau-kalau dirinya tertimpa kemunafikan.” Padahal, kita semua mengetahui betapa agung kedudukan para Sahabat yang dikatakan oleh sebagian salaf bahwa iman mereka itu laksana gunung. Bahkan, sampai-sampai dikatakan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu dalam sebuah riwayat yang disandarkan kepada beliau, “Seandainya iman Abu Bakar [saja] ditimbang dengan iman segenap umat ini -selain para Nabi- niscaya iman Abu Bakar yang lebih berat.” Subhanallah!

Kebanyakan orang tatkala berhasil melakukan kebaikan terlalu larut dengan rasa gembira karena keberhasilannya. Seolah-olah dirinyalah yang ‘menciptakan’ keberhasilan itu. Sehingga tidak jarang muncul dari lisan atau tingkah lakunya yang mencerminkan perasaan ini. Lupa diri, itulah yang terjadi. Fenomena semacam ini sungguh memprihatinkan. Karena perasaan semacam ini akan menyeret pelakunya kepada ujub yang oleh para ulama dimasukkan dalam kategori syirik; sebab orang yang ujub mempersekutukan Allah dengan -kemampuan- dirinya sendiri (sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Abdul Aziz ar-Rayyis hafizhahullah dalam salah satu ceramah beliau). Oleh karena itu, kalau kita bandingkan kondisi kita hari ini dengan para salafus shalih dahulu, amatlah jauh! Bagaikan langit dengan [dasar] sumur, begitu kata orang…

Suatu ketika, Aisyah radhiyallahu’anha -seorang istri Nabi yang sangat cerdas- bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kandungan ayat dalam surat al-Mu’minun di atas, “Apakah mereka itu -yang merasa takut- adalah orang-orang yang suka minum khamr, berzina, atau mencuri?”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukan, wahai putri ash-Shiddiq! Akan tetapi mereka itu adalah orang-orang yang suka berpuasa, mengerjakan sholat, dan rajin bersedekah, namun mereka khawatir kalau-kalau amalan mereka itu tidak diterima. Mereka itulah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan-kebaikan.” (HR. Tirmidzi, lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amalu, hal. 17).

Mereka menyadari bahwa apa yang mereka persembahkan kepada Allah jauh daripada yang semestinya diterima oleh-Nya. Mereka tidak su’udzan kepada Allah, namun su’udzan kepada dirinya sendiri. Bagi mereka semua kebaikan yang mereka lakukan adalah berkat taufik dari-Nya, bukan hasil jerih payah mereka sendiri. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan dari-Nya. Kalaulah Allah menerima amal mereka itu jelas karena kemurahan dari-Nya. Namun, kalau misalnya tidak diterima oleh-Nya, maka hal itu semata-mata karena kekurangan dan keteledoran diri mereka, sehingga apa yang mereka persembahkan tidak layak untuk-Nya (lihat al-Fawa’id, hal. 36). Demikianlah keadaan orang yang mengenal siapa dirinya dan siapa Rabbnya. (Abu Mushlih)

Dikirim pada 19 September 2010 di kebersihan jiwa
Profile

Seorang hamba Allah dengan segala ketidak sempurnaan yang dimilikinya, untuk berusaha menjadi lebih baik dan lebih ikhlas dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat buat orang lain di setiap waktu dan kondisi demi mencapai rahmat dan ridho dari Allah... More About me

Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.210.069 kali


connect with ABATASA